Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
    7597 research outputs found

    Perbandingan Nilai NLR, Jumlah Leukosit dan Persentase Neutrofil pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping

    Get PDF
    Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan hubungan NLR, jumlah leukosit, serta persentase neutrofil pada pasien DMT2 terkontrol dan tidak terkontrol. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Studi ini melibatkan 72 data pasien DMT2 yang dibedakan berdasarkan HbA1c yaitu, 36 data pasien terkontrol dan 36 data pasien tidak terkontrol. Analisis data dilakukan dengan analisis Mann-Whitney, Independent T-Test, dan Spearman menggunakan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pada NLR (p=0,004), leukosit (p=0,005), dan persentase neutrofil (p=0,026) pada kelompok terkontrol dan tidak terkontrol. Selain itu, NLR berkorelasi positif sedang dengan leukosit (r=0,376; p = 0,001) dan sangat kuat dengan neutrofil (r=0,864; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa NLR dapat menjadi indikator tambahan untuk memantau inflamasi pada pasien DMT2 tidak terkontrol

    Optimalisasi Peran Komunitas Dalam Mencegah Kekerasan Rumah Tangga dan Kekerasan Anak Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Keluarga Di Gampong Meunasah Manyang

    Get PDF
    Domestic violence and child abuse remain pressing issues in Aceh, with data from the Aceh Office of Women’s Empowerment and Child Protection (DPPPA) recording 801 reported cases within the past ten months. This situation highlights the urgent need to strengthen community roles in preventing violence while simultaneously fostering family resilience. A community service program in Gampong Meunasah Manyang was implemented through a participatory approach involving Balai Syura, DPPPA, village authorities, community leaders, and women’s networks. Activities included public awareness campaigns, school visits, community discussions, media outreach, and intergenerational dialogues aimed at enhancing local knowledge, reinforcing protection networks, and promoting the effective implementation of Aceh Qanun No. 9/2019 and Governor Regulation No. 57/2023. The outcomes indicate improved community understanding of violence prevention, increased solidarity among local stakeholders, and strategic recommendations for village governments to establish safe spaces for women and children

    Perbedaan Self Compassion Siswa yang Mengalami Bullying di Dayah dan SMP Kota Lhokseumawe

    Get PDF
    This study aims to examine differences in self-compassion among students who experience Bullying in Dayah and junior high schools in Lhokseumawe City. The research employed a comparative quantitative method with a total of 200 participants, consisting of 100 Dayah students and 100 junior high school students selected using a cluster sampling technique. The results indicated a significant difference in self-compassion between students in Dayah and junior high schools in Lhokseumawe City, leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. The level of self-compassion among Dayah students was 54%, while junior high school students showed a percentage of 47%, indicating that Dayah students who experienced Bullying had higher self-compassion. This finding suggests that these students demonstrate greater self-kindness and self-care when facing difficulties

    Laser Marking Writing Analysis Using a Character Detection Camera to View Marking Results

    Get PDF
    Laser marking has become an industrial trend to label a product to avoid problems arising from errors in product placement, labels can also be other markers depending on needs, laser marking can provide good writing prints on steel sheets. However, problems arise due to poor parameter input errors resulting in marking reading results that cannot be read by the scanner machine, this study aims to provide an analysis of the influence of laser marking input variations that can provide good marking quality, to determine the quality of marking, researchers use a Logitech camera assisted by Open CV programming, to see the quality of laser marking results that can be read by the scanner. This research method begins with inputting 6 parameter variations including speed, laser power and laser frequency, then Open CV programming is carried out to obtain image reading quality with color and line recognition, the reading results will automatically display the error level of the study. The results of the study explain the first test with a high error rate due to low input variables so that the reading is not clear, while the error value is 104040 in color recognition and 69024 in lines that are read with a 100% end range. The lowest error value is in the second test with the highest input variable, namely 1309 in black and white color recognition and 1345 in lines with a range of 100%, therefore the sixth test can be read clearly and well

    Optimization of Multi-Loop PI Control for a 6-DOF Robotic Arm Using Looptune in MATLAB/Simulink

    Get PDF
    This study discusses the tuning of a multi-loop control system based on Proportional–Integral (PI) controllers for a six-degree-of-freedom (6-DOF) robotic arm. Each joint is controlled individually but operates in coordination to achieve precise motion. A simultaneous tuning method using the looptune function and the slTuner interface in MATLAB is employed to optimize all six loops simultaneously, considering response time, MIMO stability, and minimal cross-coupling. Simulation results in the Simulink–Simscape model show that this method produces faster, more stable responses with reduced overshoot compared to conventional tuning. The implementation of a 2-DOF controller also eliminates overshoot and improves the performance of the Bicep joint, resulting in smoother and more accurate trajectory tracking

    Perancangan Web Assessment Promosi Indibiz Telkom Lhokseumawe sebagai Media Interaktif untuk Calon Pengguna Baru

    Get PDF
    PT Telkom Indonesia Cabang Lhokseumawe dengan tujuan merancang dan mengembangkan sebuah sistem web assessment sebagai media promosi digital layanan IndiBiz. Sistem ini dirancang untuk membantu calon pengguna layanan IndiBiz, khususnya pelaku UMKM, dalam menemukan rekomendasi layanan digital yang sesuai berdasarkan sektor bisnis mereka. Web assessment ini mengintegrasikan fitur kuis interaktif, hasil rekomendasi layanan otomatis, serta formulir registrasi yang dapat diisi berdasarkan hasil kuis atau secara mandiri. Metodologi pengembangan sistem menggunakan model Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Dalam sistem ini terdapat dua aktor utama, yaitu pengunjung/calon pengguna dan admin. Pengguna dapat mengikuti kuis untuk mendapatkan rekomendasi layanan dan langsung mendaftar, sementara admin dapat mengelola data pengguna serta hasil kuis melalui dashboard khusus. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu berfungsi sesuai kebutuhan dan berjalan dengan baik berdasarkan pengujian yang dilakukan. Sistem ini tidak hanya mendukung promosi layanan IndiBiz secara digital, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa otomatisasi analisis kebutuhan pelanggan secara real-time. Dengan adanya platform ini, diharapkan proses pemasaran dan akuisisi pelanggan di Telkom Lhokseumawe menjadi lebih efektif, efisien, dan berbasis data

    Analisis Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Lhokseumawe

    Get PDF
    This study explores the dynamics of intercultural communication among Papuan students in Lhokseumawe, Aceh, a region where two contrasting cultural systems meet: the egalitarian and expressive Papuan culture and the Islamic-based Acehnese social order. Employing a qualitative approach through interviews and participant observation with seven informants, the research applies Young Yun Kim’s Integrative Theory of Cross-Cultural Adaptation to analyze stages of adjustment experienced by the students. Findings reveal a gradual intercultural communication process encompassing four major phases: culture shock, initial adjustment, active adaptation, and integration. The most salient barriers involve linguistic gaps, dress norms, and differing perceptions of religious values. Nevertheless, local peers and the academic environment play a crucial role in facilitating smoother adaptation. The Papuan students demonstrate a strong adaptive capacity, integrating local norms while preserving their cultural identity. The study highlights that successful intercultural communication in religiously governed contexts like Aceh depends largely on mutual empathy, openness, and sustained social support. Abstrak: Penelitian ini menelaah dinamika komunikasi antarbudaya mahasiswa Papua di Kota Lhokseumawe, Aceh, dalam konteks pertemuan dua sistem nilai yang berbeda: budaya Papua yang egaliter dan ekspresif dengan budaya Aceh yang berlandaskan Syariat Islam dan norma sosial yang ketat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap tujuh informan, penelitian ini mengkaji tahapan adaptasi yang dialami mahasiswa Papua berdasarkan teori Integrative Cross-Cultural Adaptation dari Young Yun Kim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi lintas budaya berlangsung secara bertahap melalui empat fase utama: culture shock, penyesuaian awal, adaptasi aktif, dan integrasi. Hambatan utama muncul pada perbedaan bahasa, cara berpakaian, serta persepsi terhadap norma agama, namun interaksi dengan teman lokal dan lingkungan kampus berperan signifikan dalam mempercepat proses adaptasi. Mahasiswa Papua menunjukkan kemampuan adaptif yang tinggi dengan menginternalisasi nilai lokal tanpa kehilangan identitas budaya asal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi antarbudaya di wilayah berkarakter religius seperti Aceh sangat dipengaruhi oleh empati, keterbukaan, dan dukungan sosial lintas kelompok

    Non-Muslim Community Resistance to Worship House Regulations in Sanggaberu, Aceh Singkil

    Get PDF
    The establishment of houses of worship in Aceh Singkil exposes persistent tensions between religious freedom and diversity governance rooted in local regulations. This study analyzes the resistance strategies of the non-Muslim community in Sanggaberu to establish the GKPPD church and assesses how Aceh Qanun No. 4/2016 and Governor Regulation No. 25/2007 operate in practice. Adopting a qualitative single-case design with observation, in-depth interviews, and document review, purposively selected informants (non-Muslim leaders, Muslim leaders, and residents) were thematically analyzed. Findings indicate that complex licensing requirements—thresholds of users/supporters and multilayered recommendations—intertwine with majority social resistance, producing delays and failed permits despite formal compliance. In response, the community deploys three non-confrontational strategies: legal-advocacy through official licensing channels and legal consultation; socio-cultural dialogue and deliberation across faiths; and internal solidarity and spiritual reinforcement via rotational worship in temporary tents to sustain religious practice and cohesion. The gap between administrative compliance and social reality enables policy to function as an instrument of majority domination; therefore, more transparent and inclusive governance, alongside strengthened mediation capacities of FKUB and village authorities, is essential for harmonization. Abstrak: Pendirian rumah ibadah di Aceh Singkil menyingkap ketegangan antara kebebasan beragama dan tata kelola keberagaman yang berlandaskan regulasi lokal. Studi ini menganalisis strategi resistensi komunitas non-Muslim di Sanggaberu untuk mendirikan GKPPD serta memeriksa bagaimana Qanun Aceh No. 4/2016 dan Pergub NAD No. 25/2007 bekerja pada aras praktik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, informan dipilih secara purposif (pemuka non-Muslim, pemuka Muslim, dan warga), lalu data dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa kerumitan perizinan—ambang jumlah pengguna/pendukung dan rekomendasi berlapis—berkelindan dengan resistensi sosial mayoritas, sehingga memicu penundaan bahkan kegagalan izin meski persyaratan formal dipenuhi. Menjawab kondisi ini, komunitas menggerakkan tiga strategi non-konfrontatif: jalur legal-advokasi melalui kanal perizinan dan konsultasi hukum; pendekatan sosio-kultural berbasis dialog dan musyawarah lintas iman; serta penguatan solidaritas dan spiritualitas internal melalui ibadah bergilir di tenda darurat untuk menjaga kohesi dan keberlanjutan praktik keagamaan. Kesenjangan antara kepatuhan administratif dan realitas sosial membuat kebijakan mudah berfungsi sebagai instrumen dominasi mayoritas; karena itu, tata kelola yang lebih transparan, inklusif, dan berbasis keadilan substantif, berikut penguatan kapasitas mediasi FKUB dan otoritas desa, menjadi prasyarat harmonisasi

    Work Ethic and Cultural Identity of Kaili Doi Fishermen: A Thematic Analysis In Towale Village, Central Sulawesi

    Get PDF
    The condition of traditional fishermen in Towale Village is still concerning, but their enthusiasm and efforts never fade in carrying out their activities as traditional fishermen. The purpose of this study is to determine how the work ethic of traditional fishermen as a cultural identity of kaili fishermen in Towale Village, Central Sulawesi. This study uses a qualitative method with a descriptive type. This research was conducted in Towale Village, Central Sulawesi. Informants in this study numbered 6 people consisting of 1 key informant and 5 regular informants. The determination of informants used purposive sampling. The data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. After data collection, the researcher selected and grouped data in accordance with the research objectives, and focused on data that were considered important, so as to provide a clearer picture. Next, the author made more details and explanations of the data that had been found to more easily achieve the research objectives. The results of this study indicate that the work ethic of traditional fishing communities is related to the work motivation of each individual to achieve a certain goal or ideal so that the fishermen\u27s work ethic is formed by the motivation and drive that radiates from their fundamental attitude towards work. Upholding honesty is a noble work ethic that is absolutely necessary and non-negotiable, if you want to become a superior professional with noble morals. The fishing community in Towale Village certainly also has its own motivation that makes them diligent and sincere in working and producing something valuable. Abstrak: Tujuan Nelayan tradisional di Desa Towale keadaannya masih memperihatinkan namun, semangat dan usaha mereka tidak pernah pudar dalam melakukan aktivitas sebagai nelayan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang bagaimana etos kerja nelayan tradisional sebagai identitas kultural pada nelayan kaili doi di Desa Towale Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Towale Sulawesi Tengah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 1 informan kunci dan 5 informan biasa. Penentuan informan menggunakan porposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah pengumpulan data, peneliti memilih dan mengelompokkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian, serta memfokuskan pada data-data yang dianggap penting, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas. Selanjutnya, penulis membuat secara lebih rinci dan penjelasan terhadap data yang telah ditemukan agar lebih mudah mencapai tujuan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etos kerja masyarakat nelayan tradisional berkaitan dengan motivasi kerja setiap individu untuk mencapai suatu tujuan atau cita-cita tertentu sehingga etos kerja para nelayan terbentuk oleh adanya motivasi dan dorongan yang terpancar dari sikap hidupnya yang mendasar terhadap kerja. Menjunjung tinggi kejujuran merupakan etos kerja mulia yang mutlak di perlukan dan tidak dapat ditawar lagi, kalau ingin menjadi profesional unggul berakhlak mulia. Masyarakat nelayan di Desa Towale tentunya juga memiliki motivasi sendiri-sendiri yang membuat mereka tekun dan ikhlas dalam bekerja dan menghasilkan sesuatu yang berharga

    Optimasi Proses Pengolahan Serat Batang Kunyit (Curcuma Longa) Menggunakan Alat Dekortikator untuk Bahan Baku Tekstil

    Get PDF
    Indonesia memiliki potensi sumber serat alami yang ramah lingkungan, salah satunya batang kunyit (Curcuma longa). Serat batang kunyit mengandung selulosa yang cukup tinggi, sehingga berpeluang menggantikan serat sintetis dalam industri tekstil. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses pengolahan serat batang kunyit menggunakan alat dekortikator dan perendaman larutan NaOH (Natrium Hidroksida) dengan variasi konsentrasi dan waktu perendaman. Proses meliputi pengambilan serat, perendaman kimia (alkalisasi), bleaching, pengeringan, dan pemintalan serat menjadi benang dengan menggunakan alat pintal tradisional charkha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi NaOH 5% dengan waktu perendaman 4 jam. Kondisi tersebut menghasilkan serat dengan kadar selulosa tertinggi sebesar 36,04%, kadar hemiselulosa terendah 10,46%, kekuatan tarik mencapai 1,56 MPa, dan tingkat kehalusan serat sebesar 9,81 tex. Proses ini terbukti dapat meningkatkan kualitas serat batang kunyit, sehingga layak digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan

    6,984

    full texts

    7,597

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇