Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    Akses dan Partisipasi: Metrik Literasi Kewarganegaraan Digital Mahasiswa dalam Ekosistem E-Learning

    Get PDF
    Transformasi digital telah menjadikan e-learning sebagai medium utama dalam pendidikan tinggi untuk pembelajaran dan keterlibatan akademik. Penelitian ini menelaah bagaimana akses dan partisipasi mahasiswa mencerminkan literasi kewarganegaraan digital. Pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik diterapkan pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dengan data dikumpulkan melalui Digital Citizenship Scale dan pre-test/post-test. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi, regresi, t-test, dan ANOVA. Hasil menunjukkan literasi kewarganegaraan digital mahasiswa berada pada tingkat menengah, dengan akses dan partisipasi digital sebagai kekuatan utama, sementara kesadaran hukum dan keamanan digital masih terbatas. Intensitas dan variasi aktivitas e-learning menjadi prediktor utama literasi, dan intervensi berbasis studi kasus efektif meningkatkan pemahaman hukum dan etika digital. Temuan ini menekankan pentingnya kurikulum e-learning yang mendorong partisipasi aktif, kesadaran hukum, dan etika digital, serta menjadi dasar empiris bagi praktik pembelajaran digital yang inklusi

    PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SUHU DAN KALOR KELAS XI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing serta mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh para ahli materi, media, dan pembelajaran, serta disertai uji respon siswa terhadap e-modul yang dikembangkan. Analisis peningkatan hasil belajar siswa diperoleh melalui perbandingan nilai pretest dan posttest menggunakan N-gain. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak, dengan persentase kelayakan materi sebesar 87,4%, kelayakan media 90,6%, dan kelayakan pembelajaran 88,5%. Uji kepraktisan oleh siswa menunjukkan persentase rata-rata 90,6%, yang termasuk kategori sangat praktis. Selain itu, hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata pretest 40,2 dan posttest 82,2, serta nilai N-gain sebesar 0,70 dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran, serta berpotensi mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dalam penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa

    PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATERI TATA SURYA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar berbasis problem solving pada materi Tata Surya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka untuk peserta didik kelas VII SMP. Pengembangan modul dilakukan menggunakan model ADDIE yang difokuskan hingga tahap development. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Metro. Kelayakan modul dievaluasi oleh tiga ahli media dan tiga ahli penyajian materi dengan meninjau aspek desain, tampilan visual, struktur penyajian, dan kesesuaian dengan pendekatan problem solving. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase rata-rata kelayakan sebesar 89,6%, yang termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Modul ini dinilai mampu mendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA yang kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar IPA inovatif yang sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21

    PENGARUH TEKANAN KERJA PADA UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN DOUBLE MEMBRANE REVERSE OSMOSIS

    Get PDF
    Kebutuhan akan air minum berkualitas tinggi semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pengolahan air adalah reverse osmosis (RO), yang memanfaatkan membran semipermeabel untuk menyaring kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi tekanan kerja terhadap kualitas air hasil olahan menggunakan sistem double membrane reverse osmosis dengan air PDAM sebagai bahan baku. Metode yang digunakan melibatkan variasi tekanan antara 2 hingga 7 bar, dengan analisis parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), kandungan ion logam (Fe²⁺, Mn²⁺, Cl⁻), serta cemaran mikrobiologis (E. coli dan coliform). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan kerja meningkatkan efisiensi pemisahan kontaminan. Tekanan 6 bar menghasilkan kualitas air terbaik dengan nilai TDS 19 mg/L, pH 7,2 dan kandungan ion serta mikroba di bawah ambang batas Permenkes No. 02/Menkes/Per/IV/2023. Penggunaan konfigurasi double membrane efektif dalam menurunkan kadar TDS dan logam berat. Tekanan kerja merupakan parameter penting dalam sistem RO, dan konfigurasi double membrane pada tekanan optimal mampu menghasilkan air minum yang aman, efisien, dan sesuai standar nasional

    Pengaruh Rasio Bahan Baku Sekam Padi dan Batubara Dalam Proses Gasifikasi Updraft Terhadap Karateristik Syngas

    Get PDF
    Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah biomassa. Salah satu teknologi yang berkembang adalah gasifikasi, yaitu proses termokimia yang mengonversi bahan bakar padat seperti sekam padi dan batubara menjadi gas sintetik (syngas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio campuran sekam padi dan batubara terhadap karakteristik syngas yang dihasilkan menggunakan reaktor gasifikasi tipe updraft. Udara digunakan sebagai agen gasifikasi tanpa proses pemurnian tambahan. Variasi rasio bahan baku dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas syngas, efisiensi termal, dan potensi penggunaan langsung dalam sistem pembangkitan listrik skala kecil. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam padi dalam campuran meningkatkan kandungan gas mampu bakar seperti CH₄ dan H₂, serta nilai kalor syngas. Rasio optimal ditemukan pada komposisi 50:50, yang memberikan syngas paling efisien dan stabil. Penelitian ini mendukung pemanfaatan limbah biomassa dan batubara berkualitas rendah sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan

    PENGOLAHAN SERAT KULIT JAGUNG (ZEA MAYS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL

    Get PDF
    Serat kulit jagung (Zea Mays) merupakan material alam yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil karena mengandung selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi larutan KOH dan durasi perendaman terhadap karakteristik serat kulit jagung. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan KOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan H₂O₂. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan KOH 6% selama 300 menit, yang menghasilkan serat dengan kandungan selulosa tertinggi sebesar 43,94%, lignin 12,39%, dan hemiselulosa 24,47%. Nilai kekuatan tarik maksimum mencapai 136 MPa dengan panjang serat rata-rata 14 cm. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan mekanik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat kulit jagung berpotensi sebagai bahan tekstil ramah lingkungan

    PENGOLAHAN SERAT PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL

    Get PDF
    Industri tekstil di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun tetap bergantung pada bahan baku sintetis berbasis impor yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif bahan baku yang ramah lingkungan dan tersedia secara lokal. Pelepah nipah ( Nypa Fruticans ), yang merupakan limbah pertanian di daerah pesisir Indonesia, mengandung senyawa lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin, sehingga berpotensi diolah menjadi serat tekstil alami. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan NaClO. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta . Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan NaOH 6% dengan waktu perendaman 300 menit, yang menghasilkan kandungan selulosa sebesar 49,73%, hemiselulosa 17,84%, dan lignin 8,71%. Nilai kekuatan tarik mencapai 171,03 MPa. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan tarik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat pelepah nipah berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan

    KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI BIOFUEL PADA ALAT REAKTOR THERMAL CATALYTIC CRACKING MENGGUNAKAN KATALIS Ni/NaOH

    Get PDF
    Meningkatnya kebutuhan energi dan dampak lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya biofuel. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri makanan yang berpotensi tinggi untuk dikonversi menjadi biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh katalis Ni/NaOH dan suhu reaksi terhadap persentase hasil (yield) dan karakteristik biofuel yang dihasilkan melalui proses thermal catalytic cracking (TCC). Proses dilakukan dalam reaktor batch dengan variasi jumlah katalis 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap massa total katalis 90gr (5%wt minyak jelantah) dan suhu operasi (200°C, 250°C, dan 300°C), selama 3 jam. Parameter yang diamati meliputi yield (%), densitas (g/mL), viskositas (mm²/s), kekeruhan (NTU), titik nyala (°C), nilai kalor (kcal/g), dan angka setana. Hasil menunjukkan yield tertinggi sebesar 22% pada 10% wt katalis dan suhu 300°C. Namun, suhu 250°C menghasilkan kestabilan parameter kualitas terbaik, dengan densitas 0,795 g/mL, viskositas 3,762 mm²/s, dan angka setana 55,4—memenuhi standar ASTM D975. Selain itu, titik nyala mencapai 107°C. Hasil ini menunjukkan bahwa TCC dengan katalis Ni/NaOH mampu mengonversi minyak jelantah menjadi biofuel berkualitas tinggi secara efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan

    In Situ Besi (Fe) Sebagai Donor Hidrogen Dalam Proses Hydrotreating Minyak Jelantah Untuk Meningkatkan Nilai Kalor Green Diesel

    Get PDF
    Kebutuhan energi yang terus meningkat dan keterbatasan sumber fosil mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku alternatif melalui proses hydrotreating untuk menghasilkan green diesel. Penelitian ini mengkaji penggunaan besi (Fe) sebagai donor hidrogen in situ tanpa suplai hidrogen eksternal, dengan variasi konsentrasi Fe dan temperatur menggunakan katalis NiMo/γ-Al₂O₃. Hasil terbaik diperoleh pada Fe 10% dan temperatur 340°C dengan yield green diesel 32,05%, nilai kalor 44,01 MJ/kg, densitas 791,5 kg/m³, dan viskositas 2.9 cSt. Dibandingkan penelitian Zurohaina et al. (2021) yang menggunakan hidrogen eksternal (42,13 MJ/kg pada 430°C), pendekatan ini terbukti lebih efisien pada temperatur lebih rendah. Nilai cetane number mencapai 53,0, masih di bawah standar EN 15940 (≥70), menunjukkan perlunya optimalisasi lebih lanjut. Metode in situ hydrogen donation berbasis Fe terbukti efektif dan ekonomis dalam menghasilkan green diesel berkualitas tinggi secara berkelanjutan

    PENGARUH VARIASI WAKTU TERHADAP PROSES HIDROLISIS ENZIM SELULASE PADA EMPTY FRUIT BUNCH MENJADI SIRUP GLUKOSA

    Get PDF
    Telah dilakukan pembuatan glukosa dari limbah fiber cake menjadi glukosa yang mana nantinya akan lebih berguna sebagai bahan baku untuk suatu produk. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: tahapan persiapan bahan baku, delignifikasi dan hidrolisis (sakarifikasi). bahan baku. Metode delignifikasi adalah proses pemisahan selulosa, lignin, dan hemiselulosa dilakukan dengan menggunakan H2O2 dan penambahan katalis MnSO4.H2O pada alat reflux suhu 36°C. Penelitian ini bertujuan untuk memusatkan konsentrasi enzim selulase dalam proses hidrolisis (sakarifikasi) untuk menentukan kadar glukosa tertinggi. Variasi dalam penelitian ini adalah konsentrasi enzim selulase sebesar 10, 20, 30 (%) dari berat Empty Fruit Bunch (fiber cake). Pengujian yang dilakukan adalah kadar pengujian selulosa, hemiselulosa, lignin dan kadar glukosa. Percobaan dilakukan pada suhu 50°C. Pengambilan sampel terjadi setiap 6, 12, 18, dan 24 jam. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pengaruh variasi waktu terhadap konsentrasi kadar sirup glukosa pada konsentrasi enzim selulase tertinggi yaitu % sirup glukosa sebesar 15,25%. Hidrolisis fiber cake yang dilakukan secara enzimatis telah berhasil dilakukan dengan ditemukannya kadar glukosa dari hasil hidrolisis limbah fiber cake. Berdasarkan pengamatan semakin lama waktu hidrolisis maka semakin besar pula kadar glukosa yang dihasilkan. Delignifikasi pada alat reflux yang dilakukan pada suhu 70-80oC dapat menurunkan komposisi lignin fiber cake sawit yang tidak hanya dipengaruhi oleh H2O2 tetapi juga katalis MnSO4.H2O. Komposisi lignin fiber cake sawit terdelignifikasi yaitu (17%) terdapat pada kondisi operasi delignifikasi 4 jam pada suhu 80oC. &nbsp

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇