Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Recognizing Mount Merapi Through Three Learning Styles: Visual, Auditory, Kinesthetic in Second Grade Students of SD Negeri 1 Dewantara: Mengenal Gunung Merapi melalui Tiga Gaya Belajar: Visual, Auditori, dan Kinestetik.
This study aims to explore the effectiveness of a learning approach based on three learning styles visual, auditory, and kinesthetic in introducing the concept of Volcano to second-grade elementary school students. Given the limited attention span and concrete operational needs of 7–8-year-old children, a multisensory approach is considered capable of enhancing understanding and enthusiasm for learning. This educational activity was designed as thematic learning that combines visual media (images, videos), auditory media (stories, songs, sound effects), and kinesthetic media (science experiments, evacuation simulations). The implementation method involved interactive sessions, experiments, and reflections to identify students\u27 dominant learning style preferences and emotional responses to each approach. The results of the activity show that the integration of the three learning styles not only strengthens conceptual understanding but also creates an inclusive, enjoyable, and meaningful learning environment. These findings provide practical recommendations for educators in designing adaptive learning strategies tailored to the diversity of students\u27 learning styles at the primary school level.
Keywords: Visual, Auditory, Kinesthetic, Volcano
External Factors on Composite Stock Price Index with Inflation as a Moderation
This study aims to determine the effect of crude oil prices, gold prices and the DJIA Index on the movement of the IHSG with inflation as a moderation. The study used 48 observation data with the MRA technique. The results of the study showed that crude oil prices had a positive effect, gold prices had a negative effect and the DJIA Index had no effect on the movement of the IHSG. Inflation was also able to moderate the effect of crude oil prices, gold prices and the DJIA Index on the movement of the IHS
Karakteristik Biobriket Dari Campuran Limbah Kulit Kopi (Coffea Husk) Dan Limbah Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Perekat Natrium Silikat
Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif merupakan salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biobriket dari campuran limbah kulit kopi dan ampas tebu dengan menggunakan perekat natrium silikat, serta menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan terhadap sifat fisik dan termal biobriket. Komposisi bahan divariasikan dalam lima perbandingan kulit kopi dan ampas tebu (80:20, 70:30, 50:50, 30:70, dan 20:80) gram dengan 15% perekat Natrium Silikat. Hasil uji proximate menunjukkan bahwa kadar air tertinggi sebesar 4,336%, kadar abu tertinggi 0,69% ,karbon terikat tertinggi mencapai 17,946% dan untuk hasil pengujian nilai kalor tertinggi sebesar 6231,715 kal/gram pada komposisi 80 kulit kopi dan 20 gram ampas tebu dan nilai kadar zat terbang tertinggi sebesar 87,218% dengan perbandingan 20 gram kulit kopi dan 80 gram ampas tebu. Penelitian ini membuktikan bahwa campuran kulit kopi dan ampas tebu dengan perekat natrium silikat memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif, dengan dominasi kulit kopi menghasilkan karakteristik biobriket yang lebih optimal. Tetapi untuk penambahan ampas tebu disarankan tidak lebih dari 30 gram agar mendapatkan nilai kalor yang memenuhu SNI 1-6235-2000.
 
OTOTYPE PENDETEKSI SERTAFILTERASAPROKOKMENGGUNAKANARANG TEMPURUNGKELAPAPADASMOKINGAREABERBASIS INTERNETOFTHINGS (IOT
Saat ini perokok aktif di indonesia semakin meningkat setiap hari nya, dan juga semakin pesatnya pertumbuhan penduduk serta berkembangnya pabrik- pabrik rokok baru maupun yang sudah berdiri sejak lama di berbagai daerah, memungkinkan perokok aktif juga semakin meningkat. Di berbagai tempatnatau fasilitas umum saja perokok aktif sangat banyak dijumpai bila dibandingkan dengan perokok pasif. Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan manusia karena rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan bagi perokok maupun orang yang dekat dengan si perokok aktif tersebut, Kebiasan merokok berhubungan dengan 25 jenis penyakit yang dapat menyerang manusia, seperti kanker paru, bronkitis kronik, emfisema dan berbagai penyakit paru lainnya. Asap rokok dalam ruangan juga dapat meningkatkan kadar karbon monoksida (CO) yang dapat mengakibatkan menurunnya fungsi paru-paru. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Asap rokok ini dapat terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan masuk ke dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Hal ini dapat menyebabkan asap rokok terikat dengan hemoglobin darah yakni 200 - 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Beberapa upaya yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi kesehatan kondusif bagi masyarakat seperti kawasan bebas asap rokok nampaknya masih sulit terealisasikan. Jumlah perokok aktif juga semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik rokok, terutama di Indonesia, di mana perokok aktif menjadi mayoritas dibandingkan perokok pasif. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan akibat kandungan zat berbahaya dalam rokok. Untuk mengurangi dampak asap rokok di ruangan, dikembangkan alat berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan filter karbon aktif tempurung kelapa dan microcontroller NodeMCU ESP32. Sistem ini mendeteksi asap rokok dengan sensor MQ-2, yang memicu kipas otomatis untuk menyerap udara. Asap yang terhisap dinetralisir oleh filter karbon aktif, dan data prosesnya dikirim ke server Thingspeak untuk pemantauan real-time. Jika kadar asap melebihi 2 ppm, kipas menyala otomatis, dan kadar asap ditampilkan pada LCD serta Web Thingspeak. Alat ini efektif menurunkan kadar asap dari 22,53 ppm menjadi 1,33 ppm dalam 1 menit 40 detik.at ini masyarakat yang mengkonsumsi rokok semakin meningkat, dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk serta berkembangnya pabrik-pabrik rokok memungkinkan perokok aktif meningkat. DiIndonesiasajaperokokaktifmenjadimayoritasbiladibandingkandenganperokokpasif.Sudahsemestisnya hal ini mengkhawatirkan bagi kesehatan karena rokok mengandung berbagai macam zat yang mengganggu kesehatan, Kebiasan merokok telah terbukti berhubungan dengan 25 jenis penyakit dari berbagai alat tubuh manusia, seperti kanker paru, bronkitis kronik, emfisema dan berbagai penyakit paru lainnya. Asap rokok dalam ruangan dapat meningkatkan kadar CO dan dapat mengakibatkan menurunnya fungsi paru. Asap rokok ini terhisap oleh manusia melalui proses pernapasan dan ikut dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung
Pertumbuhan Setek Mikro Kawista (Limonia acidissima) Akibat Jenis Eksplan Dan Konsentrasi BAP
Kawista merupakan salah satu jenis tanaman suku Rutaceae yang memiliki banyak manfaat. Populasi tanaman kawista semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan, minat masyarakat berkurang untuk membudidayakannya, serta kendala perbanyakan baik secara vegetatif maupun generatif. Salah satu solusi untuk memperbanyak tanaman kawista adalah dengan teknik setek mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksplan dan penggunaan zat pengatur tumbuh BAP dalam perbanyakan tanaman pada kawista secara setek mikro. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap dua faktor yaitu eksplan daun (E1) dan tunas (E2). Faktor kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP, yaitu: B0= BAP 0 ppm, B1= BAP 1 ppm, B2= BAP 2 ppm dan B3= BAP 3 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan eksplan berpengaruh tehadap semua peubah yang diamati. Eksplan tunas merupakan jenis eksplan terbaik. Perlakuan Benzyl Amino Purine berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati. Konsentrasi BAP 1 ppm merupakan konsentrasi terbaik. Tidak ada interaksi antara faktor jenis eksplan dan konsentrasi BAP di semua peubah yang diamati
Analisis Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kopi Arabika Organik Di Kabupaten Bener Meriah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kopi Arabika (Coffea arabica) yang dibudidayakan dengan sistem organik dan anorganik di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan pada varietas unggulan, yaitu Gayo 2 dengan tiga kategori umur tanaman (5, 10 dan 15 tahun). Parameter fisika tanah yang dianalisis meliputi permeabilitas, bulk density, porositas dan kadar air. Sementara itu, parameter kimia tanah meliputi pH tanah, kandungan karbon organik (C-organik), nitrogen total (N-total), fosfor total (P-total) dan kalium total (K-total). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem budidaya organik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kualitas tanah dibandingkan sistem anorganik. Tanah pada lahan organik memiliki porositas dan kandungan C-organik yang lebih tinggi, serta bulk density yang lebih rendah. Demikian pula, kandungan unsur hara makro (N, P, K) lebih tinggi pada sistem organik
GOTILON FEAST AND SOCIAL IDENTITY: ACTUALIZATION AND INCULTURATION AT THE ONAN BARU RESORTS CHURCH, SAMOSIR, NORTH SUMATERA
This research aims to examine how social identity is actualized during the Gotilon Feast at the HKBP Onan Baru Resort Church in Samosir Regency, North Sumatera. Gotilon Feast is understood as a space of inculturation that combines Batak Toba culture and Christian values, serving as a medium of expressing the cultural, personal, and communal identity of the Batak Toba-Protestant Christian congregation. The research employs a qualitative-descriptive approach, collecting data through interviews, and documentation, analyzed using social identity theory, Pierre Bourdieu\u27s habitus theory, and Habermas\u27s public sphere. The results show that the celebration reflects strong symbolic practices such as the use of ulos, tortor, Batak music (gondang), and the giving of silua. In addition to being a Thanksgiving ritual, the celebration also reveals social dynamics, including a shift in meaning toward a symbol of prestige and social status. The study also found generational differences in perception and variation in practice between rural and urban churches. Through the lenses of social identity theory, Pierre Bourdieu\u27s concept of habitus, and Habermas\u27 public sphere theory, the Gotilon Festival is seen as a cultural-religious event that constructs social identity through the intersection of faith and tradition. Thus, the celebration serves as both a religious practice and a public space where cultural and spiritual negotiations occur
Karakterisasi Tanah Tambang dan Pengaruh Logam Mineral (Fe, SiO2, MgO, Al2O3) Terhadap Nikel (Ni) pada Kedalaman (Zona Gradasi) di Daerah Towara
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tanah tambang nikel berdasarkan zona gradasi serta menganalisis pengaruh logam mineral (Fe, SiO2. MgO, Al2O3) terhadap Nikel (Ni) pada kedalaman yang berbeda di daerah Towara. Sampel diperoleh dari dua titik bor dengan kedalaman hingga 17 dan 22 meter, kemudian dianalisis berdasarkan kadar air menggunakan metode oven dan kandungan unsur kimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa kadar air tertinggi berada di zona limonit (36–45%) dan terendah di zona bedrock (2–8%). Distribusi unsur menunjukkan pola khusus, di mana kadar Fe dan Ni tertinggi ditemukan di zona limonit dan saprolit. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara kadar Fe dan Ni, dengan nilai korelasi kuat (r = 0,68) pada salah satu titik bor. Korelasi ini mendukung hipotesis bahwa Ni dalam zona limonit cenderung teradsorpsi bersama oksida besi (goethit dan hematit), sehingga peningkatan kadar Fe berkaitan langsung dengan peningkatan kadar Ni. Sebaliknya, di zona saprolit, korelasi ini lebih lemah karena keterikatan Ni lebih dominan pada mineral silikat. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk optimasi eksplorasi dan strategi pengolahan tambang nikel laterit
Pemisahan Surfaktan Anionik dari Air Limbah Deterjen Menggunakan Biokogulan Biji Kelor ( Moringa Oliefera L.)
Air limbah deterjen umumnya mengandung senyawa aktif surfaktan anionik. Pembuangan limbah ini langsung ke lingkungan dapat mengganggu biota perairan dan menurunan kualitas tanah serta memiliki efek karsinogenik jika manusia terpapar dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis biokoagulan Moringa Oliefera L. (MO) yang efektif untuk menurunkan kadar surfaktan (LAS) pada air limbah deterjen dan mengetahui pengaruh jenis air (air koagulasi, air limbah deterjen dan air keran) terhadap perkecambahan Vigna Radiata. Hasil analisis diperoleh dosis optimum dengan penambahan biokoagulan biji kelor 2000 mg/L dengan persentase penyisihan LAS sebesar 96%. Selain itu, uji pengaruh jenis air terhadap perkecambahan kacang hijau diperoleh tinggi batang dan luas daun yang disiram air hasil koagulasi (25,9 cm dan 14,1 cm2) lebih baik dibandingkan dengan air keran (24,3 cm dan 10,99 cm2) dan air deterjen (24,6 cm dan 9,6 cm2). Namun hasil uji Anova menunjukkan dampak konsentrasi LAS pada air tidak ada perbedaan nyata.
Kata Kunci: koagulan, biji kelor, air limbah deterjen, LAS
ABSTRACT
Removal of Surfactant Anionik From Detergent Wastewater By Biocoagulant Moringa Oleifera Seeds
Detergent wastewater commonly have surfaktan anionic as active agent. Disposal of this wastewater directly into the environment can disrupt aquatic biota and reduce soil quality as well as have carcinogenic effects if humans are exposed to it for a long period of time. The aim of this research is determined optimum dosages Moringa oleifera L. (MO) as biocoagulant to remove LAS from laundry wastewater and evaluate the effect of coagulation water, detergent wastewater and tap water to Vigna radiata germination. The result show that optimum dosages of Moringa oleifera L. is 2000 mg/L which could remove 96% of LAS in sample. Moreover, the study of the influence water to Vigna radiata germination show the lenght of steam and leaf by coagulation water ((25,9 cm and 14,1 cm2) better than coagulation water (24,3 cm and 10,99 cm2) and tap water (24,6 cm and 9,6 cm2). However, the result anova test show that the effect of LAS concentration in water is not significant.
Keyword: coagulant, Moringa oleifera, detergent wastewater, LAS
Pembuatan Sabun Padat Transparan Antiseptik dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Riuz & Pav)
Sabun merupakan produk yang terbuat dari campuran natrium dan bebas lemak yang berfungsi sebagai pembersih kulit dari bakteri dan kotoran yang terkumpul dalam busa, dengan atau tanpa zat, serta tidak menyebabkan iritasi kulit tambahan serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sebagai variasi dalam pembuatan sabun padat transparan, penelitian ini menggunakan bahan baku seperti zaitun, minyak goreng , dan NaOH berbahan dasar ekstrak daun sirih merah ( piper crocatum & pav ). Pada penelitian ini menggunakan variasi ekstrak 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml dengan variasi etanol 5 ml, 10 ml, 15 ml dan 20 ml. Hasil penelitian pada pengujian pH menunjukkan sesuai dengan standar SNI yaitu 9-10 hasil pengujian pada penelitian ini berada pada nilai 9,3 yaitu pada variasi ekstrak daun sirih merah 20 ml dan dengan variasi ekstrak etanol 15 ml sedangkan nilai pH tertinggi yaitu 10,02 dengan variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dan variasi etanol nya 5 ml. Pada hasil pengujian kadar air paling rendah yaitu 8,44% pada variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dan volume etanol 20 ml sedangkan nilai kadar air tertinggi diperoleh pada nilai 13,54% dengan volume ekstrak 20 ml dan etanol nya 5 ml. Hasil pengujian stabilitas busa terendah diperoleh 66% dengan variasi ekstrak daun sirih merah 5 ml dengan volume etanol 10 ml sedangkan hasil stabilitas busa tertinggi diperoleh 80% dengan variasi ekstrak daun sirih merah 15 dan etanol 15 ml. Hasil uji antibakteri diperoleh pada ekstrak daun sirih merah 20 ml dengan etanol 20 ml menghasilkan sabun padat dengan aktivitas antibakteri tertinggi dibandingkan dengan yang lainnya.