Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Usulan Fasilitas Kerja yang Ergonomis Pada Stasiun Perebusan Tahu di UD. Geubrina
UD. Geubrina merupakan pabrik pembuatan tahu yang masih melakukan proses perubusan tahu secara manual, dimana untuk merebus tahu masih mengandalkan tenaga manusia pada saat melakukan pekerja, para pekerja sering merasakan keluhan pada bagian-bagian tertentu. Hal ini dapat dilihat dari keluhann pekerja yang mengalami rasa nyeri dipunggung, lengan dan leher. Tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan fasilitas kerja yang ergonomis pada perebusan tahu di UD, Geubrina. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep metode RULA dan Antropometri . Cara pengumpulan data dengan memberikan kuisioner dan mengukur dimensi bagian tubuh yang dibutuhkan pada pekerja perebusan tahu pada UD,Geubrina, Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko tertinggi pada posisi saat terlihat dari dampak depan dan samping kiri yaitu dengan skor 7 . Berdasarkan skor tersebut maka level resiko dari aktivitas berada pada katagori level resiko tinggi dan diperlukan tindakan segera, Adanya peningkatan keluhan rasa sakit dan kelelahan, hal ini disebabkan penggunaan fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Setelah di evaluasi perlu adanya usulan perbaikan fasilitas kerja yang ergonomis yaitu dengan merancang kuali perebusan tahu yang ergonomis. Adapun dimensi dari rancangan kuali yang baru yaitu tinggi kuali 103 cm, luas jari-jari kuali 74 cm dan kedalaman 43 cm. Copyright © 2016 Department of industrial engineering. All rights reserve
PERMASALAHAN PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI KOTA BATAM: SEBUAH TINJAUAN DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah-masalah penegakan hukum terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia dan Kota Batam. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan statute approach dan conceptual approach, terkhusus terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UUPTPPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang telah diatur dalam UUPTPPO yang berlaku sejak tahun 2007. Permasalahan yang sering terjadi dalam menanggulangi kasus TPPO adalah terkait substansi hukum atau pengaturan. Dalam konteks ini sosiologis kriminologi, ditemukan faktor penyebab terjadinya TPPO antara lain tingkat kualitas pendidikan yang rendah, tingkat ekonomi yang rendah, perliaku konsumtif, faktor geografis, dan faktor lemahnya penegakan hukum. Selain masalah substansi hukum, permasalahan lainnya adalah terkait struktur hukum atau aparat penegak hukum. Bentuk upaya preemtif yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam dalam menangani kasus TPPO adalah dengan mengesahkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang dan Peraturan Walikota Batam Nomor Nomor 59 Tahun 2021 tentang Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA) Kota Batam. Keberapaan peraturan tersebut merupakan upaya yang jelas dilakukan oleh pemerintah, namun pelaksanaannya belum optimal dan maksimal
Masyarakat Adat dan Toba PULP Lestari: Pemetaan Aktor dan Analisis Konflik Agraria
This study examines the agricultural disputes involving the Batak Toba population in Pandumaan and Sipituhuta Village within the Pollung District of Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra. The dispute occurs between the indigenous populations and PT. Toba Pulp Lestari, chiefly because the company\u27s activities infringe upon the traditional territories of the local community. The research approaches involved collecting literature and pertinent sources to correctly represent actual happenings in the field. The research seeks to identify the principal participants in the conflict and examine its fundamental dynamics. Research reveals that the violence was caused by overlapping land claims between the Pandumaan-Sipituhuta indigenous community and PT. Toba Pulp Lestari. The problem is exacerbated by the government-sanctioned concession of property to the firm, which immediately overlaps with the territories historically inhabited by the indigenous population. The principal stakeholders in this dispute comprise the indigenous communities, the corporation, federal and local government agencies, security forces, NGOs, and the media, which significantly influences the reporting of these developments.Abstrak: Penelitian ini mengkaji konflik agraria di antara masyarakat Batak Toba yang berada di Desa Pandumaan dan Desa Sipituhuta, Kec Pollung, Kab Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Konflik antara masyarakat adat dan PT. Toba Pulp Lestari yang menjamah wilayah adat dari masyarakat adat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan literatur dan bacaan terkait, guna memperoleh kejadian real di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan aktor yang terlibat dalam konflik dan juga menganalisis konflik yang terjadi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa konflik yang terjadi dipicu oleh tumpang tindih penguasaan lahan oleh masyarakat adat Pandumaan-Sipituhuta dengan PT. PTL. Hal ini dikarenakan wilayah konsensi perusahaan yang diberikan kuasa oleh pemerintah bersinggungan dengan wilayah adat yang ditempati oleh masyarakat. Aktor yang terlibat dalam konflik ini antara lain adalah masyarakat adat, perusahaan, pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, dan LSM, serta media sebagai pihak luar yang turut memberitakan konflik tersebut
Mpu Uteun: The Role and Challenges of Female Initiators in Preserving Forest Functions
Forest degradation in Aceh, particularly in Damaran Baru Village, has triggered ecological disasters that directly affect the lives of local communities, especially women. Motivated by environmental concern and a sense of responsibility, a group of women led by a female initiator established Mpu Uteun, a community-based forest protection initiative. This study aims to examine the roles and challenges faced by female initiators in preserving forest functions through the activities of Mpu Uteun. Using a qualitative case study approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively. The findings reveal that Mpu Uteun plays a vital role in forest conservation through regular patrols, legal advocacy for social forestry permits, and community empowerment initiatives. However, their efforts are confronted by structural challenges, including gender bias, limited resources, and inadequate governmental support. This study highlights how women\u27s leadership in environmental conservation not only overcomes social and institutional barriers but also redefines gender roles in sustainable natural resource governance.Abstrak: Kerusakan hutan di Aceh, termasuk di Kampung Damaran Baru, telah menimbulkan bencana ekologis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, sekelompok perempuan yang dipimpin oleh seorang inisiator membentuk Mpu Uteun, sebuah komunitas perlindungan hutan berbasis perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan tantangan yang dihadapi oleh perempuan inisiator dalam upaya pelestarian fungsi hutan melalui kelompok Mpu Uteun. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Mpu Uteun memiliki peran strategis dalam menjaga hutan melalui kegiatan patroli, advokasi perizinan hutan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan mereka tidak lepas dari berbagai tantangan struktural, seperti bias gender, keterbatasan sumber daya, dan minimnya dukungan pemerintah. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam konservasi hutan tidak hanya mampu mengatasi hambatan sosial, tetapi juga merekonstruksi peran gender dalam tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan
SANKSI PIDANA TERHADAP PEMBUNUHAN BERENCANA DI GAMPONG ULEE MADON KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA (Studi PutusanNo. 249/Pid.B/2019/PN.Lsk)
Tindak pidana pembunuhan berencana merupakan suatu tindakan yang melanggar hak asasi manusia, karena sudah menghilangkan nyawa seseorang, sebagaimana dalam Putusan Nomor 249/Pid.B/2019/PN.Lsk. pelaku di dakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 KUHP, sehingga di Vonis hukuman mati Namun hukuman di indonesia melarang hukuman mati karna melanggar hak asasi manusia. Penelitian ini mengkaji tentang hukuman diberikan kepada orang yang merencanakan dan melakukan tindak pidana berat yang disebut pembunuhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu menganalisis studi kasus seperti putusan hakim, peraturan perundangan, dan norma-norma hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakim memutuskan perkara tersebut secara yuridis yaitu terdakwa dinyatakan bersalah dan dihukum mati namun dilihat secara non yuridisnya hakim cendrung pada pertimbangan perbuatan terdakwa yang berencana dan sadis terhadap korban anak dan istrinya sendiri dengan pertimbangan perbuatan pelaku, walaupun dilihat dari perspektif hak asasi manusia seharusnya hakim tidak memutuskan hukuman mati
Pelatihan Tindak Lanjut Hasil AKMI Tingkat Guru Madrasah Provinsi Sumatera Selatan Angkatan II
Pelatihan Tindak Lanjut Hasil AKMI tingkat madrasah angkatan II ini bertujuan untuk: 1) Memberikan pemahaman kepada Guru MI, MTs, dan MA tentang fungsi, peran dan tujuan dari AKMI sebagai instrumen untuk mendiagnosis kemampuan peserta didik pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, serta literasi sosial budaya. Pada artikel ini akan dibahas tentang pelaksanaan pelatihan instruktur daring tahun 2024 dan pelaksanaan pelatihan tindak lanjut hasil AKMI tingkat guru madrasah di Provinsi Sumatera Selatan Angkatan II yang dilakukan secara daring terkhusus pada kelas (SMS 1007). Kegiatan pelatihan merupakan bentuk pengabdian berupa service-learning (SL). Dengan tahapan pelaksanaan berupa persiapan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjalinnya praktik kemitraan antara intsruktur, lembaga madrasah, dan guru peserta pelatihan berkolaborasi untuk bersama-sama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah secara keseluruhan. Hasil penilaian peserta pelatihan dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotori tingkat kelulusan peserta pelatihan mencapai 95,83%. Artinya peserta pelatihan benar-benar menyerap materi dengan baik. Peserta menyatakan bahwa waktu yang digunakan efisien, instruktur sangat membantu, instruktur menunjukkan pengetahuan yang memadai, instruktur merespon pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah dipahami, materi yang disajikan sesuai dengan tujuan/tema, tema/tujuan disampaikan dengan jelas
STUDI KASUS PRODUCT LIFE CYCLE WASHINGTON MUTUAL
This study examines the failure of Washington Mutual (WaMu), one of the largest financial institutions in the United States, to maintain the product life cycle (PLC) of its products. Founded in 1889, Washington Mutual grew rapidly through aggressive expansion and a focus on the mortgage market. However, this strategy led to the accumulation of significant risks, primarily through exposure to subprime mortgages. The inability to manage these risks, combined with a lack of innovation in product development and adaptation to market changes, caused WaMu to lose its competitiveness. In addition, a less flexible business model and lack of service diversification reduced the relevance of WaMu\u27s products in an increasingly competitive market. This study identified internal factors such as poor risk management, low operational efficiency, and failure to innovate, as well as external factors such as changing consumer preferences and pressure from competitors, as the main causes of WaMu\u27s failure to maintain the sustainability of its products. In conclusion, Washington Mutual\u27s failure to maintain the PLC cycle reflects the importance of strategic adaptation and continuous innovation in dealing with the dynamics of the banking industry
HUMAN CAPITAL AND CORPORATE PERFORMANCE: A LITERATURE REVIEW
Penelitian ini merupakan tinjauan literatur terhadap 10 artikel yang membahas hubungan antara modal manusia dan kinerja perusahaan di berbagai industri. Artikel-artikel ini berasal dari berbagai jurnal internasional terkemuka, yaitu Emerald dan ScienceDirect.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan modal manusia terhadap kinerja perusahaan dengan menganalisis tujuan, metode, hasil, dan area penelitian dari artikel-artikel tersebut. Metode yang digunakan bervariasi, termasuk 8 metodelogi kuantitatif ,1 metodelogi kualitatif dan 1 metodelogi campuran. Hasil studi secara keseluruhan menunjukkan bahwa praktik pengelolaan modal manusia yang efektif, seperti pelatihan, pengembangan, komitmen karyawan, dan kepemimpinan yang inovatif, memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.Indikator kinerja yang diukur meliputi retensi karyawan, pertumbuhan organisasi, efisiensi kerja, inovasi, dan keunggulan kompetitif
Penerapan Analisis Cluster K-Means untuk Pengelompokan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Indikator Kemiskinan Tahun 2023
Kemiskinan adalah salah satu tantangan sosial terbesar di dunia dan merupakan jantung dari tantangan pembangunan global. Penelitian ini menerapkan teknik clustering untuk menganalisis dan memahami permasalahan kemiskinan. Penelitian ini menjelaskan penggunaan algoritma K-means untuk mengelompokkan kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara berdasarkan kesamaan karakteristik wilayah dengan menggunakan tiga ukuran angka kemiskinan. Ketiga ukuran tersebut adalah angka harapan hidup saat lahir (AHH), rata-rata lama sekolah (RLS), dan indeks pembangunan manusia (HDI). Ada tiga cluster. Cluster 1: Kota Nias dengan jumlah penduduk jiwa memiliki nilai RLS dan IPM tertinggi (walaupun sangat besar, namun jumlah penduduk miskin dan AHH berbanding terbalik dengan nilai RLS yang terjadi pada tahun 2023). Cluster 2:Langkat, Asahan, Padang Sidenpuan, Padang Lawas, dan Labuan Batu akan memiliki angka HDI, AHH, RLS, dan kemiskinan yang sangat rendah pada tahun 2023. Cluster 3:Deli Serdang dan Medan akan memiliki jumlah penduduk miskin (RLS), AHH, dan IPM tertinggi pada tahun 2023
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN RESILIENSI MATEMATIS MELALUI TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara terperinci terkait: (1) untuk mendeskripsikan upaya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis; (2) untuk mendeskripsikan pengaruh resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; (3) untuk mendeskripsikan bentuk pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian ini dikumpulkan melalui 20 artikel yang meliputi artikel nasional sebanyak 15, artikel internasional sebanyak 3, dan artikel internasional bereputasi sebanyak 2 yang sesuai dengan topik penelitian untuk di review. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa resiliensi matematis mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, yaitu resiliensi matematis yang tinggi akan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang tinggi. Bentuk pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis diantaranya: memberikan pengalaman belajar yang bervariasi dan inovatif, mampu memotivasi siswa untuk aktif berdiskusi dan bertanya selama proses pembelajaran