Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    Tahap Informasi, Kreatif, dan Analisa Pada Rekayasa Nilai Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Hotel

    Get PDF
    Persaingan hotel semakin hari semakin meningkat. Agar Hermesone Hotel tetap eksis sebagai Hotel pertama di Subulussalam-Aceh, sudah seharusnya Hermesone Hotel terus berbenah diri untuk peningkatan pelayanannya agar tidak ditinggalkan para tamu. Penerapan Metode Rekayasa Nilai merupakan suatu pendekatan yang bersifat kreatif dan sistematis dari sejumlah teknik yang telah ditentukan atau yang telah direkomendasikan. Terdapat 5 tahapan dalam rencana kerja penerapan metode rekayasa nilai yaitu: tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Dengan menggunakan Metode Rekayasa Nilai, hasil sementara dari penelitian ini adalah pada tahap informasi diperoleh dua fungsi dalam pelayanan hotel yaitu pelayanan dan fasilitas, pada tahap kreatif diperoleh desain awal dan dua desain usulan dan pada tahap analisa dapat disimpulkan beberapa keuntungan dan kerugian dari beberapa alternative yang dibuat dan dibuatkan bobot masing-masing criteria

    Kajian Pengembangan Budidaya Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul Lokal Siporang Di Kabupaten Tapanuli Selatan

    Get PDF
    Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu produsen beras di Sumatera Utara yang memiliki beragam varietas, salah satunya adalah padi unggul local Siporang yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian RI No.125/HK.540/C/04/2021 sebagai varitas unggul Siporang. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengembangan budi daya dan strategi pengembangan varietas Unggul Siporang. Penelitian  dilakukan di Kecamatan Sipirok, Arse dan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan sejak April-Juni 2024.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat factor-faktor yang mempengaruhi pengembangan  padi unggul Siporang yaitu; varietas Siporang sudah dikenal petani, benih padi diushakan secara mandiri, dan Beras Siporang memiliki rasa, tekstur dan aroma yang disukai masyarakat, dan faktor eksternal  adalah; pemasaran beras siporang sudah sampai ke ibu kota propinsi,  Benih padi unggul Siporang belum tersedia di pasar dan  beras siporang memiliki kompetitor di pasar.  Strategi pengembangan varietas Siporang menggunakan analisis SWOT berada pada kuadran I dengan titik koordinat X:0,27 dan Y:0,10 terdapat peluang antara kekuatan faktor internal dan  eksternal. Hal ini merupakan strategi dan peluang dalam pengembangan padi melalui kolaboratif antara petani, pengusaha penggilingan padi dan pemerintah daerah dalam penguatan kelembagaan petani dalam pengembangan padi varietas unggul Siporang. Kata kunci;  budi daya, padi lokal, Siporan

    Penilaian Status Kesuburan Berbasis Horizon Tanah Di Perkebunan Kopi Arabika Dataran Tinggi Gayo

    Get PDF
    Kesuburan tanah memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman, dalam penilaian status kesuburan tanah lazim ditentukan hanya pada lapisan permukaan tanah, padahal lapisan dibawahnya juga diperlukan, terutama pada area budidaya tanaman tahunan yang berakar lebih dalam. Penelitian ini bermaksud untuk menetapkan status kesuburan tanah area budidaya kopi dataran tinggi Gayo berbasis pada horizon atas dan bawah. Dua puluh empat sampel tanah telah dikumpulkan dari dua belas profil tanah untuk penetapan sifat-sifat tanah sebagai parameter status kesuburan yang terdiri masing-masing satu sampel dari horizon permukaan dan horizon bawah. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), fosfor (P2O5), kalium (K2O), dan karbon organik (C-organik). Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter yang ditetapkan bervariasi, kadar KTK rendah hingga tinggi (8.45-31.49 me/100g), KB rendah sampai sedang (2,27-26,91%), P2O5 sangat rendah hingga sangat tinggi (0,91-81,49 mg/100g), K2O rendah sampai sedang (10,50-34,50 mg/100g), dan C-organik juga bervariasi sangat rendah hingga sedang (0,33-2,78%). Kecuali KTK, parameter lain menunjukkan kadar di horizon permukaan lebih tinggi daripada horison bawah. Status kesuburan tanah semua profil adalah rendah, begitu pula status kesuburan tanah horison atas dan bawah yang termasuk rendah. Kata Kunci: kesuburan tanah, fosfat, karbon organik tanah, kejenuhan basa, kalium oksida, tanaman kop

    DISPARITAS PENJATUHAN PIDANA DALAM PERKARA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DI PENGADILAN NEGERI TAKENGON (Studi Putusan Nomor 79/Pid.B/2022/PN.Tkn, Nomor 33/Pid.B/2022/PN.Tkn dan Nomor 13/Pid.B/2022/PN.Tkn)

    No full text
    Disparity in criminal sentences is basically a phenomenon that often occurs in criminal law enforcement efforts. Disparity is the application of unequal punishment to the same crime (Same Offence) or to crimes whose dangerous nature can be compared (Offences of Comparable Seriousness) without a clear justification. Disparity in sentencing can be found in many cases, one of which occurred at the Takengon District Court in Decision Number 79/Pid.B/2022/PN.Tkn, Number 33/Pid.B/2022/PN.Tkn and Number 13/Pid.B/2022/PN.Tkn. This research is an empirical legal research with a case approach that examines court decisions. The data sources in this study consist of two forms, namely primary data sources obtained from interviews with respondents and informants. In addition, it also uses secondary data sources which are divided into three legal materials, namely primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collected was then analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of this study found that the occurrence of disparity in sentencing in Decision Number 79/Pid.B/2022/PN.Tkn, Decision Number 33/Pid.B/2022/PN.Tkn and Decision Number 13/Pid.B/2022/PN.Tkn, occurred due to several things including 1) the factor of the judge\u27s freedom in assessing. 2) The factor of differences in aggravating and mitigating circumstances between the three cases. 3) The factor of differences in the consequences caused by the perpetrators in the three cases. The disparity in sentencing in aggravated theft cases, especially in Decision Number 79/Pid.B/2022/PN.Tkn, Decision Number 33/Pid.B/2022/PN.Tkn and Decision Number 13/Pid.B/2022/PN.Tkn is something that is permissible and common. The disparity in these three cases was formed automatically because each case has its own legal facts which are different from each othe

    PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING (GDL) UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat mereduksi miskonsepsi siswa dan apa penyebab terjadinya miskonsepsi terhadap hukum Newton pada siswa VIII di MtsS Ulumuddin. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Desain dengan menggunakan desain kontrol yang tidak kompatibel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, sampel penelitian ini adalah siswa kelas sebagai kelas kontrol dan kelas sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa masing-masing 20 orang. Tes yang digunakan berupa instrumen tes diagnostik berbentuk pilihan ganda berdesain 3 tingkat (Three-Tier) yang didukung dengan CRI (Certainty of Respons Index). Berdasarkan hasil analisis data terjadi pereduksi rata-rata persentase miskonsepsi siswa pada materi hukum Newton sebesar 20% dengan kategori rendah. Berdasarkan data uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired Sampel T-test, diperoleh hasil sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari signifikan 0,05 artinya ditolak dan diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat mereduksi miskonsepsi siswa pada materi hukum Newton

    Suku Polahi: Kelompok Marginal Warisan Kolonialisme di Pegunungan Gorontalo

    Get PDF
    The Polahi tribe is one of the ethnic groups living in the Gorontalo Mountains of Indonesia and is a legacy of colonialism that has significantly impacted their social and cultural structure. This study analyzes the marginalization of the Polahi tribe in Gorontalo, rooted in Dutch colonial policies. This research employs a qualitative approach through anthropology with ethnographic methods. Data collection was conducted through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed thematically using data triangulation. The findings indicate that geographical isolation reinforces social disconnection, stigma, and stereotypes as a primitive group. Marginalization occurred due to the taxation system and forced labor, which compelled the Polahi tribe to isolate themselves in the Boliyohuto Mountains to avoid exploitation and abuse by the Dutch colonizers. Colonial policies that forced them to flee to the mountains created significant social disconnection, reinforcing their position as a marginalized group. This isolation not only affects their social and economic structures but also shapes a unique way of life that differs from the dominant society. The Polahi tribe continues to uphold their cultural practices and traditions, although they are often threatened by external pressures. Colonialism has created a social hierarchy that results in unequal access to resources and public services.Abstrak: Suku Polahi merupakan salah satu kelompok etnis yang hidup di Pegunungan Gorontalo, Indonesia, dan merupakan warisan dari kolonialisme yang membawa dampak signifikan terhadap struktur sosial dan budaya mereka. Penelitian ini menganalisis marginalisasi Suku Polahi di Gorontalo yang berakar pada kebijakan kolonial Belanda. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan antropologi dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data dianilisi secara tematik menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa isolasi geografis memperkuat keterputusan sosial, stigma, dan stereotip sebagai kelompok primitif. Marginalisasi terjadi karena sistem pajak dan kerja paksa yang memaksa suku polahi untuk mengisolasi diri di pegunungan Boliyohuto untuk menghindari eksploitasi dan penyiksaan oleh kolonial Belanda. Kebijakan kolonial yang memaksa mereka mengungsi ke pegunungan menciptakan keterputusan sosial yang signifikan, memperkuat posisi mereka sebagai kelompok marginal. Isolasi ini tidak hanya memengaruhi struktur sosial dan ekonomi mereka, tetapi juga membentuk pola kehidupan yang unik dan berbeda dari masyarakat dominan. Suku Polahi masih mempertahankan praktik budaya dan adat istiadat mereka, meskipun sering kali terancam oleh tekanan eksternal. Kolonialisme telah menciptakan hierarki sosial yang mengakibatkan ketidakadilan akses terhadap sumber daya dan layanan publik

    SINTESIS BIODIESEL DARI BIJI BUAH KETAPANG (Terminalia catappa Linn) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI IN SITU MENGGUNAKAN KATALIS HOMOGEN (NaOH)

    Get PDF
    Bahan bakar pengganti diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui, umumnya diperoleh dari minyak tumbuhan dan lemak hewan. Tumbuhan Ketapang memiliki kadar minyak sekitar 60%, yang mengandung trigliserida dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biodiesel. Transesterifikasi in situ adalah penyederhanaan dari metode konvensional yang menghapus langkah-langkah ekstraksi minyak, degumming, dan esterifikasi yang bertujuan untuk mempersingkat proses produksi biodiesel. Penelitian produksi biodiesel dari biji buah ketapang sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun pada penelitian ini pengolahan biodiesel dari biji buah ketapang dilakukan melalui proses transesterifikasi in situ. Pada penelitian ini sintesis biodiesel dari minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) melalui proses transesterifikasi in situ menggunakan katalis NaOH. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbandingan berat biji ketapang terhadap solven (metanol) dan variasi waktu reaksi terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan serta mengkaji biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan menganalisa gugus fungsi metil ester menggunakan alat Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Variabel bebas yang dipelajari adalah variasi perbandingan metanol:biji ketapang (1:20, 1:30 dan 1:40 %mol) dan waktu reaksi transesterifikasi in situ (120, 150, 180 dan 210 menit) dan diamati pengaruhnya terhadap kadar air, yield, densitas, viskositas, FFA, GC-MS, dan FT-IR. Yield tertinggi didapatkan pada variasi perbandingan 1:20 dengan waktu reaksi 210 menit sebesar 22,358 %mol dan hasil GC-MS pada variasi perbandingan 1:40 waktu reaksi 210 menit diperoleh asam oleat sebagai metil ester tertinggi adalah 50,08%

    ANALISIS METODE ELEKTROKOAGULASI DALAM MENURUNKAN KESADAHAN AIR SUMUR (BUKIT INDAH) MENGGUNAKAN ELEKTRODA STAINLESS STEEL DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU

    Get PDF
    Kesedahan adalah suatu sifat kimia yang terkandung di dalam udara, namun mengkonsumsi udara dengan kesadahan yang tinggi dapat membahayakan kesehatan. Metode elektrokoagulasi telah mendapatkan banyak perhatian sebagai pilihan yang menarik untuk menghilangkan berbagai ion dan bahan organik karena sifatnya yang sederhana. Demikianlah penelitian ini untuk mengetahui proses elektrokoagulasi apakah dapat digunakan untuk menurunkan kesadahan air sumur serta pengaruh tegangan dan waktu terhadap proses elektrokoagulasi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, elektrokoagulasi diharapkan menjadi model pengolahan air bersih yang dapat digunakan dengan biaya yang relatif murah dan sederhana. Penelitian ini menggunakan reaktor elektrokoagulasi dengan elektroda stainless steel dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt dan variasi waktu 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit. Sumur air Universitas Malikussaleh, Kampus Bukit Indah, Blang Pulo, Lhokseumawe digunakan dalam penelitian ini dengan hasil yang terbaik yaitu pada variasi tegangan 20 volt waktu 60 menit, penurunan TDS dan EC terbaik pada tegangan 20 volt waktu 60 menit dengan nilai berturut-turut 292 ppm dan 648 µs/cm, nilai pH terbaik dimulai pada tegangan 15 volt waktu 60 menit dengan nilai 6,68, kemudian uji kandungan besi, mangan dan kesadahan total (CaCO 3 ) terbaik pada tegangan 20 volt waktu 60 menit dengan hasil uji berturut-turut berturut-turut yaitu 0 ,03 mg/l, 0,047 mg/l dan 201 mg/l

    KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN PEKTIN PISANG DAN PLASTICIZER GLISERIN

    Get PDF
    Saat ini, banyak kemasan yang dapat dimakan, yang dikenal sebagai edible film, telah dibuat bersamaan dengan makanan yang ditutupinya. Zat tipis yang disebut Edible Film digunakan untuk menutupi atau membungkus makanan dan obat-obatan sehingga memiliki masa simpan yang lebih lama dan dapat dimakan bersama atau dipisahkan sebelum dikonsumsi. Untuk memastikan kualitas Edible Film sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS), penelitian ini akan menyelidiki dampak penambahan gliserin (2 ml, 4 ml, 6 ml, dan 8 ml) pada bahan baku Edible Film, yaitu pektin pisang (1 gr, 2 gr, 3 gr, dan 4 gr). Pengujian kadar FTIR dan metoksil dalam pektin pisang merupakan langkah pertama dalam proses tersebut. Setelah itu, Edible Film dibuat dan variabel dependen kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan diperiksa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan Edible Film yang terbuat dari pektin pisang dan Plasticizer gliserin bervariasi berdasarkan standar. Namun pada pengujian swelling terdapat beberapa sampel yang tidak memenuhi standar JIS yaitu sampel 1;2, 2;2, 3;2, 4;2, dan 4;4. Sedangkan pada pektin pisang sebanyak 2 gr dan gliserin sebanyak 8 ml, dimana kadar air sebesar 0,2386%, swelling sebesar 4,09593%, tebal sebesar 0,04 mm, kuat tarik sebesar 0,07 MPa, dan perpanjangan sebesar 138% diperoleh hasil penelitian terbaik

    ADSORBEN KARBON AKTIF DARI KULIT TANDUK KOPI (ENDOCARP) DIAPLIKASIKAN PADA ZAT WARNA METHYLENE BLUE

    Get PDF
    Methylene blue adalah zat pewarna yang sering digunakan pada industri tekstil. Karena sangat stabil, pewarna sulit rusak secara alami dan berbahaya bagi lingkungan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Metode yang terbaik cara untuk mengatasi masalah pencemaran zat warna methylene blue adalah dengan menggunakan karbon aktif untuk adsorbsi. Salah satu jenis biomassa dapat digunakan membuat adsorben karbon aktif ialah limbah kulit (endocarp) tanduk kopi. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan dengan menggunakan kulit singkong dengan activator HPO3. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu kontak dan bahan pengaktifan terhadap terhadap penyisihan zat warna Methylene blue. Proses pembuatan karbon aktif menggunakan pada suhu karbonisasi 500oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi  menggunakan NaOH 2, 3, 4 M selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, kadar abu, dan Volatile matter, fixed carbon dan uji adsorbsi karbon aktif terhadap Methylene blue, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan kadar air 2.539%, kadar abu 5.510%, Volatile matter 22.404%, Fixed carbon 69.546%, kapasitas penyerapan dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 15 ppm adalah 2,9090 mg/g dan  98,9063% serta kapasitas penyerapan 5,856 mg/g dan efesiensi penyerapan pada konsentrasi Methylene blue 30 ppm adalah 5,8968 mg/g dan 99,2630%

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇