Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
Kecemasan Belajar Matematika Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19
Pentingnya penelitian ini adalah sebagai evaluasi proses belajar di prodi Pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecemasan mahasiswa prodi pendidikan matematika di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta pada pembelajaran online di masa Pandemi Covid-19. Metode Penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan software Winsteps dalam mengolah data. Subjek yang digunakan adalah 84 mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan berbeda tingkatan 2 dan tingkatan 4. Instrumen yang digunakan adalah angket kecemasan belajar mahasiswa dalam pembelajaran online yang berkaitan dengan matematika. Angket sudah divalidasi oleh 3 validator ahli. Hasil penelitian menunjukkan enam kelompok kategori kecemasan berdasarkan hasil perhitungan Winistep yaitu memiliki kecemasan belajar matematika sangat tinggi sebesar 4,76%, tinggi sebesar 9,52%, biasa/normal sebesar 35,7%, rendah sebesar 39,2%, sangat rendah sebesar 8,3% dan memiliki kecemasan belajar matematika sebesar 2,38%. Mata kuliah yang sangat mempengaruhi 4 mahasiswa memiliki kecemasan sangat tinggi diantaranya adalah mata kuliah kalkulus differensial, kalkulus integral, geometri Euclid, teori bilangan dan Bahasa Indonesia. Kontribusi dari penelitian ini bahwa dapat menjadi rujukan dosen pengampu mata kuliah matematika wajib dalam proses pembelajaran mahasiswa diberikan bimbingan dan diperhatikan kecemasan dalam proses belajar dalam mata kuliah matematika wajib agar mahasiswa tidak mengalami kecemasan dalam belajar
KUALITAS PELAYANAN DALAM PENERBITAN AKTA KEMATIAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA CIREBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dalam penerbitan akta kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cirebon. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi dilapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dalam penerbitan surat akta kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cirebon sudah diterapkan dimensi Tangibel, Realiability, Responsiviness, Assurance dan Emphaty. Dan faktor penghambatnya yaitu (1) sumber daya manusia yang kurang (2) sarana dan prasarana yang kurang memadai (3) kesadaran masyarakat, sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya regulasi yang ditetapkan pemerintah yang dianggap fondasi dari apa yang dikerjakan. Faktor pendukung lain adalah adanya fasilitas berupa alat bantu untuk memudahkan proses pelayanan yaitu layanan antrian online via Whatsaapp. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Bukti langsung, Kehandalan Daya Tanggap, Jaminan dan Empati, Kepuasan Masyarakat, Kinerja Pelayanan
UPAYA PREVENTIF DAN REPRESIF TERHADAP TINDAK PIDANA TERORISME DI INDONESIA
Upaya Preventif Dan Represif Terhadap Tindak Pidana Terorisme di Indonesia dalam rangka penanggulangan terhadap tindak pidana terorisme salah satu usaha penanggulangan kejahatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan sarana penal yaitu menggunakan hukum pidana dengan sanksinya yang berupa pidana. Penanggulangan kejahatan dengan menggunakan hukum pidana merupakan cara yang paling tua, setua peradaban manusia itu sendiri. Akan tetapi ini tidak bararti bahwa penggunaan pidana sebagai salah satu cara untuk menanggulangi kejahatan. Langkah represif yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka melakukan penanggulangan terhadap tindak pidana terorisme adalah sebagai berikut Pembentukan Badan Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme, serta pembentukan satuan khusus sebagai langkah pemberantasan tindak pidana terorisme. Penyerbuan terhadap tempat persembunyian pelaku terorisme. Penjatuhan sanksi pidana yang tegas terhadap pelaku tindak pidana terorisme yang telah terbukti bersalah berdasarkan bukti-bukti yang ada. Kemudian terkait dengan hambatan upaya preventif dan represif terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dalam pemberantasan Teorisme yang terjadi di Indonesia saat ini, meskipun Polri telah mampu melaksanakan tugasnya yaitu mengungkap dan menangkap para Pelaku, bukan berarti tidak mengalami berbagai kendala dan Pratik di lapangan maupun dalam tahap Penyidikannya, terutama dengan perangkat Undang-undang RI No. 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, sehingga dalam penanggulangan secara preventif dan represif tindak berjalan secara maksimal. Hal ini terkait juga dalam hal: Penangkapan dan Penahanan, Kegiatan Pendahuluan (Precursor Activities) Terorisme sebagai suatu Tindak Pidana, Data Intelijen sebagai alat Bukti dan Deradikalisasi
ANALISIS HUKUM PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA DI BIDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (Analisis Putusan Nomor1247/Pid.sus/2019/Pn.Jkt.brt)
Indonesia merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum di dalam UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1 NKRI yang berbentuk Republik. Negara Kesatuan Republik Indonesia disingkat NKRI adalah negara merdeka yang memiliki banyak suku dan budaya. Keanekaragaman inilah yang membuat Indonesia begitu spesial di mata dunia.NKRI merupakan gabungan kesatuan wilayah dari Sabang dimulai dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sampai Merauke di Irian Jaya (Papua). Indonesia disebut sebagai negara kesatuan dikarenakan wilayah Indonesia banyak didominasi oleh pulau-pulau yang terpencar-pencar. Penulis dalam meneliti skripsi ini dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat penelitian yuridis normatif. Untuk itu yang diteliti adalah unsur- unsur tindak pidana Informasi dan transaksi Elektronik(ITE). Penelitian ini membutuhkan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum primer yang dibutuhkan berasal dari KUHP, Putusan Pengadilan, bahan hukum sekunder berasal dari : buku, jurnal, artikel ilmiah, dan lain- lain, sedangkan bahan hukum tersier berasal dari : Kamus hukum, Ensiklopedia dan lain- lain. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan hukum pidana dalam putusan nomor 1247/Pid.B/2019/PN.Jkt.Brt. ini apakah telah sesuai dengan ketentuan hukum dan memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, sebab menurut penulis dalam kasus ini Majelis Hakim memutus dengan putusan yang dingan dibanding dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, sehingga hakim perlu mempertimbangkan lebih dalam lagi menurut penulis
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF PADA MATERI PELAKU KEGIATAN EKONOMI SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AJAR KEMANDIRI SISWA
AbstractThe problems contained in learning at SMAN 1 Dsidoarjo about the difficulty of students understanding the material. With the Covid-19 pandemic, the need fpr a teaching material for students in order to be able to better understand the materials provided by teachers such as Electronic Module teaching materials or often called E-modules developed using the Flipbook Application. With that the learning process will be more maximal. This research uses a Research and Development research model designed with a 4-D model (four D-Models, there are 4definition planning (design), development (development), deployment (dessiminate). Rith this teaching material is expected to later be trialled on a wider scale. The subjects of this study amounted to 36 students at positive impact on student understanding and learning autcomes.Keywords: Teaching Materials, Flipbook-based E-modules, understanding the material, student independenc
Pengembangan Media “PAKOTA” (Papan Kosa Kata) Tema 2 Subtema 1 Materi Keragaman Benda Kelas 2 SD N Tanjungrejo 1
Abstrak. Dalam proses pembelajaran tidak semua materi dapat diajarkan melalui verbal saja. Seorang guru memerlukan alat berupa media pembelajaran untuk mempermudah penyampaian materi serta memudahkan siswa dalam memahami konsep materi yang diajarkan. Media pembelajaran yang digunakan dapat berupa cetak, audio, internet, ataupun berupa media yang berwujud (konkreat). Dengan adanya media pembelajaran, dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa, dan tentunya kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan, menguji kevalidan, keterterapan, dan kemenarikan media pembelajaran “PAKOTA” (Papan Kosa Kata ) pada Tema 2 Subtema 1 kelas 2 SD N Tanjungrejo 1. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Sebanyak 15 siswa kelas 2 SD N Tanjungrejo 1 menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket validasi dan angket respon siswa. Hasil validitas media pembelajaran PAKOTA dinyatakan valid setelah dilakukan review oleh ahli media dan materi dengan presentase tingkat pencapaian sebesar 80% dengan kategori layak. Dilakukan uji coba lapangan untuk mengetahui tingkat keterterapan dan kemenarikan media pembelajaran, dengan hasil presentase tingkat pencapaian sebesar 92% dengan kategori sangat baik.Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, PAKOTA
KOMPETISI PRODUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA DENGAN NEGARA PESAING DI PASAR INTERNASIONAL
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetisi dan kemiripan struktur ekspor produk kelapa sawit Indonesia dengan negara pesaing di pasar internasional sebelum dan saat pandemic COVID 19”. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini yang mencakup data ekspor negara Indonesia dan negara pesaingnya yaitu Malaysia, Thailand, Kamboja dan Kolombia tahun 2014-2020 bersumber dari UN Comtrade. Metode Analisis untuk mengukur tingkat kompetisi perdagangan produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional menggunakan Index Export Overlapping (IEO) dan Export Similiarity Index (ESI) digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat kemiripan komposisi ekspor produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perdagangan produk kelapa sawit sebelum dan saat pandemic covid-19 memiliki nilai tingkat kemiripan ekspor dari negara Colombia, Thailand, Malaysia, Kamboja memiliki perubahan yang meningkat signifikan. Tingkat kompetisi ekspor produk kelapa sawit Indonesia tertinggi yaitu antara Indonesia dan Malaysia. Kata Kunci : Kelapa sawit, Kemiripan dan Kompetisi.
LEGENDA SANGKURIANG : ASAL TANGKUBAN PERAHU DALAM ANALISIS BAHASA
“Legenda Sangkuriang: Asal Tangkuban Perahu” merupakan cerita rakyat lisan yang diubah dalam bentuk tulis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teks legenda dianalisis dari segi bahasa dengan metode padan intralingual. Data berupa kutipan legenda Sangkuriang yang mengandung ketidaktepatan tata tulis dan logika bahasa. Sumber data adalah teks legenda yang dimuat dalam https://ppid.bandung.go.id/. Dari sudut analisis bahasa, legenda tersebut dianalisis dari tata tulis dan logika bahasa. Analisis tata tulis menghasilkan temuan ada 3 ketidaktepatan, yaitu: penulisan huruf, tanda baca, dan kata. Analisis logika bahasa menemukan 5 ketidaklogisan, yaitu: acuan, ilmu, yakin, tanggung jawab, dan bahasa. Analisis tata tulis berkaitan dengan analisis logika bahasa. Analisis legenda dari segi bahasa sangat membantu pembaca memahami isi bacaan dan menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalam legenda. Dengan analisis dari sisi bahasa, penulis teks sastra lisan dapat menyampaikan tujuan atas karyanya ke generasi era digital
HUBUNGAN ANTARA SENAM LANSIA DAN POLA MAKAN TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA LANSIA DI PUSKESMAS KEJAKSAN KOTA CIREBON
Lansia merupakan salah satu kelompok atau populasi berisiko yang semakin meningkat jumlahnya. Perubahan yang kompleks pada lansia sering menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya adalah peningkatan kadar kolesterol darah. Risiko perilaku atau gaya hidup seperti pola kebiasaan kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memicu terjadinya penyakit yang berkaitan dengan kolesterol. enelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas di Kota Cirebon dan melibatkan 82 orang lansia. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan senam lansia dengan kadar kolesterol total pada lansia.Kata Kunci: lansia; pola makan; senam lansia; kolesterol totalABSTRACTElderly is one of the groups or populations at increasing risk. Complex changes in the elderly often cause health problems, one of which is an increase in blood cholesterol levels. Behavioral or lifestyle risks such as habitual patterns of lack of physical activity and consumption of unhealthy foods can trigger cholesterol-related illnesses. An observational analytic study with a cross sectional approach was conducted in the work area of the Puskesmas in Cirebon City and involved 82 elderly people. The sampling technique in this study is consecutive sampling. There is a significant relationship between diet and elderly gymnastic with total cholesterol levels in the elderly.Keywords: elderly; dietary habit; elderly gymnastic; total cholestero
STUDI IN VITRO ANTIVIRUS EKSTRAK DAUN SINGKONG (Manihot esculenta C.) TERHADAP REPLIKASI VIRUS DENGUE
Latar Belakang: Demam dengue dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) akibat DBD lebih dari 1% dikategorikan tinggi. Terapi untuk DBD yang digunakan saat ini tidak ada yang spesifik, prinsip utama adalah terapi suportif. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa beberapa senyawa alam (polyphenol) dalam daun singkong memiliki peran sebagai antivirus sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun singkong terhadap replikasi virus dengue. Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian post test control group design. Penelitian ini menggunakan 6 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari pemberian ekstrak dari daun singkong (Manihot esculenta C.) dengan konsentrasi bertingkat 10 µg/ml, 20 µg/ml, 40 µg/ml, dan 80 µg/ml. Kelompok kontrol yaitu kontrol negatif (K(-)) dan kontrol positif (K(+)), kontrol negatif yaitu pemberian Dimethyl sulfoxide (DMSO) 0,1%, sedangkan kontrol positif yaitu pemberian Cylosphorin A (CyA). Data diuji menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil: Pada uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan daya hambat ekstrak daun singkong dengan konsentrasi 10 µg/ml, 20 µg/ml, 40 µg/ml, dan 80 µg/ml (nilai p = 0,005). Simpulan: Ekstrak daun singkong ( Manihot esculenta C.) memiliki daya hambat terhadap replikasi virus dengue.Kata Kunci: Manihot esculenta C., Virus Dengue, Ekstrak daun singkong. ABSTRACTBackground: Dengue fever and Dengue Hemoragic Fever (DHF) are caused by dengue virus, which belongs to the genus Flavivirus and family Flaviviridae. Case Fatality Rate (CFR) due to DHF more than 1% is categorized high. There is no specific therapy for DHF currently used, the main principle is suportive therapy. Therefore an alternative treatment is needed. Some research states that some natural compunds (polyphenols) in cassava leaves have an antiviral role so the objective of this research is to find out the inhibition of cassava leaves extract againts dengue virus replication. Method: The study was experimental with a post-test control group design research design. This study uses 6 groups, namely 2 control groups and 4 treatment groups. The treatment group consisted of cassava leaves(Manihot esculenta C.) extract with a concentration of 10 μg/ml, 20 μg/ml, 40 μg/ml, and 80 μg/ml. The control group was negative control (K (-)) and positive control (K (+)), a negative control is giving Dimethyl sulfoxide (DMSO) 0.1%, while positive control is giving Cylosphorin A (CyA). Data were tested using the Kruskal Wallis test. Result: In the Kruskal Wallis test there were differences in inhibition of cassava leaves extract concentrations of 10 μg/ml, 20 μg/ml, 40 μg/ml, and 80 μg/ml (p value = 0,005). Conclusion: Cassava leaves extract (Manihot esculenta C.) has inhibitory power against dengue virus replication.Keyword: Manihot esculenta C., Dengue Virus, Cassava leaves extract