Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
    2652 research outputs found

    Penerapan Cessie Dalam Penyelesaian Hutang Pada Perbankan Syariah

    No full text
    Cessie merupakan konseppenyelesaian utang piutang yang diatur dalam Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Cessie merupakan pengalihan hak atas kebendaan bergerak tak berwujud (intangible goods) yang biasanya berupa piutang atas nama kepada pihak ketiga, dimana seseorang menjual hak tagihnya kepada pihak lain. Dalam KUHPerdata tidak dikenal istilah cessie, namun pada Pasal 613 Ayat [1] Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) disebutkan bahwa penyerahan akan piutang-piutang atas nama dan kebendaan tak bertubuh lainnya, dilakukan dengan jalan membuat sebuah akta otentik atau akta di bawah tangan, dengan mana hak-hak atas kebendaan itu dilimpahkan kepada orang lain.Metode penelitian ini termasuk dalam bentuk penelitian yuridis normatif yaitu penelitian yang menekankan pada penggunaan norma-norma hukum secara tertulis. Dalam penelitian ini membahas mengenaikonsep penerapan cessie penyelesaian hutang piutang yang berlaku pada Perbankan Syariah di Indonesia. Kesimpulannya adalah Mengingat sistem pengalihan hak milik yang berlaku di Indonesia, berupa sistem kausal, maka sah tidaknya perjanjian cessie tergantung dari sah tidaknya hubungan hukum yang menjadi dasar adanya pengalihan hak atau alas haknya

    Validasi Modul “FOPS” untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Soal Cerita Matematika

    No full text
    Abstrak. Kesulitan melakukan pemecahan soal cerita bagi siswa sekolah dasar dapat menjadi kendala untuk menguasai domain matematika lainnya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan validasi modul “FOPS’ untuk meningkatkan kemampuan pemecahan soal cerita matematika. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 guru sekolah dasar yang memberikan penilaian terhadap validitas isi modul serta 53 siswa sekolah dasar di Yogyakarta. Hasil uji validitas isi modul dengan menggunakan Aiken’s V berada pada rentang nilai 0,889-0,962 pada sesi pembelajaran yang mengindikasikan memiliki validitas isi yang baik. Hasil uji empirik menunjukkan terdapat perbedaan skor perolehan posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (z= -3,735 ; p<0,001 ; <0,05). Hasil penelitian membuktikan bahwa modul “FOPS” valid untuk meningkatkan kemampuan pemecahan soal cerita pada siswa sekolah dasar.Kata Kunci: Validasi Modul “FOPS”, Pemecahan Soal Cerita Matematika, Siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Statistika SMA Kelas XII Menggunakan Articulate Storyline

    No full text
    Abstrak. Rendahnya motivasi belajar siswa pada saat pembelajaran daring menyebabkan kesulitan guru dalam mengajar statistika. Untuk mendukung dalam proses pembelajaran statistika, peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis articulate storyline dengan harapan media ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian Research and Development (R&D) dengan teori pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner dengan skala likert yang diberikan kepada validator dan pengguna dan uraian yang diberikan hanya kepada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media BATIK sangat valid dari hasil perhitungan rata rata skor oleh ahli media 97%, ahli materi dengan rata – rata skor 96%, dan ahli bahasa dengan rata – rata skor 96%. Penelitian ini di uji coba di salah satu SMA swasta di Jakarta dengan sasaran siswa dan guru kelas XII IPA. Pada tahap implementation, peneliti melakukan uji coba ke 4 siswa dan 1 guru dengan rata–rata skor pada penilaian siswa diperoleh 79,89% dengan kategori praktis. Pada tahap evaluation, peneliti melakukan uji coba ke 23 siswa dan 1 guru dengan rata–rata skor pada penilaian guru diperoleh 91,31% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran BATIK dapat diterapkan pada pembelajaran statistika dan diharapkan dapat bermanfaat kepada pihak–pihak terkait.Kata Kunci: Media pembelajaran, Statistika, ADDIE

    Analisis ketertarikan guru matematika dengan kerangka PIECES terhadap penggunaan software flip pdf profesional

    No full text
    Abstrak. Proses pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dilakukan secara daring (dalam jaringan), sehingga perlu dilakukan inovasi bahan ajar berbasis teknologi yang dapat membantu peserta didik belajar di rumah. Sebagai dampak dari hal tersebut guru harus dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan Technological Pedagogical dan Content Knowledge (TPACK) dalam pengembangan bahan ajar. Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah guru tertarik untuk mengikuti pelatihan tersebut, untuk itu perlu dilakukan sebuah survey untuk meninjau sejauh mana ketertarikan guru terhadap pelatihan untuk peningkatan TPACK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketertarikan guru dengan kerangka PIECES terhadap penggunaan software flip pdf profesional dalam mengembangkan bahan ajar berbasis TPACK. Penelitian survey dilakukan dengan subjek penelitian adalah guru matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kota Padang. Tiga puluh guru matematika dari 24 SMP diberikan pelatihan mengenai aplikasi ini selama enam minggu. Pelatihan diberikan kepada guru mulai dari pengenalan software, penggunaan menu, pembuatan bahan ajar, dan publish online. Setelah pelatihan guru diberikan angket dengan domain kerangka PIECES. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa guru menunjukkan ketertarikan terhadap aplikasi flip pdf profesional dengan tingkat kepuasan tinggi dan menganggap pelatihan yang diberikan adalah penting.Kata Kunci: Flip Pdf Professional, Pembelajaran Daring, PIECES Framewor

    Kepatuhan Pelaporan E-Faktur 3.0 Berdasarkan Persepsi Efikasi Diri, Kebermanfaatan, dan Kemudahan

    No full text
    AbstractThis study aims to test the impact of the perceived self-efficacy, the usefulness, and the convenience toward electronic periodic tax return (e-SPT) of electronic value added tax (VAT) reporting. This study is quantitative research. The data are collected by distributing questionnaires to 121 participants, they are directors, supervisor, and accountant staffs of the companies which are considered as the VAT enterprise. in East Java and has used e-invoice version 3.0 for the reporting of e-SPT VAT period. Research instruments in the form of questionnaires with 7 (seven) questions for self-efficacy variables 10 (ten) question indicators for perception of usefulness as well as perception ease of use. The analysis of this study applies the multiple linier regression method. As a result, statistical tests support the hypothesis that perception of self-efficacy and ease perception improve compliance of e-VAT reporting. Meanwhile, the perception of usefulness has no effect on compliance of e-VAT reporting. This finding provides confirmation that e-Invoice 3.0 is a new application so that taxpayers as users are still in the process of adapting the use of the application so that many additional features that cannot be maximum utilized by the taxpayer in the short term.Keywords: Ease of use; Electronic periodic tax return; Perceived self-efficacy; Usefulness; VAT Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi efikasi diri, persepsi kebermanfaatan, dan persepsi kemudahan terhadap kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN berbasis e-Faktur 3.0. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden sejumlah 121 orang yang terdiri dari direktur, supervisor maupun staf akuntansi yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak di Jawa Timur dan telah menggunakan e-faktur versi 3.0 untuk pelaporan e-SPT masa PPN. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 7 (tujuh) pertanyaan untuk variabel efikasi diri, 10 (sepuluh) indikator pertanyaan untuk persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil uji statistik mendukung hipotesis bahwa persepsi efikasi diri dan persepsi kemudahan meningkatkan kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN. Sementara itu, persepsi kebermanfaatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pelaporan e-SPT masa PPN. Temuan ini memberikan konfirmasi bahwa e-Faktur 3.0 merupakan aplikasi baru sehingga wajib pajak sebagai pengguna masih dalam proses adaptasi penggunaan aplikasi sehingga banyak fitur tambahan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak. Artinya, manfaat aplikasi e-Faktur belum bisa dirasakan dalam jangka pendek.Kata Kunci: e-SPT masa PPN; Kegunaan; Kenyamanan; Persepsi Kemudahan Penggunaa

    IMPLIKASI HUKUM PENGATURAN SUMBER DAYA AIR PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 85/PUU-XI/2013

    No full text
    Pengaturan sumber daya air awalnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan Oleh karena konten undang-undang tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Maka diterbitkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber daya Air Hadirnya UU 7/2004 ini malah memberikan citra buruk terhadap pengaturan sumber daya air di Indonesia. MK melalui Putusan Nomor 85/PUU/XI/2013 kemudian membatalkan UU 7/2004 dan menyatakan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Namun perlu digaris bawahi bahwa pembatalan tersebut tidak serta merta ikut membatalkan peraturan pelaksana dari UU 7/2004 yang memiliki konsekuensi logis menghidupkan kembali undang-undang lama yang usang dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena mencegah terjadinya kekosongan hukum dibidang sumber daya air. Hal ini berakibat pada sistem pengelolaan sumber daya air yang juga ikut berubah. Atas dasar inilah penulis kemudian mengajukan rencana penelitian yang akan mengkaji Implikasi Hukum Pengaturan Sumber Daya Air Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah  metode penelitian normatif. pendekatan yang dapat digunakan, yaitu pendekatan undang-undang pendekatan kasus pendekatan histori pendekatan komparatif dan pendekatan konseptual. Terhadap pengaturan SDA, Implikasi pembatalan UU 7/2004 maka dikembalikan ke UU 11/1974 sampai dibentuk UU terbaru yang mengatur SDA. Lalu, dibentuk UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air untuk mengganti UU 11/1974 yang tidak sesuai dengan konteks zaman

    How do students learn German cultural values throughout podcast-mediated project-based learning AMIDST COVID-19 pandemic?

    No full text
    Kulturkunde, a Germany intercultural class, pivoted to online learning due to Covid-19. Meetings switched from face-to-face to synchronous and asynchronous meetings. During these modes, students struggled  learning Germany cultures throughout the podcast-mediated project-based learning. Accordingly, the paper attempts to describe how Germany-majored students learn Germany cultures during the online learning. Data were garnered from the Kulturkunde class reflection during podcast-mediated project-based learning in the state university in Yogyakarta.  During these online meetings, twelve podcasts containing students’ intercultural projects were published. The findings reveal the students successfully pursued varieties of intercultural awareness. In addition, they also promote their language fluency and accuracy. To end, issues of ICT-based learning is also sought to discuss. Kulturkunde, pembelajaran budaya Jerman berubah dari tatap mukan menjadi tatap maya. Melalui kanal ini, mahasiswa berusahan keras belajar dan memahami nilai-nilai budaya Jerman secara daring melalui bantuan media podcast. Dari sini, tujuan penulisan artikel untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Jerman berlajar budaya Jerman secara daring. Data riset diperoleh melalui kegiatan refleksi selama pembelajaran yang didokumentasikan selama pembealjaran oleh dosen di sebuah universitas negeri di Yogyakarta, Indonesia.  Selama kegiatan pembealjaran daring ini, dua belas proyek podcast berhasil dipublikasikan. Hasil riset menunjukkan tidak hanya masalah perolehan nilai-nilai budaya Jerman yang diperoleh dan dipelajari, namun juga adanya kemampuan berbahasa Jerman yang meningkat. Sebagai tambahan, kemampuan pengguanaan teknologi pendidikan juga menjadi berkembang. Kata Kunci: budaya Jerman, kulturkunde, proyek kelas, Podcas

    THE EFFECT OF THE USE OF GBFS AS A MEDIUM AGGREGATE SUBSTITUTION ON THE PERFORMANCE OF THE AC-WC ASPHALT MIXTURE

    No full text
    The massive use of natural materials in major road infrastructure frequently disrupts the sustainability of the ecosystem in the environment. A solution for using other materials is needed to minimize the impact of using these natural materials. GBFS (Granulated Blast Furnace Slag) is waste from blast furnace combustion of iron and steel material in granular form, which characteristically can be used as a substitute for medium aggregate asphalt mixture material. The study was conducted by several testing, such as GBFS material testing, AC-WC asphalt mixture characteristic test using Absolute Density Method, and performance testing on AC-WC asphalt mixtures, based on its structural performance and dunctional performance with the percentage of GBFS as medium aggregate variation at 0%, 50%, 75%, and 100%. The study results show that the utilization of the percentage of GBFS as a medium aggregate substitution by 75% improves functional performance and structural performance of AC-WC asphalt mixture.Keyword: GBFS, Asphalt Mixture, AC-WC, Medium Aggregate

    Analisis Usahatani Jagung Pipilan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut

    No full text
    ABSTRAK Tanaman Jagung Pipilan merupakan komoditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung pipilan berdasarkan status penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut pada bulan Oktober sampai November 2021. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan persentase pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 18 orang, dan petani penyakap 18 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menganalisis biaya produksi usahatani, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik sebesar Rp 19.210.239/Ha/Musim Tanam, sedangkan petani penyakap sebesar Rp. 11.145.867/Ha/Musim Tanam. Sistem bagi hasil usahatani jagung pipilan di daerah penelitian untuk petani penyakap adalah 50% dari hasil keseluruhan hasil produksi. Usahatani jagung pipilan yang dijalankan oleh petani pemilik dan petani penyakap layak untuk diusahakan dengan rata-rata nilai R/C rasio sebesar 1,6 untuk petani pemilik, dan nilai R/C rasio sebesar 1,3 untuk petani penyakap. Kata kunci: Analisis Usahatani, Jagung Pipilan, Status Penguasaan Lahan

    ANALISIS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN CARA MUTILASI DALAM SISTEM HUKUM PIDANA INDONESIA (STUDI KASUS PUTUSAN PUTUSAN NOMOR. 101/PID.B/2011/PN.PAREPARE)

    No full text
    Pembunuhan dengan mutilasi merupakan perbuatan yang terbilang keji dimana pembunuhan ini dilakukan dengan diawali adanya penghilangan terhadap nyawa seseorang kemudian dilanjutkan pemotongan terhadap tubuh korban mulai dari bagian kepala hingga keseluruhan tubuhnya. Hal itu dilakukan untuk penghapusan jejak pembunuhan. Mutilasi jika dilihat dalam hukum pidana Indonesia tidak diatur secara jelas sehingga dalam memberikan penjatuhan hukuman terhadap pelaku juga terkadang kurang tetap hal ini mengakibatkan adanya kekhawatiran dan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat jika pelaku tidak dihukum seberat-beratnya, Penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian Dalam KUHP perbuatan mutilasi merujuk pada pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP) atau pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh suatu perbuatan pidana (Pasal 339 KUHP). Penerapan hukum materiil dalam putusan Nomor. 101/Pid.B/2011/PN.Parepare adalah tepat. Jaksa Penuntut Umum, terdakwa didakwa dengan Dakwaan Kumulatif subsideritas yaitu Kesatu Primair Melanggar Pasal 340 KUHPidana, Subsidiair Pasal 338 KUHPidana, Lebih Subsidiair Pasal 353 ayat 3 KUHPidana, Lebih Subsidiair Lagi Pasal 354 ayat 2 KUHPidana, Lebih-Lebih Subsidiair Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, DAN Kedua melanggar Pasal 362 KUHPidana

    0

    full texts

    2,652

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇