Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
Deixis in Joe Biden’s Speech Inaguration
The objective of this study is to identify the kinds of deixes behind the inauguration address of President Joe Biden and to identify the significance of them are shown in the most prevalent deictic words in the Inaugural Speech of Joe Biden. In addition, The study investigates the contribution this research provides to pragmatics teaching. Descriptive qualitative method was employed for data analysis, because it examines the various kinds of deixis seen in this speech. The researchers have written the speech into script, analyzed the deixis utilized, identified the type of deixis, and figure out the deixis contributions in pragmatics class. The findings revealed that three deixis, namely personal, spatial, and temporal deixis were identified in the inauguration address of Joe Biden; Personal deixis (67% data), spatial deixis (21% data) temporal deixis (12% data). After analyzing the three types of deixis in the speech of Joe Biden, the researchers has concluded that in first person deixis the term we become the most commonly used. As President of the United States, he represents the people of the United States in carrying out specified tasks and taking measures that benefit the country. The explanations of deixis also indicated that personal deixis was the most significant type to be found in Joe Biden’s speech inauguration. This research can be utilized by lecturers in particular in the deixis field as teaching material on pragmatics. The research is intended to inform students of the fact that analysis of pragmatics is a solution for those who take a lesson in university Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis deiksis di balik pidato pelantikan presiden Joe Biden serta mengidentifikasi makna penting yang diperlihatkan dalam kata-kata paling umum dalam pidato pelantikan Joe Biden. Selain itu, dalam studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi dalam penelitian ini terkait pengajaran pragmatis. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data, karena dalam studi ini mengamati beberapa jenis-jenis deixis dalam pidato tersebut. Peneliti telah menulis pidato kedalam naskah, menganalisis deiksis yang muncul, mengidentifikasi jenis deiksis, dan menemukan kontribusi dalam kelas pragmatik. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat tiga jenis deiksis; personal, spatial, temporal yang telah diidentifikasi. Sebanyak 67% personal deiksis, 21% spatial deiksis, dan 12% temporal deiksis. Setelah menganalisis ketiga tipe deiksis dari pidato Joe Biden, peneliti menyimpulkan bahwa dalam personal deiksis, kata we menjadi kata yang sering dipakai. Sebagai presiden Amerika Serikat, Joe Biden mewakili rakyat Amerika Serikat dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu dan mengambil Langkah-langkah yang menguntungkan negara. Penjelasan mengenai deiksis juga menunjukkan bahwa personal deiksis adalah jenis yang paling penting dalam penyajian pidato oleh Joe Biden. Penelitian ini dapat digunakan oleh para dosen khususnya di bidang deiksis sebagai bahan pengajaran atas pragmatics. Penelitian ini dimaksudkan untuk menginformasikan siswa sebuah fakta bahwa analisis pragmatik adalah sebuah solusi bagi mereka yang mengambil pelajaran di universita
Pedagogical perspectives on teaching English for pre-school children during Covid-19 pandemic: An ethnographic study
The Indonesian government had announced a large scale of social and physical distancing since the COVID-19 Pandemic occurred in Indonesia in March 2020. It leads to the restriction of educational institutions, particularly formal secondary and elementary schools. Teachers, parents, and students are encouraged to adapt well to the situation. The Indonesian government has released a new temporary learning policy during Pandemic for elementary school students, called the emergency curriculum. It urges elementary school students to learn at home through teacher supervision via online platforms. It is not simple to educate and teach children at home, mainly teaching English for parents busy with their jobs. By employing an ethnographic study in an early childhood education institution in Bogor, this research investigates the online learning and blended learning process during the COVID-19 Pandemic, specifically learning English. The advantages, challenges, and weaknesses of the English teaching-learning process will be explored and related. Recommendation for further studies and other learning management processes during Pandemic will be encouraged as the significance of the research
Analisis Nilai Tambah Produksi Pakan Lele Dari Sampah Organik
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dan keuntungan yang diperoleh dari proses pengolahan sampah organik menjadi pakan ikan. Pakan ikan dengan memanfaatkan sampah organik mampu menjadi alternatif pengganti pakan komersial yang dapat menekan ongkos produksi sekaligus mengurangi food loss dan food waste di masyarakat. Penelitian dilakukan di Komunitas Peduli Lingkungan (Kopeling) warga RW 05 Kelurahan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa Barat yang sudah berhasil memproduksi pakan lele dari sampah organik. Analisis kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini antara lain analisis nilai tambah pada hasil produksi pakan organik dan penentuan harga pokok produksi pakan organik. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan setiap satu kilogram bahan baku sampah menjadi pakan organik adalah Rp. 7.943,3/kg sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk produksi pakan per kg hanya sebesar Rp 36,74,- Kata kunci: lele, organic, pakan, limbah, metode hayam
Pengaruh Verbal Reinforcement pada Motivasi Belajar Siswa
Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari pemberian penguatan verbal (verbal reinforcement) pada saat pembelajaran berlangsung terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ex-post facto dengan desain regresi yaitu mencari pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Penelitian ini dilaksanakan di SD 24 Pakkana, Kabupaten Sengkang. Sebanyak 30 orang siswa kelas V sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa kelas V di SD 24 Pakkana, Kabupaten Sengkang. Besarnya nilai koefisien korelasi yang dilambangkan dengan R yaitu sebesar 0.955. Sedangkan besarnya persentase (%) pengaruh yang ditimbulkan variabel bebas (pemberian penguatan verbal) terhadap variabel terikat (motivasi belajar siswa) yang dilambangkan dengan R square (R2) yaitu 0.911, artinya bahwa pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y) adalah sebesar 91.1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari yang diteliti. Jadi, konstribusi pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa sebesar 91.1%.Kata Kunci: pengaruh, penguatan verbal, motivasi belaja
Does Balancing Fund Affect Economic Growth and Poverty Level in Central Java?
AbstractFiscal federalism copes with the division of governmental function and financial relations among levels of authorities. The objective of this research was to give empirical evidence about the effects of Local Own-Source Revenue (PAD), Revenue Sharing Fund (DBH), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), and Local Expenditure (BD) on economic growth and poverty level. The data of this study were sourced from secondary data. The data collection method used was mechanical observation technique. Panel data from 35 districts and municipalities in Central Java province throughout 2009-2018 were analyzed by multiple regression analysis. This study concludes that balancing funds have an affect on increasing economic growth (except DBH) and reducing poverty levels even though not as effective as PAD. In contrast, local expenditure does not have an affect on increasing economic growth and reducing poverty levels. This study supports the fiscal federalism theory, that the allocation of sources can be accomplished effectively by states and local governments. Balancing funds have an affect on increasing economic growth and decreasing poverty levels.Keywords: Growth; Local expenditure; Local revenue; Poverty Abstrak Federalisme fiskal berkaitan dengan pembagian fungsi pemerintahan dan hubungan keuangan di antara tingkat-tingkat pemerintahan. Studi ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang dampak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Belanja Daerah (BD). pada pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder yang berasal dari Biro Pusat Statitstik Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi mekanik. Data panel dari 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2009-2018 dianalisis dengan analisis regresi berganda. Studi ini menyimpulkan bahwa dana perimbangan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi (kecuali DBH) dan penurunan tingkat kemiskinan meskipun tidak seefektif PAD. Sebaliknya, belanja daerah tidak berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan. Studi ini mendukung teori federalisme fiskal, bahwa alokasi sumber dapat dilakukan secara efektif oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dana perimbangan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskina.Katakunci: Belanja daerah; Kemiskinan; Pendapatan daerah; Pertumbuha
Internal growth rate dan nilai intrinsik dalam kaitannya dengan nilai pasar
Abstract. The purpose of this study is to examine the affect of Internal Growth Rate (IGR) toward market value and intrinsic value on the real estate companies which are listed in Indonesia Stock Exchange. The number of populations are all companies which are listed in Indonesia Stock Exchange. The sample was selected using purposive sampling method. Data source is the annual report of real estate companies taken through of the official website of Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id). Multiple Regression Analysis (MRA) used as analysis techniques using SPSS program. Profitability and Dividend Policy represented Internal Growth Rate. Profitability proxy with Du Pont Analysis, Divided policy proxy with Dividend Payout Ratio, while Intrinsic value proxy with earning multiplier. The result this study shows that profitability has a positive effect on market value, dividend policy has a positive effect on market value, intrinsic value has a positive effect on market value..Keywords: Internal Growth Rate; Intrinsic Value; Market ValueAbstrak. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Internal Growth Rate (IGR) terhadap nilai pasar dan nilai intrinsik pada perusaaan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Sumber data berasal dari laporan keuangan perusahaan real estate yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Multiple Regression Anaylis (MRA) digunakan sebagai teknik analisis menggunakan program SPSS. Profitabilitas dan Kebijakan dividen merupakan represntasi dari IGR. Profitabilitas diukur dengan analisis Du Pont, kebijakan dividen diukur dengan rasio pembagian dividen, sedangkan nilai intrinsik diukur dengan earning multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai pasar. Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai pasar. Nilai intrinsik berpengaruh positif terhadap nilai pasar.Katakunci: Internal Growth Rate; Nilai Intrinsik; Nilai Pasa
Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan IT yang melakukan WFH: mediasi kesejahteraan di tempat kerja
Abstract: The purpose of this study is to analyze the factors that influence technostress, and analyze innovation culture, technostress, WFC, burnout on performance with WWB as a mediating variable. The sampling method in this study was used to distribute online questionnaires with 295 IT employees who were doing WFH in the last six months. The analytical approach in this study used path analysis. The results showed that: Innovation culture and technostress have a significant effect on technostress. Technostress, burnout, and WFC have a significant effect on performance. Technostress has a significant effect on WWB, while burnout and WFC variables have no significant effect on WWB. WWB mediates significantly between the effect of technostress on performance, but WWB is not able to mediate the effect of burnout on performance and not mediate work-family conflict on performance. Keywords: Innovation Culture; Performance; Self-efficacy; Stress; Work-Family Conflict; Well-Being Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi teknostres (budaya inovasi dan efikasi diri). Serta, menganalisis pengaruh teknostres, WFC, burnout terhadap kinerja dengan WWB sebagai variabel mediasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner secara online dengan 295 karyawan di bidang IT yang melakukan WFH 6 bulan terakhir sebagai sample penelitian. Pada penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Budaya inovasi dan teknostres signifikan terhadap teknostres. Teknostres, burnout dan WFC signifikan terhadap kinerja. Teknostres berpengaruh signifikan terhadap WWB, sedangkan variabel burnout dan WFC tidak signifikan terhadap WWB. WWB memediasi secara signifikan antara pengaruh teknostres terhadap kinerja, tetapi WWB tidak mampu memediasi pengaruh burnout dan juga WFC terhadap kinerja. Katakunci: Budaya Inovasi; Efikasi Diri; Kinerja; Stres; Work-Family Conflict; Well-Bein
URGENSITAS GBHN PASCA REFORMASI
Strategi dalam menjalankan roda pemerintahan adalah mutlak adanya. Dengan strategi, jalannya pembangunan akan mempunyai peta jalan, arah, tujuan dan target yang akan dicapai oleh negara. Begitu pula sebaliknya tidak adanya target pembangunan, arah dan tujuan negara hanya akan membuat lingkaran yang terus berulang-ulang menghabiskan energi bangsa ini. Dengan pergantian periode kepemimpinan, kerap kali akan berganti target pembangunan. Sehingga bagi sebagian masyarakat menilai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) masih diperlukan. Sedangkan sekarang sistem pemerintahan negara Indonesia merupakan sistem Presidensiil, dengan multi partai. Kedudukan Presiden dengan MPR sederajat seperti yang sudah tertuang dalam amandemen UUD 1945. Tulisan ini akan memaparkan urgensitas GBHN, konsekuensi hukum manakala GBHN akan diterapkan kembali dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
TRANSFORMASI MEDIA CETAK KE PLATFORM DIGITAL (Analisis Mediamorfosis Harian SOLOPOS)
Terjadinya peningkatan jumlah pengguna media berita online dalam lima tahun terakhir dibanding dengan pengguna media berita konvensional memaksa media cetak untuk melakukan transformasi ke platform digital. Salah satu media yang telah melakukan transformasi media (mediamorfosis) adalah Harian SOLOPOS yang terbit di Solo, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui dan mendeskripsikan mediamorfosis Harian SOLOPOS ke platform digital; dan kedua, untuk menemukan dan menjelaskan model perubahan yang terjadi setelah konsep mediamorfosis diimplementasikan oleh Harian SOLOPOS. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus karena objek penelitian ini fokus pada mediamorfosis di Harian SOLOPOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian SOLOPOS benar-benar bermigrasi ke dalam pengelolaan secara digital dengan mendirikan SOLOPOS.com. PT Aksara Solopos, penerbit Harian SOLOPOS, mendirikan Solopos Digital Media yang terdiri atas layanan berupa produk-produk penyebar informasi yang menggunakan teknologi digital. Penataan juga menyentuh perubahan struktur organisasi dan manajerial, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), alur dan pola kerja serta dilakukan konvergensi. Di mana konvergensi media SOLOPOS dilakukan dengan mengintegrasikan SOLOPOS (media cetak), SOLOPOS.com (media online), SOLOPOS FM (radio) dan SOLOPOS TV (TV streaming). Model perubahan yang terjadi, SOLOPOS menerapkan tata kelola single newsroom untuk memaksimalkan pengelolaan Harian SOLOPOS, SOLOPOS.com dan SOLOPOS TV. Bahkan reporter SOLOPOS bukan lagi “menjadi’ reporter koran, melainkan berubah menjadi reporter multiplatform baik online, radio maupun TV. Tata kelola seperti ini berdampak pada pemasukan iklan. Meski SOLOPOS.com terlihat lebih unggul dibanding Harian SOLOPOS maupun SOLOPOS TV terkait pemasukan iklan, namun pola pengelolaan iklan dibuat sedemikian rupa dalam bentuk penawaran paket iklan. Kata kunci: Media cetak, Mediamorfosis, Platform digita
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KRIMINOLOGI PENDANAAN TERORISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM NASIONAL (Studi Kasus Putusan No.7/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim)
Pendanaan merupakan unsur utama dalam setiap aksi terorisme. Penanggulangan tindak pidana pendanaan terorisme merupakan upaya penting dalam pemberantasan tindak pidana terorisme.Upaya pemerintah dalam rangka mengatasi permasalahan pendanaan terorisme dengan disahkannya Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Saat ini upaya pemerintah hanya terfokus pada penangkapan pelaku dan kurang memperhatikan pendanaan yang merupakan unsur utama dalam setiap aksi teror. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif karena mengkaji penegakan hukum pendanaan terorisme yang meliputi pendekatan kasus, perundang-undangan dan konseptual. Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa, tepat jika perbuatan pendanaan terorisme merupakan perbuatan kriminal yang harus diatur dengan undang-undang khusus. Kebijakan hukum pidana yang akan datang, melalui rancangan KUHP, telah dirumuskan unsur perbuatan dari tindak pidana pendanaan terorisme. Pemerintah Indonesia mengeluarkan undang-undang pendanaan terorisme sebagai salah satu upaya pencegahan dan pemberantasan pendanaan terorisme di Indonesia, kerjasama antara aparat penegak hukum dengan lembaga sistem keuangan merupakan upaya penguatan dalam rangka memberantas pendanaan terorisme. Adanya inkonsistensi perumusan sistem pidana minimal khusus terhadap tindak pidana pendanaan terorisme, sehingga diperlukan pembaharuan melalui perbaikan perumusan tindak pidana tersebut