Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman dan Dominansi Gulma Pada Fase Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah Irigasi Di Kecamatan Muara Baru Kabupaten Aceh Utara
Kehadiran gulma pada budidaya padi sawah dapat menyebabkan penurunan hasil produksi hingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma dominan yang tumbuh dan gulma yang mendominasi pada fase vegetatif dan generatif padi sawah irigasi di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan peletakan 6 plot secara acak di setiap area penelitian, ukuran setiap plot 0,5x0,5 m. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies gulma dengan total keseluruhan 220 individu pada tanaman padi. Spesies gulma yang ditemukan pada fase vegetatif 20 HST yaitu Panicum repens dengan INP 55,99% dan Ipomoea aquatica 44%. Pada 30 HST ditemukan Panicum repens dengan INP 45,46%, Fimbristylis miliacea 32,79% dan Sphenoclea zeylanica 21,74%. Pada 40 HST ditemukan Panicum repens dengan INP 46.05%, Fimbristylis miliacea 21,99%, Leptochloa chinensis 18,78% dan Sphenoclea zeylanica 13,18%. Fase generatif tanaman padi umur 70 HST ditemukan Sphenoclea zeylanica dengan INP sebesar 66,80%, Ipomoea aquatica 24,22% dan Limnocharis flava 8,98%. Pada umur 80 HST ditemukan Fimbristylis miliacea sebesar dengan INP 74.77%, Echinocloa crus-galli 13,15% dan Leptochloa chinensis 12,08% dan umur 90 HST ditemukan Leersia hexandra dengan INP 57,85% dan Leptochloa chinensis 42,15%
Respon Media Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Kamboja Jepang (Adenium obesum)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam dan dosis pupuk kandang yang tepat serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kamboja jepang. Penelitian dilaksanakan di Reuleut Timur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Desember–Maret 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah media tanam: M1 (tanah : pasir : humus, 2:1:1), M2 (tanah : pasir : kompos trembesi), dan M3 (tanah : pasir : humus bambu : kompos trembesi). Faktor kedua adalah pupuk kandang: P0 (tanpa pupuk), P1 (100 g/polybag), dan P2 (150 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (90 HST), jumlah daun (30 HST), dan berat segar berangkasan. Media terbaik adalah kombinasi tanah : pasir : humus bambu : kompos trembesi (1:1:1:1). Pupuk kandang juga berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (60–90 HST), jumlah daun (75 dan 90 HST), diameter batang (90 HST), panjang akar, serta berat segar berangkasan, dengan dosis terbaik 150 g/polibag. Namun, interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang lebih optimal terhadap pertumbuhan bibit kamboja jepan
Potensi Hasil Terhadap Tujuh Varietas Jaugung Manis (Zea mays seccharata Sturt) di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara
Jagung manis mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, diantaranya adalah kalori, protein, gula, serat, lemak, dan karbohidrat. Jagung manis memiliki rasa yang manis dan enak. Mengingat nilai ekonomis yang dimiliki jagung manis cukup tinggi maka perlu memperhatikan varietas-varietas yang memiliki produksi yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tujuh varietas tanaman jagung manis yang berpotensi menghasilkan produksi tinggi yang cocok di tanam di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Penelitian dilakukan dengan tujuh varietas jagung manis yaitu varietas Bimmo, Glori, Advanta madu 59 F1, Golden boy, Secada, Jamara, dan Baruna dengan tiga ulangan. Variabel yang diukur meliputi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, warna batang, ukuran daun, umur panen, bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, panjang tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, diameter tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, berat 100 biji, jumlah baris biji, bobot tongkol perbedeng. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap varietas tanaman jagung manis memiliki pertumbuhan dan hasil yang berbeda terhadap semua peubah yang diamatai. Pertumbuhan vegetatif terbaik didapatkan pada varietas Glori. Pertumbuhan dan hasil untuk peubah nilai bobot tongkol yang terbaik didapatkan pada varietas Secada dibandingkan varietas lainnya
Respon Karakter Agronomi Empat Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L) Terhadap Dosis Pupuk KCl yang Berbeda
Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak diminati masyarakat Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Namun, produksi kacang hijau di Indonesia saat ini masih mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan varietas yang kurang sesuai dan rendahnya tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan hasil tanaman kacang hijau melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemberian pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dari April sampai Juni 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas (Vimil-1, Vima-2, Vima-3, dan Vima-4), dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (0, 75, dan 150 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, klorofil daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 21 HST. Varietas Vima-2 memberikan hasil terbaik pada berat 100 biji kering, sedangkan Vimil-1 terbaik pada umur berbunga. Pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap klorofil daun, umur berbunga, dan berat 100 biji kering. Dosis optimal pupuk KCl yaitu 75 kg/ha pada peubah klorofil dan dan berat 100 biji kering. Tidak terdapat interaksi antar kedua perlakuan
Perkecambahan Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Kadaluarsa Pada Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah Menggunakan Alat F&F Manual Germinator
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah dan lama perendaman yang tepat terhadap perkecambahan benih cabai merah kadaluarsa, serta ada atau tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (K) dengan 3 taraf yaitu K0 : Kontrol (tanpa ekstrak bawang merah), K1 : ekstrak bawang merah 25% dan K2 : ekstrak bawang merah 50% dan faktor kedua adalah lama perendaman benih (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu L0 : Kontrol (tanpa perendaman), L1 : Perendaman selama 6 jam, L2 : Perendaman selama 12 jam dan L3 : Perendaman selama 18 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bawang merah 50% dengan perendaman benih selama 18 jam dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai rawit
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah Varietas Kancil Terhadap Berbagai Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam dan penyiangan gulma yang tepat terhadap kacang tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Tambun Tunong Kecamatan Dewantara Aceh Utara dan di laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Pelaksanaan dilakukan pada bulan februari sampai mei 2024. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan dua faktor dan tiga ulangan sehingga mendapatkan 18 kali satuan percobaan. Menggunakan metode deskriptif untuk analisis gulma. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan metode kuadran menggunakan plot pengamatan yang berukuran 50 cm x 50 cm. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pengaturan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap bobot biji segar pertanaman. Pemberian perbedaan waktu penyiangan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, produksi kacang tanah dan persentase penutup gulma 14, 28 dan 42 HST
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat Pemberian Pupuk NPK dan Biochar Sekam Padi
Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan perkembangan industri pakan dan makanan di Indonesia, namun produksi kacang tanah cenderung belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kacang tanah akibat penggunaan pupuk NPK dan biochar sekam padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0: tanpa pemberian pupuk NPK, N1: pemberian 20 g/plot pupuk NPK, N2: pemberian 30 g/plot pupuk NPK dan N3: pemberian 40 g/plot pupuk NPK. Faktor kedua yaitu Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 dosis yaitu B0: tanpa pemberian biochar, B1: pemberian 1 kg/plot biochar, dan B2: pemberian 2 kg/plot biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada pupuk NPK dengan dosis 40 g/plot (N3) yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan produksi ton/ha. Kemudian perlakuan biochar sekam padi terbaik terdapat pada B2 dengan dosis 2 kg/plot yang memberikan respon terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah biji pertanaman, jumlah polong per tanaman dan produksi (ton/ha). Pemberian pupuk NPK dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah