Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
AKIBAT HUKUM TERHADAP PEMALSUAN IDENTITAS DAN PEMBATALAN PERKAWINAN DITINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Putusan Nomor 3109/Pdt.G/2023/PA.Mdn.)
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Agama terhadap putusan Nomor 3109/Pdt.G/2023/PA.Mdn tentang pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas dalam kompilasi hukum Islam, dan bagaimana akibat hukum yang terjadi jika pembatalan perkawinan itu terjadi. Pembatalan perkawinan hanya dapat dilakukan dengan putusan pengadilan, dengan adanya putusan pengadilan yang membatalkan perkawinan, maka perkawinan yang telah terjadi dianggap tidak pernah terjadi, karena pembatalan tersebut maka terjadilah akibat hukum yang berdampak pada para pihak yang terkait, dan juga harta beda dalam perkawinan sebagaimana di atur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Penelitian ini betujuan untuk menganalisi bagaimana pertimbangan hakim terhadap putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 3109/Pdt.G/2023/PA.Mdn terkait pembatalan perkawinan akibat pemalsuan identitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus hukum (judicial case study). Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 jenis yaitu, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data menggunakan cara pengumpulan bahan hukum atau data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh Berdasarkan penelitian ini Pertimbangan Hakim, Hakim mengacu pada Pasal 71 huruf (a) KHI yang menyatakan perkawinan dapat dibatalkan jika suami melakukan poligami tanpa izin Pengadilan Agama. Perkawinan Tergugat I dan II dianggap melanggar ketentuan ini karena dilakukan tanpa izin isteri pertama dan Pengadilan Agama. Hakim juga mempertimbangkan Pasal 4, 5, 22, dan 23 UU Perkawinan, Pasal 37 PP No. 9 Tahun 1975, dan Pasal 71 dan 73 KHI. Perkawinan Tergugat I dan II dibatalkan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Akibat Hukum Pembatalan perkawinan menyebabkan hubungan suami-isteri putus, akta nikah tidak berkekuatan hukum. Pasal 28 UU Perkawinan mengatur pengecualian, yaitu pembatalan tidak berlaku surut terhadap anak, pihak yang beritikad baik, dan pihak ketiga yang beritikad baik. Anak tetap sah dan berhak mewarisi dari kedua orang tuanya. Pencegahan peningkatan kewaspadaan masyarakat dan penegakan hukum yang tegas terhadap pemalsuan identitas dalam perkawinan, serta menekankan pentingnya memahami prosedur poligami yang sah sesuai UU dan KHI
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA DI PT. BLANG KETUMBA KABUPATEN BIREUEN
Jaminan hukum terhadap tenaga kerja di Indonesia, khususnya dalam sektor perkebunan kelapa sawit, masih dijumpai berbagai permasalahan yang belum terselesaikan. Meskipun terdapat regulasi yang mengatur hak-hak tenaga kerja, pelaksanaannya seringkali tidak optimal. Penelitian ini berupaya mengkaji berbagai bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada pekerja di PT. Blang Ketumba, Kabupaten Bireuen, serta kendala dan upaya yang dilakukan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris, termasuk dalam kategori penelitian hukum sosiologis, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum di perusahaan tersebut belum berjalan maksimal. Beberapa bentuk perlindungan seperti penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), sosialisasi keselamatan kerja, dan pelaksanaan K3 telah dilakukan, namun belum menyeluruh dan konsisten. Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas, rendahnya kesadaran tenaga kerja terhadap hak-haknya, serta lemahnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Masalah lain seperti pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan ketidakadilan dalam pengupasan juga menjadi perhatian penting. Untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi tenaga kerja, diperlukan peningkatan edukasi mengenai hak-hak pekerja, menyediakan fasilitas kerja yang layak, serta memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum ketenagakerjaan. Selain itu, penting juga untuk menjamin jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kondisi kerja yang aman, adil, dan sejahtera bagi seluruh tenaga kerja di sektor perkebunan
Penerapan IoT dalam Sistem Deteksi Kelembapan pH Tanah pada Tanaman Jagung untuk Meningkatkan Hasil Panen
Pertumbuhan tanaman yang optimal sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk kelembapan tanah dan tingkat keasaman (pH) tanah. Pendeteksian dan pemantauan parameter ini secara akurat dan real-time menjadi tantangan penting dalam bidang pertanian modern. Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi pH tanah berbasis IoT yang dapat memberikan informasi secara langsung kepada petani jagung. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sensor kelembapan tanah dan sensor pH tanah yang terhubung dengan unit mikrokontroler berbasis Arduino. Sistem ini juga dirancang untuk memberikan notifikasi otomatis kepada petani apabila parameter tanah berada di luar batas optimal yang ditetapkan, sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan dengan segera. Pengujian dilakukan pada kondisi tanah dan tanaman jagung untuk memastikan akurasi, kehandalan, dan kemudahan penggunaan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kelembapan dan pH tanah secara akurat dengan tingkat kesalahan yang minimal. Hasil pengabdian ini mampu membantu petani jagung dalam mengelola tanah secara lebih efisien dan berkelanjutan, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan adanya pengabdian ini adanya inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pertanian cerdas dan berkelanjutan di era digital
Pengaruh E-recruitment, Reputasi Perusahaan, dan Kompensasi terhadap Intensi Melamar Kerja Generasi Z di Kota Magelang
This study aims to examine the relationship between e-recruitment, company reputation, and compensation and the job application intention of Generation Z in Magelang City. The research employs a quantitative approach with a population consisting of individuals born between 1997 and 2012, representing Generation Z, aged 12 to 27 years. A total of 160 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using multiple regression with SPSS version 26. The results indicate that e-recruitment, company reputation, and compensation jointly influence job application intention. However, when tested individually, e-recruitment and company reputation have a significant positive effect on job application intention, whereas compensation shows no significant effect
Microplastic distribution in the fish flesh as physical pollutants: Preliminary study
Microplastics, as physical pollutants, have become a hazard and can accumulate in fish tissues. There is limited documentation of the spread of microplastic buildup in fish flesh. The purpose of this research was to investigate the distribution of microplastics in fish flesh. This study used the golden threadfin bream (Nemipterus virgatus) as one of the commercial marine fish in peninsular Malaysia. The fish was dissected by filleting and separated through its dorsal, ventral, and caudal parts to observe if there was variation in the accumulation of microplastics in each part of the fish flesh. The findings show that the caudal part has the most microplastic accumulation compared to the dorsal and ventral parts. However, there is no significant difference in the amount of microplastic discovered in any part of the fish based on statistical analysis. The bulk of the microplastics identified are black and have a fibre form. Polyamide (PA), polyethylene terephthalate (PET), and polypropylene are types of microplastics found in the fish flesh. This research shows that microplastics can accumulate in every part of the fish flesh in varying amounts. To accurately depict the average number of microplastics in fish flesh, it is recommended to randomly sample the fish flesh for detection
Eksplorasi Potensi Etnomatematika Lampung Sebagai Dasar Pengembangan Modul Pembelajaran Geometri Berbasis Augmented Reality
Pemahaman konsep geometri pada siswa Sekolah Dasar (SD) masih rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Di sisi lain, budaya Lampung kaya akan unsur geometri, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi etnomatematika dalam budaya Lampung sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran geometri berbasis Augmented Reality (AR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terarah (FGD) pada tiga objek budaya: Menara Siger, Rumah Adat Lamban Dalom, dan motif kain Tapis. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data dilakukan dengan memilah informasi relevan dari hasil observasi, wawancara, dan FGD; penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi, tabel, dan matriks identifikasi konsep geometri; verifikasi temuan dilakukan melalui triangulasi data untuk menarik kesimpulan yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek budaya Lampung mengandung berbagai konsep geometri, seperti bangun datar dan ruang, simetri, serta transformasi geometri. Temuan ini mendukung integrasi etnomatematika dan AR sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri secara kontekstual dan interaktif. Berdasarkan tujuan penelitian, hasil ini memberikan rekomendasi awal untuk pengembangan modul pembelajaran berbasis AR yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan konteks budaya lokal dan kebutuhan siswa SD
Pemberdayaan UMKM melalui Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat dalam Pengembangan Kreativitas SDM: Empowerment of MSMEs through Synergy between Universities and Communities in Developing Human Resource Creativity
This study aims to analyze and explore the strategic role of Higher Education Institutions (HEIs) and Community Partnerships in fostering the development of Entrepreneurship, Cooperatives, and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The primary focus is on how this collaboration influences the management and enhancement of Human Resource (HR) creativity. MSMEs and Cooperatives are vital pillars of the national economy, yet they often face challenges regarding innovation, management, and HR competitiveness. HEIs, leveraging their expertise in the Tridharma aspects (Education, Research, and Community Service), hold significant potential as change accelerators. The research methodology employed is (state the method, e.g., qualitative with case studies, or quantitative with surveys). The findings are expected to demonstrate that the synergy between academics and practitioners through structured partnerships can create adaptive and innovative HR management models. The enhancement of HR creativity in this sector, achieved through training, mentoring, and technology application, significantly contributes to improved product quality, operational efficiency, and business competitiveness. Effective partnership is key to realizing a sustainable and innovation-driven entrepreneurial ecosystem
Menelusuri Kemunduran Industri Kerajinan Tenun Songket Aceh (Sebuah Asesmen Lapangan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi, tantangan, serta strategi pengembangan industri tenun songket Aceh, khususnya di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan budaya lokal (local wisdom). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dilengkapi dengan sumber sekunder dari laman web, artikel, dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan jumlah perajin menurun drastis akibat rendahnya minat generasi muda menyongket, Selain itu, masuknya produk impor murah yang memperburuk daya saing songket tradisional. Rekomendasi yang diusulkan meliputi penyediaan benang berkualitas, pelatihan regeneratif bagi perajin muda, penguatan promosi dan pemasaran digital, serta perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) terhadap motif khas songket Aceh. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan desainer untuk menjadikan songket Aceh tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga produk ekonomi kreatif yang bernilai tinggi dan berdaya saing global
Studi Analisis Kehilangan Air pada Saluran Irigasi Sekunder Muara Batu Kabupaten Aceh Utara
Daerah Irigasi Krueng Tuan memiliki luas 1.788 ha dengan luas fungsional 1.600 ha. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi dan kehilangan air pada jaringan irigasi sekunder yang terletak di Desa Meunasah Pulo, Meunasah Drang, dan Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara. Kerusakan pada penampang saluran seperti retakan menyebabkan meningkatnya kehilangan air pada saluran primer dan sekunder. Analisis dilakukan menggunakan metode perbandingan debit masuk dan debit keluar dengan data primer berupa pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter, serta data sekunder dari Dinas PUPR dan BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan air akibat evaporasi tertinggi terjadi pada saluran BMP2 sebesar 98,07%, akibat rembesan tertinggi pada saluran BMD2 sebesar 0,63%, dan akibat faktor lain tertinggi pada saluran BM3 sebesar 82,29%. Tingkat efisiensi saluran sekunder di Meunasah Pulo sebesar 21,07%, Meunasah Drang 36,05%, dan Krueng Mane 55,09%. Nilai ini jauh di bawah standar efisiensi normal saluran sekunder sebesar 90%, sehingga jaringan irigasi dinilai tidak efisien dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kehilangan air terbesar disebabkan oleh kondisi fisik saluran yang rusak, seperti retakan akibat akar tanaman, tumpukan sampah, pertumbuhan liar, pengikisan dinding, dan kebocoran akibat kurangnya perawatan. Perbaikan dan pembersihan saluran diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penyaluran air dan mendukung kebutuhan irigasi masyarakat sekitar
Exploring the Economic Impact of Banking Digitalization through Statistical and Computational Methods
In the era of the Fourth Industrial Revolution, banking digitalization has emerged as a pivotal driver of economic development, fostering efficiency, financial inclusion, and technological innovation. The increasing adoption of mobile banking, online transactions, digital payment systems, and financial technologies (FinTech) has reshaped traditional financial systems and influenced macroeconomic outcomes such as GDP growth, investment, and employment. The purpose of this study is to systematically analyze the impact of banking digitalization on economic development, with a particular focus on the role of computational and machine learning techniques in assessing digital financial inclusion. A systematic literature review (SLR) methodology was employed, covering peer-reviewed studies published between 2020 and 2025. Relevant literature was retrieved from reputable databases including IEEE Xplore, ScienceDirect, Wiley Online Library, and MDPI, using keywords such as “banking digitalization,” “digital financial inclusion,” “economic development,” and “machine learning in banking.” The review process followed a transparent screening and selection protocol based on PRISMA guidelines, resulting in 21 studies that met the inclusion criteria. The selected studies employed a range of methodologies, including panel regression, Bayesian modeling, fuzzy multi-criteria decision-making (MCDM), artificial neural networks (ANN), and SEM–ANN hybrid approaches, allowing for comprehensive analysis of quantitative and computational perspectives. The results reveal that banking digitalization exerts a strong and positive influence on economic development. Digital financial inclusion significantly contributes to GDP growth, investment, and employment, particularly in emerging economies with supportive infrastructure and policies. Moreover, computational and machine learning techniques enhance the precision of evaluating digitalization impacts, enabling predictive insights into economic outcomes and labor market dynamics. In conclusion, banking digitalization serves as a transformative mechanism for promoting sustainable economic growth. Strategic investment in digital infrastructure, human capital development, and robust regulatory frameworks is essential to maximize the socioeconomic benefits of digital finance. The integration of advanced computational techniques further supports evidence-based decision-making, ensuring that digital banking contributes effectively to inclusive and resilient economic development