Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA RUTINITAS SENAM PROLANIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI : STUDI DI PUSKESMAS KEJAKSAN DAN KALITANJUNG KOTA CIREBON
Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik (SBP) 140 mm Hg atau lebih, atau tekanan darah diastolik (DBP) 90 mm Hg atau lebih, jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Kualitas hidup dari penderita hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya aspek kesehatan fisik. Salah satu program pemerintah yaitu Senam Prolanis. Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa senam dapat meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara rutinitas senam program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Jumlah sampel sebanyak 49 pasien. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara rutinitas senam prolanis dengan kualitas hidup pasien hipertensi berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai =0.004 (p<0.05), dan Nilai korelasi spearman sebesar r=0.402. Simpulan: Terdapat hubungan antara rutinitas senam prolanis dengan kualitas hidup pasien hipertensi dan menunjukan hasil korelasi yang positif, yaitu frekuensi senam prolanis memiliki hubungan searah yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang cukup.Kata Kunci: Hipertensi, Kualitas Hidup, Prolanis.ABSTRACTBackground: Hypertension is defined as systolic blood pressure (SBP) of 140 mm Hg or more, or diastolic blood pressure (DBP) of 90 mm Hg or more, the number of people with hypertension continues to increase every year. An estimated 9.4 million people die from hypertension and its complications. The quality of life of people with hypertension is influenced by several factors, including aspects of physical health. One of the government programs is Prolanis Gymnastics. Prolanis is a health service system and a proactive approach that is implemented in an integrated manner. Some research states that gymnastics can improve the quality of life of people with hypertension. Objective: To determine the relationship between routine gymnastic chronic disease management exercise program (PROLANIS) and the quality of life of hypertensive patients. Method: This research is a quantitative study using an observational analytic method with a cross-sectional approach. The sampling technique in this study is cluster sampling. The number of samples were 49 patients. The data collection method in this study used the WHOQOL-BREF questionnaire. Results: This study shows that there is a relationship between routine exercise of chronic disease management program (PROLANIS) with the quality of life of hypertensive patients based on statistical tests showing a value = 0.004 (p <0.05), and a Spearman correlation value of r = 0.402. Conclusion: There is a relationship between routine prolanic exercises with the quality of life of hypertensive patients and shows the results of a positive correlation, namely the frequency of prolanic exercises have a significant direct relationship with sufficient strength of relationship.Keywords: Hypertension, Quality of Life, Prolanis.
Analisis Pembelajaran Berbasis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kebutuhan E-Modul Berbantuan Flipbook Maker
Salah satu masalah utama dalam pembelajaran di kelas yang pemecahan masalah matematika masih rendah yang dikarenakan masalah pandemi yang melanda Indonesia beberapa tahun lalu, sehingga siswa harus belajar secara daring dan beberapa faktor lainnya. Kajian ini bertujuan untuk mengilustrasikan potensi masalah bahan ajar berbasis masalah kebutuhan. Kajian ini bertujuan untuk mengilustrasikan potensi masalah bahan ajar berbasis masalah kebutuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 2 guru dan 15 siswa SMK kalirejo. Pengumpulan data adalah dilakukan dengan memberikan kuisioner berbentuk tertulis kepada guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru belum membuat e-modul matematika secara mandiri, 2) gurunya mengungkapkan perlunya bahan ajar interaktif yang mudah untuk siswa untuk digunakan, 3) siswa tidak memahami masalah kontekstual pemecahan dilihat dari hasil belajar siswa yang masih rendah, 4) siswa merasa sulit untuk memecahkan masalah pemecahan masalah, 5) siswa tidak memahami bahan ajar yang digunakan ketika pembelajaran online, 6) siswa membutuhkan bahan ajar yang mengandung pembahasan soal matematika yang mudah dipahami dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja
Apakah Good Corporate Governance Memoderasi Hubungan Kecenderungan Kecurangan Manajemen terhadap Fraudulent Financial Statement?
AbstractThis study aims to examine the effect of management fraud tendencies as proxied by the fraud triangle dimensions (pressure, opportunity, rationalization) on fraudulent financial statements as proxied by earnings management, with good corporate governance as a moderating variable. BUMN listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2021 is the population in the study. Purposive sampling became the sampling technique used in the study and obtained as many as 95 units of sample data. Based on the tests conducted using SmartPLS, it can be concluded that of the three elements of the fraud triangle, only pressure and opportunity have a significant influence on fraudulent financial statements. Meanwhile, the rationalization has not been able to contribute significantly to fraudulent financial statements. It seems that rationalization is the tendency of management to commit fraud. Furthermore, good corporate governance has not been able to strengthen or weaken the relationship between the tendency of management fraud and fraudulent financial statements. The results of this study can be used as valuable feedback to reduce the tendency of management fraud in BUMN.Keywords: Good corporate governance; Earning management; Fraudulent financial statement; Pressure; Opportunity; Rationalization AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor kecenderungan kecurangan manajemen yang diproksikan dengan dimensi triangle fraud (pressure, opportunity, rationalization) terhadap fraudulent financial statement yang diproksikan dengan earnings management, dengan good corporate governance sebagai variable moderasi. BUMN yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 adalah populasi dalam penelitian. Purposive sampling menjadi teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian dan memperoleh sebanyak 95 unit data sampel. Berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menggunakan SmartPLS maka dapat disimpulkan bahwa dari tiga elemen fraud triangle hanya pressure dan opportunity yang memiliki pengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement. Sementara rationalization belum mampu berkontribusi secara significant terhadap fraudulent financial statement. Selanjutnya Good corporate governance belum mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara kecendrungan kecurangan manajemen dengan fraudulent financial statement. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai umpan balik yang berharga untuk menurunkan kecendrungan kecurangan manajemen di BUMN.Kata kunci: Kecurangan laporan keuangan; Manajemen laba; Peluang; Rasionalisasi; Tata kelola perusahaan; Tekana
LEGAL OVERVIEW OF THE REGISTRATION CERTIFICATE (STR) FOR HEALTH OFFICER
The legality of Registration Certificates (STR) for Health Workers in carrying out their duties at AM Parikesit Hospital Tenggarong is an administrative requirement that must be owned by health workers before the Covid-19 pandemic even a valid STR is an administrative requirement that must be attached when registering as a candidate for health workers in hospitals AM. Parikesit, but with the Covid-19 pandemic until now, these provisions have been relaxed and even allowed for health workers to practice without having an STR as in Circular Letter Number HK.02.01/MENKES/4394/2020 concerning Registration and Licensing of Health Workers during a Pandemic Corona virus Disease 2019 (Covid-19), there is tolerance and exceptions related to STR ownership. Therefore, the existence of these regulations provides legal certainty (legality) for RSUD AM. Parikesit currently employs health workers to serve the public who need services both related to Covid -19 and those who are not, so that the presence of health workers whose registration certificates are still in the process of being extended or who have just submitted them is legally considered legal. have a registration certificate and/or practice license. Therefore all actions of health workers in carrying out their service duties in a competent manner have authority and there is no violation of the law. The legal consequences for health workers in carrying out their duties at AM Parikesit Hospital who do not have a Registration Certificate (STR) and those who have a Registration Certificate (STR) but are not in accordance with the field of health education must be distinguished in two circumstances, namely normal conditions and emergency situations
TINJAUAN HUKUM TERHADAP OPERASI TANGKAP TANGAN TERKAIT KASUS JUAL BELI JABATAN DI LINGKUP PEMERINTAH DAERAH
Semakin canggihnya modus korupsi yang dilakukan oleh pelaku menjadi masalah serius bagi bangsa indonesia. Saat ini penyidikan kasus korupsi dilakukan oleh kepolisian, kejaksaan, dan komisi pemberantasan tindak pidana korupsi (KPK). Kasus korupsi jual beli jabatan oleh pemerintah daerah sering kali terjadi. Pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim KPK terkait kasus suap jual beli jabatan ini merupakan tindakan yang tepat. Tujuan penelitian menganalisis dan mengetahui tinjauan hukum terhadap kasus jual beli jabatan di lingkup pemerintah daerah dan mengetahui pelaksanaan operasi tangkap tanggan terkait kasus jual beli jabatan di lingkup pemerintah daerah. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan Praktik jual beli jabatan di Indonesia menjadi salah satu jenis korupsi berupa suap yang sering terjadi terutama pada sistem pemerintahan daerah, operasi tangkap tangan menjadi senjata utama bagi KPK dalam memberantas korupsi, Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh KPK adalah hal yang sangat tepat, untuk menimbulkan efek jera bagi pejabat yang melakukan korupsi suap dalam jual beli jabatan
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN YANG MENGALAMI PERISTIWA KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA
Kejahatan seksual menjadi salah satu bentuk kekerasan yang paling khas dialami oleh perempuan karena sangat terkait dengan cara pandang mayarakat yang menempatkan perempuan sebagai obyek seksual. Hal ini menunjukkan segala upaya yang dilakukan untuk memperjuangkan nasib perempuan dari tindak pidana tersebut belum membawa hasil yang memuaskan bagi semua pihak. Proses penanganan kasus sejak penyidikan hingga putusan cenderung belum sepadan jika dibandingkan dengan akibat yang dialami oleh korban. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui metode penulisan Yuridis Normatif, yaitu penelitian hukum yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual dapat dimaknai sebagai bagian dari HAM yaitu hak atas keselamatan individu, hak kebebasan dan keamanan pribadi, dan perlindungan diri atas kehormatan dan martabat seseorang yang secara kodrati melekat pada manusia sejak kelahirannya
Kontribusi Pedagogical Content Knowledge, Kemampuan Awal Siswa, dan Self-efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pengaruh Pedagogical Content Knowledge (PCK), kemampuan awal (KA) dan SE terhadap hasil belajar (HB) siswa SMP Negeri se-Kabupaten Tabanan. Data primer berupa PCK guru matematika, SE dan HB siswa yang dikumpulkan angket dan tes. KA diambil dari nilai sertifikat hasil ujian sekolah berbasis nasional. Sampel siswa ditentukan dengan teknik proporsional random sampling melalui rumus Slovin sebanyak 355 siswa dan 31 guru dianalisis dengan analisis jalur: ada pengaruh langsung PCK guru terhadap SE, KA terhadap SE, KA siswa terhadap HB matematika siswa, PCK guru terhadap HB matematika siswa, SE terhadap HB matematika siswa; terdapat pengaruh secara tidak langsung PCK guru terhadap HB matematika siswa melalui SE; PCK guru melalui SE terhadap HB; tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung KA terhadap HB matematika siswa melalui SE; kontribusi PCK guru dan KA terhadap SE secara simultan sebesar 77,9%; kontribusi PCK guru, KA dan SE terhadap HB matematika siswa sebesar 94,4%. Penelitian ini memiliki implikasi pada pembuat kebijakan untuk memperkuat program pelatihan yang mampu memperkaya PCK guru
AKTIFITAS FISIK PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI INDONESIA ( Literature Review )
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan pertumbuhan ekonomi nasional, karena itu pengendaliannya perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh, dengan memberikan perhatian melalui pengendalian penyakit tidak menular yaitu no tobacco, healthy diet and healthy activity yang dimulai sejak janin sampai dewasa tua. Metode: Penelitian desain literature review yang dilakukan di situs http://garuda.ristekdikti.go.id/. Pengambilan data dilakukan dengan seleksi inklusi dan ekslusi pada search query dan didapatkan sebanyak 18 jurnal. Data dianalisis menggunakan uji komputer dengan Spearman. Hasil: Dari 18 jurnal yang didapatkan dari hasil search query terdapat 11 jurnal yang menyatakan terdapat hubungan aktifitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus dan terdapat 7 jurnal yang menyatakan tidak memiliki hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2. Dan dari 18 jurnal terdapat 451 responden yang melakukan aktifitas fisik baik dan 576 responden yang melakukan aktifitas fisik kurang baik dari total 1027 responden. Hasil analisis menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan ( p = 0,023 ) aktifitas fisik antara jurnal yang memiliki hubungan dengan yang tidak memiliki hubungan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan jurnal yang memiliki hubungan dengan diabetes mellitus tipe 2 dan yang tidak memiliki hubungan diabetes mellitus tipe 2.Kata Kunci: diabetes mellitus tipe 2; aktifitas fisik; literature reviewABSTRACTBackground: Diabetes Mellitus (DM) is a serious threat to health development and national economic growth, therefore the control needs to be carried out seriously, comprehensively and integrated by giving attention through controlling non-communicable diseases namely no tobacco, healthy diet and healthy activity that starts from the fetus to old adulthood. Method: Literature review design research conducted on the site http://garuda.ristekdikti.go.id/. Data was collected by inclusion and exclusion selection in the search query and obtained as many as 18 journals. Data were analyzed using a computer test with Spearman.Results: From 18 journals obtained from the search process results there were 11 journals that stated there was a relationship between physical activity and the incidence of diabetes mellitus and there were 7 journals which stated that there was no relationship between physical activity and the incidence of type 2 diabetes mellitus. And from 18 journals there were 451 respondents those who did good physical activities and 576 respondents who did physical activities less than the total of 1027 respondents. The results of the analysis show that there is a significant difference (p = 0,023) of physical activity between journals that have a relationship with those who have no relationship.Conclusion: There is a significant difference between physical activity and journals that have a relationship with type 2 diabetes mellitus and those who have no type 2 diabetes mellitus relationship.Keywords: type 2 diabetes mellitus; physical activity; literature review
TINJAUAN HUKUM MENGENAI PERMOHONAN PKPU YANG DIAJUKAN OLEH SEORANG YANG BUKAN ADVOKAT
Dari sekian banyak aspek hukum dalam perekonomian, kepailitan dan PKPU merupakan aspek yang terbilang paling menarik, baik sebagai permasalahan maupun sebagai solusi atas kegiatan usaha. Istilah “pailit” dan “kepailitan” memiliki pengertian yang berbeda. Pailit merupakan suatu keadaan dimana debitur tidak mampu melakukan pembayaran terhadap utang dari pada kreditornya. Sementara itu penundaan atau pengunduran pembayaran (surseance) lazimnya dikaitkan dengan masalah utang piutang antara seseorang yang dapat disebut sebagai debitur dengan mereka yang mempunyai dana yang disebut dengan kreditor. Adapun permasalahan yang dibahas dalam kayra tulis ini adalah mengenai keabsahan surat permohonan PKPU yang ditandatangani oleh seorang atau lebih kuasa yang tidak berstatus sebagai advokat. Dalam hal ini kajiannya didasarkan pada Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004. Menurut ketentuan Undang-undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang khususnya Pasal 224 ayat (1) dengan mengambil studi kasus perkara Nomor 461/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga.Jkt.Pst). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif yang menitikberatkan pada penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dari bahan-bahan hukum. Pendekatan normatif dilakukan dengan cara mengkaji ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boleh surat permohonan PKPU diajukan oleh seorang atau lebih kuasa yang tidak berstatus advokat selama dalam surat permohonan a quo juga telah ditandatangani oleh kuasa yang merupakan advokat sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat
THE EFFECT OF SALINITY ON OXYGEN TRANSFER PROCESS IN LEACHATE WITH A LOW INITIAL COD CONCENTRATION
Leachate is one of the results of rainwater infiltration and the degradation of microorganisms in waste. Some leachate types usually contain salinity which is an inhibitor in biological treatment processes. Aerobic biological treatment usually also requires sufficient dissolved oxygen (DO) levels. This study aimed to determine the effect of salinity on oxygen transfer in saline leachate. This study used a DO meter to measure the DO concentration in the 2 L volume reactor. There were two variations, namely leachate without salinity and with salinity 6 ppt, where the processing was carried out with three repetitions. The final oxygen transfer coefficients for the leachate without salinity and with salinity were 0.021 and 0.014, respectively. While the detention time required for leachate without salinity is 47.5 minutes, it takes 71.43 minutes with salinity