Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Kemandirian Belajar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skill

    Get PDF
    Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran, khususnya dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill. Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS, salah satunya disebabkan oleh kemandirian belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika dan kemandirian belajar siswa serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian meliputi seluruh SMP Swasta di Kecamatan Binjai Utara. Sampel penelitian terdiri dari 44 siswa, yaitu dari 24 siswa kelas VIII-1 SMP Swasta Abdi Negara dan 20 siswa kelas VIII-1 SMP Swasta Setia Budi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh melalui soal HOTS untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan kuesioner untuk mengevaluasi kemandirian belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika termasuk dalam kelompok sedang dan tinggi, dan kemandirian belajar siswa termasuk dalam kelompok cukup hingga baik. Selain itu, ditemukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar berperan penting dalam mendukung kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS.

    Efektivitas Aplikasi Pajak Cerdas (Smart Tax) dalam Meningkatkan Pelayanan Pajak Daerah di Bapenda Kota Pekanbaru: The Effectiveness of the Smart Tax Application in Improving Regional Tax Services at Bapenda, Pekanbaru City

    Get PDF
    This study aims to analyze the effectiveness of the Smart Tax Application in improving regional tax services at the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Pekanbaru City. Smart Tax is a digital innovation launched in 2021 to facilitate taxpayers in registering, reporting, and paying regional taxes online. However, the adoption rate of the application remains low compared to manual services, and several challenges persist, including limited socialization, constrained features, and technical issues within the system. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing interviews, observations, and documentation as data collection techniques. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the effectiveness of Smart Tax, based on the DeLone & McLean (2003) model, has not been fully achieved, particularly in the aspects of information quality, system quality, and system use. Nevertheless, the application provides tangible benefits in enhancing service efficiency, transparency, and ease of tax administration. The study also identifies several obstacles, such as low digital literacy among taxpayers, lack of extensive outreach, and the absence of features for all types of local taxes. This research recommends improving system quality, expanding features, intensifying socialization efforts, and strengthening human resource capacity to ensure that Smart Tax becomes an effective and widely utilized digital service for the community

    Profil Histopatologi Pasien Endoskopi Upper and Lower Gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara

    Get PDF
    Penyakit sistem gastrointestinal merupakan salah satu masalah kesehatan global. Endoskopi, merupakan prosedur diagnostik sekaligus terapeutik dalam evaluasi saluran cerna bagian atas (Esofagogastroduodenoskopi/EGD) maupun bawah (Kolonoskopi). Selain itu, pemeriksaan histopatologi berperan sebagai gold standard dalam penegakan diagnosis keganasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil histopatologi pasien endoskopi gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode Januari 2020 – Juni 2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis dari 47 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 46–55 tahun (36,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,3%). Kolonoskopi merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan (72,3%), dengan indikasi utama BAB berdarah (44,6%), sedangkan EGD paling banyak dilakukan pada kasus disfagia (10,6%). Pada EGD, diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah tumor gaster dan ulkus peptikum (masing-masing 6,4%), sedangkan pada kolonoskopi adalah tumor rektum (29,8%). Gastritis kronik (15%) merupakan hasil histopatologi yang paling sering dijumpai pada EGD, sementara adenokarsinoma (31,9%) mendominasi pada kolonoskopi. Lokasi temuan paling umum adalah gaster untuk EGD (21%) dan rektum untuk kolonoskopi (38,3%)

    Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Kota Lhokseumawe

    Get PDF
    Kecacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Infeksi cacing usus dapat menimbulkan dampak jangka panjang berupa gizi buruk, anemia, dan gangguan konsentrasi belajar. Berbagai faktor risiko seperti kondisi tempat tinggal, sanitasi lingkungan, dan ketersediaan jamban diduga berperan dalam tingginya angka kejadian kecacingan. Sebuah studi terbaru di Indonesia melaporkan bahwa prevalensi kecacingan pada anak mencapai 30,5% dengan 67,2% terinfeksi oleh lebih dari satu jenis parasit usus. Spesies utama yang menginfeksi manusia antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Kota Lhokseumawe. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian adalah siswa kelas III–V yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian kecacingan adalah kondisi tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan (p < 0,05), sanitasi lingkungan yang buruk (p < 0,01), dan tidak tersedianya jamban sehat (p < 0,01). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kecacingan adalah ketersediaan jamban sehat dengan nilai Odds Ratio (OR) tertinggi. Kesimpulan penelitian ini kondisi tempat tinggal, sanitasi lingkungan dan ketersediaan jamban merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa SDN 10 Kota Lhokseumawe. Disarankan adanya peningkatan program perbaikan sanitasi dasar, penyediaan jamban sehat, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa dan keluarga

    Analisis Tingkat Polifarmasi dan Kepatuhan Pengobatan terhadap Risiko Drug Related Problems pada Pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara Aceh Utara

    Get PDF
    Polifarmasi dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap timbulnya Drug Related Problems (DRP), terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan terhadap risiko DRP pada pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara, Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling terhadap 98 pasien Prolanis yang menjalani pengobatan rutin selama periode 1–30 September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepatuhan (MMAS-8) dan telaah resep pasien untuk identifikasi polifarmasi serta DRP. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia pra-lansia (40,8%) dan berjenis kelamin perempuan (59,2%), dengan diagnosis terbanyak adalah Diabetes Melitus (26,5%). Mayoritas pasien mengalami polifarmasi minor (39,8%), memiliki tingkat kepatuhan rendah (48%), serta mengalami DRP (68,4%) dengan kategori terbanyak berupa interaksi obat (22,4%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian DRP (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat polifarmasi dan semakin rendah kepatuhan pasien, maka semakin besar risiko terjadinya DRP

    Perjalanan Klinis Psikosis Persisten terkait Penggunaan Metamfetamin Kronik dengan Komorbid Judi Patologis dan Sindrom Metabolik

    No full text
    Psikosis terkait penggunaan metamfetamin merupakan kondisi neuropsikiatri yang dapat berkembang menjadi psikosis persisten dan menyerupai gangguan spektrum skizofrenia, terutama pada penggunaan kronik yang disertai berbagai faktor komorbid. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perjalanan klinis psikosis persisten yang berkaitan dengan penggunaan metamfetamin kronik dengan komorbid judi patologis dan sindrom metabolik, serta membahas mekanisme yang mendasari interaksi kompleks tersebut. Seorang laki-laki dewasa dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keluhan utama perilaku agresif, agitasi berat, halusinasi auditorik persisten, dan waham persekutorik. Pasien memiliki riwayat penggunaan metamfetamin selama kurang lebih lima tahun dengan kekambuhan gejala psikotik meskipun sempat menjalani rehabilitasi, disertai perilaku judi patologis yang berdampak signifikan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Pemeriksaan klinis menunjukkan psikosis aktif dengan tilikan buruk dan skor PANSS-EC yang tinggi. Selain gangguan psikiatri, pasien memiliki komorbid medis berupa diabetes melitus tipe 2, hipertensi tidak terkontrol hingga krisis hipertensi, serta riwayat infark miokard. Penatalaksanaan dilakukan secara multidisipliner meliputi terapi antipsikotik, benzodiazepin, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular. Diskusi menyoroti bahwa paparan metamfetamin kronik dapat memicu perubahan neurobiologis jangka panjang melalui disfungsi sistem dopaminergik dan glutamatergik, sementara judi patologis mencerminkan gangguan sistem reward yang saling tumpang tindih. Selain itu, sindrom metabolik dan hipertensi berperan sebagai faktor inflamasi dan vaskular yang dapat memperberat serta mempertahankan psikosis persisten melalui disfungsi vaskular serebral dan neuroinflamasi. Laporan kasus ini menegaskan bahwa psikosis terkait metamfetamin tidak selalu bersifat reversibel dan memerlukan pendekatan klinis terpadu yang mencakup manajemen psikosis, rehabilitasi adiksi, serta pengendalian komorbid metabolik dan kardiovaskular untuk memperbaiki prognosis jangka panjang

    Penerapan Green Accounting melalui Pelatihan Digital Accounting bagi Guru SMK Kota Lhokseumawe

    Get PDF
    Transformasi digital dalam bidang akuntansi menuntut guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)untuk memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan prinsip keberlanjutan.Namun, sebagian guru SMK di Kota Lhokseumawe masih menghadapi keterbatasan pemahamandan keterampilan dalam penerapan digital accounting yang terintegrasi dengan konsep greenaccounting. Kondisi ini berpotensi menghambat penguatan pembelajaran akuntansi yang relevandengan kebutuhan dunia kerja dan isu lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK dalam menerapkan green accounting melaluipelatihan digital accounting. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi konsep greenaccounting, pelatihan penggunaan aplikasi digital accounting yaitu software Accurate Online,praktik penyusunan laporan akuntansi berbasis lingkungan, serta diskusi dan evaluasi. Pelatihandilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung agar peserta mampumengimplementasikan materi secara aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatanpemahaman dan keterampilan guru dalam penggunaan digital accounting khusunya softwareAccurate Online serta integrasi prinsip green accounting dalam pembelajaran akuntansi. Dampakdari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapan guru SMK dalam mengajarkan akuntansi berbasisdigital dan berwawasan lingkungan, sehingga dapat mendukung pembentukan lulusan yangkompeten dan berorientasi pada keberlanjutan. Luaran kegiatan meliputi peningkatan kapasitassumber daya manusia, modul pelatihan digital accounting berbasis green accounting, dokumentasikegiatan, serta publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat.Kata kunci: Green Accounting, Pelatihan Digital Accounting, Transformasi Digital, AccurateOnlin

    Number Theoretic Foundations of Cryptography: From Congruence Theory to RSA

    Get PDF
    Number theory, particularly modular arithmetic and congruence theory, constitutes the mathematical backbone of modern cryptography. Foundational results such as Euler’s theorem, Fermat’s little theorem, and the Chinese Remainder Theorem (CRT) have long shaped secure communication by providing the theoretical infrastructure for computational techniques like modular exponentiation. Building on these classical insights, this paper explores the deep interplay between number-theoretic foundations and cryptographic applications, tracing their role from traditional public-key systems (RSA, ElGamal, and Diffie-Hellman) to cutting-edge post-quantum paradigms. We emphasize the centrality of congruences in enabling efficient modular exponentiation, ensuring the scalability and security of large-scale data transmission. Beyond classical protocols, the study critically examines security assumptions in light of emerging quantum threats, particularly Shor’s algorithm, which undermines conventional systems and necessitates the urgent development of resilient post-quantum methods. Recent advancements in lattice-based, code-based, and multivariate cryptography are reviewed, highlighting their mathematical underpinnings and practical readiness. Furthermore, a comparative analysis of congruence-based cryptosystems is presented, focusing on computational complexity, efficiency trade-offs, and real-world deployment in blockchain, digital signatures, and the Internet of Things (IoT). By bridging classical number theory with contemporary cryptographic challenges, this paper offers both theoretical insight and applied perspective, underscoring the enduring significance and evolving nature of congruence theory in safeguarding digital communication systems

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU RAJANGAN (Nicotiana tabacum) DI KABUPATEN BOYOLALI

    Get PDF
    This study was conducted to determine the total farming costs, income, and revenue, as well as to identify the factors influencing the income of chopped tobacco farmers in Boyolali Regency. The research employed a descriptive-analytical method, with a purposive sampling technique for location selection. The sample consisted of 90 respondents, selected using the accidental sampling method. Multiple linear regression analysis and farm cost analysis were utilized in this study.  The results showed that farmers earned a revenue of IDR 103,148,355 per MT per hectare, with a total income of IDR 87,859,261 per MT per hectare. The farming costs incurred by farmers included implicit costs of IDR 3,947,792 per MT per hectare and explicit costs of IDR 15,289,093 per MT per hectare. Several factors partially influenced the income of chopped tobacco farming in Boyolali Regency, including land area, selling price, production quantity, and labor costs. However, fertilizer costs did not significantly affect farmers\u27 income. Simultaneously, the independent variables had a significant impact on the income of chopped tobacco farming in Boyolali Regency. Among these variables, production quantity had the most significant influence on the income of chopped tobacco farmers in the region

    DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI KOPI MENJUAL KE TENGKULAK DI DESA SINAR MARGA KECAMATAN MEKAKAU ILIR KABUPATEN OKU SELATAN

    Get PDF
    Coffee is a plantation commodity that has a high selling value. However, sometimes farmers do not enjoy the prices prevailing in the market, due to the marketing mechanism that must go through several institutions with a fairly long chain, which affects farmers income. This study aims to calculate the income of coffee farming businesses and analyze the factors that influence farmers to sell coffee to middlemen. The study was conducted in Sinar Marga Village, Mekakau Ilir District, South OKU Regency, using a survey method. The sample of this study was taken by disproportioned simple random sampling, namely 15 farmers who sell to middlemen, and 15 farmers who do not sell to middlemen, so that the total sample is 30 farmers, from a total of 300 coffee farmers in the study location. The objectives of the study were analyzed using the income formula and logistic regression method. The results showed that the average income of farmers who sell coffee to middlemen was IDR 20,482,535.00/ha/year. Meanwhile, the income of farmers who do not sell coffee to middlemen is Rp 19,496,968.00/ha/year. Factors that influence farmers to sell coffee to middlemen are capital loans, distance to the market, selling price, and production costs

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇