Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan
Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000.
Kata kunci:
Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor
Pengaruh Waktu Fermentasi dan Massa Ragi Terhadap Bioetanol dari Tongkol Jagung dan Kulit Singkong Melalui Proses SSF
Ketersediaan sumber daya energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara semakin menipis serta tidak dapat diperbarui, sehingga pengembangan energi terbarukan menjadi solusi penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi bioetanol dari dua jenis biomassa lignoselulosa, yaitu tongkol jagung dan kulit singkong, melalui proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dengan penambahan Aspergillus niger. Variabel bebas yang digunakan adalah waktu fermentasi (3–7 hari) dan massa ragi (2% dan 4% m/v). Hasil fermentasi dimurnikan melalui proses distilasi, kemudian dianalisis menggunakan refraktometer dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengetahui kadar etanol yang dihasilkan. Hasil terbaik dari tongkol jagung diperoleh pada indeks bias sebesar 1,3498 dengan kadar etanol 52% (refraktometer) dan 66,02% (GC-MS). Sementara itu, kulit singkong menghasilkan indeks bias tertinggi sebesar 1,3510 dengan kadar etanol 56% (refraktometer) dan 48,41% (GC-MS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik tongkol jagung maupun kulit singkong memiliki potensi sebagai bahan baku bioetanol, dengan variasi waktu fermentasi dan massa ragi yang berpengaruh terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN METODE KALSINASI DAN EKSTRAKSI PADAT CAIR
Fly ash adalah produk sampingan dari pembangkit listrik termal yang dihasilkan dari pembakaran termal batu bara. Partikel fly ash yang ringan dapat berkontribusi terhadap polusi udara saat terkena angin di kolam abu. Karena adanya logam berat dalam fly ash, kontak dengan sumber air dapat merusak kehidupan air dan kebasaannya dapat mempengaruhi karakteristik fisio-kimia tanah. Karena adanya aluminium dan oksida besi dalam fly ash, dapat digunakan sebagai koagulan untuk digunakan dalam pengolahan air limbah. Konversi fly ash menjadi koagulan tidak hanya akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang disebutkan namun juga akan membantu mengurangi penggunaan koagulan kimia. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data limbah fly ash batu bara dan data kebutuhan koagulan yang berasala dari data produksi. Dengan menggunakan metode kalsinasi dan ekstraksi padat cair. Sampel fly ash yang telah dicampur dengan Na2CO3 kemudian dikalsinasi kemudian diekstraksi menggunkan HCl dan H2SO4. Hasil penelitian untuk mengetahui persentase nilai senyawa aluminium dan besi yang di ekstrak. Penelitian ini yaitu pemanfaataan limbah fly ash batu bara sebagai koagulan untuk menghasilkan air bersih, pengujian koagulan fly ash menggunakan metode jar test yang bertujuan untuk mengetahui nilai parameter air
KARAKTERISASI SIFAT FISIK BIOFOAM BERBASIS PATI SAGU (METROXYLON SAGU) YANG DIPERKUAT DENGAN SERAT KULIT KACANG TANAH SEBAGAI ALTERNATIF BIODEGRADABLE TERHADAP STYROFOAM KONVENSIONAL
Sifat sekali pakai dari styrofoam menimbulkan risiko lingkungan yang signifikan karena ketahanannya terhadap degradasi serta pelepasan partikel mikroplastik saat dibakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biofoam berbasis pati sagu sebagai alternatif biodegradable terhadap styrofoam konvensional. Biofoam diproduksi melalui proses pemanasan dan pemadatan pada berbagai variasi suhu untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap sifat fisik dan daya urai. Hasil menunjukkan bahwa semua variasi suhu menghasilkan biofoam yang terurai sepenuhnya dalam waktu 60 hari, memenuhi standar biodegradabilitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, hanya sampel yang diproses pada suhu 140°C dan 160°C yang memenuhi standar daya serap air, dengan nilai berkisar antara 6% hingga 26,12%. Suhu optimal diidentifikasi pada 160°C, yang menghasilkan biofoam dengan ketahanan terbaik terhadap kelembapan dan kebocoran. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian suhu dalam proses produksi untuk mencapai performa fisik yang optimal. Biofoam berbasis pati sagu menunjukkan potensi yang kuat sebagai solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk aplikasi kemasan
Penyuluhan dan Bimbingan Karir bagi Siswa/i Dayah Terpadu MAS Al-Muslimun Lhoksukon
Bimbingan karir sejak memegang peranan penting untuk keberhasilan karir apa yang akan diambil dan dijalani oleh seseorang nantinya. Terlebih lagi di lingkungan sekolah yang bisa dikatakan terisolasi dari kehidupan lingkungan luar seperti yang ada di beberapa Dayah atau Pesantren Terpadu yang mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali sudah memiliki jadwal yang pasti. Oleh sebab itu untuk persiapan setelah mereka selesai menempuh Pendidikan di jenjang Dayah perlu dilakukan bimbingan karir terhadap remaja ini. Dengan demikian tim penelitian dan pengabdian yang terdiri dari beberapa disiplin ilmu dari Universitas Malikussalaeh diantaranya Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur mengadakan kegiatan bimbingan karir bagi siswa dan siswi Dayah Terpadu MAS Al-Muslimun Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi per kelompok, tanya jawab, hingga permainan yang menarik bagi siswa/i di Dayah. Penyuluhan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil dari kegiatan penyuluhan dan bimbingan karir ini siswa/i di Dayah Terpadu MAS Al-Muslimun sudah mengenali potensi yang ada di diri mereka masing-masing guna mendukung cita-cita yang akan dicapai sebagai karir mereka nantinya
Pembudidayaan Bonsai untuk Mengurangi Kemiskinan di Desa Uteunkot Lhokseumawe
Desa Uteunkot di Kecamatan Muara Dua memiliki potensi sumber daya alam berupa tanaman yang dapat dikembangkan menjadi bonsai. Namun, potensi ini belum termanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingginya angka pengangguran di kalangan usia produktif menjadi salah satu permasalahan utama yang perlu dicarikan solusi. Program pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasikan seni bonsai dari sekadar hobi menjadi sebuah unit usaha produktif yang dapat menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat. Melalui pelatihan intensif, masyarakat tidak hanya akan dibekali keterampilan teknis membentuk bonsai yang artistik, tetapi juga pengetahuan manajemen usaha, branding, dan pemasaran digital. Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat secara ekonomi, mengurangi angka kemiskinan, dan menjadikan Desa Uteunkot sebagai sentra bonsai yang dikenal di tingkat lokal maupun regional, yang pada akhirnya menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal
IMPLEMENTASI METODE REGRESI LINIER PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PANEN JAGUNG MANIS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADAT
This study aims to analyze the effect of solid biofertilizer application on sweet corn yield using a multiple linear regression prediction model. The growth and yield of sweet corn are greatly influenced by the availability of adequate and balanced nutrients in the soil. Biofertilizer was chosen as an environmentally friendly alternative to reduce dependence on chemical fertilizers. Three doses of biofertilizer were tested, namely P0 (0 kg/ha), P1 (60 kg/ha), and P2 (120 kg/ha). Linear regression analysis was used to examine the relationship between biofertilizer dosage and growth, as well as the contribution of growth to yield. The results of the analysis showed that the P1 dose gave the best results for all parameters observed, including the weight and length of corn cobs, both with and without husks. The P0 dose produced the lowest values for all variables due to minimal nutrient intake, while the P2 dose showed a decrease in yield compared to P1, indicating a possible effect of nutrient saturation. Thus, a dose of 60 kg/ha (P1) was identified as the optimal dose for increasing sweet corn productivity under the conditions of this study. This proves that linear regression can be used as a tool to predict crop yields based on biological fertilizer doses, thereby helping farmers determine the optimal dose to increase sweet corn productivity in a sustainable manner.
Kata kunci: sweet corn, solid biofertilizer, fertilizer dose, yield, linear regressionThis study aims to analyze the effect of solid biofertilizer application on sweet corn yield using a multiple linear regression prediction model. The growth and yield of sweet corn are greatly influenced by the availability of adequate and balanced nutrients in the soil. Biofertilizer was chosen as an environmentally friendly alternative to reduce dependence on chemical fertilizers. Three doses of biofertilizer were tested, namely P0 (0 kg/ha), P1 (60 kg/ha), and P2 (120 kg/ha). Linear regression analysis was used to examine the relationship between biofertilizer dosage and growth, as well as the contribution of growth to yield. The results of the analysis showed that the P1 dose gave the best results for all parameters observed, including the weight and length of corn cobs, both with and without husks. The P0 dose produced the lowest values for all variables due to minimal nutrient intake, while the P2 dose showed a decrease in yield compared to P1, indicating a possible effect of nutrient saturation. Thus, a dose of 60 kg/ha (P1) was identified as the optimal dose for increasing sweet corn productivity under the conditions of this study. This proves that linear regression can be used as a tool to predict crop yields based on biological fertilizer doses, thereby helping farmers determine the optimal dose to increase sweet corn productivity in a sustainable manner.
Kata kunci: sweet corn, solid biofertilizer, fertilizer dose, yield, linear regressio
MADDATE, SUFISM, AND MORAL EDUCATION: A STUDY ON TAREKAT KHALWATIYAH SAMMAN IN BULUMPAREE, BONE, SOUTH SULAWESI
This study aims to discuss Sufism education within the zikir ritual (Maddate) of Khalwatiyah Samman in Bulumparee Village, elaborating on the implementation process and identifying the values contained therein. This research is a qualitative field study, examining and investigating respondent sources found directly in the field through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: First, Tarekat Khalwatiyah Samman entered Bone Regency brought by a Bugis Bone nobleman named Abdullah Munir in the 19th century. Second, the implementation of zikir jahr of Tarekat Khalwatiyah Samman is performed after Isya and Subuh prayers, utilizing the phrases Lailahaillallah, Allah-Allah, Huwa-Huwa, Ah-Ah. Before performing zikir jahr, several things need to be prepared, namely reciting salawat for the Prophet Muhammad, the Prophet\u27s Companions, and the Mursyids of Khalwatiyah Samman, reciting Surah Al-Fatihah, and then sitting in a circle. Zikir Khalwatiyah Samman aims to draw closer to Allah swt., eliminate despicable behaviors, and strengthen a servant\u27s faith in the Creator. Zikir is beneficial for making one\u27s heart calm, serene, and peaceful. Third, Zikir is not only a means to draw closer to Allah swt., but also contains Sufism values within it, such as the values of al taubat, al zuhud, wara, mahabbah, takwa, tawakkal, adab, sabar, ikhlas, warid, and muraqabah. Thus, sociologically, through maddate or zikir, it is able to provide moral education for the community of Bulumparee Village to be peaceful and mutually respectful, and able to strengthen social cohesion and solidarity
XI JINPING\u27S LEADERSHIP IN CHINA\u27S SOCIO-ECONOMIC DEVELOPMENT BLUEPRINT
Leadership entails crafting out ideologies and formulating plans that would foster development and alleviate the problems of the society. President Xi Jinping has proffered a methodology on how to study historical phenomena and its inherent problems. His ideology was built on existing thoughts of two prominent Chinese leaders, Mao Zedong and Deng Xiaoping. This study examines the thoughts and ideas of President Xi with the aim of exposing his blueprints for the economic planning and development of China. Data obtained through typical case sampling and content analysis was used for this study. Certain factors such as economic, political, cultural, social and ecological development were selected for this study. It adopts the theory of historical materialism to comprehend this study. It ascertains that a society’s mode of production will determine its social, political and intellectual development. It argues that the political leadership of a country should engineer the socio-economic development of the citizenry by making full use of the productive forces of the economy. Thus, President Xi has highlighted 14 basic areas in which government should focus to expedite socio-economic development and progress of the nation. This work concludes that the interplay of the productive forces of the economy through the vision of the political leadership of the state can actually champion the required socio-economic development and advancement
Model Search, Solve, Create, And Share (SSCS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Minat Belajar Matematis Siswa
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah, dan hal ini berkaitan erat dengan minat belajar matematis siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah serta minat belajar matematis siswa. Salah satunya adalah model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS). Adapun tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematis siswa dengan model pembelajaran SSCS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment, mengacu pada rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas XI MAS Syamsuddhuha. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga kelas XI-Jenin dipilih sebagai kelas kontrol dan kelas XI-Tel.Aviv sebagai kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui instrumen tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis dan non-tes berupa kuesioner untuk mengukur minat belajar matematis. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji t pihak kanan, berbantuan software SPSS 25 dan tingkat signifikansi ditetapkan pada 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kemampuan pemecahan masalah adalah 0,0055 dan untuk minat belajar matematis sebesar 0,018. Karena kedua nilai tersebut berada di bawah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model SSCS secara signifikan berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematis. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris dan strategi yang dapat mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar serta pengembangan kompetensi siswa