Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
Implementasi Model Pembelajaran Flipped Classroom Guna Meningkatkan Interaksi Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pembelajaran Tematik SD
Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan, diantaranya yaitu kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 yang menimbulkan beberapa permasalahan seperti, interaksi dosen dan mahasiswa yang kurang baik sehingga membuat kegiatan belajar mengajar cenderung menjadi pasif dan kurang efektif. Pada situasi yang seperti ini, pendidik harus berinovasi dan mengambil tindakan cepat agar pembelajaran bisa berjalan efektif kembali. Sebelum pandemi kegiatan belajar biasanya dilakukan di kampus diubah menjadi kegiatan Belajar Di Rumah (BDR). Salah satu alternatif yang tepat di masa pandemi ini yaitu penerapan model pembelajaran flipped classroom. Model pembelajaran ini dapat mengkombinasikan antara pembelajaran internal dikelas dengan pembelajaran diluar kelas atau kelas terbalik dengan maksud untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran mata kuliah Pembelajaran Tematik SD. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan bersiklus dengan tahapan tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif dalam semua komponen interaksi pembelajaran mata kuliah pembelajaran tematik SD menggunakan model pembelajaran flipped classroom.Kata Kunci: Model Pembelajaran Flipped Classroom, Interaksi Belajar, Pembelajaran Tematik S
Kesadaran Merek dan Atribut Mutu Sensori Minuman Teh dalam Kemasan
Teh merupakan minuman yang dikonsumsi secara luas di masyarakat. Berbagai rasa dan merek minuman teh dalam kemasan membuat pilihan konsumen semakin beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran merek dan mutu sensori pada beberapa minuman teh dalam kemasan. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis kesadaran merek minuman teh dalam kemasan yang beredar di pasaran berdasarkan piramida kesadaran merek serta uji ranking untuk pengujian sensori terhadap Teh Pucuk Harum, Ultra Teh Kotak, dan Frestea. Data uji ranking dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Least Significant Difference (LSD) pada taraf 1%. Teh Pucuk Harum paling banyak berada pada puncak pikiran (top of mind), Ultra Teh Kotak menjadi brand recall terbanyak, brand recognition tertinggi adalah Frestea, dan pada kategori brand unware, responden mengenal merek Teh Pucuk Harum, Ultra Teh Kotak, dan Frestea dengan baik. Secara keseluruhan, piramida kesadaran merek Teh Pucuk Harum paling mendekati ideal. Hasil pengujian sensori menunjukkan panelis menyukai warna Teh Pucuk Harum (0,460), tingkat kejernihan Ultra Teh Kotak (0,602), dan tingkat kemanisan Teh Pucuk Harum (0,213) dan Ultra Teh Kotak (0,213). Kata kunci: Kesadaran Merek, Minuman Teh Komersial, Mutu Sensor
Jamboard dan Kahoot: Utilization and Learning Design on Coordinate System Material
The aims to this study is to analyze the design of mathematics learning that using Jamboard and Kahoot in the Coordinate System material. This learning design is based on the characteristics of the 8H grade students at SMP Negeri 1 Karangploso. Learning design using Jamboard and Kahoot is a form of learning design that utilizes mobile phones in classroom learning. The use of Jamboard and Kahoot lies in the core activity stage in learning. Jamboard is used to explore students' initial information from the concept of coordinates, Jamboard is used as a substitute for question and answer activities in the process of extracting information at the beginning of the lesson, which usually causes simultaneous answers in class. Meanwhile, Kahoot is used to actively involve students in reasoning activities, problem solving by students as well as evaluating the achievement of learning activities at that time
MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN CERITA FABEL DI SMP/MTS
Penggunaan media komik dalam pembelajaran cerita fabel bertujuan mengembangkan kompetensi berbahasa peserta didik dalam menyajikan cerita yang terdapat dalam cerita fabel. Dari pengamatan dan penjelasan dari pengajar bahwa keterampilan berbahasa yang paling sulit bagi peserta didik adalah kemampuan menyusun kembali urutan peristiwa dan menyajikan kembali cerita yang terdapat dalam teks cerita fabel secara lisan maupun tertulis karena kurangnya waktu untuk berlatih menulis dan ketika pembelajaran peserta didik merasa enggan membaca teks yang berisi uraian panjang dalam cerita fabel. Perlu dikembangkan media pembelajaran komik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menceritakan kembali isi teks fabel bagi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Peneliti menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation) subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP/MTs
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH PADA FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Penelitian ini menganalisis tokoh kepribadian yang terdapat pada film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini berdasarkan kajian psikologi sasra. Alur cerita film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga dimana pentingnya arti saling memahami perasaan orang lain dan keharmonisan dalam keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kepribadian tokoh-tokoh dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian metode kualitatif yaitu menghasilkan suatu data yang deskriptif berupa data yang kata-katanya tertulis ataupun lisan dari perilaku tokoh pada film. Hasil analisis menyimpulkan terdapat 5 tipe kepribadian yaitu ada Gepasioner memiliki sifat kuat emosionalitasnya, proses pengiringnya kuat, dan aktif aktivitasnya. Sentimentil yaitu kuat emosionalitasnya, proses pengiringnya kuat, dan tidak aktif ativitasnya. Kholeris memiliki emosionalitas yang kuat, proses pengiringnya yang lemah, dan aktif aktivitasnya. Nerveus yaitu memiliki emosionalitas yang kuat, proses pengiringnya yang lemah, dan tidak aktif aktivitasnya. Flegmatis yaitu memiliki sifat tidak emosional, kuatnya proses pengiring, dan aktif aktivitasnya
KRIMINOLOGI TENTANG KEJAHATAN BEGAL YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR
Pembicaraan tentang anak dan perlindungannya tidak akan pernah berhenti sepanjang sejarah kehidupan, karena anak adalah generasi penerus bangsa dan penerus pembangunan, yaitu generasi yang dipersiapkan sebagai subjek pelaksana pembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatu negara, tidak terkecuali di Indonesia. Perlindungan anak di Indonesia berarti melindungi potensi sumber daya insani dan membangun manusia Indonesia seutuhnya, menuju masyarakat yang adil dan makmur, materil spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Dalam hukum positif di Indonesia, masalah anak di bawah umur yang mengenai apabila mereka melakukan perbuatan melawan hukum tersebut, tidak begitu tegas diatur; apa yang seharusnya diperlakukan bagi mereka, dan bagaimana sistem penahanan dan sistem penyidikan yang diberikan kepada mereka juga belum ada diatur dalam hukum
Sampling Menggunakan Skor Akreditasi Sekolah, Apakah Akurat?
Penggunaan nilai akreditasi sekolah untuk klasifikasi sampel berdasarkan level kemampuan matematika tidaklah memadai, mengingat prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh faktor akreditasi, tetapi oleh faktor lain yang bersifat internal dan eksternal dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membandingkan nilai akreditasi dan pengelompokkan nilai rata-rata ujian nasional matematika menggunakan analisis klaster dengan algoritma K-Means dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cirebon; (2) mengetahui korelasi antara nilai akreditasi dan hasil klasterisasi; (3) mengetahui kelompok SMP yang memiliki kemampuan matematika level tinggi, sedang, dan rendah. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan nilai akreditasi sekolah sebagai dasar penarikan sampel kemampuan matematika untuk level tinggi (akreditasi A), level sedang (akreditasi B), dan level rendah (belum terakreditasi) menyebabkan bias pada analisa statistik karena peluang benarnya hanya 31,91%. Uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai akreditasi dan level kemampuan matematika siswa. Kemampuan matematika level tinggi dan sedang didominasi oleh SMP swasta. SMP yang berstatus negeri mayoritasnya berada pada kemampuan matematika level rendah. Hasil klasterisasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian lanjutan yang memerlukan sampel besar seperti pada teori respon butir modern, pembuatan tes diagnosa, pembuatan tes adaptif, dll
Identifikasi pertanyaan yang diajukan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika
Pertanyaan yang diajukan mahasiswa sangat menentukan kualitas penyelesaian masalah matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pendidikan matematika dalam menginvestigasi masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika semester tiga di Semarang yang berjumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan meliputi tes matematika dan observasi. Hasil tes berupa jawaban mahasiswa dan pertanyaan-pertanyaan tertulis yang diajukan sebelum menyelesaikan tes. Proses analisis data pada penelitian ini meliputi memvalidasi data, mengorganisasikan data, mengelompokkan data dan memberi kode berdasarkan kesamaan data, dan mendafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan setidaknya ada delapan tipe pertanyaan yang diajukan. Mayoritas mahasiswa menanyakan tentang cara atau prosedur penyelesaian masalah matematika. Selain itu, mayoritas mahasiswa menggunakan strategi menebak dan memeriksa untuk menyelesaikan masalah matematika. Karena itu, mengajukan pertanyaan sebelum menyelesaikan masalah perlu dilakukan untuk mengeksplorasi masalah
PERENCANAAN HOTEL RAHARJA VI LANTAI KERTAWINANGUN – KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA
Majalengka merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang saat ini memiliki perkembangan dari sektor pengembangan industri, dan keberadaan KSP BIJB dan Kertajati Aeoricity, Akses Koridor Bandung – Cirebon. Oleh karena itu Majalengka membutuhkan bangunan perhotelan yang merupakan salah satu tempat penginapan atau peristirahatan. Dengan ini, para peneliti berencana membuat perencanaan hotel di kawasan Kertawinangun – Kertajati. Termasuk penetapan kawasan strategis (Pasal 37).Desain penelitian diawali dengan survei langsung ke Kantor Bapelitbangda, Kantor PUTR dan Kantor Kesbangpol untuk meminta data terkait perencanaan. Dalam perencanaan hotel ini menggunakan struktur beton, dalam memperhatikan keamanan struktur, proses perencanaan struktur sesuai dengan acuan dalam SNI 2847:2013 tentang beton bertulang dan dengan memperhatikan beban gempa dengan mengacu pada SNI 1726:2012 dan SNI 1727:2013 tentang beban struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu dengan mempelajari literatur dengan mengumpulkan data dari Dinas sebagai izin dalam merencanakan atau membangun gedung tinggi dan referensi dari buku atau internet.Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak seperti ETABS, dan bertujuan untuk mengetahui keamanan struktur. Kemudian dianalisis terlebih dahulu pada setiap elemen structural.Kata Kunci: Perencanaan, Hotel, Analisis
Identifikasi Kesalahan Siswa SMP dalam Penguasaan Matematika pada Materi Perbandingan
Penelitian ini didorong oleh masih munculnya kekeliruan-kekeliruan yang dialami siswa ketika mengerjakan soal matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi perbandingan dan untuk mengetahui rata-rata persentase banyaknya siswa yang melakukan kesalahan pada materi perbandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan subjek penelitian siswa SMP kelas VII-IX dari Kota Tangerang Selatan dan Kota Ambon. Instrumen pada penelitian ini berupa tes pada materi perbandingan yang mengacu pada kompetensi inti dan kompetensi dasar materi perbandingan SMP kelas VII. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung persentasi dan kualtitatif untuk melihat makna dari persentase kesalahan. Hasil dari penelitian ini diantaranya, kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesikan soal matemtika pada materi perbandingan adalah kesalahan konsep, kesalahan operasi, kesalahan prinsip dan kesalahan lainnya. Besarnya persentase kesalahan untuk kesalahan konsep sebesar 39,6% kesalahan operasi sebesar 45,8% kesalahan prinsip sebesar 45,8% dan kesalahan lainnya sebesar 41,7%.Ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kesalahan dalam penguasaan materi perbandingan hampirnya setengahnya, sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran hanya setengahnya yang dapat tercapai