Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA PRODUKSI CPO DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIKS (OMAX) DI PT. INKA BINA AGRO WISESA
PT. Inka Bina Agro Wisesa adalah salah satu perusahaan di Desa Guha Uleue, Kecamatan Kuta makmur, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh yang menghasilkan produk berupa minyak mentah atau CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel. PT. Inka Bina Agro Wisesa yang dituntut untuk melakukan peningkatan produktivitas. Pengukuran produktivitas sangatlah penting karena pada pengukuran produktivitas dapat menentukan apakah perusahaan tersebut memenuhi target produktivitas untuk produksi atau tidak. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran produktivitas untuk mengetahui nilai produktivitas dan usaha peningkatan produktivitas pada produksi CPO di PT. Inka Bina Agro Wisesa. Salah satu metode pengukuran produktivitas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah Objective Matrix (OMAX). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berpengaruh dan yang kurang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Hasil perhitungan indeks produktivitas setiap periode menggambarkan penurunan dan peningkatan produktivitas yang dicapai oleh perusahaan. Pada hasil perhitungan PT. Inka Bina Agro Wisesa setiap bulan mengalami perubahan produktivitas yang tidak stabil, pada bulan November 2019 Produktivitas PT. Inka Bina Agro Wisesa mengalami penurunan pada bulan November 2019 sebesar - 80,39% dan mengalamai peningkatan yang cukup tinggi pada bulan berikutnya yaitu bulan Desember sebesar 594,96%. Pada bulan berikutnya PT. Inka Bina Agro Wisesa. Pada bulan berikutnya PT. Inka Bina Agro Wisesa mengalami penurunan produktivitasnya pada bulan Januari 2020 dan pada bulan Februari 2020 sampai -23,73%. Selanjutnya produktivitas pada bulan Maret hingga bulan September 2020 produktivitas PT. Inka Bina Agro Wisesa tidak stabil terjadi naik dan penurunan
ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR BAGIAN BOILER DENGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS SISUMUT
Beban kerja merupakan beban yang diterima oleh pekerja akibat pelaksanaan kerja, yang mana beban kerja ini diterima oleh tubuh akibat melaksanakan suatu aktivitas kerja. Stasiun boiler merupakan salah satu stasiun yang ada di PT Perkebunan Nusantara III PKS Sisumut. Ketel uap (boiler) digunakan sebagai sumber tenaga dan sumber uap yang akan dipakai untuk mengolah kelapa sawit.. Stasiun boiler mempunyai suhu ruangan sebesar 29-420C akibat dipengaruhi oleh paparan panas dari tungku pembakaran boiler. Operator bekerja selama 8 jam kerja per hari dan berada di lingkungan kerja yang panas. Melalui pengukuran beban kerja, maka akan diketahui apakah kerja beban kerja seorang operator sudah optimal dengan adanya pengaruh temperatur disekitar lingkungan. Beban kerja yang diperoleh dari perhitungan komsumsi energi didapat hasil nilai rata-rata E = 8,031 Kkal/menit dan nilai rata-rata %CVL = 60,39 (kerja dalam waktu singkat) dikategorikan bahwa beban kerja operator merupakan beban kerja berat yang berarti operator tidak diperbolehkan beraktivitas dalam waktu yang lama. Dan temperatur yang diperoleh dari perhitungan rata-rata nilai ISBB pada stasiun boiler adalah 33,50C. Hal ini menunjukkan bahwa iklim kerja di stasiun boiler melebihi NAB. Dengan demikian, temperatur pada lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kelelahan operator boiler saat bekerja. Berdasarkan persamaan regresi antara denyut nadi kerja dan temperatur diperoleh nilai korelasi 1,000. Hal ini menunjukkan bahwa denyut nadi kerja mempunyai hubungan antara denyut nadi kerja dengan temperatur. Semakin tinggi temperatur maka denyut nadi juga akan semakin cepat
PENGUKURAN POSTUR KERJA PADA OPERATOR PRODUKSI PENGADUKAN AMPAS MASAK MENGGUNAKAN METODE WERA DI UD. KILANG MINYAK HIDUP BARU
UD. Kilang Minyak Hidup Baru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa. UD. Kilang Minyak Hidup Baru memiliki banyak stasiun kerja yaitu stasiun penyimpanan bahan baku, stasiun parutan kelapa, stasiun perebusan,stasiun pengadukan ampas masak, dan stasiun press. Objek penelitian yang diambil yaitu di stasiun pengadukan ampas masak. Petugas yang diteliti berjumlah dua orang dengan jam kerja 8 jam perhari. Berdasarkan observasi, postur kerja operator termasuk dalam postur kerja berisiko namun belum pernah dilakukan pengukuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran postur kerja pengadukan ampas masak dengan menggunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assesment (WERA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran postur kerja menggunakan metode WERA berada pada tingkat risiko medium. Tingkat risiko tersebut mengindikasikan bahwa dibutuhkan investigasi lebih lanjut dan perbaikan pada sistem kerja
PERANCANGAN ALAT PRESS BIJI MELINJO DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu metodologi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen, serta menggabungkan kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk dan jasa yang disediakan bagikonsumen. Berdasarkan definisinya, QFD merupakan praktek untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pelanggan. Penerapan metodologi QFD dalam proses perancangan produk diawali dengan pembentukan matrik atau sering disebut sebagai House Of Quality(Rumah Kualitas) yang mampu menggambarkan tingkat kualitas produk/jasa yangdihasilkan perusahaan saat ini dan tingkat kualitas yang sebenarnya diinginkan pelanggan, yang meliputi karakteristik keinginan konsumen, karakteristik kualitas yang diberikan kompetitor.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: menentukan atribut-atribut sebagai landasan upaya perancangan alat press biji melinjo, mengetahui pendapat konsumen tentang alat press biji melinjo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment(QFD).Hasil yang dicapai adalah: terdapat 9 (sembilan) atribut yang dianggap penting oleh konsumen dan dapat digunakan untuk mengukur kualitas alat press biji melinjo, yaitu: bentuk gagang panjang, bentuk pegangan oval, bentuk tempat tekan bulat, panjang gagang 40 cm, tinggi alat 50 cm, warna hitam, bahan rangka besi, bahan pegangan karet, fungsi utama untuk pembuatan emping. Tampilan produk sudah sangat memuaskan, Prioritas upaya yang dilakukan perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas alat press biji melinjo bedasarkan House of Quality adalah: Menjamin bahwa alat press tersebut benar-benar dirancang semenarik mungkin
Perbandingan Antara Kondisi Persediaan Aktual Bahan Bakar Minyak Solar dan Menggunakan Konsep Safety Stock dan Reorder Point
Pada umumnya, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit kurang cermat dalam melakukan pengendalian persediaan bahan bakar minyak ini, sehingga sering terjadi kondisi kekurangan persediaan atau kelebihan persediaan secara ekstrim. Hal ini akan menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya persediaan. Dampaknya adalah biaya overhead menjadi lebih tinggi dan inventory turn over menjadi lebih rendah. Keterbatasan jumlah pemasok dan jarak lokasi perusahaan dari pemasok menjadi alasan dari kondisi tersebut. Padahal, jika perusahaan mau menerapkan sistem atau metode pengendalian persediaan yang tepat, seperti konsep safety stock dan reorder point, maka kondisi tersebut dapat teratasi. Konsep ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi permintaan atau kebutuhan dan berbagai kondisi waktu kedatangan pesanan (lead time). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara kondisi aktual persediaan bahan bakar minyak solar dan menggunakan konsep safety stock dan reorder point. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kuantitatif, yaitu merupakan telaah ilmiah untuk melihat perbandingan antara kondisi persediaan bahan bakar minyak solar di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara apa adanya dengan kondisi apabila pengelolaannya dilakukan dengan konsep safety stock dan reorder point. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan konsep safety stock dan reorder point tersebut akan dapat menurunkan tingkat persediaan, meningkatkan inventory turn over dan menurunkan waktu penyimpanan secara signifikan. Penerapan konsep tersebut juga akan menghemat anggaran belanja bahan bakar minyak solar dan menurunkan resiko kehilangan dan kerusakan bahan bakar tersebut
Implementasi Desain Ergonomi Mobil Mesin Penggilingan Padi
Desain implementasi mesin penggilingan padi selama masih jauh dari kurang memuaskan baik dari segi desain mobilnya maupun dari tingkat kenyamanan dan keamanan nya. Hal ini akan bertampak pada kerja operator yang tidak dapat melayani secara baik konsumen dan pelayanan yang diberikan akan tidak memuaskan dan ketidaknyamanan ini akan menyebabkan dampak kelelahan yang akhirnya operator tidak dapat bekerja secara maksimal. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka perlu dibuat Desain implementasi mesin penggilingan padi dengan prinsip ergonomik yang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk dapat mengetahui dan membuat kenyamanan tempat duduk yang meliputi tempat pedal gas dan rem, adanya tempat perlindungan dari terik matahari, dari segi keamanan dapat menjaga kelelahan mata dan mengurangi resiko kecapekan hal ini bertampak pada kelelahan operator mesin penggilingan padi. Tujuan lainnya operator dapat bekerja efektif dan efisien dengan menggunakan konsep ergonomi. Penelitian ini merekomendasi untuk beberapa tempat ergonomi pada mobil mesin penggilingan padi tempat duduk yang meliputi tempat pedal gas dan rem, adanya tempat perlindungan dari terik matahari, dari segi keamanan dapat menjaga kelelahan mata dan mengurangi resiko kecapekan yang hasilnya kurang memuaskan untuk digunakan dan mempunyai potensi menyebabkan pekerja kurang nyaman dan kelelahan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada penurunan kinerja pada bagian kaki, mata lelah, lengan, pinggang, betis, tangan dan bahu sewaktu mengangkat padi kehopper karena tingginya posisi hopper. Manfaat dari penelitian ini adanya gambaran desain ulang mesin penggilingan padi dan pengaruh kenyamanan operator dalam bekerja dan dapat memberikan informasi pada pimpinan dalam desain ulang mobil penggilingan padi
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Pasien Bpjs Ruang Sal Dengan Menggunakan Metode Potential Gain Customer Value
Rumah sakit bunda adalah salah satu rumah sakit umum yang berada di kota lhokseumawe, dimana pada rumah sakit bunda terdapat beberapa pelayanan diantaranya ada pelayanan BPJS, Askes. Pada Rumah Sakit Bunda masih terdapat beberapa masalah pelayanan yang terjadi pada pasien BPJS Ruang Sal seperti kurangnya informasi tentang pengobatan yang diberikan oleh perawat/dokter dan keterlambatan pemeriksaan untuk pasien untuk itu perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar sesuai dengan harapan dan kenyataan yang didapat pasien, maka dilakukan pengukuran kepuasan pelanggan dengan metode Potential Gain in Customer Value agar dapat mengetahui fasilitas atau atribut apa yang secara prioritas harus diperbaiki untuk memenuhi kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Potential Gain in Customer Value didapatkan hasil atribut mudah mencari informasi tentang pengobatan (X10) memiliki indeks PGCV tertingi sehingga menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan. Atribut kedua Pihak Rumah sakit cepat tanggap dalam menghadapi masalah yangtimbul (X13), Atribut ketiga Pelayanan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan yang cepat / segera (X7), Atribut keempat Kemudahan pasien untuk melaporkan pengaduan (X12) dan Atribut terakhir Kebersihan, keindahan, dan kenyamanan rumahsakit (X4)
Usulan Perbaikan Tata Letak Pabrik dengan Menggunakan Systematic Layout Planning (SLP) di CV. Arasco Bireuen
CV. Arasco Bireuen merupakan salah satu industri pengolahan biji kopi menjadi konsumsi bubuk kopi yang terletak di Kota Juang, Kab. Bireuen. Perusahaan dalam operasionalnya tentu menginginkan produktivitas yang tinggi dengan total biaya produksi yang minimum serta metode pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang dilakukan diamati bahwa perusahaan akan menambah fasilitas penunjang produksi yaitu mesin penggongsengan biji kopi (sangrai) sebanyak 2 unit. Kondisi susunan letak stasiun kerja pada lantai produksi awal pabrik tidak sesuai. Lintasan perpindahan material yang terjadi cukup panjang terutama dari proses penggongsengan biji kopi, pemasakan sampai penggilingan biji kopi. Lintasan aliran material yang terjadi memperpanjang jarak tempuh sehingga menimbulkan waktu yang lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total momen perpindahan material dari layout awal, layout alternatif I dan layout alternatif II. Penelitian dilakukan melalui pendekatan metode Systematic Layout Planning. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa total momen perpindahan material yang terjadi dari layout awal mencapai 3.284.700 m/tahun, pada layout alternatif I mencapai 2.515.500 m/tahun dan pada layout alternatif II mencapai 2.568.900 m/tahun. Dari ketiga layout, maka layout yang memberikan total momen perpindahan material yang terkecil adalah layout alternatif
Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) di PT. Ima Montaz Sejahtera
PT. Ima Montaz Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermineral yang berdiri pada tahun 1987 terletak di Jl.Pelabuhan Umum No 46 Blang Naleung Mameh, Aceh. Perusahaan AMDK tersebut memproduksi dalam bentuk cup (ukuran 220 ml), botol (ukuran sedang 550 ml & 1500 ml), dan galon (ukuran 19 l) dengan merk produk Mount Drink. Selama ini perusahaan belum pernah melakukan pengukuran produktivitas, tetapi hanya evaluasi melalui laporan laba rugi yang diasumsikan oleh perusahaan dapat memberikan informasi untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks produktivitas, indeks profitabilitas, dan indeks perbaikan harga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah American Productivity Center (APC). Hasil penelitian menunjukkan produktivitas PT. Ima Montaz Sejahtera mengalami penurunan dan peningkatan, hal ini terbukti pada tahun 2014 indeks produktivitas menurun sebesar 1,249%, pada tahun 2015 menurun sebesar 0,1%, pada tahun 2016 meningkat sebesar 1,123%, dan pada tahun 2017 meningkat sebesar 3,3%. Profitabilitas PT. Ima Montaz Sejahtera mengalami penurunan dan peningkatan yang tidak konstan. Pada tahun 2014 indeks profitabilitas mengalami penurunan sebesar 5,099%, tahun 2015 menurun sebesar 4,757%, pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 2,946%, pada tahun 2017 meningkat sebesar 2,191%. Indeks perbaikan harga PT. Ima Montaz Sejahtera mengalami peningkatan setiap tahunnya, yaitu pada tahun 2014 meningkat sebesar 0,954, tahun 2015 meningkat sesbesar 0,953, tahun 2016 meningkat sebesar 1,010, dan tahun 2017 meningkat sebesar 0,989. Copyright ©2018 Department of industrial engineering. All rights reserved
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko pada Pembersihan Heat Exchanger dengan Metode Risk Assessment Di PT. X
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) salah satu bagian yang sangat penting bagi sebuah perusahaan, karena keselamatan dan kesehatan pekerja harus diutamakan. PT. X merupakan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja yang banyak untuk menunjang kegiatan produksi. Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan ini menggunakan mesin-mesin besar dimana salah satunya adalah Heat Exchanger tipe shell and tube unit e-4502 yang berada di unit train 5. Alat ini memiliki bentuk yang relatif besar dan biasanya terletak pada ketinggian diatas 180 cm juga menghasilkan suhu temperatur yang tinggi. Untuk menjaga Heat Exchanger ini tetap berfungsi, perusahaan melakukan perawatan dengan pembersihan rutin secara berkala. Kegiatan pembersihan ini berisiko terjadinya kecelakaan terhadap pekerja mengingat pada saat pembersihan alat ini harus diturunkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan penilaian terhadap risiko yang timbul dari pekerjaan pembersihan Heat Exchanger. Terdapat 13 data kegiatan pekerjaan dengan 25 resiko potensial yang ditimbulkan dari pembersihan Heat Exchanger di area train 5. Dengan menggunakan metode Risk Assessment sehingga didapatkan presentasi risiko kerja: 24% Low Risk, 60% Medium Risk, 16% High Risk. Copyright ©2018 Department of industrial engineering. All rights reserved