Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON
Kawasan Pesisir Kota Cirebon harus mampu dicegah untuk terjadinya kerusakan lingkungan, dan melalui kebijakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis diharapkan dapat menjadi pendorong dalam upaya-upaya membangun lingkungan menjadi lebih baik dengan kebijakan, rencana dan program yang dapat menjadi solusi untuk pencegahan kerusakan lingkungan, permasalahan yang timbul yaitu implementasi kebijakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis serta peran Pemerintah Daerah untuk mewujudkan taraf perbaikan lingkungan hidup yang baik, dengan metode penelitian yuridis empiris menganalisis ketentuan aturan hukum dalam produk peraturan tertulis dan penerapannya di masyarakat. Kajian Lingkungan Hidup Strategis di kawasan pesisir Kota Cirebon tercantum dalam berbagai aturan di tingkat lokalitas, hanya tidak membahas secara detail tentang penerapan lingkungan hidup di Kawasan Pesisir Kota Cirebon serta kesadaran hukum masyarakat menjadi persoalan tersendiri untuk merumuskan dan membangun lingkungan hidup yang baik, hal ini sangat dibutuhkan mengingat peran Pemerintah Daerah melalui kebijakan, perencanaan serta program-program berbasis go green untuk Kawasan Pesisir Kota Cirebon, tetap harus mengikutsertakan keterlibatan masyarakat secara genuine sebagai faktor penting dalam membangun lingkungan hidup. Titik berat kebijakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kawasan pantai Kota Cirebon sehingga tercipta lingkungan yang hijau untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat
EFEKTIFITAS PENERAPAN SANKSI PIDANA TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sanksi pidana tentang penyelenggaraan pertindungan konsumen. Dan Untuk menganalisis dan memberikan solusi kendala penerapan sanksi pidana penyelenggaraan pertindungan konsumen. Tipe penelitian ini adalah empiris. Metode yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh baik data sekunder maupun data primer akan diolah dengan melakukan klasifikasi berdasarkan kesamaan dan perbedaan karakteristik datanya. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa efektivitas penerapan sanksi pidana tentang penyelenggaraan perlindungan konsumen sudah berjalan tetapi belum efektif sehingga perlu dimaksimalkan, artinya dapat dilihat dalam penyelesaian perkara yang dialami konsumen, pendekatannya melibatkan semua unsur dalam perkara. Dan Kendala penerapan sanksi pidana penyelenggaraan perlindungan konsumen mencakup tiga hambatan yaitu: pertama, pengawasan pelaksanaan sanksi, oleh aparat penegak hukum belum maksimal dalam menjatuhkan sanksi dan sebaiknya harus benar-benar serius. Kedua, tanggung jawab, belum adanya tanggung jawab pelaku usaha yang biasanya delik berujung penggelapan atau penipuan. Ketiga, pengetahuan dan pemahaman hukum, yang masih kurang sehingga biasa kelemahan ini disalahgunakan oleh pelaku usaha
ANALISIS IMPLEMENTASI ANTI SLAPP DALAM PERLINDUNGAN PARTISIPASI PUBLIK DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP (Studi Kasus Jomboran, Sleman)
Implementasi Pasal 66 UUPPLH patut dipertanyakan karena sering muncul gugatan maupun tuntutan yang merupakan Strategic Lawsuit Against Public Participation atau SLAPP. Tindakan SLAPP tersebut dialami oleh dua warga di Jomboran, Sleman. Warga yang sedang memperjuangkan lingkungan dari adanya kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan pertambangan di wilayah Sungai Progo mengalami kriminalisasi. Saat ini, belum ada putusan pengadilan terkait kasus tersebut dan proses hukum masih berjalan. Penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana permasalahan SLAPP yang dialami oleh warga Jomboran serta bagaimana implementasi mekanisme Anti SLAPP diterapkan dalam kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris dan menggunakan analisis kualitatif sehingga menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua masyarakat Jomboran mengalami SLAPP. Masyarakat dalam hal ini sedang menjalankan haknya untuk berpartisipasi dalam perlindungan lingkungan hidup. Hal tersebut tentunya tidak memperbolehkan adanya tuntutan pidana. Selain itu, terlihat bahwa penerapan mekanisme Anti SLAPP dalam kasus tersebut masih jauh dari idealnya
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM RANGKA PERCEGAHAN POTENSI KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN BATUAN DI SUNGAI GENDOL (STUDI KASUS GERAKAN SOSIAL PAGUYUBAN SINDU TOLAK ASAT)
Masyarakat memiliki hak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Peran serta masyarakat merupakan aspek penting dalam mewujudkan perlindungan lingkungan hidup dari ancaman kerusakan lingkungan. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosio-legal dengan menggabungkan metode penelitian hukum doktriner dan penelitian hukum empiris. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa Paguyuban Sindu Tolak Asat merupakan gerakan sosial yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan Sungai Gendol dari ancaman kerusakan lingkungan. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Paguyuban Sindu Tolak Asat dalam merawat dan melindungi kelestarian Sungai Gendol merupakan bentuk peran serta secara aktif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Hubungan Demografi Guru Terhadap Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis HOTS Di Beberapa Sekolah Dasar Jakarta Barat
Abstrak. Pada abad 21 terjadi perubahan yang sangat pesat, perubahan tersebut terjadi di dalam dunia pendidikan yang manasiswa dituntut untuk mengembangkan 4 kemampuan yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreatif dan HOTS merupakan jawaban atau solusi untuk perubahan tersebut. Namun terjadi permasalah pada guru yaitu pada kualitas kemampuan guru, maka dengan melihat informasi demografi guru yang meliputi umur, latara belakang, dan pengalaman guru maka kemampuan guru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara demografi guru dengan penerapan pembelajaran IPA dengan menggunakan atau berbasis HOTS di beberapa Sekolah Dasar Jakarta Barat pada Kecamatan Kebon Jeruk. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan teknik analisis korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian yang didapatkan demografi guru (X) dengan penerapan pembelajaran IPA berbasis HOTS (Y) pada guru bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif).Kata Kunci: Demografi Guru, Penerapan HOTS, Pembelajaran IP
THE EFFECT OF WATER RESISTIVITY ON THE CORROSION RATE OF STEEL PLATE IRRIGATION IN LABORATORY
Corrosion is one of the processes of metal damage or degradation due to redox reactions between a metal and various substances in its environment that produce undesirable compounds. In the water one of the environmental parameters is water resistivity. By knowing the connection between water resistivity and corrosion rate, it is possible to monitor laboratory tests with water environments that have different levels of corrosiveness. Therefore, it is necessary to conduct an analysis to determine the effect of water resistivity on water corrosivity, understand the factors that influence the corrosion rate and calculate the corrosion rate of the irrigation gate steel plate on the water environment. This analysis uses a laboratory scale, analysis with talagasari irrigation water media, domestic wastewater, PDAM water and dead river estuary water. All water media used have a high level of corrosiveness. The factor that causes the low resistivity value is the large amount of inorganic minerals containing metal in the water so that at low resistivity values the corrosion rate increases. In the results of this laboratory analysis, it is proven that the more acidic the water medium, the faster the corrosion rate and the more alkaline the water medium, the slower the corrosion rate
The Effect of Leadership Style and Work Discipline on Employee Performance at PT Telkom Jakarta Barat
The purpose of this study was to determine the effect of leadership style and work discipline on employee performance at PT Telkom in West Jakarta, either partially or simultaneously. The method used in this study is a quantitative approach, a population of 130 people with sampling using probability sampling techniques: simple random sampling and Slovin's formula with an error level of 5% so that 99 respondents were obtained. Data analysis used validity test, reliability test, classical assumption test, regression analysis, correlation coefficient analysis, coefficient of determination analysis and hypothesis testing. The result of this study is that leadership style has a significant effect on employee performance with the regression equation Y = 14,573 + 0.632X1, the correlation value of 0.646 means that the two variables have a strong relationship. The value of the coefficient of determination is 41.7%. Hypothesis test obtained t arithmetic > t table or (8.338 > 1.985). The value of the coefficient of determination is 52.5% while the remaining 47.5% is influenced by other factors. Hypothesis test obtained value of F arithmetic > F table or (52,963 > 2,700). Thus H0 is rejected and H3 is accepted. This means that there is a simultaneous significant influence of leadership style and work discipline on employee performance
The Effect of Implementation of The Hope Family Program on The Fulfillment of Basic Food Needs of Beneficiaries Family During The Covid-19 Pandemic in Jatisampurna District, Bekasi City
The Covid-19 virus has an impact on the loss of livelihoods and income for some people. As a government effort to ease the burden of spending on the poor and vulnerable who have been designated as Beneficiary Families in meeting their family's food needs, the government provides Non-Cash Food Assistance through the Family Hope Program and increases the amount of assistance provided to the poor and vulnerable during the Covid-19 pandemic. 19. This research uses descriptive quantitative method. Beneficiary families become respondents in this study. This study uses Structural Functional theory where all elements in society function with each other so that society carries out its functions properly, therefore community needs are conditions that must be adapted from the existing social system so that the function of the structure can run according to its function. Based on the results of the analysis obtained, it can be seen that the Family Hope Program has a positive and strong influence in meeting the basic food needs of the Beneficiary Familie
KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN PADA BIDANG ANGKUTAN DALAM PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA CIREBON
Banyak gejala-gejala yang belum sesuai terkait optimalnya pelayanan angkot di Kota Cirebon. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Pada Bidang Angkutan Dalam Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada Bidang Angkutan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Seksi Perencanaan Jaringan Trayek. Sedangkan informan pendukungnya yaitu Sopir Angkot dan Penumpang Angkot. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan studi kepustakaan, studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Sedangkan teknik penguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kinerja pegawai dalam meningkatkan pelayanan angkot di kota cirebon yaitu program peningkatan pelayanan angkot, identifikasi angkot, pengecekan uji kelayakan angkot dan evaluasi trayek angkot, efektivitas dan efisiensi angkot, keterampilan dan semangat kerja dalam pelayanan angkutan kota. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa permasalahan terhadap pelayanan angkot di kota Cirebon belum optimal dan bersifat elementer yang masih mampu diatasi melalui pendekatan solusi peningkatan kinerja yang berkelanjutan yang di lakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Cirebon. Kata Kunci: Kinerja, Pelayanan, Bidang Angkutan, Transportasi, Uji Berkendara
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI TENUN DI KABUPATEN MANGGARAI (Studi di Desa Mata Wae Kecamatan Satar Mese Utara Kabupaten Manggarai)
Implementasi pengembangan industri tenun songke di desa Mata Wae merupakan salah satu capaian desa dalam mewujudkan pembangunan pemberdayaan masyarakat melalui potensi masyarakat yaitu tenun tradisional sebagai upaya melestarikan budaya dan memajukan ekonomi masyarakat. Penelitianin bertujuan untuk mengetahui bagaimana implemetasi kebijakan pengembangan industri tenun songke di desa Mata Wae Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif. Penentuan informan penelitian adalah Kepala desa Mata Wae, Ketua BPD (Badan Permusyawarah Desa), dan pengrajin tenun. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data melalui proses triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan implementasi kebijakan pengembangan industri tenun songke di desa Mata Wae secara keseluruhan sudah berjalan dengan efektif, namun perlu ada peningkatan intensitas pengelolaan seperti pengembangan pada berbagai aspek sumber daya, penyelenggaraan sosialisasi dan kegiatan bermanfaat untuk menunjang aktivitas pengembangan industri tenun serta pengoptimalan fasilitas penenun. Berikut beberapa faktor penyebabnya: keharmonisan sosial, tingkat kerjasama antar individu yang tinggi, keterlibatan masyarakat yang kuat, integritas BPD dan aparat Desa, kepatuhan pada gagasan keterbukaan, dan etos kerja yang kuat. Namun demikian, akses pasar, kurangnya sumber daya manusia, dan belum terlalu masif promosi dari pemerintah, Inovasi dan daya saing yang masih rendah, Fasilitas yang belum mumpuni, serta ketersediaan anggaran yang diperoleh dari dana desa Mata Wae masih belum mencukupi untuk membantu masyarakat pengrajin tenun