Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
    2652 research outputs found

    LEGAL REVIEW OF THE ISSUANCE OF STATEMENT OF ABILITY TO MANAGE AND MONITOR THE ENVIRONMENT OF MSMEs BASED ON THE REGULATION

    No full text
    The development of wood industry SMEs in the Mundu District, Cirebon Regency is certainly a concern in making environmental permits so that their businesses and/or activities do not cause environmental pollution. In this case, many MSME entrepreneurs in the wood industry do not have a Statement of Ability to Manage and Monitor the Environment (SPPL). The implementation of the SPPL permit process is not optimal because many SMEs in the Wood Industry have difficulty understanding SPPL. With the government's handling of the wood industry MSME business actors who do not have an SPPL permit, it is hoped that it can minimize the occurrence of environmental pollution by the Wood Industry MSME business actors. The research method used is the empirical juridical method. The implementation of the SPPL permit process carried out by the Wood Industry MSMEs has not been optimal because many business actors of the Wood Industry MSMEs do not understand about SPPL due to technological factors and the lack of socialization from the government. The government's handling of the Wood Industry MSME business actors who do not yet have an SPPL is by giving a written warning until the temporary suspension of their activities and/or business until the Wood Industry MSME business actor makes an SPPL

    CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) AS A FORM OF IMPLEMENTING CORPORATE RESPONSIBILITY TO THE ENVIRONMENT AND SOCIAL COMMUNITY

    No full text
    Corporate Social Responsibility (CSR) is an improvement in the quality of life which means the ability of humans as individual community members to be able to respond to existing social conditions, be able to enjoy and take advantage of the environment, in other words, it is a way for companies to regulate business processes to produce positive impacts on the environment. community which is an important process as a form of implementation of corporate responsibility to the environment and social community. The government's policy on CSR is contained in Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. What is safe is that this writing is carried out using a research method with a normative juridical approach, namely legal research that refers to the legal norms contained in the legislation. Corporate responsibility to the public interest can be realized through the implementation of sustainable CSR programs and directly touch aspects of people's lives. The realization of CSR programs is an indirect contribution of the company to the strengthening of overall social capital

    MODEL PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI SQRACT TERHADAP MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH SEMESTER I, FKIP UNIBBA TAHUN AKADEMIK 2021/2022

    No full text
    Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Oleh karena itu agar tidak tertinggal informasi maka harus dilakukan penguatan. terrhadap literasi digital mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Smtr I, Tahun Akademik 2021/2022 dengan menggunakan Strategi SQRACT. Metode penelitian yang dipergunakan pretest-postest design. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kompetensi membaca pretest 25,6% menjadi 50,4% pada postest, kompetensi menulis pretest 23,4%menjadi 48,6% pada postest, dan kemampuan menghasilkan produk digital pretest 22,8% menjadi 60,2% pada postets. Simpulan dari penelitian ini penguatan literasi digital dapat meningkat dengan mempergunakan Strategi SQRACT

    Profil Berpikir Probabilistik dalam Pemecahan Materi Peluang Kejadian Berdasarkan Self-efficacy

    No full text
    Di era modern ini diperlukan kemampuan berpikir. Seseorang yang menghadapai masalah ketidakpastian dalam berpikir probabilisik memerlukan banyak pertimbangan untuk memutuskan keputusan. Pemecahan masalahan probabilistik merupakan bagian berpikir tingkat tinggi, karena diperlukan banyak pertimbangan. Tujuan penelitin adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir probabilistik calon guru matematika dalam pemecahan masalah probabilistik berdasarkan perspektif self-efficacy. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif dengan subjeknya dari mahasiswa matematika berdasarkan kemampuan self-efficacy tinggi, sedang dan rendah, dengan instrument penelitian berupa angket self-efficacy, tes tulis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dari hasil tes tertulis dan hasil wawancara ditarik kesimpulan dengan mengikuti proses: (1) reduksi data, (2) sajian data; dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis berpikir probabilistik didapatkan subjek self-efficacy tinggi untuk materi ruang sampel di level numerik, dan materi kejadian dan probabilistik di level kuantitatif informal cenderung ke level  numerik. Subjek self-efficacy tengah untuk materi ruang sampel di level numerik, dan materi kejadian dan probabilistik di level subjektif. Subjek self-efficacy rendah untuk materi ruang sampel berada level subjektif, dan materi kejadian dan probabilistik di level subjektif cenderung ke level transional.Kata Kunci: berpikir probabilistik, pemecahan masalah, self-efficac

    Peran Motivasi Belajar Terhadap Literasi Matematika pada Peserta Didik Kelas VII

    No full text
    Abstrak. Motivasi belajar mempunyai peran penting terhadap pembelajaran dan matematika mempunyai peran penting terhadap pendidikan serta literasi merupakan prasyarat kecakapan di abad ke-21. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran motivasi belajar terhadap literasi matematika. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. dengan subjek penelitian sebanyak 30 peserta didik kelas VII. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes literasi matematika dan angket motivasi belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson, regresi dan ANOVA. Berdasarkan hasil pengolahan data, hubungan antara motivasi belajar dan literasi matematika sangat kuat sebesar 72,9%, motivasi belajar juga cukup kuat mempengaruhi literasi matematika sebesar 53,1%. Pada kelompok motivasi belajar rendah memiliki rata-rata literasi matematika 47,50, untuk kelompok motivasi belajar sedang memiliki rata-rata literasi matematika 71,39, dan kelompok motivasi belajar tinggi memiliki rata-rata literasi matematika 90,00. Hasil analisis uji anova juga membuktikan bahwa terdapat perbedaan literasi matematika peserta didik antara kelompok motivasi belajar rendah, sedang, dan tinggi. Dengan demikian dalam meningkatkan literasi matematika peserta didik, peran motivasi belajar sangatlah diperlukan.Kata Kunci: literasi matematika, literasi, motivasi belajar, motivas

    Engaging EFL Young Learners through Task-based Teaching with Character Education-enriched Materials

    No full text
    This study aimed to investigate how the Task-Based Teaching Materials with Character Education Values (TBTMCEV) was implemented in teaching speaking in kindergarten context. The students’ speaking performance was also explored in this study. An exploratory case study research design was used in this study while the participants were two teachers and 14 students whose ages range between 5 and 6 years old. The data were gleaned from classroom observations, observation rating scale, and documents.  The data analysis results that teaching speaking to kindergarten students in which Task-Based Teaching Materials with Character Education Values was implemented covers three stages including preparation, core activity and follow up as proposed by Cameron. The other result from data analysis shows that the students can produce three kinds of speaking performance during the teaching learning process, these include: naming objects, producing simple sentences, and getting involved in a dialog. The results lead to the conclusion that all of the students had chance to be actively involved in a dialog. It indicates that TBMCEV apparently could overcome resistance to the target language and create a need for speaking. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana Bahan Ajar Berbasis Tugas dengan Nilai Pendidikan Karakter (Task-Based Teaching Materials with Character Education Values/TBTMCEV)) diimplementasikan dalam pengajaran berbicara dalam konteks taman kanak-kanak. Kemampuan berbicara siswa juga dieksplorasi dalam penelitian ini. Desain penelitian studi kasus eksplorasi digunakan dalam penelitian ini dengan partisipan dua guru dan 14 siswa yang berusia antara 5 dan 6 tahun. Data diperoleh dari observasi kelas, skala penilaian observasi, dan dokumen. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran berbicara pada siswa taman kanak-kanak yang mengimplementasikan Materi Ajar Berbasis Tugas dengan Nilai Pendidikan Karakter meliputi tiga tahap yaitu persiapan, kegiatan inti dan tindak lanjut seperti yang dikemukakan oleh Cameron. Hasil lain dari analisis data menunjukkan bahwa siswa dapat menghasilkan tiga jenis kemampuan berbicara selama proses belajar mengajar, yaitu: menamai objek, memproduksi kalimat sederhana, dan terlibat dalam dialog. Hasil dari penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa semua siswa memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam dialog. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar ini ternyata dapat mengatasi penolakan terhadap bahasa target dan menciptakan kebutuhan untuk berbicara

    MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN PEMASOK-PEMBELI PADA RANTAI PASOK PRODUK SAYUR SEGAR

    No full text
    ABSTRAKPenerapan Smart Farming dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan produk pangan masyarakat secara maksimal, berkualitas dan berkelanjutan. Smart Farming memanfatkan jaringan internet sebagai sumber data secara online yang dihubungan dengan instalasi sistem budidaya tanaman. Salah satu teknik budidaya modern adalah sistem hidroponik, yaitu teknik budidaya tanpa tanah dengan memaksimalkan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman pada media air. Tujuan penelitian adalah menghasilkan Prototype Smart Farming melalui digitalisasi sistem budidaya pada usaha hidroponik sehingga dapat meningkat produksi dan kualitas produk pangan segar yaitu komoditas sayur-sayuran sesuai harapan dan keinginan konsumen. Selain itu penelitian bertujuan meningkatkan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik selaku suplier dengan restauran sebagai pembeli melalui peningkatan hasil dan kualitas sayuran hasil budidaya hidroponik. Penelitian dilakukan dengan merancang dan mengaplikasikan platform digitalisasi budidaya sistem hidroponik. Digitalisasi budidaya dapat mengontrol kebutuhan air dan nutrisi secara optimal sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dan berkualitas baik. Hasil penelitian membuktikan bawah dengan aplikasi digitalisasi hidroponik dapat meningkatkan produksi dan kualitas sayur segar. Dengan meningkatnya produksi dan kualitas memberi dampak positif bagi keberlanjutan stok sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pembeli dan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik sebagai suplier dengan restauran sebagai pembeli. Meningkatnya kualitas hubungan dapat berkontribusi pada keberlanjutan rantai pasok produk sayur segar. Kata kunci: Digitalisasi Hidroponik, Pertanian Cerdas,  Io

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA (Kecamatan Lamaken Desa Dirun Kabupaten Belu Atambua)

    No full text
    Program Dukungan Alokasi Dana Desa dimaksudkan untuk mendukung program pembangunan desa untuk kepentingan masyarakat. Menurut Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang menjelaskan bahwa desa memiliki penerimaan berupa penerimaan daerah, bagai hasil pajak daerah dan dana tunggakan kabupaten/kota, merupakan bagian dari dana yang seimbang anatara keuangan pusat dan daerah yang di terima kabupaten/kota, peruntukan anggaran APBN, bantuan keuangan APBN provinsi, dan dana APBBN provinsi/kota langsung dari pusat. Desa menerima pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas desa, umumnya sumber opini desa digunakan desa untuk mendanai semua kekuasaan pengaturan dan pengelolan badan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seharusnya kebijakan alokasi dana desa menentukan keberhasilan alokasi dana desa yang diukur dengan empat model variable berdasarkan indikator teorotis yaitu kommunikasi, sumber daya, sikap pelaksana dan struktur organisasi. Sihinnga kebijakan ini dimaksudkan agar ADD dapat digunakan dengan benar dan tepat sesuai kebutuhan masyarakat desa. Metode penelitian ini merupalan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik yang di peroleh melalui wawancara (Depth-Interview). Hasil penelitina ini menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa cukup berjalan dengan baik. Selain itu, tidak ada pengeluaran tanpa bukti, dan juga pelaporan keuangan yang cermat, system pencatatan dan pengendalian keuangan yang efisien serta tidak ada permasalahan di dalam internal organisasi juga menjadi salah satu alasan berhasilnya implementasi kebijakan dana desa

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUOTIENT) DAN LITERASI EKONOMI TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR (TEACHING READINESS)

    No full text
    AbstractThis study aims to analyze the effect of emotional intelligence (emotional quotient) and economic literacy on teaching readiness of students of the 2018 and 2019 Economics Education Study Program students, State University of Surabaya. The research data were taken from 86 students who were analyzed using a quantitative approach with structural equation modeling. (SEM) WarpPLS approach. The results showed that emotional intelligence has an influence on economic literacy, the higher the level of emotional intelligence of students, the higher the economic literacy of students. Likewise, emotional intelligence variables affect teaching readiness, so the higher the emotional intelligence of students, the better their teaching readiness. However, the economic literacy variable has no effect on teaching readiness, so students who have high, medium or low levels of economic literacy have no effect on their level of teaching readiness. Thus, the economic literacy variable does not mediate the influence of emotional intelligence on teaching readiness for students of the 2018 and 2019 S1 Economics Education Study Program students, State University of Surabaya.Keywords: Emotional Intelligence, Economic Literacy, Teaching Readines

    ANALISIS SALURAN DAN MARGIN TATA NIAGA BAWANG MERAH (Studi Kasus di Kelompok Tani Sari Tani II Desa Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran tataniaga bawang merah, (2) Besarnya marjin tataniaga pada masing-masing lembaga tataniaga bawang merah di bawang merah, (3) Saluran tataniaga mana yang lebih menguntungkan untuk para petani bawang merah, dan (4) Besarnya bagian harga yang diterima petani bawang merah (farmer’s share) pada berbagai saluran tataniaga bawang merah di Desa Gebang  Kecamatan Gebang  Kabupaten Cirebon. Penelitian dilakukan Desa Gebang  Kecamatan Gebang  Kabupaten Cirebon pada bulan Agustus 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah medode kuantitatif, dengan pendekatan survey, dengan jumlah petani sampel 30 orang, pedagang pengumpul sebanyak 10 orang, pedagang besar 3 orang, pedagang perantara 7 orang, dan pedagang pengecer 8 orang. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui saluran tataniaga dan fungsi tataniaga. Sedangkan analisis statistik digunakan untuk mengetahui marjin tataniaga dan besarnya bagian harga yang diterima petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat dua sistem saluran tataniaga bawang merah di Desa Gebang Kecamatan Gebang  Kabupaten Cirebon, yaitu Petani–Pedagang Pengumpul–Pedagang Pengecer–Konsumen dan Petani–Pedagang Pengumpul–Pedagang Besar-Pedagang Pengecer–Konsumen, (2) Marjin tataniaga bawang merah yang paling besar adalah pada saluran tataniaga II yakni Rp. 11.000 per kg (59,86%) dan yang terkecil pada saluran tataniaga I yakni Rp. 10.200 per kg (54,22%), (3) Saluran tataniaga I lebih menguntungkan dengan nilai keuntungan lebih besar dan saluran tataniaga II, dan (4) Famer’s Share atau bagian harga yang dieterima petani bawang merah pada saluran tataniaga I sebesar 52,99% dan bagian harga yang diterima petani bawang merah saluran tataniaga II sebesar 51,11%. Kata Kunci : Analisis Saluran, Margin Tataniaga, Bawang Mera

    0

    full texts

    2,652

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇