Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    Identification and prevalence of pathogenic bacteria Vibrio sp in mangrove crabs (Scylla serrata) in Meuraxsa Sub-district, Banda Aceh City

    Get PDF
    Mangrove crab (Scylla serrata), is one of the fishery commodities that has high economic value. This is because it tastes good and has high protein, around 52%. Mangrove crab cultivation is a cultivation technology that requires a relatively short time, which is around 15-30 days of maintenance with a low mortality rate of around (10 - 20). Diseases in mangrove crabs can be caused by fungi and bacteria. One of the obstacles in mangrove crab fattening activities is the occurrence of death during the maintenance process caused by bacterial disease attacks, so efforts are needed to prevent disease. Therefore, research is needed to determine the Identification and Prevalence of Pathogenic Bacteria (Vibrio sp.) In Mangrove Crabs in the City. This research was conducted in November 2023. Sampling was carried out when the crabs were molting based on the results of the study of mangrove crabs in Meuraxsa District, namely Vibrio sp. bacteria. The highest prevalence value of vibrio sp bacteria is isolate code A and C in Muraxsa District, Banda Aceh City, at 40% with the normal/moderate infection category. Water quality parameters at the cultivation location are still within the optimal range for cultivation.Keywords: Bacteria; Mangrove crabs; Identification; pathogenic; Prevalenc

    ANALISIS KEMAMPUAN BERINOVASI WIRAUSAHAWAN MUDA PADA PROGRAM PENUMBUHAN WIRAUSAHAWAN MUDA PERTANIAN (PWMP) DI WILAYAH SUMATERA

    Get PDF
    ABSTRACTThe implementation of the Program for Growing Young Agricultural Entrepreneurs (PWMP) has been carried out by Vocational Higher Education within the Ministry of Agriculture, with one of the implementing institutions is the Politeknik Pembangunan Pertanian Medan in the Sumatra region. The ability to innovate is a crucial factor in business development and sustainability. This study aims to identify and analyze the innovative capabilities of young entrepreneurs participating in the PWMP Program in the Sumatra region. This study employs a quantitative descriptive research method to assess young entrepreneurs\u27 ability to innovate. The population consists of PWMP Program participants from 2020 to 2023, totaling 142 respondents. The sampling technique used in this study is the saturated sampling method, in which all PWMP participants are included as samples. Quantitative data are measured using a Likert scale and interpreted within respective categories. Based on the study results, the ability to innovate among PWMP Program entrepreneurs in the Sumatra region falls into the low category, at 45.70 percent. The lowest ability is observed in the dimension of organizational innovation development (40.23%), particularly in creating management strategies and ensuring effective administration. Conversely, the highest ability is found in the dimension of product innovation development (50.09%), especially in identifying product needs. PWMP Program participants should be selected based on their ability to innovate, with an emphasis on business management skills, including the generation of innovative ideas to enhance the competitiveness of agricultural businesses in the digital era. The successful implementation of the PWMP Program also requires coaching to strengthen young entrepreneurs\u27 innovative capabilities through the use of the latest technology, thereby improving productivity and efficiency.

    RISIKO TINGKAT KEMATIAN AYAM BROILER PADA PETERNAKAN PT. TUNAS SATWA MANDIRI

    Get PDF
    PT. Tunas Satwa Mandiri is a livestock company that cultivates broiler chickens. However, its business activities indicate a high level of mortality risk. This study aims to analyze: Sources of risk of broiler chicken mortality, The possibility of risk (probability), The impact of losses from the risk of broiler chicken mortality, and Strategies for handling the risk of broiler chicken mortality on the PT. Tunas Satwa Mandiri farm. The research method is a case study on the broiler chicken farming business of PT. Tunas Satwa Mandiri. The sampling method in this study uses a census method consisting of 1 farm manager and 13 employees. The data analysis used is descriptive analysis, z-score, and Value at Risk (VaR). The results of the study show: There are four sources of production risk, namely retired broiler chickens, weather conditions, disease attacks, and predator attacks. The greatest possibility of risk (probability) is disease attacks with a value of 42.07 percent and the smallest probability is predator attacks with a value of 15.62 percent. The impact of the risk that causes the greatest loss is disease attacks amounting to Rp. 55,720,792, while the smallest loss impact is predator attacks amounting to Rp. 26,058,553. Risk management strategies in broiler chicken farms of PT. Tunas Satwa Mandiri based on risk mapping are preventive strategies and mitigation strategies

    Characteristic of Adenocarcinoma Lung Patients With Ros-1 Mutation Among North Sumatra Population

    Get PDF
    Lung cancer is expected to be the most frequent cancer by 2020, accounting for over 2 million diagnoses and approximately 1.8 million deaths globally. Lung cancer, the most prevalent cancer, is identified by histopathological characteristics such as ROS-1 mutations, which impact 0.9% to 2.6% of adenocarcinomas worldwide with no data from Indonesia. The aim of this study is to examine the clinical characteristics of patients with ROS-1-mutant adenocarcinomas. A study with a cross-sectional design. Clinical characteristics of patients include their gender, history of smoking, family history of cancer, clinical stage, and the histological grading of their adenocarcinoma in hospitals. ROS-1 using RT-PCR in conjunction with paraffin blocks. A total of 90 adenocarcinoma patients were included in the study. The majority of patients were male (66.7%), aged 41–60 years (55.6%), former smokers (67.8%), and had no family history of cancer (97.8%). The highest malignancy level was at stage IVA (82.2%), with poorly differentiated histopathological grading being the most common (53.3%). The detection of ROS-1 fusion in 2% of patients emphasizes the need for molecular analysis in assessing individual genetic risk. ROS-1 fusion detection was obtained in 2% of female patients who were younger (average age 50 years) and never smoked. Only 2% of patients in the North Sumatra region met the criteria for ROS-1 fusion, including being female, being younger than the average patient age of 50, and not smoking

    ISOLASI, KARAKTERISASI DAN SELEKSI BAKTERI POTENSIAL UNTUK BIOREMEDIASI MERKURI DARI BEBERAPA LOKASI PESK DESA PONGKOR, BOGOR JAWA BARAT.

    Get PDF
    Merkuri (Hg) merupakan salah satu logam berat yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan karena sifatnya yang toksik dan bioakumulatif. Pencemaraan merkuri di area pertambangan emas hasil aktivitas manusia adalah suatu kondisi yang dapat mengancam ekosistem sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri potensial pendegradasi merkuri sebagai kandidat bioremediasi. Sampel diisolasi dari air sungai dan sedimen pada beberapa lokasi di Pongkor, bogor (Jawa barat). Hasil karakterisasi dan uji toksisitas dalam media HgCl2 menunjukkan bahwa keenam isolat yang diambil dari Air sungai 1(AS1), Air sungai (AS3),Sedimen Sungai 1 (SS1) air sungai 2 (AS2), sedimen sungai 2 (SS2) dan sedimen sungai 3 (SS3) memperlihatkan karakteristik yang beragam dari 2 golongan bakteri yaitu Gram positif dan Gram negatif. Uji toksisitas terhadap merkuri dalam media HgCl2 menunjukkan bahwa secara keseluruhan kelompok bakteri tersebut mampu bertahan dalam media pertumbuhan yang mengandung HgCl2 hingga 70 ppm. Kemampuan untuk tetap tumbuh dari bakteri tersebut diduga karena adanya aktivitas enzim merkuri reduktase (MerA ) atau (MerB) yang berperan dalam mengubah ion Hg2+menjadi Hg0. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam pengembangan pengolahan limbah merkuri di lingkungan yang aman dan efektif.

    STUDI COUNTERFEIT GOLD YANG BERISI TUNGSTEN PADA EMAS BATANGAN

    Get PDF
    Emas tergolong logam mulia yang sampai saat ini masih popular dikalangan Masyarakat. Logam mulia dengan simbol Au ini sering kali dijadikan perhiasan maupun dijadikan sebagai investasi. Seiring dengan meningkatnya nila emas, metode pemalsuannya pun semakin meningkat, salah satunya dengan menggunakan tungsten sebagai isian pada emas batangan. Hal ini dikarenakan tungsten mempunyai massa jenis yang mendekati emas, sehingga sulit terdeteksi di inginkan hasil studi ini bisa dipakai menjadi rujukan untuk identifikasi emas dan meningkatkan kewaspadaan terhadap emas palsu yang mungkin saja masih beredar hingga penelitian ini selesai dilakukan

    PENGARUH VARIASI MASSA BENTONIT DAN SUHU PEMANASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH SECARA FISIKA DAN KIMIA

    Get PDF
    Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan apabila digunakan kembali tanpa proses pemurnian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemurnian minyak jelantah menggunakan adsorben bentonit melalui metode penjernihan fisika dan kimia, dengan memvariasikan massa bentonit dan suhu pemanasan. Proses fisika dilakukan dengan adsorpsi menggunakan bentonit dalam variasi 1-7% b/v dan suhu 30-80°C, sedangkan proses kimia menggunakan reaksi esterifikasi dengan etanol dan asam sulfat pada suhu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian fisika paling efektif pada suhu 80°C dan konsentrasi bentonit 5%, menghasilkan penurunan kadar asam lemak bebas (ALB) hingga 0,08%. Sementara itu, pemurnian kimia efektif menurunkan ALB hingga 0,18% pada suhu 80°C. Kedua metode mampu memperbaiki kejernihan dan menurunkan kadar ALB secara signifikan, namun belum sepenuhnya menghilangkan aroma bau tidak sedap. Penelitian ini menunjukkan bahwa bentonit merupakan adsorben yang efektif untuk pemurnian minyak jelantah, dan pemilihan kondisi operasi yang optimal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir

    PENGARUH WAKTU TINGGAL TERHADAP PENURUNAN KADAR POLUTAN, pH, SUHU LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN MELATI AIR (Echinodorus palaefolius) PADA METODE FITOREMEDIASI

    Get PDF
    Industri pembuatan tahu menghasilkan limbah cair pada proses produksinya. Limbah cair industri tahu mengandung zat organik tinggi serta padatan tersuspensi yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu solusi untuk mengatasi pencemaran tersebut yaitu mengolah air limbah secara efektif dan efisien dengan sistem constructed wetland menggunakan metode fitoremediasi. Fitoremediasi dilakukan menggunakan tumbuhan melati air (Echinodorus palaefolius) dengan variasi waktu tinggal selama 3, 5, dan 7 hari. Hasil menunjukkan bahwa semakin lama waktu tinggal akan berpengaruh pada besarnya penurunan kadar polutan, pH dan suhu air limbah cair industri tahu. Pada parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) menunjukkan penurunan signifikan kadar polutan pada hari ke-3, 5, dan 7 sebesar 188 mg/L, 175 mg/L, dan 140 mg/L. Sedangkan untuk parameter Chemical Oxygen Demand (COD) pada hari ke-3, 5, dan 7 adalah 4.762 mg/L, 4.206 mg/L, dan 3.950 mg/L. Lalu untuk parameter Total Suspended Solids (TSS) pada hari ke-3, 5, dan 7 yaitu 376 mg/L, 178 mg/L, dan 144 mg/L. Efisiensi penyisihan kadar polutan tertinggi terjadi pada hari ke-7 dengan parameter BOD mencapai 30,35%; COD sebesar 65,26%; dan TSS sebanyak 75,59%. Kata kunci : limbah tahu, constructed wetland, melati air, BOD, COD, TS

    ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA UNIT PENGANTONGAN SEMEN PADANG DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK

    Get PDF
    PT Yoga Wibawa Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha pengantongan semen Padang, dimana pada proses pengantongan semen ini terdapat berbagai risiko yang pernah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan penyebab kejadian risiko (risk agent) dan mengetahui cara mengendalikan risiko yang terdapat pada proses pengantongan semen Padang di PT. Yoga Wibawa Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR) Fase 1 dan House Of Risk (HOR) Fase 2. Pada HOR Fase 1 dilakukan identifikasi kejadian risiko, agen risiko, dan penentuan Aggregate Risk Potential (ARP) dan HOR Fase 2 digunakan untuk menentukan prioritas aksi mitigasi risiko yang paling efektif dengan mempertimbangkan derajat kesulitannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 kejadian risiko (risk event) dan 19 agen risiko (risk agent) pada unit pengantongan semen Padang, serta 18 usulan aksi mitigasi untuk pengendalian risiko yang ada pada unit pengantongan semen Padang

    ANALISIS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI BETON COR DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING

    Get PDF
    Proses produksi beton cor dan aspal masih banyak dijumpai pemborosan karena jarak perpindahan material yang cukup jauh. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam meminimasi pemborosan adalah menggunakan pendekatan lean manufacturing. Melalui value stream mapping, pemborosan dikelompokkan semua kegiatan ke dalam aktivitas memberi dan tidak memberi nilai tambah. Tujuan dari penelitain ini adalah untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang menjadi penyebab pemborosan, meminimumkan lead time dan meningkatkan process cycle efficiency pada proses produksi beton cor dan aspal. Usulan perbaikan proses produksi dapat meminimasi pemborosan waktu sebesar 21.51%. Untuk dapat mengatasi terjadinya pemborosan di sepanjang aliran proses produksi, pihak perusahaan dituntut untuk dapat melakukan perbaikan dalam bekerja sehingga perusahaan dapat mencapai lean manufacturing

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇