Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Upaya Optimalisasi Proses Produksi dengan Pendekatan Value Stream Mapping dan Kaizen untuk Identifikasi Pemborosan di PT XYZ
Abstract - The development of the manufacturing industry requires companies to reduce waste to remain competitive. This study aims to identify, analyze, and minimize non-value-added activities (waste) through continuous improvement (Kaizen) to increase company efficiency and productivity. This study uses qualitative and quantitative methods. The stages begin with value stream visualization using Value Stream Mapping (VSM), which produces Current State Mapping (CSM). In-depth analysis is conducted through Process Activity Mapping (PAM), questionnaires distributed to production employees (10 respondents) to identify the severity of waste, and Cause-Effect Diagrams to determine the root cause. Based on the analysis of VSM, PAM, and questionnaires (with the highest score of 520), it was found that the most dominant types of waste were transportation waste and waiting waste. This waste stems from the distance between work stations that is too far, which increases material movement time, as well as the existence of bottlenecks due to the limited capacity of the proofing machine. To address these problems, proposed improvements were designed in Future State Mapping (FSM) and conceptualized through Kaizen actions. The proposed improvements include (1) adding an electric pulley transporter to minimize transportation waste, (2) implementing Kaizen 5S (specifically the Seiton/Arrangement principle) to rearrange the layout of the production area, and (3) adding one proofing machine unit to eliminate the waiting time bottleneck. The main conclusion shows that the implementation of the proposed VSM-based Kaizen improvements will make the production process flow more efficient, successfully reduce waiting time, and be able to improve the company\u27s overall productivity performance.
Keywords: waste, Value Stream Mapping (VSM), kaizen, lean manufacturing, bottleneck
Abstrak - Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk mengurangi waste (pemborosan) agar tetap kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan meminimasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (waste) melalui perbaikan berkelanjutan (Kaizen) guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Tahapan dimulai dengan visualisasi aliran nilai menggunakan Value Stream Mapping (VSM), yang menghasilkan Current State Mapping (CSM). Analisis mendalam dilakukan melalui Process Activity Mapping (PAM), penyebaran kuesioner kepada karyawan produksi (10 responden) untuk mengidentifikasi tingkat keparahan waste, dan Diagram Sebab-Akibat untuk menentukan akar masalah. Berdasarkan hasil analisis VSM, PAM, dan kuesioner (dengan skor tertinggi 520), ditemukan bahwa jenis pemborosan yang paling dominan adalah waste transportation dan waste waiting. Pemborosan ini bersumber dari jarak antarstasiun kerja yang terlalu jauh sehingga meningkatkan waktu perpindahan material, serta adanya bottleneck akibat keterbatasan kapasitas mesin proofing. Untuk mengatasi permasalahan ini, usulan perbaikan dirancang dalam Future State Mapping (FSM) dan dikonseptualisasikan melalui tindakan Kaizen. Usulan perbaikan meliputi: (1) Penambahan alat pengangkut katrol elektrik untuk meminimalkan waste transportation; (2) Implementasi Kaizen 5S (khususnya prinsip Seiton/Susun) untuk menata ulang tata letak (layout) area produksi; dan (3) Penambahan satu unit mesin proofing untuk menghilangkan bottleneck waktu tunggu. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa implementasi usulan perbaikan Kaizen berbasis VSM ini akan membuat aliran proses produksi menjadi lebih efisien, berhasil mengurangi waktu tunggu, dan mampu meningkatkan kinerja produktivitas keseluruhan perusahaan.
Kata kunci: waste, Value Stream Mapping (VSM), kaizen, lean manufacturing, bottleneck
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Absensi Karyawan K3 PLN Berbasis Website
Perancangan dan implementasi sistem informasi absensi karyawan K3 berbasis website sebagai solusi pengganti metode manual melalui WhatsApp di PT PLN (Persero) ULP Tebing Tinggi. Sistem lama memiliki kelemahan seperti format tidak terstruktur, potensi manipulasi data, dan rekapitulasi manual. Sebagai bentuk digitalisasi administrasi, dikembangkan sistem berbasis PHP dan MySQL dengan fitur login, pengisian absensi, unggah foto, pencatatan waktu otomatis, dan manajemen data oleh admin. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi, akurasi, dan transparansi pencatatan, serta kemudahan bagi admin
Analisis Data Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Optimalisasi Produktivitas Padi dan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Lahan
Produktivitas padi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Kabupaten Aceh Utara, sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Aceh, menunjukkan variasi produktivitas antar wilayah yang mengindikasikan adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan sumber daya lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial produktivitas padi dan efisiensi penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Aceh Utara. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder yang mencakup produktivitas padi tingkat kecamatan, karakteristik lahan, topografi, curah hujan, serta citra satelit untuk analisis kondisi vegetasi, yang diolah melalui pemetaan tematik dan overlay spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi produktivitas padi dipengaruhi terutama oleh kondisi biofisik lahan, khususnya jenis tanah dan topografi, dimana wilayah dengan tanah aluvial dan topografi datar cenderung memiliki produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan yang lebih tinggi. Pendekatan SIG memungkinkan identifikasi zona prioritas optimalisasi produktivitas padi secara spasial dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas padi, dan analisis spasial melalui SIG dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk perencanaan pertanian yang lebih efisien
Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Debitur Atas Perbuatan Wanprestasi Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah
Kasus wanprestasi masih marak terjadi di Indonesia bahkan sampai bersengketa ke pengadilan (litigasi). Per tanggal 17 Mei 2025 terdapat 15.656 perkara yang berkaitan dengan wanprestasi berdasarkan Direktori Putusan Mahkamah Agung, satu diantaranya yaitu Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan nomor 150/Pdt.G/2024/PN Bpp. Penggugat perkara a quo mendalilkan bahwa Para Tergugat tidak melaksankan kewajibannya sesuai perjanjian yang disepakati. Skripsi berjudul "Analisis Yuridis Perlindungan Hukum bagi Debitur atas Perbuatan Wanprestasi Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah (Studi Putusan No.150/Pdt.G/2024/PN Bpp)" Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No.150/Pdt.G/2024/PN Bpp, riset ini mengkaji sejumlah persoalan mendasar, seperti bagaimana pengaturan pengalihan hak atas tanah menurut hukum Indonesia, upaya hukum yang dapat ditempuh debitur saat terjadi wanprestasi, serta pertimbangan hakim dalam memutus perkara terkait penyerahan sertifikat tanah yang tidak terlaksana. Riset ditujukan agar penelaahan alasan yuridis di balik putusan pengadilan dalam sengketa tersebut, pemahaman tata hukum yang mengatur peralihan hak atas tanah di Indonesia, serta identifikasi langkah yang dapat diambil debitur apabila mengalami kerugian akibat pelanggaran kontrak. Pendekatan yang diaplikasikan ialah deskriptif-analitis dalam riset hukum normatif. Data sekunder dipakai, diperoleh melalui telaah dokumen serta telaah pustaka, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Temuan riset menunjukkan beberapa transaksi hak atas tanah seperti jual beli, tukar menukar, sewa-menyewa, hibah, kemudian pinjam pakai diakomodasi dalam hukum Indonesia. Pasal 1243 Kitab UU Hukum Perdata memberikan perlindungan hukum bagi debitur apabila terjadi wanprestasi. Pasal ini mengatur, Apabila debitur tetap tidak melaksanakan kewajibannya setelah dinyatakan lalai, atau jika tindakan yang diwajibkan tidak mungkin lagi dilaksanakan, maka tuntutan atas biaya, kerugian, serta bunga akibat tidak terpenuhinya kewajiban tersebut dapat diajukan
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA SMA
Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran fisika, terutama pada materi fluida yang memiliki keterkaitan erat dengan fenomena kehidupan nyata. Namun, pembelajaran fluida di sekolah masih cenderung bersifat prosedural dan kurang mendorong eksplorasi ide siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai kualitas instrumen soal esai untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi fluida, mencakup aspek validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4D, yang terdiri dari tahap Define (pendefinisian kebutuhan instrumen), Design (perancangan butir soal sesuai indikator berpikir kreatif), Develop (validasi ahli dan uji coba instrumen), dan Disseminate (penyebaran dan penerapan hasil instrumen). Instrumen yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan diuji pada siswa SMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa 75% butir soal valid dan 25% sangat valid. Nilai reliabilitas sebesar 0,68 termasuk kategori sedang. Semua butir soal memiliki daya pembeda tinggi, dengan tingkat kesukaran soal terdiri dari 50% mudah, 25% sedang, dan 25% sukar. Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen soal yang dikembangkan memenuhi kriteria kualitas yang baik dan dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mendukung pembelajaran fisika berbasis proses berpikir kreatif sisw
Penerapan Teknologi Pirolisa Untuk Pengolahan Limbah Plastik Polypropylene Menjadi Bahan Bakar Bensin
Meluasnya pemanfaatan plastik menyebabkan semakin banyaknya sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah. Pengumpulan sampah plastik merupakan tantangan alam, karena bentuk alam membuat plastik sangat sulit terurai. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi lebih banyak pendekatan untuk mengatasi masalah limbah plastik yang serius, salah satunya termasuk mengubah limbah plastik menjadi alternatif melalui strategi pirolisis. Dengan menggunakan pirolisis, plastik dapat dengan mudah diubah menjadi benda cair yang berfungsi sebagai sumber bahan bakar alternatif yang potensial. Investigasi ini dilakukan dengan menggunakan limbah plastik Polypropylene (PP) dengan perluasan katalis Tanah Liat Bentonit, yang membedakan penyelidikan ini dari penyelidikan sebelumnya. Reaktor yang digunakan adalah reaktor pirolisis dengan variasi suhu yaitu 250„ƒ, 275„ƒ, dan 300„ƒ dengan berat bahan kasar 1 kg dan berat katalis 60 gram. Ketebalan dan konsistensi tersebut mendekati ketebalan dan kekentalan solar, yaitu 0,815 g/cm3 - 0,870 g/cm3 dan 1,630 - 3,870 cP. Nilai kalor yang dihasilkan untuk minyak pirolisis dengan katalis adalah 10619,55 Kal/g
Pengaruh Variasi Komposisi Dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Briket Tempurung Kelapa Dan Cangkang Kemiri
Briket merupakan sumber energi alternatif berupa bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa. Sumber biomassa yang cukup melimpah salah satunya adalah tempurung kelapa dan cangkang kemiri. Tempurung kelapa memiliki kandungan selulosa sebesar 34% dan hemiselulosa sebesar 21%, sedangkan cangkang kemiri memiliki kandungan holoselulosa sebesar 49,22%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi dan ukuran partikel terhadap kualitas briket yang terbuat dari campuran tempurung kelapa dan cangkang kemiri. Ukuran partikel yang digunakan dalam penelitian ini 60 mesh, 70 mesh, dan 80 mesh. Variasi komposisi tempurung kelapa dan cangkang kemiri rasio 1:3, 1:1, dan 3:1 dengan massa briket 50 gram. Bahan perekat yang digunakan adalah campuran tepung tapioka dan air dengan konsentrasi 10%. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 400ºC selama 90 menit, pengepresan briket dengan hydraulic press bertekanan 5 ton/cm2 selama 7 menit, dan pengeringan briket dengan suhu 65ºC selama 24 jam. Briket dengan komposisi tempurung kelapa:cangkang kemiri dengan rasio 3:1 dan ukuran partikel 70 mesh menghasilkan nilai parameter uji terbaik dengan diperoleh nilai kalor sebesar 6.373 kal/g, kadar air 2%, kadar abu 2%, kadar zat mudah menguap 43,5%, densitas 1,258 g/cm³, dan kadar karbon terikat 52,5%. Parameter tersebut dibandingkan berdasarkan nilai standar dari SNI 06-3730-1995 dan SNI 01-6235-2000
Pemanfaatan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa) sebagai Inhibitor Korosi pada Plat Baja ST 37 dalam Media Air Laut
Korosi merupakan proses degradasi logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya mitigasi korosi adalah melalui penggunaan inhibitor, yakni senyawa yang mampu menurunkan laju korosi. Ekstrak daun ketapang diketahui mengandung tanin, senyawa organik yang dapat berperan sebagai inhibitor alami melalui pembentukan kompleks pelindung pada permukaan logam. Baja ST 37, yang banyak digunakan dalam konstruksi mesin, memiliki kandungan unsur Fe lebih dari 90% dan karbon antara 0,022–0,30%, dengan kekuatan tarik mencapai 37 kg/mm². Pada penelitian ini, ekstrak daun ketapang dimanfaatkan sebagai inhibitor hayati pada konsentrasi 50, 100, dan 150 ppm, dengan durasi pencelupan ditetapkan selama 12 hari. Pengukuran dilakukan secara bertahap pada hari ke 3 dst. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan penurunan laju korosi, sedangkan perpanjangan waktu perendaman cenderung meningkatkan laju korosi. Tingkat korosi paling rendah tercatat sebesar 0,0368 mm/tahun diperoleh pada konsentrasi 150 ppm di hari ke-12, dengan efisiensi inhibisi tertinggi mencapai 72%
Pengaruh Tekanan Operasi Pada Unit Pengolahan Air Minum Kapasitas 100 Gallon Per Hari Berbasis Double Membran Silvertec
Air merupakan elemen penting dalam berbagai sektor industri dan harus memenuhi standar baku mutu sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air hasil olahan sistem reverse osmosis (RO) berbasis double membran Silvertec serta mengevaluasi pengaruh variasi tekanan operasi terhadap fluks permeat dan efisiensi rejeksi. Parameter yang diuji meliputi TDS, Fe²⁺, Mn²⁺, Cl⁻, dan NO₂⁻, mengacu pada standar baku mutu air minum. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya menggunakan air PDAM sebagai bahan baku, dengan variasi tekanan 3–8 bar. Hasil menunjukkan air olahan memenuhi standar pada tekanan optimal 6 bar, dengan TDS 23 mg/L, Fe²⁺ 0,0054 mg/L, dan Mn²⁺ 0,0018 mg/L. Fluks maksimum 23,8 L/m²·menit tercapai pada 8 bar, sedangkan efisiensi rejeksi tertinggi pada 6 bar untuk Fe²⁺ (97,2%), Cl⁻ (92%), Mn²⁺ (92%), NO₂⁻ (98,4%), dan TDS (92,3%). Sistem RO efektif memproduksi air minum layak konsumsi.
 
Pengaruh Kapasitas Panel Surya dan Sudut Kemiringan Terhadap Kinerja Sistem PLTS Off GRID 12 Volt
Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Salah satu solusi yang banyak dikembangkan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kapasitas panel surya dan sudut kemiringan terhadap kinerja sistem PLTS off-grid 12 volt, yang ditinjau dari efisiensi panel, efisiensi Maximum Power Point Tracking (MPPT), efisiensi keseluruhan sistem, serta kestabilan kapasitas baterai dalam menyuplai beban. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan panel surya monokristalin berkapasitas 100–400 Wp, variasi sudut kemiringan 0°–40°, dan beban tetap sebesar 400 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas panel yang lebih besar dan sudut kemiringan optimal secara signifikan meningkatkan efisiensi sistem. Panel berkapasitas 400 Wp dengan sudut 0° menghasilkan efisiensi tertinggi 93,21% serta mempertahankan kapasitas baterai lebih stabil, sedangkan efisiensi MPPT tertinggi mencapai 98,54% pada konfigurasi yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan kapasitas panel dan sudut kemiringan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kinerja, keandalan, dan keberlanjutan sistem PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik, khususnya di daerah terpencil