Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
Analisis Pemahaman Konsep Perbandingan Trigonometri Pada Siswa SMA
Abstrak. Pemahaman konsep sangat diperlukan siswa untuk mempelajari materi trigonometri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Pemahaman Konsep Matematika peserta didik kelas X dan mengetahui faktor yang mempengaruhi Kemampuan pemahaman konsep matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus untuk menganalisis pemahaman konsep matematika peserta didik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru matematika dan peserta didik kelas X MIA sebanyak 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X MIPA pada salah satu SMA di Kota Depok dalam materi perbandingan trigonometri masih rendah. Faktor yang menyebabkannya adalah cara mengajar guru yang kurang mengembangkan model pembelajaran dalam materi yang akan disampaikan sehingga menyebabkan peserta didik merasa bosan dalam proses pembelajaran, serta guru juga kurang memperhatikan kemampuan pemahaman konsep masing-masing siswa. Selain itu, cara belajar peserta didik yang kurang memperhatikan guru pada saat guru sedang menyampaikan materi dikelas dan yang ketiga yaitu kurangnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran matematika.Kata Kunci: Materi Perbandingan Trigonometri, Pemahaman Konsep, Siswa SM
Didactical Design of Mathematical Reasoning in Mathematical Basic Concepts of Courses
Abstract. This research is motivated by the epistemological difficulties of students in mathematical concepts. This research aims to make a didactic design in courses of Mathematics Basic Concepts. The method used in this research is Didactic Design Research (DDR). This research was conducted at the University majoring in Elementary School Teacher Education in the first semester in Riau, who attended in courses of Mathematics Basic Concepts as many as 43 students. Data collection techniques in this research were carried out by triangulation which is a combination of written tests, interviews and documentation studies, with data sources of students and lecturers. The results of the study were didactic designs consisting of three learning designs. Didactic design was developed through three stages. Firstly arranging an initial didactic design based on student difficulties, secondly a methapedadidactic analysis is carried out while learning takes place and thirdly a retrospective analysis is done by comparing the results of the initial obstacle learning test and the results of the final obstacle learning test. The retrospective analysis carried out by comparing the results of the initial obstacle learning test and the results of the final obstacle learning test. Result shows that there are fewer student learning difficulties and some are still happening, so that a revised didactic design is needed to improve the initial didactic design so that student learning difficulties can be overcome. The results of the didactic design implementation of students' mathematical reasoning concepts are in accordance with the predictions of the responses made.Keywords: Didactic Design, Mathematical Reasoning, Learning Obstacle, Retrospective Analysis
Fraud Hexagon dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud Perusahaan Perbankan di Indonesia
AbstractCases of fraud are increasing from year to year and the costliest type of fraud is financial statement fraud which causes substantial losses for the company and users of financial statement. The aim of this research is to analyze fraud hexagon on detecting financial statement fraud of banking companies listed in Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2019. The research population is 46 banking companies listed in Indonesia Stock Exchange. Purposive sampling method is used on this research. The sample chosen with matching criteria is 41 companies with a total observation of 205. Logistic regression method is used to analyze data and data processing was performed with IBM SPSS 26. The research results indicated that the financial target, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, and frequent number of CEOs picture do not have an effect in detecting financial statement fraud on listed banking companies. Meanwhile, collusion has an effect in detecting financial statement fraud on listed banking companies.Keywords: Fraud hexagon; Financial statement fraud; Banking company.Abstrak Kasus kecurangan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan yang paling merugikan ialah kecurangan laporan keuangan serta menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan bagi pengguna laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor fraud hexagon dalam mendeteksi financial statement fraud pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2019. Populasi yang digunakan adalah 46 perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah 41 perusahaan perbankan dengan total observasi adalah sebanyak 205. Metode analisis data menggunakan metode regresi logistik dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 26 untuk melakukan pengujian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial target, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, dan frequent number of CEOs picture tidak memiliki pengaruh dalam mendeteksi financial statement fraud. Sedangkan, variabel collusion memiliki pengaruh dalam mendeteksi financial statement fraud.Kata Kunci: Fraud hexagon; Kecurangan laporan keuangan; Perusahaan perbankan
Penggunaan Teori Sosial dalam Paradigma Interpretif pada Penelitian Akuntansi
AbstractThe development of the scope of accounting research has led to a more dynamic paradigm of accounting research and the use of social theory to uncover a phenomenon. This study aims to interpret and explain social theory in the interpretive paradigm and its use for the development of accounting research. Qualitative research methods with interpretive paradigms were used in this study and in-depth interviews with key informants were conducted to obtain data. The results of the study revealed that the interpretive paradigm became very relevant to be used in the scope of accounting research to express the true realities that occur between accountant and science of accounting, the environment, and organizational culture. The results of this study also reveal that social theory ethnographic, ethnomethodology, phenomenology, symbolic interactions and structuration in their methodology provide a variety of concerns that want to be expressed in different ways and focus of observation. The results of this study also reveal that the use of social theories as a research method in accounting research related to other social sciences such as sociology and anthropology were able to answer the scope and phenomena of the accountant interactions.Keywords: Accounting; Ethnography; Ethnomethodology; Phenomenology; Symbolic interaction and Structuration.Abstrak Berkembangnya ruang lingkup penelitian akuntansi menyebabkan semakin dinamisnya paradigma penelitian akuntansi dan penggunaan teori sosial untuk mengungkap suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai dan menjelaskan teori sosial dalam paradigma interpretif dan pemanfaatannya untuk perkembangan penelitian akuntansi. Metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif digunakan dalam penelitian ini dan wawancara mendalam terhadap informan kunci dilakukan untuk memperoleh data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paradigma interpretif menjadi sangat relevan digunakan pada penelitian di bidang akuntansi dalam mengungkapkan realitas yang sebenarnya terjadi antara akuntan dengan ilmu akuntansi, lingkungan, dan budaya organisasi. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa teori sosial etnografi, etnometodologi, fenomenologi, interaksi simbolik dan strukturasi dalam metodologinya memberikan keragaman perhatian yang ingin diungkap dengan cara dan fokus pengamatan yang berbeda. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penggunaan teori teori sosial sebagai metode penelitian dalam penelitian akuntansi berkaitan dengan ilmu sosial lain seperti sosiologi dan antropologi yang mampu menjawab lingkup dan fenomena interaksi para pelaku akuntansi tersebut. Dengan demikian maka penelitian akuntansi tidak bisa memisahkan antara subjek dan objek penelitian.Kata kunci: Akuntansi; Etnografi; Etnometodologi; Fenomenologi; Interaksi simbolik dan Strukturasi
Pengaruh Efikasi Diri dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Intensi Kewirausahaan Mahasiswa
Abstract: This study aims to determine the effect of self-efficacy and entrepreneurship education on student entrepreneurial intentions. The method used was a survey method using a questionnaire, which was tested by validity and reliability tests, to collect research data. Respondents who were the sample of the study were 125 students. The sampling technique used was purposive sampling method using several predetermined criteria. Data analysis using multiple linear regression analysis. The results showed that, partially self-efficacy has a positive and significant effect on student entrepreneurial intentions, as well as entrepreneurship education has a positive and significant effect on student entrepreneurial intentions. In addition, self-efficacy and entrepreneurship education simultaneously have a positive and significant effect on student entrepreneurial intentions..Keywords: College Student; Education; Entrepreneurship; Intention; Self-efficacy.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner, yang diuji dengan uji validitas dan reliabiitas, untuk mengumpulkan data penelitian. Responden yang menjadi sampel penelitian yang sebanyak 125 mahasiswa. Teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial efikasi diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa, demikian halnya pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa,. Selain itu, efikasi diri dan pendidikan kewirausahaan secara simulta berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa..Katakunci: Efikasi diri; Intensi; Kewirausahaan; Mahasiswa; Pendidikan
KONFLIK DAN KETEGANGAN ANTARA MORAL DAN HUKUM DALAM HUKUM ISLAM
Konflik dasar dalam yurisprudensi Islam terbagi dalam beberapa hal pokok yang terus menjadi perdebatan para cendikiawan Islam. Konflik dasar tersebut antara lain, konflik dan ketegangan antara wahyu dan akal, konflik dan ketegangan antara kesatuan dan keragaman, konflik dan ketegangan antara idealisme dan realisme, konflik dan ketegangan antara otoritas dan kebebasan, konflik dan ketegangan antara moral dan hukum serta konflik dan ketegangan antara stablitas dan perubahan. Dengan melihat berbagai konflik dasar tersebut, ketegangan yang terjadi antara moral dan hukum menjadi salah satu hal penting untuk dikaji guna memahami secara mendalam interkoneksitas diantara moral dan hukum dalam penetapan terlebih lagi dalam penerapan hukum Islam. Pokok bahasan dalam artkel ini adalah konflik dan ketegangan dalam hukum islam: antara moral dan hukum dengan sub bahasan relasi antara hukum dan moralitas dan interkoneksitas hukum dan moralitas dalam konteks hukum Islam. Islam dalam pelaksanaannya sangat memperhatikan nilai akhlak (moral) dalam seluruh aspeknya yang merupakan akibat dari karakteristik rabbaniyah. Ruang lingkup hukum Islam mencakup semua bentuk hubungan, baik kepada Tuhan maupun manusia. Karena sumber, sifat dan tujuannya, hukum Islam secara ketat diikat oleh etika agama. Oleh karena itu, hukum Islam sama sekali dan selamanya tidak mengakui pemisahan peraturan perundang-undangan dari moralitas. Konflik antara hukum dan moralitas ini muncul sebagai hasil persinggungan dengan sistem hukum barat, yang memisahkan antara hukum dan moralitas. Dalam Al Quran sebagai sumber hukum Islam, tidak ada perbedaan yang jelas antara moratitas dan peraturan hukum. Al Quran menetapkan tentang baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, disamping menetapkan peraturan hukum yang disertai dengan sanksi-sanksi
KETAHANAN PANGAN DAN BUDI DAYA PERTANIAN BERKELANJUTAN DALAM ASPEK HAK ASASI MANUSIA
Penataan lingkungan hidup dan tata ruang yang baik (peruntukan) adalah kunci dari penyelenggaraan budi daya pertanian berkelanjutan, Makalah ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan, serta relasi pangan dan hak asasi manusia. Tipe penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Undang-Undang Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety), hal ini karena ketahanan pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia
URGENSI PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM PADA TINDAK PIDANA NARKOTIKA
Keadilan Restoratif pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan diversi, yaitu penyelesaian perkara pidana anak dengan cara musyawarah yang melibatkan Anak dan orang tua/Walinya, korban dan/atau orang tua/Walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional. Akan tetapi, proses diversi ini hanya dapat dilakukan untuk tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara di bawah 7 tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum pada tindak pidana narkotika. Tipe penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yang berlokasi di Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Kejaksaan Negeri Makassar dan Pengadilan Negeri Makassar. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan melalui hasil wawancara, kuisioner, survey, dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi dari sistem diversi untuk mewujudkan keadilan restoratif pada tahap penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan pada persidangan pengadilan telah memegang peranan yang cukup sentral dalam penyelesaian perkara pidana anak, hanya saja belum terdapat koordinasi yang baik dalam pelaksanaannya masing-masing dikarenakan baru lembaga Mahkamah Agung yang mengeluarkan Peraturan Pelaksanaan (PP) terkait pelaksanaan diversi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP GAMBARAN HEPATOSIT PADA HARI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE-DAWLEY YANG DIINDUKSI SOFT DRINK
Latar Belakang: Konsumsi soft drink berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan perlemakan hati bukan karena alkohol. Buah bit (Beta vulgaris L.) yang mengandung banyak antioksidan sebagai hepatoprotektor. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buat bit (Beta vulgaris L.) dalam mengurangi kerusakan hepatosit pada hati tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawley yang diinduksi soft drink. Metode: Dilakukan di Laboratorium PAU UGM, Laboratorium PA RSUD Gunung Jati dan Laboratorium Biomedis FK UGJ. Rancangan penelitian post test only group design. Terdiri dari 4 kelompok dengan K1 pakan minum standar, K2 soft drink 6 ml/hari, K3-K4 soft drink 6 ml dengan 4,5 mg/200 gBB (K3) dan 9 mg/200 gBB (K4). Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro Wilk dilanjutkan dengan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Pemeriksaan histopatologi menunjukkan hepatosit K1 dalam keadaan normal, K2 nekrosis zona 3, K3 degenerasi parenkimatosan dan K4 degenerasi hidropik. Tingkat kerusakan pada K1, K2, K3 dan K4 p=0,000. Perbedaan bermakna pada K1 dengan K2, K3, K4 (p=0,001), K2 dengan K3, K4 (p=0,001), K3 dan K4 tidak memiliki perbedaan bermakna (p=0,209). Simpulan: Ekstrak buah bit dosis 4,5 mg/200 gBB dan 9 mg/200 gBB memiliki efek hepatoprotektif yang sama dalam mencegah kerusakan hepatosit. Kata kunci: bit, Beta vulgaris, soft drink, hepatoprotektif.ABSTRACTBackground: Excessive consumption of soft drinks in the long term can cause fatty liver not due to alcohol. Beetroot (Beta vulgaris L.) which contains many antioxidants as hepatoprotectors. Objective: To determine the effect of beetroot extract (Beta vulgaris L.) in reducing hepatocyte damage in the liver of male white rats (Rattus norvegicus) Sprague-Dawley strain induced by soft drink. Methods: Conducted at the Laboratory of PAU UGM, Laboratory of PA at Gunung Jati Hospital and Biomedical Laboratory of FK UGJ. The research design is post test only group design. Consisting of 4 groups with K1 standard drinking feed, K2 soft drink 6 ml/day, K3-K4 soft drink 6 ml with 4.5 mg/200 gBW (K3) and 9 mg/200 gBW (K4). The research data were statistically analyzed using the Shapiro Wilk test followed by Kruskal-Wallis and Mann Whitney. Results: Histopathological examination showed normal K1 hepatocytes, zone 3 necrosis K2, K3 parenchymatous degeneration and K4 hydropic degeneration. Damage level at K1, K2, K3 and K4 p=0.000. There was a significant difference between K1 and K2, K3, K4 (p=0.001), K2 and K3, K4 (p=0.001), K3 and K4 had no significant difference (p=0.209). Conclusion: Beetroot extract doses of 4.5 mg/200 gBW and 9 mg/200 gBW had the same hepatoprotective effect in preventing hepatocyte damage. Keywords: beetroot, Beta vulgaris, soft drink, hepatoprotective
POLA DAN KEPEKAAN KUMAN BIAKAN SPUTUM SERTA KARAKTERISTIK PASIEN PNEUMONIA DI RSUP. DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
ABSTRAKLATAR BELAKANG, Pneumonia merupakan penyebab kematian dan angka perawatan yang tinggi, baik di dunia maupun di Indonesia. Pemeriksaan gram dan biakan sputum merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah dan tidak invasif pada diagnosis pneumonia. Pada pedoman IDSA/ATS ditemukan kuman yang berbeda dengan penelitian EPIC II di Asia pada tahun 2007. Efikasi antibiotik dipegaruhi oleh tingkat resistensi kuman yang semakin meningkat dan perubahan pola kuman multiresisten. Pola kuman dan kepekaan serta karakteristik pasien pneumonia di institusi lokal perlu diketahui agar dapat memberikan rekomendasi terapi empiris yang lebih sesuai dengan kuman penyebab. METODE, penelitian deskriptif terhadap pasien pneumonia berusia lebih dari 14 tahun , tanpa intubasi dan/atau penggunaan ventilator, yang telah dikonsultasikan ke divisi Respirologi dan penyakit kritis, dan dirawat di SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sejak 1 April 2016 sampai dengan 30 Juni 2016. HASIL, 87 pasien dengan pneumonia memberikan hasil biakan sputum dengan pola kuman yang cukup berbeda dengan pedoman IDSA/ATS, terutama pola kuman penyebab CAP. Kuman penyebab CAP terbanyak adalah Klebsiella pneumoniae (28,9%), Penyebab HCAP terbanyak adalah Acinetobacter baumanii (19%) dan penyebab HAP terbanyak adalah Pseudomonas aeruginosa (23,8%). Bakteri K.pneumoniae pada pasien HCAP resisten terhadap antibiotik golongan sefalosporin, A.baumanii pada CAP dan HAP memiliki resistensi hingga 50% terhadap Sefalosporin generasi ke-3, dan P.aeruginosa banyak ditemukan resisten hingga 40% terhadap sefepim, namun masih sensitif terhadap meropenem. SIMPULAN, Pola kuman yang ditemukan pada penelitian ini berbeda dengan pola yang dipaparkan oleh IDSA/ATS. Pemberian antibiotik definitif disesuaikan dengan hasil biakan sputum dan kepekaannya, namun pemberian antibiotik empiris harus disesuaikan dengan pola kuman dan kepekaan di institusi lokalKata Kunci: Pneumonia, Sputum, Pola Kuman, Resistensi.ABSTRACTINTRODUCTION. Pneumonia causes high mortality and morbidity around the world including Indonesia. Sputum stain and culture is simple, easy and uninvasive way to determine causal pathogen. Guidelines such as IDSA/ATS guideline suggest different patterns of microorganism compare to EPIC II Study in Asia. Antibiotic efficacy were affected by increasing pathogen resistance level and changes in multi-resistance pathogens. The needs of localized pathogen pattern and resistance level, as well pneumonia patients characteristics were to have a proper antibiotics recommendation. METHODS. Descriptive study on over 14 years old pneumonia Patients with no use of intubation or ventilator. Patients were consulted to critical illness and respirology division and admitted to Internal Medicine Ward RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Study conducted since 2016, 1st April to 2016, 30th of June. RESULTS. Eighty-Seven patients were positive sputum-culture pneumonia. Patterns of microorganism differ from guidelines, especially CAP Pathogens. Most pathogen for CAP is Klebsiella pneumoniae (28,9%), HCAP caused mostly by Acinetobacter baumanii (19%) and casual for HAP were Pseudomonas aeruginosa (23,8%). HCAP K.pneumoniae resistent to cephalosporin, CAP and HAP A.baumanii had 50% resistancy to 3rd generation cephalosporin and P.aeruginosa resistant to Cefepime up to 40% but sensitive to meropenem. CONCLUSION. Pathogen pattern discovered in this study were differ compared to those in IDSA/ATS Guidelines. Definitive antibiotic therapy must be correspond to pathogen culture and sensitivity results, but Empirical antibiotic must be adjusted to local pathogen and resistance.Kata Kunci: Pneumonia, Sputum, Pola Kuman, Resistensi.Keywords: Three, Upto, Five, Word