Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
The Influence of Spindle Rotation Variation on The Wear of Carbide Cutting Tools Using a Gedee Weiler Lz-330 G Lathe
This study was conducted to determine the effect of spindle speed on the wear rate of CNMG 120404 carbide cutting tools using a dry machining process without coolant. The specimens used were AISI 1045 steel shafts, The cutting tool used was a CNMG 120404 carbide with conditions assumed to be the same in each experiment. The machine used was a Gedee Weiler LZ-330 G lathe with fixed parameters of 0.2 mm/revolution feed and 0.4 mm cutting depth, as well as spindle speed variations of 450 rpm and 660 rpm. The cutting time was carried out in stages starting from 5, 10, 15, 20, to 25 seconds. In this study, the parameters observed included tool wear and the surface roughness of the turning results on the AISI 1045 specimen. Tool wear was measured using visual macro documentation, while surface roughness was tested with a surface roughness tester. The results showed that the lowest wear value occurred at 450 rpm with a cutting time of 5 seconds, amounting to 0.012 mm, while the highest wear was achieved at 660 rpm with a cutting time of 25 seconds, amounting to 0.036 mm. In terms of surface quality, the lowest roughness value was obtained at 450 rpm with a cutting time of 5 seconds, amounting to 2.43 µm, while the highest roughness occurred at 660 rpm with a cutting time of 25 seconds, amounting to 4.56 µm. This data shows that the higher the speed and the longer the cutting time, the greater the tool wear and the lower the surface quality due to friction and increased temperature in the cutting zone. Wear on carbide tools is more influenced by friction between the tool and the workpiece and the duration of cutting. The speed factor is not as dominant as the effects of friction and cutting duration
Interaksi dosis kalium dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) di dataran rendah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi varietas dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) di dataran rendah. Penelitian dilakukan di Desa Paloh Lada, Kabupaten Aceh Utara, menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kalium (0, 100, dan 150 kg KCl ha⁻¹) dan faktor kedua adalah varietas (Bima Brebes dan Merah Gayo). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara dosis kalium dan varietas terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot umbi basah per rumpun. Dosis 100 kg KCl ha⁻¹ pada varietas Bima Brebes memberikan hasil tertinggi dengan produksi mencapai 7,30 ton ha⁻¹. Sebaliknya, pemberian kalium berlebih (150 kg ha⁻¹) tidak memberikan tambahan hasil yang berarti dan cenderung menurunkan efisiensi serapan hara. Varietas Bima Brebes menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan dataran rendah dibandingkan Merah Gayo. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penyesuaian dosis pupuk kalium secara spesifik varietas dan lokasi untuk mendukung budidaya bawang merah yang efisien dan berkelanjutan
Uji toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.)
Penelitian ini bertujuan menilai toksisitas ekstrak daun nilam (Pogostemon cablin) sebagai insektisida nabati terhadap ulat daun pisang (Erionota thrax L.) dan menentukan konsentrasi efektif yang berpotensi digunakan dalam pengendalian hama pisang yang lebih ramah lingkungan. Ekstrak daun nilam diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1,5%; 3%; dan 4,5% serta kontrol yang diaplikasikan pada ulat daun pisang dengan tiga ulangan selama 96 jam pengamatan. Mortalitas dicatata setiap 24 jam dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan pengulangan untuk menguji pengaruh konsentrasi, perbedaan setiap ulat, dan interaksinya. Sedangkan nilai LC50 dihitung dengan analisis probit terhadap hubungan log konsentrasi dan probit mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa mortalitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan waktu paparan, dengan mortalitas rata-rata hari keempat mencapai 22,2% pada kontrol, 55,5% pada 1,5%, 77,8% pada 3%, dan 100% pada 4,5%. Namun, secara statistik pengaruh konsentrasi belum signifikan pada taraf 5% meskipun menunjukkan kecenderungan dose-dependent. Analisis probit menghasilkan persamaan regresi linear dengan koefisien determinasi tinggi (R2= 0,9353) dan LC50 sebesar 1220,57 ppm yang mengindikasikan toksisitas akut sedang terhadap ulat daun pisang serta konsistensi hubungan dosis dengan respon. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak daun nilam memiliki potensi biologis sebagai insektisida nabati, namun perlu penelitian lanjutan dengan jumlah sampel dan rentang konsentrasi yang lebih luas untuk menguatkan signifikansi statistik dan mengevaluasi dampak terhadap organisme
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) PADA PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA LHOKSEUMAWE
The satisfaction of the people of the city of Lhokseumawe with the system of government and also the services provided by the district of the town is not maximum. There are still some communities that feel unsatisfied with the services provided. The aim of this research is to analyze the application of the principles of good governance, obstacles, and efforts made to the public service in the offices of the Lhokseumawe Civil Records and Population Service. The research method uses qualitative methods with an empirical jurisprudence approach, using data from primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection techniques include interviews and documentation, as well as data analysis descriptively. Based on the results of the research, the application of the principles of good governance to the public service in the offices of the Lhokseumawe Civil Registration and Population Service has gone well. But there are still some problems. The obstacles faced are related to human resources, budget, understanding, and public awareness. The efforts are being made to improve the training programs, conduct e-KTP recordings for candidate beginner voters by going directly to schools, cooperate with private authorities and the central government, propose the addition of mobile e-KTP recording units that can reach hard-to-reach areas, educate about digital data security, and ensure that the IKD system used has met strict security standards.
WAKIL KEPALA DAERAH TANPA PERAN: KRISIS RELASI KEKUASAAN DI DAERAH
Kepemimpinan kolektif dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia mensyaratkan sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Namun, praktik politik lokal menunjukkan banyak kasus di mana wakil kepala daerah terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan. Artikel ini mengeksplorasi krisis relasi kekuasaan antara kepala daerah dan wakilnya, serta dampaknya terhadap efektivitas pemerintahan daerah. Dengan pendekatan kualitatif normatif dan analisis terhadap kasus-kasus aktual, tulisan ini menunjukkan bahwa disfungsionalisasi peran wakil kepala daerah berakar pada ketidaktegasan regulasi, rivalitas politik pasca-pilkada, serta absennya mekanisme pembagian kewenangan yang adil dan transparan. Artikel ini menegaskan urgensi rekonstruksi norma dalam UU Pemerintahan Daerah dan desain sistem pilkada agar jabatan wakil kepala daerah bukan sekadar simbol elektoral, melainkan elemen substantif dalam tata kelola pemerintahan daerah yang demokratis dan efektif
Peran Modal Sosial dalam Pemulihan dan Penguatan Perempuan Korban Konflik di Aceh
Armed conflict in Aceh has left long-term social consequences for women, particularly those who experienced sexual violence and the loss of family members. These impacts are not limited to psychological trauma but also involve structural vulnerability that restricts women’s access to social and economic resources in the post-conflict period. This study aims to examine the role of social capital in the recovery and empowerment of women survivors of conflict in Gampong Cot Tunong, Pidie Regency, by exploring the interconnections between traumatic experiences, community support, and the role of local institutions. This research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews and participant observation involving women survivors of conflict, village officials, and facilitators from a local institution, Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat (PASKA). The data were analyzed thematically to identify patterns of structural vulnerability, experiences of trauma and social silence, and forms of social capital that have developed within the community of women survivors. The findings indicate that women survivors of conflict face multiple layers of vulnerability arising from sexual violence, the loss of family members, and limited access to public services. Nevertheless, social capital formed through trust-based relationships, solidarity among survivors, support from the village community, and facilitation by local institutions plays a crucial role in trauma recovery and the strengthening of women’s socio-economic lives. Social capital functions not only as a survival mechanism but also as a space for psychosocial recovery and collective empowerment. This study highlights that the recovery of women survivors of conflict should be understood as a social process rooted in community dynamics and the strength of local social capital.
Abstrak: Penelitian Konflik bersenjata di Aceh meninggalkan dampak sosial yang berkelanjutan terhadap kehidupan perempuan, khususnya mereka yang mengalami kekerasan seksual dan kehilangan anggota keluarga. Dampak tersebut tidak hanya berupa trauma psikologis, tetapi juga kerentanan struktural yang membatasi akses perempuan terhadap sumber daya sosial dan ekonomi pascakonflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam proses pemulihan dan penguatan perempuan korban konflik di Gampong Cot Tunong, Kabupaten Pidie, dengan menyoroti keterkaitan antara pengalaman trauma, dukungan komunitas, dan peran lembaga lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap perempuan korban konflik, aparat gampong, serta pendamping dari lembaga lokal Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat (PASKA). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kerentanan struktural, pengalaman trauma dan keheningan sosial, serta bentuk-bentuk modal sosial yang berkembang dalam komunitas perempuan korban konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan korban konflik menghadapi kerentanan berlapis yang bersumber dari kekerasan seksual, kehilangan anggota keluarga, dan keterbatasan akses terhadap layanan publik. Namun demikian, modal sosial yang tumbuh melalui relasi saling percaya, solidaritas sesama korban, dukungan masyarakat gampong, serta pendampingan lembaga lokal berperan penting dalam pemulihan trauma dan penguatan kehidupan sosial-ekonomi perempuan korban konflik. Modal sosial tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme bertahan hidup, tetapi juga sebagai ruang pemulihan psikososial dan pembangunan kemandirian secara kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa pemulihan perempuan korban konflik perlu dipahami sebagai proses sosial yang berakar pada dinamika komunitas dan kekuatan modal sosial lokal
Karakteristik Briket Kulit Pinang (Areca Catechu l.) Dengan Variasi Konsentrasi Molase dan Suhu Pirolisis
Kulit pinang (Areca catechu L.) merupakan limbah biomassa yang kaya α-selulosa hingga 53,20%, sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Pemanfaatan molase sebagai perekat alami, dengan kandungan karbohidrat 48–53% dan sifat pengikatnya yang kuat, dinilai mampu meningkatkan kualitas fisik dan kimia briket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis (350°C, 400°C, 450°C) dan konsentrasi molase (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) terhadap karakteristik briket kulit pinang. Proses pirolisis dilakukan dalam kiln tertutup, diikuti pencampuran arang berukuran 60 mesh dengan larutan molase (perbandingan 1:10), pencetakan hidrolik bertekanan 400 kg/cm², dan pengujian sifat briket meliputi kadar air, abu, zat volatil, karbon terikat, dan nilai kalor menggunakan metode standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suhu pirolisis 450°C dan konsentrasi molase 15% menghasilkan briket dengan kualitas terbaik, yakni kadar air 2,47%, kadar abu 19,69%, zat volatil 32,11%, karbon terikat 45,71%, dan nilai kalor maksimum sebesar 5445,49 kal/g. Peningkatan suhu pirolisis secara signifikan menurunkan kadar air dan meningkatkan karbon terikat serta nilai kalor. Namun, kadar abu yang tinggi menjadi faktor pembatas terhadap standar SNI 01-6235-2000. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kadar abu tinggi, kualitas energi briket tetap unggul, dan molase terbukti efektif sebagai perekat alami dalam pembuatan briket kulit pinang. Penelitian ini merupakan salah satu kajian awal integrasi molase dalam pengolahan limbah pertanian lokal di Aceh Utara menuju bioenergi berkelanjutan.
 
Investigasi Pengaruh Variasi Massa dan Daya Microwave Terhadap Rendemen Ekstraksi Minyak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah salah satu sumber minyak atsiri yang kaya akan senyawa bioaktif dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti farmasi maupun pangan. Oleh karena itu, pemilihan metode dan parameter ekstraksi yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh variasi massa bahan dan daya microwave terhadap rendemen ekstraksi minyak daun kelor melalui metode Microwave-Assisted-Extraction (MAE). Pada penelitian ini, proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan 300 mL akuades (pelarut); variasi massa daun kelor 20, 30, dan 40 gram; daya microwave 300, 450, dan 600 watt; dan proses ekstraksi selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa daun kalor secara signifikan meningkatkan rendemen minyak, sedangkan variasi daya microwave tidak memberikan pengaruh yang cukup berarti terhadap jumlah rendemen minyak. Rendemen minyak tertinggi diperoleh sebesar 37,90% dengan penggunaan massa daun kelor sebesar 40 grams dan daya microwave 350 watt. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasikan bahwa komponen utama dari minyak hasil ekstraksi mengandung senyawa asam oleat dengan konsentrasi yang tinggi, yaitu sebesar 15.48%. Hasil analisis FT-IR menunjukkan keberadaan senyawa dengan gugus karboksilat pada panjang gelombang 3280.92 cm-1. Lebih lanjut, hasil uji sifat fisik produk, seperti densitas dan viskositas kinemati
PENGARUH EKSPOR PRODUK PERTANIAN, EKSPOR PRODUK INDUSTRI MANUFAKTUR DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP CADANGAN DEVISA DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspor produk pertanian, ekspor produk industri manufaktur, dan nilai tukar rupiah terhadap cadangan devisa di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data time series tahunan dari tahun 1990 hingga 2024 yang diperoleh dari World Bank, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang mampu menguji pengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor produk pertanian berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dalam jangka panjang, namun tidak signifikan dalam jangka pendek. Ekspor produk industri manufaktur berpengaruh signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sementara itu, nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, tetapi tidak signifikan dalam jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sektor ekspor industri dan stabilitas nilai tukar untuk menjaga ketahanan cadangan devisa Indonesia
The Effect of a Video of the Story of Prophet Yusuf on Forgiveness in Children
Interpersonal forgiveness is a crucial component of psychological well-being and positive character development, particularly in children. Given the known efficacy of narrative-based learning and the profound moral depth of religious stories, this study aims to investigate the effectiveness of a video intervention based on the story of Prophet Yusuf (Joseph) in enhancing forgiveness among children.The study employed a quantitative experimental design using a Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Participants were 20 children from the Rangkang Pustaka Community, divided equally into an experimental group (receiving the video intervention) and a control group (no intervention). Forgiveness was measured using an adapted Forgiveness Scale before and after the treatment.The results of the Independent Samples t-test showed a statistically significant difference between the posttest scores of the experimental group (Mean = 29.90) and the control group (Mean = 26.20), with t(18)=2.842 and p=0.011 (α=0.05). This finding confirms the rejection of the null hypothesis.In conclusion, the video intervention based on the story of Prophet Yusuf is an effective and highly practical tool for significantly increasing children\u27s forgiveness levels. The study recommends integrating culturally and spiritually relevant narratives into character education programs to foster prosocial behavior.Interpersonal forgiveness is a crucial component of psychological well-being and positive character development, particularly in children. Given the known efficacy of narrative-based learning and the profound moral depth of religious stories, this study aims to investigate the effectiveness of a video intervention based on the story of Prophet Yusuf (Joseph) in enhancing forgiveness among children.The study employed a quantitative experimental design using a Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Participants were 20 children from the Rangkang Pustaka Community, divided equally into an experimental group (receiving the video intervention) and a control group (no intervention). Forgiveness was measured using an adapted Forgiveness Scale before and after the treatment.The results of the Independent Samples t-test showed a statistically significant difference between the posttest scores of the experimental group (Mean = 29.90) and the control group (Mean = 26.20), with t(18)=2.842 and p=0.011 (α=0.05). This finding confirms the rejection of the null hypothesis.In conclusion, the video intervention based on the story of Prophet Yusuf is an effective and highly practical tool for significantly increasing children\u27s forgiveness levels. The study recommends integrating culturally and spiritually relevant narratives into character education programs to foster prosocial behavior