Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN OLEH DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUNINGAN
The implementation of environmental health program policies in hotels and restaurants in the Sangkanhurip and Linggarjati areas, Kuningan Regency that do not optimal is the main problem that will be discussed in this study. This can be seen from the lack of communication about environmental health programs, inadequate resources, the unresponsive attitude of policy implementers, and also the complicated bureaucratic structure at the Kuningan District Health Office. The successful implementation of environmental health program policies by the Kuningan District Health Office in hotels and restaurants in the Sangkanhurip and Linggarjati areas are influenced by some factors by Edwards III, such as communication, resources, dispositions / attitudes, and bureaucratic structures. If these factors are effective, the implementation of environmental health program policies by the Kuningan District Health Office in hotels and restaurants in the Sangkanhurip and Linggarjati areas will be successful. In this study, researchers used a qualitative descriptive method that aims to understand and find out facts in the field about the for implementing environmental health program policies for the Kuningan District Health Office in hotels and restaurants in the Sangkanhurip and Linggarjati areas and then describe it systematically. The results of this study indicate that the for implementing environmental health program policies by the Kuningan District Health Office in hotels and restaurants in the Sangkanhurip and Linggarjati areas has not been optimal, because the factors put forward by Edwards III have not been implemented effectively. This can be seen from various aspects, such as inadequate socialization to hotel and restaurant owners, very minimal facilities and budget, there are still some negative responses from the implementers, and communication failures between policy implementers, and policy implementation that are not in accordance with SOPs. This can cause the objectives of the environmental health program policy cannot be implemented optimally
The Romance of Rosululloh SAW. and Aisyah R.A. in Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah Song Lyrics: Cognitive Linguistic Perspective
In the beginning of April 2020 Aisyah Istri Rasulullah song which is a song from Malaysia became one of the videos that dominated trending lists on YouTube. More than 20 video covers of the song Aisyah Istri Rasulullah have controlled the YouTube page. This study aims to describe the metaphorical forms contained in the lyrics of the song Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah by using cognitive semantics approach. This study is a descriptive qualitative research. The research data are the lyrics of the song Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah that are analyzed using a content analysis technique. The results show that the metaphors found in the lyrics of the song Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah could be classified into three types, structural metaphor, orientational metaphor, and ontological metaphor. The applying of metaphors indicates several concepts of imagery scheme, such as identity (matching), circumstance (existence) of object, imagery space in of up-down, state of form in form, the existence bounded space for limited space. The use of metaphors in Sayyidah Aisyah Istri Rasulullah song lyrics aims to convey the contents with sorted words that are easy to understand. Since many people feel that they do not know several hadits about the romance of the romantic story of Rasulullah SAW with Aisyah RA, this song comes as the essence of several hadits that can provide knowledge to the audiences in a practical and concrete wa
Designing Bantenese EFL listening media to develop senior high school students local cultural awareness
This research was carried out to develop a prototype of a local content-based audio media for teaching listening in English as a Foreign Language (EFL) for senior high school level. The research was conducted under two research questions i.e. What are the learning needs of Senior High Schools students for EFL listening media? How was the Bantenese local content-based media for listening developed? Design based Research was employed to conduct the study. Semi-structure interview and open-ended questionnaire were conducted to collect information about the students needs for listening in EFL teaching and learning activities. To figure out how the process of media development was done, an open-ended questionnaire was administered to students and to teachers in order to assess the quality of the media. Additionally, material and media expert validations were done. Data analysis revealed that first; the students needed Bantense folk tales local content-based audio media for listening materials in EFL classrooms in order to build their local cultural awareness. Second, the audio media was developed by adopting bottom-up approach undergoing iterative processes i.e. the phases of analysis of practical problem, the phases of media development, and testing and refinement phase, and reflection phase. The development processes yielded three products i.e. teacher handbook, student handbook, and MP3 listening materials which accommodates Bantenese folk tales. In conclusion, developing a local-content based learning media aiming at developing students awareness of their local culture and identity could be done through developing a teaching and learning media that addresses the students learning needs and be in accordance with English current curriculum adopted at schools
Respon Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Umur Dua Tahun Terhadap Pemberian Pupuk Mikro
Unsur hara mikro seperti B dan Cu merupakan unsur hara essensial yang harus terpenuhi bagi tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi dan fisiologi kelapa sawit TBM 2 terhadap pemberian pupuk Borat dan CuSO4.5H2O dan mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit TBM 2. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill Jonggol, Bogor pada April 2014 sampai Maret 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tiga ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sehingga terdapat 60 satuan percobaan. Perlakuan terdiri dari (M1a) 2250 g urea+1950 g SP-36+2250 g KCl+50 g borat+50 g CuSO4.5H2O vs (M1b) 3600 gNPK+50 g borat+50 g CuSO4.5H2O, serta (M0a) 2250 g urea+1950 g SP-36+2250 g KCl vs (M0b) 3600 g NPK. Data yang diperoleh dianalisis ragam taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk mikro hanya berpengaruh nyata terhadap kadar hara B umur 18 bulan yang terlihat pada perlakuan (M1a) vs (M1b) dan perlakuan (M1b) menghasilkan kadar hara B yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan (M1a).Kata kunci : boron, fisiologi, morfologi, tembag
Respons Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk NPK Berbeda Dosis
Pembibitan merupakan salah satu tahapan penting yang akan menentukan tingkat pertumbuhandan perkembangan tanaman kelapa sawit selanjutnya. Oleh karena itu diperlukan perhatian yangberfokus pada penyediaan unsur hara bagi bibit kelapa sawit yang cukup baik secara kualitas maupunkuantitas. Dilakukan percobaan terkait hal ini yang dilaksanakan di kebun percobaan CiparanjeFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Baratdengan ketinggian tempat 732 meter di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam percobaanini adalalah percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tujuhperlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi: A = 10 g pupuk NPK, B = 1 kg pupuk kascing, C = 1kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, D = 1 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK, E = 2 kg pupukkascing, F = 2 kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, G = 2 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK. Datayang diperoleh diuji menggunakan SASM, jika hasil pengujiannya signifikan maka dilanjutkan denganUji Jarak Berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan memberianpupuk kascing pada bibit kelapa sawit mampu mengurangi 50 75% dosis pupuk anorganik denganadanya respons pertumbuhan bibit kelapa sawit yang cukup baik. Pemberian 1-2 kg pupuk kascing yangdikombinasikan dengan dengan 2.5 5 g pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlahdan luas daun serta luas kanopi bibit kelapa sawit fase pembibitan utama (main nursery).Kata kunci : bibit kelapa sawit, pupuk kascing, pupuk NPKPembibitan merupakan salah satu tahapan penting yang akan menentukan tingkat pertumbuhandan perkembangan tanaman kelapa sawit selanjutnya. Oleh karena itu diperlukan perhatian yangberfokus pada penyediaan unsur hara bagi bibit kelapa sawit yang cukup baik secara kualitas maupunkuantitas. Dilakukan percobaan terkait hal ini yang dilaksanakan di kebun percobaan CiparanjeFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Baratdengan ketinggian tempat 732 meter di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam percobaanini adalalah percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tujuhperlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi: A = 10 g pupuk NPK, B = 1 kg pupuk kascing, C = 1kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, D = 1 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK, E = 2 kg pupukkascing, F = 2 kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, G = 2 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK. Datayang diperoleh diuji menggunakan SASM, jika hasil pengujiannya signifikan maka dilanjutkan denganUji Jarak Berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan memberianpupuk kascing pada bibit kelapa sawit mampu mengurangi 50 75% dosis pupuk anorganik denganadanya respons pertumbuhan bibit kelapa sawit yang cukup baik. Pemberian 1-2 kg pupuk kascing yangdikombinasikan dengan dengan 2.5 5 g pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlahdan luas daun serta luas kanopi bibit kelapa sawit fase pembibitan utama (main nursery).Kata kunci : bibit kelapa sawit, pupuk kascing, pupuk NP
The Effect of Communication and Motivation on Employee Performance CV. Eternal Moon Bienar in East Jakarta
This study aims to determine how the influence of communication and motivation on employee performance at CV. Eternal Moon Bienar East Jakarta. The method used in this research is descriptive quantitative method. The sampling technique used is random sampling using a sample of 50 respondents. Data analysis used validity test, reliability test, normality test, non multicollinearity test, non autocorrelation test, non heteroscedasticity test, multiple linear regression test, correlation coefficient test, coefficient of determination and significant test (t and f test). The results of the study can be concluded that communication and motivation have a positive effect on the performance of CV employees. Eternal Moon Bienar. This is evidenced by the simple linear regression coefficient of Communication (X1) and Motivation (X2) on Performance (Y) is Y = 7.579 + 0.189X1 + 0.641X2 with the interpretation of the value of the communication correlation coefficient Adj R 0.408 meaning that the two variables have a moderate level of relationship. While the value of the coefficient of motivation adj r of 0.551 means that the two variables have a moderate level of relationship. The level of significance of the effect of communication on employee performance is significant. This can be seen from the value of T arithmetic > T table ( 5.899 >1,678). Likewise, the level of significance of the influence of motivation on employee performance is significant, this can be seen from the value of t count > t table (7,820 > 1,678). Hypothesis Testing obtained the calculated F value > F table (32,061 > 3,200) so that it can be concluded that H0 is rejected and H3 is accepted. This means that there is a positive and simultaneous influence between communication and motivation on employee performance CV. Eternal Moon Bienar
Analisis Kesalahan Siswa Menyelesaikan Masalah Logaritma berdasarkan Taksonomi Solo dan Kemandirian Belajar
Abstrak. Matematika memiliki peranan yang penting dalam memajukan pendidikan. Kemampuan memecahkan masalah dapat mendukung kemajuan tersebut dalam matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan siswa kelas X dalam memecahkan masalah logaritma berdasarkan taksonomi Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) yang ditinjau dari aspek kemandirian belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis kesalahan pada penelitian ini ditinjau dari tiga aspek kesalahan yaitu: (1) Kesalahan Konseptual; (2) Kesalahan Prosedural; dan (3) Kesalahan Teknik. Bentuk pengambilan data yaitu dengan pemberian soal tes tentang logaritma dan pemberian angket kemandirian belajar. Hasil menunjukkan bahwa persentase terbesar yaitu pada tingkat Relational dengan tipe kemandirian cukup mandiri. Dari sampel yang telah diteliti, kemampuan menyelesaikan masalah logaritma perlu ditingkatkan.Kata Kunci: Analisis kesalahan, Kemandirian Belajar, Taksonomi SOLO
Auditory Intellectually Repetition: Apakah Berdampak Pada Kemampuan Pemahaman Geometri Siswa Berkemampuan Rendah?
Abstrak Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan kemampuan pemahaman matematis khususnya dalam geometri masih rendah. Metode yang relevan diperlukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian Quasi eksperimen dengan Static Group Comparison Design ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dampak proses belajar menggunakan Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap kemampuan pemahaman matematika siswa berkemampuan rendah. Subjek penelitian berjumlah 63 siswa kelas VII salah satu sekolah yang memiliki nilai Ujian Nasional (UN) matematika di bawah rerata nilai UN matematika di Indramayu, Jawa Barat. Dua kelas diambil dengan acak dari seluruh kelas VII, satu kelas mendapatkan pembelajaran dengan model AIR, sedangkan satu kelas yang lain mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes kemampuan pemahaman geometri berbentuk uraian. Berdasarkan penelitian ini model AIR berdampak secara signifikan pada kemampuan pemahaman geometri siswa berkemampuan rendah. Implikasi dari penelitian ini adalah siswa yang memiliki kemampuan rendah membutuhkan model pembelajaran yang tepat.Kata Kunci: model pembelajaran, Auditory Intellectually Repetition, pemahaman Geometri, siswa berkemampuan rendah
Analisis Kemampuan Numerik Peserta Didik: Dampak Strategi Lightening The Learning Climate dan Tipe Kepribadian Keirsey
Abstrak. Kemampuan dasar numerik dalam mengoperasikan bilangan dengan penggunaan fungsi-fungsi hitung dasar memiliki peran penting dalam meningkatkan kecepatan, kecermatan, penalaran untuk menyelesaikan soal matematika. Penelitian kuantitatif ini mengkaji kemampuan numerik peserta didik dengan mengimplementasikan strategi lightening the learning climate (LLC) dan tipe kepribadian keirsey. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan jumlah sampel sebanyak 61 peseta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket kepribadian keirsey. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan numerik matematis antara peserta didik yang dipengaruhi oleh strategi pembelajaran LLC, tidak terdapat peningkatan kemampuan numerik matematis antara peserta didik yang diakibatkan oleh tipe kepribadian keirsey, sedangkan tidak terdapat peningkatan kemampuan numerik matematis antara peserta didik yang diakibatkan oleh interaksi antara strategi LLC dan tipe kepribadian keirsey. Implementasi strategi LLC yang diberikan berdampak baik pada peningkatan kemampuan numerik peserta didik.Kata Kunci: Kemampuan Numerik Matematis; Kepribadian Keirsey; Lightening the Learning Climate
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP dalam Matematika Nalaria berdasarkan Jenis Kelamin
Abstrak. Kemampuan komunikasi matematis siswa merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa dan menjadi salah satu standar dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika nalaria berdasarkan jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri di Jember yang berjumlah 29 siswa, 15 laki-laki dan 14 perempuan.Data dikumpulkan menggunakan tes tertulis dan tes lisan. Triangulasi data menggunakan metode sumber, yaitu menguji kesesuaian antara data dari tes tertulis dan tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki memiliki kemampuan komunikasi matematis yang hampir sama baiknya dengan siswa perempuan, dan termasuk dalam kategori Cukup. Perbedaannya adalah, siswa laki-laki memiliki kemampuan komunikasi tertulis lebih baik dari siswa perempuan, sedangkan siswa perempuan memiliki kemampuan komunikasi lisan lebih baik dari siswa laki-laki. Dari hasil ini direkomendasikan kepada guru matematika di sekolah untuk terus melatih siswa memecahkan masalah matematika nalaria agar kemampuan komunikasi matematis siswa dapat meningkat.Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Masalah Matematika Nalaria, Jenis Kelamin