Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
METODE PEMBELAJARAN TEAM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMINATAN EKONOMI
AbstractTeaching with the team teaching method is useful for providing varied teaching services to students, so that students can actively participate in learning activities. The research objective was to determine the increase in student learning activeness with the team teaching learning method in the Economic Specialization. This reseacrh used qualitative research methods. The results of the analysis show that the team teaching learning method has a good impact on increasing student learning activeness in the Economics Specialization, because students become more enthusiastic, diligent, active, and also critical when studying. The conclusion of this research is that with team teaching learning, students are enthusiastic and happy when learning because learning is carried out by two teachers, and added with different teaching methods, such as adding games when there is an interval of time.Keywords: Team teaching, student learning activeness, economic specialization
Keterlibatan Negara dan Masyarakat Sipil Dalam Proses Menuju Demokratisasi di Indonesia
Hak dan kewajiban adalah suatu elemen yang penting untuk tetap dijaga dan dirawat dengan baik oleh bangsa Indonesia saat ini. Dikarenakan, terkait konteksnya pada kewarganegaraan, hak dan kewajiban menjadi nilai dasar yang wajib ada bagi setiap warga negara untuk membangun sebuah negara dan masyarakat yang baik pada nantinya. Karena, perkembangan negara dan masyarakat di Indonesia saat ini telah memunculkan berbagai bentuk persoalan yang wajib untuk dijawab secara bersama terkait dengan keterlibatan negara dan masyarakat, khususnya dalam proses menuju demokratisasi di Indonesia. Selain itu juga, dengan adanya demokratisasi dapat menciptakan kehidupan yang harmonis untuk kedepannya nanti. Dengan demikian bahwa, melalui adanya proses menuju demokratisasi dapat memberikan dampak yang positif dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan negara dan masyarakat sipil dalam proses menuju demokratisasi di Indonesia, apakah sudah berjalan sesuai dengan harapan seperti, yang diamanahkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literature, di mana sumber dan data diperoleh secara langsung melalui jurnal, buku, dan sumber tertulis yang lainnya. Hasil penelitian ini, keterlibatan negara dan masyarakat sipil dalam proses menuju demokratisasi telah berjalan membaik di Indonesia saat ini
Disposisi Matematika dan Kecerdasan Logika Matematika: Apakah Berpengaruh Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA?
Abstrak. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pembelajaran matematika siswa di dalam kelas agar siswa, guru, maupun pihak sekolah lebih mempertimbangkan faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh disposisi matematika dan kecerdasan logika matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei korelasional dan teknik analisis jalur (path analysis). Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA di Kabupaten Bogor. Sampel sebanyak 70 siswa SMA yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner dan tes yang telah melalui uji validatas dan reliabilitas. Pengujian persyaratan analisis data meliputi uji normalitas menggunakan uji Chi-Kuadrat, uji linieritas regresi, uji multikolinieritas dan pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara disposisi matematika dan kecerdasan logika matematika secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Dapat diketahui juga bahwa terdapat pengaruh positif disposisi matematika terhadap kecerdasan logika matematika. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di sekolah harus diiringi dengan perbaikan disposisi matematka dan kecerdasan logika matematika. Kata Kunci: Disposisi Matematika, Kecerdasan Logika Matematika, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Penggunaan Edpuzzle Berbantuan Google Classroom Terhadap Prestasi belajar Matematika Siswa SMK
Abstrak. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan sistem pembelajaran di setiap satuan pendidikan dilaksanakan secara daring. Berbagai macam metode dan media pembelajaran online berkembang sejak pandemi Covid-19 melanda. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penggunaan media Edpuzzle berbantuan Google Classroom terhadap Prestasi belajar matematika pada materi luas segitiga dalam trigonometri di salah satu SMK Kecamatan Telaga, Gorontalo. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Sampel terpilih kelas XI TKJ sebagai kelas Eksperimen dibelajarkan dengan media edpuzzle berbantuan google classroom dan kelas XI DPIB sebagai kelas Kontrol dibelajarkan dengan youtube berbantuan whatsapp. Masing-masing kelas yang diikuti oleh 20 siswa. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa skor rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 76,70 lebih baik dari skor rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 53,30. Selain itu hasil analisis inferensial diperoleh melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t (independent sample t-test). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan edpuzzle berbantuan google classroom lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan youtube berbantuan whatsapp. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan edpuzzle berbantuan google classroom terhadap Prestasi belajar siswa pada materi luas segitiga dalam trigonometri. Disarankan untuk melalukan pengembangan berupa video pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan video dalam Edpuzzle harus sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.Kata Kunci: Edpuzzle, Google Classroom, Prestasi Belajar Matematika, Luas Segitiga, Trigonometri
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L) DAN EKSTRAK JAHE GAJAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP KADAR PROFIL LIPID TIKUS PUTIH JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA
Latar Belakang: Hiperlipidemia disebabkan oleh peningkatan kadar profil lipid. Untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah digunakan obat golongan statin yang mempunyai efek jika dikonsumsi jangka panjang. Tanaman seledri dan jahe gajah dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan hiperkolesterolemia.Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ES, EJG, dan ESJ terhadap kadar profil lipid tikus putih jantan yang hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan rancangan Pre and Post Test with Control Group Design dengan tikus putih jantan sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. KN (kontrol normal), K-, K+, kelompok dengan perlakuan ES (ekstrak seledri 200mg/kgbb), EJG (ekstrak jahe gajah 200mg/kgbb) dan ESJ (kombinasi seledri dan jahe 200mg/kgbb). Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil: Rerata penurunan kadar kolesterol total sebesar 84,97mg/dl (ES), 78,48mg/dl (EJG) dan 84,29 mg/dl (ESJ) dengan nilai (P<0,05). Penurunan kadar LDL sebesar 38,43mg/dl (ES), 28,01mg/dl (EJG), dan 32,84mg/dl (ESJ) dengan nilai (P<0,05). Penurunan kadar trigliserida sebesar 30,68mg/dl (ES), 20,99mg/dl (EJG) dan 21,20mg/dl (ESJ) dengan nilai (P<0,05). Peningkatan kadar HDL sebesar 38,17mg/dl (ES), 29,31mg/dl (EJG), 32,04mg/dl (ESJ) dengan nilai (P<0,05). Simpulan: Ekstrak seledri lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak jahe gajah dan kombinasi keduanya pada tikus putih jantan yang hiperkolesterolemia.Keywords: hiperkolesterolemia, seledri, jahe gajah.ABSTRACTBackground: Hyperlipidemia is caused by an increase in lipid profile levels. To reduce cholesterol levels in the blood used statin drugs that have an effect if consumed long term. Celery and ginger can be used as an alternative treatment for hypercholesterolemia. Aim: Knowing the difference in the effect of ES, EJG, and ESJ administration on the lipid profile level of hypercholesterolemic white male rats. Method: The experimental study used the Pre and Post Test with Control Group Design with 30 male white rats divided into 6 groups. KN (normal control), K-, K +, groups treated with ES (celery extract 200mg / kgbb), EJG (ginger extract 200mg / kgbb) and ESJ (combination of celery and ginger 200mg / kgbb). Sampling by simple random sampling. Results: The mean reduction in total cholesterol levels was 84.97 mg / dl (ES), 78.48 mg / dl (EJG) and 84.29 mg / dl (ESJ) with values (P <0.05). Reduction in LDL levels by 38.43 mg / dl (ES), 28.01 mg / dl (EJG), and 32.84 mg / dl (ESJ) with values (P <0.05). Decreased triglyceride levels by 30.68 mg / dl (ES), 20.99 mg / dl (EJG) and 21.20 mg / dl (ESJ) with values (P <0.05). Increased HDL levels of 38.17 mg / dl (ES), 29.31 mg / dl (EJG), 32.04 mg / dl (ESJ) with values (P <0.05). Conclusions: Celery extract was more effective than ginger extract and a combination of both in male white hypercholesterolemia rats.Keywords: hypercholesterolemia, celery, ginger
NILAI MORAL DALAM LIMA CERPEN TAHUN 2018
Dalam riset ini menganalisis tentang adanya nilai-nilai moral yang terdapat didalam 5 cerpen tahun 2018. Adapun cerpen yang diangkat adalah Durian Ayah, Lelaki yang Menderita bila Dipuji, Si Pengarang Muda, Karomah Sebatang Lidi, dan Misteri Seorang Tukang Cukur. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan nilai-nilai moral dalam kajian Sosiologi sastra. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Dari hasil analisis 5 cerpen tahun 2018 terdapat beberapa nilai moral, yaitu pantang menyerah, kerja keras, curang, ikhlas, tidak memiliki prasangka buruk dan saling menghormti orang lain. Dari masing-masing kelima puisi tersebut terdapat nilai moral yang berbeda-beda. Nilai moral tersebut berkaitan dengan unsur-unsur dalam bermasyarakat dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan. Nilai moral tidak luput hanya sebatas dalam cerpen, namun penerapannya dalam kehidupan membuat nilai moral disisipkan dalam berbagai karya untuk dijadikan contoh, pelajaran, dan pesan bagi setiap pembaca
Tindakan Pemerintah Menegakkan Ideologi Pancasila Dalam Pembentukan Organisasi Kemasyarakatan
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis legitimasi tindakan pemerintah dalam menetapkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan sistem hukum Pancasila. Metode penelitian yuridis normatif adalah dengan melakukan penelusuran fakta hukum berdasarkan kedudukan Putusan PTUN Nomor 211/G/2017/PTUN-JKT, Putusan PTUN Jakarta Nomor 196/B/2018/PT.TUN.JKT, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 27/K/TUN/2019. Akibatnya, legitimasi tindakan pemerintah dalam menetapkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan sistem hukum Pancasila bertentangan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul, tetapi jaminan konstitusional kebebasan berkumpul dan berserikat. tidak dalam upaya mengganggu ideologi negara Indonesia dan membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
PERSEPSI TINGKAT KESIAPAN DOKTER MUDA DI ROTASI KLINIK DALAM PROGRAM PROFESI DOKTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
Latar Belakang: Persepsi merupakan suatu proses yang ada pada individu dalam mengelola dan menafsirkan gambaran indra mereka dalam memberikan makna dalam lingkungan mereka. Dalam hal ini, perilaku mahasiswa didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa realitas yang ada, bukan mengenai realitas itu sendiri, tetqpi dengan apa yang akan mereka akan hadapi pada rotasi klinik. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi tingkat kesiapan dokter muda di rotasi klinik dalam program profesi dokter. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi yang terbagi menjadi lima kategori yaitu; masa transisi dan sosialisasi profesi, beban kerja, kontak dengan pasien, aplikasi pengetahuan dan keterampilan, pembelajaran dan pendidikan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada fase transisi, mayoritas mahasiswa mempunyai persepsi yang baik terlihat dari mayoritas mahasiswa yang merasa siap untuk memulai pelatihan, dan mahasiswa mampu bekerja sama dengan sesama koas maupun staf klinis lainnya. Namun, mahasiswa mempunyai persepsi yang buruk mengenai beban kerja di mana mahasiswa menganggap bahwa jam kerjanya terlalu panjang dan Ada perbedaan yang besar antara beban kerja pre-klinik dan klinik/ klerk/ koas. Mayoritas mahasiswa mempunyai persepsi baik mengenai kontak pasien dimana mahasiswa merasa mudah saat harus kontak langsung dengan pasien dan merangsang mahasiswa untuk belajar, mereka menganggap bahwa kontak dengan pasien akan meningkatkan pengetahuan karena mudah diingat. Dari segi pengetahuan dan skill mahasiswa merasa adanya pembelajaran yang didapat pada fase pre-klinik relevan dengan tahap klinik. Dan mayoritas mahasiswa melakukan belajar mandiri, dan lebih giat dalam belajar dibandingkan sebelum koas. Kesimpulan: persepsi tingkat kesiapan dokter muda di rotasi klinik dalam program profesi dokter di Universitas Swadaya Gunung Jati, mayoritas mahasiswa memiliki persepsi baik.Kata Kunci: persepsi mahasiswa, kesiapan mahasiswa, rotasi klinik.ABSTRACTBackground: Perception is a process on which individuals manage and interpret their senses in providing meaning to their environment. In this case, student behavior reflects their perception of what reality is, instead of about reality itself, with what they will face in clinical clerkship. Objective: To analyze students’ perceptions of the readiness egree for clinical clerkship. Method: This study used a quantitative approach with a validated questionnaire divided into five categories, namely the transition period and professional socialization, workload, contact with patients, application of knowledge and skills, learning and education. Results: The results of this study show that in the transition phase most medical students have a good perception. This can be seen that they felt ready to start training, were able to work in team with their fellow medical students and other clinical staffs. However, they had bad perceptions about workloads by considering that working hours were too long and there was a big difference between pre-clinical and clinical/clerical/resident workloads. On the other hand, most medical students had a good perception of patient contact by considering it easy to have direct contact with patients and stimulate them to learn. In addition, they assumed that contact with patients would increase their knowledge since it was easy to remember. In terms of knowledge and skills, medical students felt that the learning gained in the pre-clinical phase was relevant to the clinical stage. In this case, most medical students studied independently and were more active in learning than before being the medical students. Conclusion: Most medical student had good perception of the readiness degree for the clinical clerkship. Keywords: perception, readiness, clinical clerkshi
DISPARITAS PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA (ANALISIS KRITIS KASUS NENEK MINAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF)
Untuk mengawali pembahasan sebuah problem, sewajarnya dapat dimulai dengan berusaha mendefinisikan problem yang akan dikaji tersebut. Secara filosofis, upaya ini biasa disebut dengan menentukan terlebih dahulu ontologinya untuk kemudian melanjutkannya dengan memahami epistemologi dan aksiologinya. Namun dari segi ontologi, kondisi penegakan hukum di Indonesia masih terdapat ketimpangan (disparitas) dalam beberapa kasus. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui perkara-perkara kecil tapi dianggap besar dan terus dipermasalahkan yang sebenarnya bisa di selesaikan dengan sikap kekeluargaan, namun berlangsung dengan persidangan yang tidak masuk akal. Padahal aspek sosiologis justru memiliki daya adil yang hakiki dibanding hukum tertulis tersebut. Di tengah keterpurukan praktik penegakan hukum di Indonesia yang mewujud dalam berbagai realitas ketidakadilan hukum, terutama yang menimpa kelompok masyarakat miskin seperti Nenek Minah, maka sudah saatnya penegak hukum dalam menegakan hukum tidak sekedar memahami dan me-nerapkan hukum secara legalistic positivistik, yakni cara berhukumnya yang hanya berbasis pada peraturan hukum tertulis semata (rule bound), tetapi perlu melakukan terobosan hukum, berupa penerapan hukum progresif. salah satu aksi progresivitas hukum, adalah berusaha keluar dari belenggu atau dogma hukum yang bersifat positivistik dan legalistik. Dengan pendekatan yuridis sosiologis, diharapkan selain akan memulihkan hukum dari keterpurukannya, juga yang lebih riil, pendekatan yuridis sosiologis diyakini mampu menghadirkan wajah keadilan hukum dan masyarakat yang lebih substantif
Frieze Pattern on Siak Weaving Motifs and Their Implementation in Mathematics Learning
Tenun siak merupakan karya seni hasil pembuatan kain songket di Siak Sri Indrapura Provinsi Riau yang memiliki motif menarik dan variatif dengan ciri khas Melayu Riau. Motif tersebut diambil dari lingkungan yaitu flora, fauna dan alam lainnya, kemudian dikembangkan dan disusun secara sistematis membentuk pola geometris tertentu. Penelitian pendahuluan deskriptif dilakukan dengan menggunakan referensi literatur, pengumpulan data dengan wawancara dan observasi ke tempat pengrajin tenun Siak, mengidentifikasi semua motif yang ada untuk mencari jawaban apakah motif tersebut tersusun membentuk pola kelompok frieza, pola yang dibangun dengan penerjemahan dalam satu arah, selain isometri lainnya berupa pantulan horizontal, pantulan vertikal dan rotasi atau luncuran 180°. Setelah dilakukan observasi dan identifikasi, diperoleh 58 jenis motif pada kain tenun Siak. Dari keseluruhan motif diketahui bahwa semuanya membentuk pola frieze. Ada yang membentuk pola freeze F1, F2, F3 hingga pola freeze F7. Terkadang selembar kain tenun Siak dibuat dari kombinasi beberapa pola dekorasi. Sejauh ini belum ditemukan motif tenun Siak yang tidak membentuk pola frieze. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Siak, telah lama menggunakan ide-ide matematis dalam pengembangan motif tenun Siak. Selain itu, penggunaan etnomatematika tenun Siak merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan literasi matematis siswa