Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN KETEREMAPILAN PROSES SAINS

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk menguji bagaimana model quided inqury dengan video dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental, dan desain non-equivalent control group design. Yang menjadi subjek pada penelitian ini seluruh kelas XI-IPA yang terdiri dari 40 siswa  dengan teknik sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah tes soal essai dan lembar observasi. Dari hasil penelitian, kemampuan proses ilimiah siswa mengenai konten gelombang bunyi dapat ditingkatkan dengan memakai metodologi quided inquiry dengan Media Video dapat. Hal ini berdasarkan hasil uji n-gain di kelas eksperimen memperoleh nilai yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, sebesar 0,70% dan kelas kontrol 0,42% dengan selisih sebesar 0,28%. Sehingga penerapan model inquiri terbimbing lebih signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan kelas kontrol dengan menggunakan model Dirrect Instruction

    PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AWAK (Musa balbisiana) DAN LIMBAH TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISME (EM-4)

    Full text link
    Karena menghasilkan bau yang tidak sedap dan mengurangi nilai estetika lingkungan, limbah kulit pisang dianggap sebagai polusi udara. Karena pisang merupakan sumber kalium, fosfor, magnesium, natrium, dan sulfur yang kaya, kulitnya menjadi pupuk organik yang sangat baik. Komponen organik yang ditemukan dalam limbah tahu cair, seperti karbohidrat, protein, dan lipid, menjadikannya alternatif yang layak untuk metode pengolahan limbah organik tradisional. Para peneliti berusaha mencari tahu berapa lama fermentasi harus berlangsung untuk mendapatkan nitrogen dan fosfor paling banyak dari pupuk kulit pisang dan limbah tahu cair. Untuk membuat pupuk organik, Anda menggabungkan tahu cair dan limbah kulit pisang dengan EM-4 dan gula merah. Jumlah limbah tahu cair yang digunakan untuk setiap rasio EM4 adalah 500 ml. Durasi proses fermentasi anaerobik mungkin 10, 15, 20, atau 25 hari. Kandungan fosfor dan nitrogen dari pupuk organik cair itulah yang dianalisis. Pada hari ke-15, dengan volume 50 ml bioaktivator EM4 (0,258%) dan kandungan nitrogen 0,99%, penelitian menemukan kadar fosfor yang optimal. Fermentasi selama lima belas hari dengan lima puluh mililiter bioaktivator Effective Microorganism (EM4) menghasilkan hasil terbaik. Hasil analisis fosfor dan nitrogen menunjukkan bahwa memenuhi standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019

    ANALISIS KINERJA INHIBITOR KOROSI DARI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI PADA PLAT BAJA SS400 DALAM AIR LAUT DENGAN VARIASI KONSENTRASI DAN WAKTU PERENDAMAN

    Full text link
    Korosi terjadi dari proses degradasi material dengan lingkungannya yang disebabkan oleh reaksi kimia. Air laut mengandung mikrobakteri yang hidup di laut dan ion klorida (Cl-) yang cukup banyak sehingga dapat menjadi penyebab terjadinya korosi. Karena hal tersebut, air laut disebut juga sebagai media korosif. Dalam mencegah korosi, cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan inhibitor korosi karena proses yang mudah dan hemat biaya. Salah satu zat yang berfungsi sebagai anti korosi yaitu tanin yang diperoleh dari proses ekstraksi daun jambu biji. Tanin dapat bereaksi menjadi senyawa kompleks kelat besi logam dari hasil reaksi antara gugus hidroksil (-OH) yang melekat pada cincin aromatisnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisa efesiensi ekstraksi dari jaun jambu biji sebagai sumber zat pemghambat laju korosi pada plat baja ss400 serta pengaruh variasi waktu perendaman media korosif dan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu biji pada media korosif berupa air laut terhadap kecepatan korosi. Penelitian ini memvariasikan waktu perendaman dalam media korosif yaitu 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 hari serta memvariasikan konsentrasi inhibitor yaitu 0, 200, 250, dan 300 ppm. Kemudian dianalisa uji fitokimia tanin, menghitung nilai laju korosi dan inhibisi korosi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai efesiensi yang paling tinggi terjadi pada konsentrasi inhibitor 300 ppm selama 12 hari senilai 0.5421%

    Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah Sekam Padi Melalui Pelatihan Pembuatan Briket Bioarang

    Full text link
    Pengabdian masyarakat ini mengangkat isu pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Asan Kareung yang selama ini terbuang percuma dan menimbulkan masalah lingkungan. Kegiatan ini dirancang untuk mentransformasi limbah pertanian tersebut menjadi briket bioarang bernilai ekonomi melalui pendekatan teknologi tepat guna berbasis pemberdayaan masyarakat. Secara metodologis, proses produksi meliputi tiga tahap utama: (1) konversi termokimia sekam padi menjadi arang melalui karbonisasi terkendali (300-600°C, 1-2 jam); (2) formulasi adonan dengan komposisi 90% serbuk arang dan 10% perekat pati kanji; serta (3) proses pencetakan menggunakan modifikasi pipa PVC dan pengeringan bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan produk briket yang dihasilkan memenuhi spesifikasi bahan bakar alternatif dengan karakteristik densitas 0,85 g/cm³ dan durasi pembakaran 2-3 jam per unit. Tingkat keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan 85% peserta mampu mereplikasi proses produksi secara mandiri. Program ini memberikan dampak multidimensional berupa: (1) mitigasi pencemaran lingkungan melalui pengurangan praktik pembakaran limbah terbuka; (2) penciptaan nilai tambah ekonomi; serta (3) peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah terpadu. Keberhasilan implementasi didukung oleh tiga faktor kunci: ketersediaan bahan baku lokal, kesesuaian teknologi dengan kapasitas masyarakat, dan efektivitas metode pelatihan partisipatif. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan pengembangan lebih lanjut pada aspek kelembagaan kelompok usaha, diversifikasi produk, dan peningkatan kapasitas produksi melalui semi-mekanisasi. Inisiatif ini menjadi bukti empiris penerapan prinsip ekonomi hijau berbasis komunitas yang berpotensi untuk direplikasi di wilayah agraris lainnya.

    Mathematics Adventure: Game Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di SD Negeri 28 Sawang, Aceh Utara, melalui pengembangan dan implementasi game edukasi berbasis teknologi, Mathematics Adventure. Game ini dirancang untuk siswa kelas III dengan tujuan membantu mereka memahami konsep operasi bilangan bulat, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini melibatkan analisis kebutuhan pengguna, pengembangan game menggunakan platform Unity, pelatihan bagi guru, serta implementasi dan evaluasi langsung kepada siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan Mathematics Adventure berhasil meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar matematika, dengan 90% siswa menunjukkan antusiasme yang lebih besar dan peningkatan pemahaman konsep sebesar 20%. Guru juga merasakan manfaat signifikan dari media pembelajaran ini, yang dinilai efektif dalam menyampaikan materi matematika dengan cara yang lebih menarik. Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan tetapi juga mengembangkan keterampilan digital dasar. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan lebih lanjut media pembelajaran berbasis teknologi, serta mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara pendidik dan pengembang

    Sociology of Music: Its Essence, History, and Challenges in the Contemporary Context

    Full text link
    Music sociology is a discipline that studies the relationship between music and the society around it, how music reflects, shapes, and is influenced by social, cultural, and political dynamics. Using a qualitative approach sourced from scientific articles and relevant books, this paper discusses the essence of music sociology as a bridge between artistic expression and social reality, highlighting the role of music as a means of communication, cultural identity, and a medium of social transformation. The history of music sociology is explored, from its roots in modernism to contemporary theoretical developments that integrate interdisciplinary approaches. In the contemporary context, music is not only a part of popular culture, but also a means of understanding global issues, such as gender equality, human rights, and climate change. Music has become a platform for social protest, a symbol of resistance, and also a place for marginalized groups to voice their identity. It also examines the challenges facing music sociology today, including globalization, digitalization, and homogenization, which affect the diversity of local music and the way people interact with music. Through in-depth analysis, the article emphasizes the importance of a critical approach to music in understanding social dynamics. It also emphasizes the relevance of the sociology of music in bridging cultural gaps, strengthening social solidarity, and opening up discussion on broader humanitarian issues. Therefore, this article provides not only theoretical insights but also practical reflections on the position of music in changing or building society

    PENGGAMBARAN BUDAYA DALAM NOVEL MELANGKAH KARYA SANTANI KHAIREN DARI JOMBANG

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya yang tertanam dalam novel *Melangkah* karya Jombang Santani Khairen, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori nilai budaya dari Djamaris. Novel ini menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Sumba, yang meliputi hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri. Analisis ini menekankan pada nilai-nilai budaya seperti spiritualitas, pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, solidaritas sosial, kesetiaan dalam hubungan interpersonal, dan tanggung jawab individu. Melalui metode dokumentasi dan analisis isi, penelitian ini mengungkapkan bahwa *Melangkah* tidak hanya menyajikan narasi fiksi yang menarik, tetapi juga menggarisbawahi nilai-nilai budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sumba. Temuan ini menunjukkan bahwa novel ini secara efektif menyampaikan perspektif budaya yang kaya, menyoroti kearifan lokal dan prinsip-prinsip moral yang menawarkan wawasan kepada pembaca tentang pentingnya membina hubungan yang harmonis dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia.

    RAGAM BAHASA DI MEDIA SOSIAL MAHASISWA UNIVERSITAS BUMI PERSADA LHOKSEUMAWE

    Full text link
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ragam bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Universitas Bumi Persada Lhokseumawe dalam komunikasi di media sosial. Variasi bahasa yang ditemukan mencerminkan latar belakang budaya, status sosial, serta pengaruh perkembangan zaman. Fenomena penggunaan campuran antara bahasa formal, nonformal, dialek lokal, hingga bentuk campur kode menjadi representasi dari dinamika linguistik yang layak untuk dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi terhadap unggahan mahasiswa di platform media sosial, khususnya WhatsApp dan Instagram. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk ragam bahasa berdasarkan karakteristik penutur, tingkat keformalan bahasa, serta fungsi komunikasi yang digunakan dalam konteks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa yang digunakan mahasiswa mencakup bentuk dialek dan sosiolek, dengan variasi penggunaan bahasa yang berkisar dari ragam santai hingga ragam resmi. Fungsi penggunaan bahasa tersebut meliputi interaksi sosial dan penyampaian informasi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa secara adaptif menyesuaikan ragam bahasa yang digunakan sesuai dengan konteks sosial dan kebutuhan komunikasi yang terjadi di media sosial.

    COBIT 2019 Framework in IT Governance: A Systematic Literature Review of Implementation Challenges and Benefits Across Various Industry Sectors

    Full text link
    Information technology (IT) governance is a critical factor in ensuring that IT investments align with business objectives, improve operational efficiency, and mitigate risks across various industries. COBIT 2019, a widely used IT governance framework, has been adopted in numerous sectors to address these needs. This study explores the implementation of COBIT 2019 by conducting a systematic literature review (SLR) of 23 relevant articles published between 2020 and 2024, sourced from internationally indexed journals. The research focuses on identifying the challenges, benefits, success factors, and strategies to mitigate the issues encountered during the implementation of COBIT 2019. The findings indicate that COBIT 2019 has been successfully applied in diverse industries such as education, healthcare, logistics, and mineral mining, demonstrating its flexibility and adaptability to different organizational contexts. Key benefits include improved alignment of IT with business strategies, enhanced risk management, better resource optimization, and increased operational efficiency. However, challenges such as the complexity of the framework, limited resources, and a lack of understanding of the frameworks terminology have been identified. Successful implementation is largely dependent on strong management support, stakeholder engagement, and adequate resource allocation. Mitigation strategies such as ongoing training, development of comprehensive communication plans, and regular evaluation of IT governance practices have been suggested to overcome these challenges. This study provides practical insights into the implementation of COBIT 2019, offering organizations guidance on maximizing its benefits while addressing the barriers to successful implementation

    Model Pembagian Hasil dalam Aqad Mukhabarah: Studi Kasus Dua Pemilik Lahan di Desa Sitopayan

    No full text
    Indonesia is a large agricultural country, and most of its territory consists of fertile land and abundant water. This has resulted in the majority of Indonesian people living as farmers. The shortage of agricultural land results in farmers who do not have land working on other people\u27s land and collaborating in the agricultural sector between land owners and cultivators. In the compilation of sharia economic law, cooperation in the field of agriculture (rice fields) is divided into two, namely muzara\u27ah and mukhabarah. Farmers in Sitopayan Village, Portibi District have implemented this mukhabarah collaboration. However, farmers know him as Pabaenko Saba. This type of research is field research. Meanwhile, the nature of the research is descriptive. The data sources used are primary and secondary data sources. Data collection was carried out using interview techniques. The resulting data is described descriptively and analyzed using inductive thinking. The results of this research indicate that the implementation of profit sharing carried out by land owners and cultivators in Sitopayan Village, Portibi District is not in accordance with the provisions in the Compilation of Sharia Economic Law Article 260. The implementation of profit sharing is not in accordance with the Compilation of Sharia Economic Law, namely in terms of profit sharing What is done by the cultivator is not transparent to the land owner regarding the actual harvest

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇