Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
A Mutualism between American and Islamic Values in Rais and Almahendra’s Bulan Terbelah di Langit Amerika
This paper examines the mutualism between Muslims and the American land through a long journey since the very early of American history. In the trend of Islamophobia aftermath 9/11, the bond is analyzed with a new perspective through discourses in the novel Bulan Terbelah di Langit Amerika (2016), written by two Indonesian Muslims authors, Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. It describes the relationship between American values and Islamic teachings in a mutualistic association. The moral lesson of the novel has been clear to show the readers that Islam still contributes significantly to the world and has been in a mutual relationship with American country along history.
English Students’ Attitudes toward the Implementation of Multiple Distanced-Learning Platforms during Covid-19 Outbreak
This preliminary case study was to describe how the enactment of multiple distanced learning platform has impacts of students’ attitudes during the covid-19 outbreak. . The data were garnered from the zoom and whatApps mediated English learning in the university in Madura. The results indicate not only psychological but also hardskills of the English arose. The students felt their motivation to have online learning develop as well as their attitude toward their English learning. As immerging data are still limited in terms of coverage and still in on going interpretation and analysis, the students English skills become significant to investigate in the future. Studi kasus pendahuluan ini untuk mendeskripsikan bagaimana pemberlakuan platform pembelajaran jarak jauh ganda memiliki dampak terhadap sikap siswa selama wabah covid-19. . Data dikumpulkan dari zoom dan whatApps yang dimediasi pembelajaran bahasa Inggris di universitas di Madura. Hasil menunjukkan tidak hanya psikologis tetapi juga hardskills bahasa Inggris muncul. Para siswa merasakan motivasi mereka untuk mengembangkan pembelajaran online serta sikap mereka terhadap pembelajaran bahasa Inggris mereka. Karena data yang muncul masih terbatas dalam hal cakupan dan masih dalam interpretasi dan analisis yang sedang berlangsung, kemampuan bahasa Inggris siswa menjadi penting untuk diselidiki di masa depan
The Infusion of Moral Values in A Commercial Publisher English Textbook
This research aims to examine the infusion of moral value in English textbooks for middle school in Indonesia. The data were collected through transferring and normalizing the written data from a commercial English textbook entitled: English on Sky 2 for SMP/MTs kelas VII to the Antconc software. The data were analyzed by using corpus based analysis. In order to employ this type of analysis, we used the AntConc corpus analysis software and using vocabularies adopted by previous researchers. The findings of this research showed that the moral values that are represented in this textbook there are two moral values, which are values toward others and values toward self. For values toward others, there are sub values such as conveying kindness, as example is being helpful, and keeping promise; showing respect, such as asking permission and apologizing; showing affection, such as giving compliments, showing close relation with God. Moreover, for moral values towards self such as conveying how to appreciate, accept, yourself.
A Study of Translanguaging Practices in an EFL Classroom in Indonesian Context: A Multilingual Concept
In a multilingual society there is of course the teaching of a second (and perhaps third) language. At the educational level of Indonesia, English as a foreign language or EFL explicitly requires a lot of interaction in speaking, as well as in language skills in general. Translanguaging is a form of multilingual practice in the context of multilingual education where students must be given equal rights to develop their language potential. Seeing the complexity of the learning process that must be covered in teaching English in a multilingual situation, therefore the purpose of this research is to reveal the benefits, functions, and purposes of Translanguaging in the learning process. This research is descriptive research with a qualitative approach, where the researcher is the key instrument of data. Data collection techniques are carried out by triangulation (combined) of observations, interviews, and study documents. The qualitative research results emphasize meaning rather than generalization. Translanguaging merupakan salah satu bentuk praktik multibahasa dalam konteks pendidikan multibahasa dimana siswa harus diberikan hak yang sama untuk mengembangkan potensi bahasanya. Melihat kompleksitas proses pembelajaran yang harus dicakup dalam pengajaran bahasa Inggris dalam situasi multibahasa, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap manfaat, fungsi, dan tujuan Translanguaging dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan desain studi kasus, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung. Temuan riset ini menunjukkan tiga jenis penerjemahan yang digunakan oleh guru selama mengajar. Jenis-jenis translanguaging tersebut adalah intra-sentential translanguaging, intersentential translanguaging, dan tag translanguaging, dengan empat tujuan yang saling berkaitan yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi hasil pembelajaran siswa
Implementasi Literasi Digital Era Abad 21 Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik MIS Soko Kota Pekalongan
Abstrak. Indonesia pada Program for International Student Assessment (PISA) menempati urutan ke-57 dari 65 negara yang diteliti dalam hal kemampuan membaca. Tingkat membaca khususnya siswa bisa dikatakan sangat rendah. Rendahnya kemampuan membaca pada siswa maka pengetahuan yang dimiliki juga akan mengalami ketertinggalan. Rendahnya tingkat membaca di kalangan siswa ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan yang bersangkutan yaitu kementerian pendidikan dan kebudayaan. Di zaman sekarang perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat membuat segala kehidupan manusia membutuhkan sebuah teknologi yang berbasis digital. Perkembangan teknologi ini juga membuat kemudahan dalam mendapatkan segala informasi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di bidang pendidikan yaitu salah satunya gerakan literasi yang memanfaatkan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan mengenai implementasu literasi digital era abad 21 dalam membentuk karakter peserta didik MIS Soko Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan datanya melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa literasi digital ini sudah diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan terutama dalam membentuk katrakter peserta didik. Apalagi 2 tahun kemarin seluruh dunia merebak penyakit yang bernama covid 19 semua aktivitas manusia menjadi berubah, salah satunya di pendidikan yang tadinya proses pembelajaran di MIS Soko Kota Pekalongan tatap muka menjadi pembelajaran daring. Hal ini menjadi sebab literasi digital diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan dalam membentuk karakter. Karakter yang dibentuk seperti kejujuran, kedisiplinan, kreatif dan berpikir kritis.Kata kunci: Literasi Digital, Karakter, Peserta Didi
Peran Modal Sosial dalam Industri Kopi Puntang
Kopi Gunung Puntang, atau lebih dikenal dengan nama Kopi Puntang, merupakan kopi arabika yang terkenal di Indonesia, bahkan di dunia. Kesuksesan petani Gunung Puntang dalam melakukan budidaya kopi yang inovatif dan ramah lingkungan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan kualitas lingkungan, namun juga pada aspek sosial dan ekonomi Modal sosial merupakan salah satu komponen utama dalam kesuksesan inudstri, termasuk industri kopi Modal sosial menjadi aspek yang menjamin keberkelanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran modal sosial dalam industri Kopi Puntang dalam mencapai misi ekologi, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap perusahaan, petani, dan konsumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis wacana dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kepercayaan, norma, dan jaringan sebagai pembentuk modal sosial industri Kopi Puntang berdampak pada kualitas buah kopi yang dihasilkan dan bisnis Kopi Puntan
Bureaucracy Reform in Improving Integrated District Administrative Services
Bureaucratic Reform of District Integrated Administrative Services (PATEN) The study at the Rajagaluh District Office, Majalengka Regency has the aim of explaining the bureaucratic reforms implemented by PATEN in improving service quality in Rajagaluh District and the supporting factors, obstacles to the successful implementation of PATEN in Rajagaluh District. The research method uses descriptive qualitative where the author uses information from the Rajagaluh District agencies and outside parties as a data balancer, namely the community. The results of this study indicate that the success of PATEN implementation in Rajagaluh District is seen in the PATEN implementation process through the behavior of PATEN employees, infrastructure, forms of commitment in implementing PATEN and service accountability. This makes Rajagaluh District strive to realize Bureaucratic Reform in its environment. The existence of PATEN not only aims to improve the quality of service in the District but also brings it closer to the community. Changes that occur through PATEN such as the provision of service facilities, a modern service system and the behavior of PATEN employees in accordance with service standards. Supporting factors in the success of PATEN are organizational capacity, coordination of interactions between actors involved and strategies for delivering information through a persuasive approach that lead to increased services such as training and improvement of infrastructure. In addition, this has a positive impact on the community so that people are satisfied with the existence of PATEN in Rajagaluh District. Despite the limited budget in increasing the capacity of human resources and infrastructure. The conclusion of the study is that in providing public services through PATEN it is related to PATEN officers so that there is a need for bureaucratic reform to achieve good governance. Therefore, the PATEN policy can produce institutions that are committed to advancing bureaucratic reform and paying attention to the needs of the community in public services
MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE BERBASIS LITERASI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA MENULIS KARYA ILMIAH
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran kooperatif think pair and share berbasis literasi media dalam perkuliahan bahasa Indonesia pada kompetensi menulis karya ilmiah.(2) Menjelaskan peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah pada mahasiswa, setelah menggunakan metode pembelajaran kooperatif think pair and share berbasis literasi media pada perkuliahan bahasa Indonesia.(3) Mendeskripsikan perubahan perilaku mahasiswa, setelah mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif think pair and share literasi media pada perkuliahan bahasa Indonesia. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). PTK yang dilakukan oleh peneliti dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa. Hasil dari siklus I digunakan oleh peneliti sebagai refleksi dari tindakan siklus II. Tindakan siklus II bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran pada siklus I. Siklus II ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan proses pembelajaran pada siklus I. Penelitian mengenai peningkatan keterampilan menulis karya ilmiah dengan metode pembelajaran kooperatif think pair and share melalui media presentasi kelasmerupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas terdiri atas empat tahap, yaitu tahap perencanaan, observasi, tindakan, dan refleksi. Keempat tahap tersebut saling berkaitan satu sama lain. Siklus II dilakukan untuk menyempurnakan tindakan pada siklus I yang belum mencapai hasil yang maksimal. Hasil tes keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa pada siklus I menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran kooperatif think pair and share melalui media presentasi kelasbelum mencapai target yang diinginkan. Namun, hasil siklus I ini mengalami peningkatan dari hasil prasiklus, yaitu kategori cukup atau nilai rata-rata sebesar 56,69 menjadi kategori cukup atau nilai rata-rata sebesar 64,5 pada siklus I. Nilai rata-rata pada siklus I tersebut belum memenuhi nilai yang akan dicapai, yaitu sebesar 70. Oleh karena itu, penelitian mengenai keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa Universitas Semarang dan Universitas Maritim AMNI Semarang . dilanjutkan pada siklus II.Refleksi pada siklus II ini digunakan untuk mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan. Refleksi pada siklus II ini dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan nontes yang telah diperoleh pada siklus II. Analisis hasil tes dilakukan dengan menganalisis hasil tes keterampilan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah pada siklus II. Analisis nontes dilakukan dengan menganalisis deskripsi perilaku ekologis, catatan harian, wawancara, sisiometri, dan dokumentasi video dan foto. Penelitian tindakan kelas mengenai keterampilan menulis karya ilmiah pada siklus II ini sudah mencapai target yang diinginkan. Tindakan pembelajaran menggunakan metod pembelajaran kooperatif think pair and share melalui media presentasi kelassudah tercapai. Salah satu indikator dari pencapaian tindakan tersebut terlihat pada análisis hasil tes dan nontes. Nilai rata-rata pada siklus II sudah memenuhi nilai yang ingin dicapai, yaitu sebesar 70. Nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II sebesar 75,61 dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 11,11 atau 17,22% dari siklus I ke siklus II
KONSEP RADIKALISME SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA TERORISME
Tindak pidana terorisme sejak dahulunya diidentikan pada kelompok radikalisme agama yang ingin mendirikan khalifah islamiyyah di Indonesia atau membentuk sebuah kekuasaan Islam, memutus hubungan masyarakat kontemporer dan penguasa yang sah, dan menciptakan sistem sosial politik berbasiskan Islam sedangkan untuk yang tidak setuju disebut kufur. Tindak pidana terorisme di Indonesia terjadi semenjak negara ini merdeka baik itu pada masa orde lama, orde baru, maupun di era reformasi. Dengan rumusan masalah yang diambil yaitu Bagaimana konsep radikalisme dalam penanggulangan tindak pidana terorisme menurut undang undang, yurisprudensi dan doktrin dan Bagaimana implementasi dari radikalisme dalam mencegah tindak pidana terorisme. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep radikalisme dalam penanggulangan tindak pidana terorisme yaitu dikaitkan dengan 4 pillar PVE, dan Pencegahan radikalisme tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata tetapi juga tanggung jawab bersama semua komponen.
Determinants of Village Fund Management Accountability and Its Implications on Village Government Performance
AbstractThe regional autonomy implemented by the village government currently provides flexibility for officials to manage village funds so that they are more targeted, thus creating a critical task to create public trust. This study analyses internal and external factors that influence the village government in producing good performance and accountability. The population in this study is the village government in Riau Province, with sample of 200 was obtained purposively from the village government in Meranti Regency. Based on the results of descriptive and inferential statistical analysis using WarpPLS 5.0, internal and external government factors directly affects village fund management accountability and performance. Also, it affects performance indirectly partially associated with village fund management accountability. Organizational commitment is very dominant in improving performance, with or without mediation from village fund management accountability, so organizations need to facilitate the apparatus with a conducive work environment and appreciate the achievements of the apparatus.Keywords: Accountability; Competency; Organisational commitment; Participation.AbstrakOtonomi daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah desa saat ini memberikan keleluasaan bagi aparat untuk mengelola dana desa agar lebih tepat sasaran, sehingga menciptakan tugas kritis untuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap kinerjanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemerintah desa dalam menghasilkan kinerja dan akuntabilitas yang baik. Populasi penelitian ini adalah pemerintah desa di Provinsi Riau, dan sampel sebanyak 200 orang diperoleh dari pemerintah desa di Kabupaten Meranti yang diperoleh secara purposive. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan menggunakan WarpPLS 5.0, informasi faktor internal dan eksternal pemerintah dalam penelitian ini berpengaruh langsung terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dan kinerja pemerintah desa. Selain itu, secara tidak langsung mempengaruhi kinerja sebagian terkait dengan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Komitmen organisasi sangat dominan dalam meningkatkan kinerja organisasi, dengan atau tanpa mediasi pertanggungjawaban pengelolaan dana desa, sehingga organisasi perlu memfasilitasi aparatur dengan lingkungan kerja yang kondusif dan mengapresiasi prestasi aparatur.Kata kunci: Akuntabilitas; Komitmen organisasi; Kompetensi; Partisipasi.The regional autonomy implemented by the village government currently provides flexibility for officials to manage village funds so that they are more targeted, thus creating a critical task to create public trust in their performance. This study analyses the influence of internal and external factors that influence the village government in producing good performance and accountability. The population in this quantitative study is the village government in Riau Province, and a sample of 200 was obtained from the village government in Meranti Regency, which was obtained purposively. Based on the results of descriptive and inferential statistical analysis using WarpPLS 5.0, information on internal and external government factors in this study directly affects village fund management accountability and village government performance. Also, it affects performance indirectly partially associated with village fund management accountability. Organizational commitment is very dominant in improving organizational performance, with or without mediation fromvillage fund management accountability, so organizations need to facilitate the apparatus with a conducive workenvironment and appreciate the achievements of the apparatus