Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) PADA PROSES PEMBUATAN PLAT SAMBUNG TIANG PANCANG PT WIJAYA KARYA BETON, TBK BINJAI
PT Wijaya Karya Beton suatu perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi beton dimana distribusinya mencakup hampir seluruh indonesia. Penelitian ini dilakukan pada pekerja di stasiun kerja pembuatan plat sambung pada work shop plat sambung. Para pekerja tersebut bekerja secara repetitif dengan postur tubuh yang tidak efektif sehingga hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan rasa sakit dan nyeri pada beberapa bagian tubuh yang dapat mempengaruhi produktivitas para pekerja. Nilai postur kerja yang memiliki level resiko tertinggi adalah elemen kerja meletakkan besi spiral pada mesin gulung spiral dengan postur bungkuk, proses mengeluarkan besi spiral pada mesin gulung spiral dengan postur jongkok, pengambilan plat sambung dari gudang penyimpanan dengan postur berdiri dengan beban lebih dari 10 kg dan proses pengelasan tulangan angkur dengan plat sambung dengan postur bungkuk, ke 4 elemen kerja tersebut memiliki skor 7, sehingga postur kerja pada elemen ini harus diperbaiki sekarang juga
Pengkuran Kinerja Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
Penelitian ini membahas kinerja kualitas TBS yang merupakan bahan baku PKS, seperti grading TBS dengan mengukur nilai sortasi panen (NSP), dan efektivitas pengutipan brondolan dengan mengukur indeks pengutipan brondolan (IPB). Setiap PKS pada umumnya melakukan sortasi TBS, namun data tersebut tidak diolah sehingga akan sulit melakukan penilaian secara komprehensif, dan hanya dilakukan secara parsial saja, yaitu yang dinilai tidak layak, sehingga kadang-kadang terjadi ketidaksinkronan antara kinerja proses dengan output, di mana bahan baku yang terkesan bagus menghasilkan produk yang jelek atau sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kualitas TBS yang merupakan bahan baku di PKS. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu merupakan telaah ilmiah untuk mengukur kinerja kualitas TBS melalui pengukuran NSP dan IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan penelusuran dokumen. Pembahasan dilakukan melalui analisis deskriptif, yakni menjelaskan hal-hal yang terkait dengan hasil pengukuran kualitas TBS yang ditunjukkan pada hasil pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kualitas TBS yang diterima sebagai bahan baku di PKS, dilihat sisi grading TBS adalah buruk. Namun, kondisi tersebut dapat berubah menjadi baik apabila dilakukan perbaikan kondisi yang ada. Efektivitas pengutipan brondolan menunjukkan kinerja yang buruk juga. Kondisi tersebut tidak akan mengalami perubahan walaupun sudah dilakukan perbaikan. Copyright ©2018 Department of industrial engineering. All rights reserved
Analisis Pengendalian Mutu Produk Koran Dalam Upaya mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk
PT. Serambi Indonesia Biro Lhokseumawe adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dan penerbitan dengan produk utamanya yaitu Koran Serambi yang merupakan Koran andalan masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa histogram, peta kendali p, dan diagram sebab-akibat. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan tidak terkendali atau masih mengalami penyimpangan. Hal ini dapat dilihat pada grafik kendali dimana titik berfluktuasi sangat tinggi dan tidak beraturan, serta banyak yang keluar dari batas kendali. Berdasarkan diagram pareto, prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan yang dominan yaitu warna kabur (28,31%), tidak register (19,79%) dan terpotong (19,50 %). Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab misdruk berasal dari faktor manusia/ pekerja, mesin produksi, metode kerja, material/ bahan baku dan lingkungan kerja, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat misdruk dan meningkatkan kualitas produk. Copyright ©2018 Department of industrial engineering. All rights reserve
Optimisasi Pengendalian Persediaan dengan Menggunakan Pendekatan Teori Wilson
Persediaan merupakan sumber daya yang mengganggur, bahkan dalam lean manufacturing, persediaan merupakan salah satu bentuk pemborosan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan. Karena jika terjadi kelebihan persediaan akan mengakibatkan biaya simpan yang berlebih dan sebaliknya jika terjadi kekurangan akan mengganggu proses berikutnya atau pelanggan akan komplain dan kecewa. Teori Wilson merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang ekonomis untuk permintaan barang yang bersifat deterministik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemesanan yang paling ekonomis, menentukan periode waktu pemesanan kembali dan jumlah biaya persediaan yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan di sebuah Toko-X yang menjual tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang terletak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah: 1) data penjualan selama empat tahun terakhir; 2) harga produk; 3) biaya pemesanan; dan 4) diskonto. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelusuran dokumen perusahaan, wawancara dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan dengan metode Wilson melalui formulasi model matematis dan solusi model. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah pemesanan produk yang ekonomis adalah 240 tabung untuk setiap kali pemesanan. Periode waktu pemesanan kembali adalah setiap 21 hari sekali. Biaya total pengadaan produk adalah sebesar Rp 67.107.517 selama tahun 2018. Copyright © 2018 Department of industrial engineering. All rights reserved
Aplikasi Pendukung keputusan Pemilihan Bakal Calon Anggota legislatif oleh Partai Politik di Indonesia dengan Metode AHP
Pemilihan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) oleh Parpol di Indonesia menghadapi kendala, yaitu belum diterapkan model keputusan kuantitatif dengan mempertimbangkan berbagai kriteria sehingga masih kurang objektif dan kurang mampu mengahasilkan Bacaleg yang berkualitas yaitu yang mampu meraih perolehan suara. Metode AHP adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas Bacaleg yang akan diusulkan untuk dimasukkan dalam DCT. Model Keputusan AHP akan lebih mudah digunakan apabila dikembangkan dalam sebuah aplikasi. Dengan penerapan metode AHPyang berbasis aplikasi diharapkan Pengurus Parpol di Indonesia akan dapat dengan mudah dalam memilih dan menyusun prioritas Bacaleg dengan mempertimbangkan berbagai kriteria dari masing-masing Bacaleg. Hasil Aplikasi AHP akan merekomendasikan Bacaleg yang lebih berkualitas sesuai dengan prioritasnya masing-masing
Revegetasi Lahan Bekas Tambang Batu Bara Dengan Beberapa Jenis Tanaman Dan Pengaruhnya Terhadap Makro Fauna Tanah Sawahlunto Sumatera Barat
Kegiatan penambangan batubara menimbulkan berbagai kerusakan lahan, terutama terganggunya aktivitas makro fauna tanah. Usaha untuk memulihkan kembali lahan ini adalah melakukan kegiatan revegetasi dengan penanaman tanaman pionir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis tanaman revegetasi terhadap makro fauna tanah pada lahan bekas tambang batubara di Kota Sawahlunto. Pengambilan sampel dilakukan dengan metoda survei secara purposive sampling pada tiga jenis tanaman revegetasi, yaitu tanaman Akasia, Sengon dan Balik angin. Sampel tanah diambil di tengah kanopi tanaman dengan kedalaman 0-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi makro fauna tanah tertinggi ditemukan pada lahan tanaman sengon (7 ekor cacing dan 6 ekor semut), lahan tanaman akasia (6 ekor cacing dan 4 ekor semut) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (6 ekor semut dan 3 ekor cacing). Keragaman makro fauna tanah pada lahan revegetasi terdiri dari 2 jenis (cacing dan semut). Frekuensi keberadaan adanya jenis cacing lebih tinggi terdapat pada lahan tanaman balik angin (0,66), diikuti lahan tanaman akasia (0,60) dan terendah pada lahan tanaman sengon (0,58). Frekuensi keberadaan jenis yang terdapat semut lebih tinggi pada lahan tanaman sengon (0,41), diikuti lahan tanaman akasia (0,40) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (0,33). Nilai kekayaan jenis pada lahan tanaman balik angin (0,45) lebih tinggi dibandingkan lahan tanaman akasia (0,43) dan sengon (0,40). Hasil penelitian menunjukkan terdapat makro fauna tanah dan kegiatan revegetasi lahan bekas tambang batubara harus dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menanam berbagai jenis tanaman revegetasi.
Kata Kunci: Makro fauna, Tanaman revegetasi, Tambang batubar
Efektivitas Google Fact Check dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa terhadap Nilai-Nilai Demokrasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Google Fact Check sebagai alat verifikasi informasi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai demokrasi. Dengan maraknya penyebaran misinformasi di era digital, kemampuan verifikasi informasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen ini melibatkan 112 mahasiswa Fakultas Pertanian yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai demokrasi sebelum dan setelah penggunaan Google Fact Check. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi misinformasi dan memperkuat pemahaman prinsip demokrasi seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 23,7%. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi fact-checking merupakan instrumen efektif dalam pendidikan literasi digital dan penguatan nilai-nilai demokrasi di kalangan mahasiswa
WOMEN\u27S POLITICAL LEADERSHIP: AN ANALYSIS OF GENDER EQUALITY IN LEGISLATORS IN SEKADAU
This study aims to explore the legal perspective on killing a robber in self-defense according to Islamic Criminal Law (Fiqh Jinayah) and Indonesian Positive Law. The method used is library research. The findings indicate that many people still lack a clear understanding of the legal provisions regarding killing a robber in self-defense. Meanwhile, cases of robbery targeting personal belongings such as motorcycles, bicycles, and other valuables continue to occur frequently in various regions. This lack of understanding leads to uncertainty when facing such threats, even in situations where the victim may lose their life. In Islamic Criminal Law, self-defense resulting in the death of an attacker can be justified if certain conditions are met, such as a real threat to life or honor. In Indonesian Positive Law, self-defense is regulated in the Criminal Code (KUHP), which provides legal protection to victims who defend themselves proportionally. This study emphasizes the importance of legal education for the public so that individuals understand their rights and limitations when acting in self-defense against criminal acts like robbery
THE ACT OF KILLING A MUGGER IN SELF-DEFENSE: A PERSPECTIVE FROM ISLAMIC CRIMINAL LAW AND THE INDONESIAN PENAL CODE
This study aims to explore the legal perspective on killing a robber in self-defense according to Islamic Criminal Law (Fiqh Jinayah) and Indonesian Positive Law. The method used is library research. The findings indicate that many people still lack a clear understanding of the legal provisions regarding killing a robber in self-defense. Meanwhile, cases of robbery targeting personal belongings such as motorcycles, bicycles, and other valuables continue to occur frequently in various regions. This lack of understanding leads to uncertainty when facing such threats, even in situations where the victim may lose their life. In Islamic Criminal Law, self-defense resulting in the death of an attacker can be justified if certain conditions are met, such as a real threat to life or honor. In Indonesian Positive Law, self-defense is regulated in the Criminal Code (KUHP), which provides legal protection to victims who defend themselves proportionally. This study emphasizes the importance of legal education for the public so that individuals understand their rights and limitations when acting in self-defense against criminal acts like robbery
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN (STUDI PENELITIAN DI KABUPATEN BIREUEN)
Kasus Tindak Pidana Pemerkosaan terhadap Anak di wilayah Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen berada pada tahap komplek, Keluarga sebagai benteng untuk melindungi anak dari Korban Pemerkosaan justru menjadi pelaku dalam beberapa kasus. Selain itu Peraturan Perundang-undangan di Indonesia saat ini masih belum berorientasi pada korban akan tetapi lebih menekankan perlindungan terhadap pelaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus dan bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perlindungan terhadap anak yang menjadi korban kejahatan pemerkosaan adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait lainnya. Sebagaimana yang diketahui bahwa hak-hak anak korban pemerkosaan masih belum sepenuhnya dilindungi dengan baik hingga saat ini. Adapun tantangan dalam hal ini yaitu berupa jumlah penyidik anak yang masih terbatas, kesulitan dalam membuktikan dugaan pelaku pemerkosaan terhadap anak, kurangnya efektivitas pendampingan hukum oleh advokat, serta kekurangan fasilitas dan kesadaran keluarga korban akan hukum, yang dapat mempengaruhi pelaporan ke polisi. Upaya yang dilakukan dalam menghpdi tantangan tersebut adalah dengan menerapkan perlindungan hukum preventif yang melibatkan orang tua, masyarakat, dan pemerintah, serta melaksanakan perlindungan represif. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi korban dan keluarga mereka, menyediakan fasilitas yang memadai sesuai dengan ketentuan perundangundangan, dan meningkatkan jumlah tenaga profesional yang terlatih dalam menangani korban tindak pidana pemerkosaan serta aspek hukum yang relevan