Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYADAPAN TERHADAP PERKARA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan yang di kategorikan sebagai tindak kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang pemberantasannya pun juga harus dilakukan secara luar biasa atau khusus (extra ordinary measure). Salah satu cara pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yaitu dengan cara penyadapan (intersepsi) yang hasilnya dapat dijadikan sebagai alat bukti. Oleh karenanya, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh tindakan aparat penegak hukum untuk mencegah dan memberantas tindak kejahatan seperti korupsi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaturan pembuktian hasil penyadapan yang dilakukan oleh KPK dan pengaruh penyadapan terhadap perkara kasus tindak pidana korupsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitiannya deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan atau dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif. Berdasarkan penelitianKetentuan mengenai tindakan penyadapan dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 11/Per/M.Kominfo/02/2006 tentang Teknis Penyadapan Terhadap Informasi dan Mengenai pengaturan dan legitimasi tindakan penyadapan dalam Undang-Undang PTPK juga dapat dilihat dalam ketentuan sebagaimana Pasal 26A Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Undang-Undang PTPK)
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Berdasarkan Adversity Quotient (AQ) pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Kemampuan berpikir kritis dan Adversity Quotient (AQ) berperan penting dalam proses menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa SMA berdasarkan Adversity Quotient (AQ) pada materi sistem persamaan linear tiga variable (SPLTV). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket ARP, soal tes, dan pedoman wawancara. Angket ARP diberikan kepada tiga kelas di sebuah SMA Negeri di Jember, Indonesia. Dari 3 kelas tersebut dipilih 7 subjek penelitian, di mana 3 siswa dengan kategori AQ tinggi, 3 siswa AQ sedang, dan 1 siswa AQ rendah. Kemudian, mereka diberikan masalah matematika topik SPLTV untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori AQ tinggi cenderung mempunyai kemampuan berpikir kritis sangat tinggi dan tinggi. Siswa kategori AQ sedang cenderung mempunyai kemampuan berpikir kritis tinggi dan sedang, serta siswa kategori AQ rendah cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang sangat rendah. Saran untuk siswa perlu meningkatkan AQ agar mampu memiliki kemampuan berpikir kritis yang optimal
#WHATSYOURWAVE DAN #CATCHYOURWAVE DARI MICROGRAM SEBAGAI BENTUK SOSIALISASI ACARA ARCHIPELAGO DI KOTA BANDUNG
Buruknya edukasi, networking serta treatment dalam ekosistem musik mendorong Archipelago dan Microgram untuk mengkampanyekan #WhatsYourWave dan #CatchYourWave Yang mengajak anak-anak muda untuk terus beradaptasi. Melalui penelitiaan ini, peneliti bermaksud untuk mengetahui manajemen kampanye yang dilakukan oleh Microgram Entertainment, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Melalui metode penelitian deskriptif serta pengumpulan data dengan wawancara observasi, studi dokumentasi, dan metode penelusuran data daring menghasilkan data sebagai berikut, Langkah pertama adalah perencanaan yaitu kampanye bertema "gelombang" untuk mengubah perilaku target sasaran kampanye; langkah kedua adalah pelaksanaan, yang dimana sebagian besar kampanye bersifat daring, ditambah satu kegiatan luring; langkah ketiga adalah evaluasi, dimana pengukuran keberhasilan kampanye berfokus pada metriks media sosial. Simpulan dari penelitian ini adalah, manajemen kampanye ini tidak sepenuhnya sesuai konsep manajemen kampanye. Pada tahap perencanaan, penetapan tujuan & tolak ukur tidak berkaitan dengan dampak di dunia nyata. Pada tahap pelaksanaan, terdapat kegagalan dalam beberapa tindakan kampanye. Pada tahap evaluasi, hasilnya tidak bisa digunakan untuk mengukur dampak kampanye di dunia nyata. Saran pada penelitian ini pada tahap perencanaan adalah menyusun tujuan yang berkaitan dengan perubahan perilaku. Pada tahap pelaksanaan, mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan kru cadangan dan sumber daya gratis/murah. Pada tahap evaluasi, dapat dilakukan dengan mengadakan survei daring sebelum dan sesudah kampanye. Kata kunci: kampanye, manajemen kampanye
ANALISIS ISI PESAN INSTAGRAM BPBD DKI JAKARTA DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR MEMAKAI MODEL CERC
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa isi pesan yang dikomunikasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui media sosial Instagram (@bpbddkijakarta) dalam menjalankan tugasnya untuk memitigasi banjir di Jakarta. Tugas BPBD DKI dalam mengatasi banjir tertuang melalui Pergub DKI No.13/2021 tentang Rencana Kontijensi Penanggulangan Bencana, dan diantaranya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana melalui media cetak dan elektronik. Komunikasi bermedia di era Web 2.0 telah berkembang menggunakan bermacam media baru termasuk Instagram sebagai platform media sosial yang sering digunakan untuk mengunggah pesan bersifat visual. Dalam melakukan analisis isi, digunakan model komunikasi krisis CERC dari US-CDC yang berisi kategori be first, be right, be credible, express emphaty, promote action, dan show respect. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap isi pesan di akun Instagram BPBD DKI dalam rentang September 2021-Februari 2022 dan ditemukan bahwa model CERC ini dapat digunakan untuk menganalisa isi pesan Instagram BPBD DKI khususnya dalam mensosialisasikan informasi seputar banjir, peringatan dini dan tanggap bencana, meski BPBD DKI belum sepenuhnya memaksimalkan semua fitur yang ada di Instagram.Kata Kunci: Analisis Isi, Instagram, Mitigasi, Bencana Banjir, CER
PEER FEEDBACK ON STUDENT TEACHERS’ TEACHING PRACTICE THROUGH MICROBLOGGING WITH INSTAGRAM
Technology integration in foreign language classroom is a prerequisite in this post pandemic era. Social media technologies have a great promise to boost efficacy of language learning and students’ engagement. As one of the social media platforms, Instagram rapidly gained popularity, with one billion registered users in 2018 and it is still growing bigger today. It introduced hashtags to help users discover both photos and each other. As student teachers of English, teaching skill is a big must. In teaching practice, the learning engagement is reflected by giving peer feedback. Creative and innovative peer feedback can encourage the student teachers’ professional development as a teacher. Therefore, this study sheds light on the use of Instagram as the media for giving student teachers peer feedback after they have teaching practice in the form of microblog by using carousel photos and hashtag in Instagram. Thus, qualitative method is chosen to capture the objective of the study by questionnaire, documentation and semi-structured interview. The finding of this study is expected to provide new insight to develop engagement especially in giving feedback in the teaching practice for EFL student teachers in this hybrid learning
Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah dan Air Susu Ibu Eksklusif Dengan Kejadian Stunting (Studi di Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon)
Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi yang diakibatkan kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak pada usia yang sama. Kekurangan gizi dapat terjadi dari sejak lahir hingga usia dua tahun. Tujuan: Untuk menganalisa antara berat badan dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Metode: Case Control, dengan sample 30 kasus dan 30 kontrol. Sample diambil dengan cara simple random sampling. Analisa data dengan menggunakan Chi square dan Odd rasio. Hasil: Terdapat korelasi yang signifikan antara menyusui ASI eksklusif denga kejadian stunting (p=0.03; OR=5.2 CI 95%=1.28-11.52), dan tidak ada korelasi antara BBLR dengan kejadian stunting (p=0.43; OR=2,2 CI 95%= 0.51-9.3). Simpulan: Pemberian ASI eksklusif mempunyai korelasi signifikan dengan stunting. Pemberian ASI tidak ekslusif mempunyai kemungkinan anak mengalami stunting sebesar 5,2 kali lebih tinggi disbanding dengan pemberian ASI eklusif.Kata kunci: BBLR, ASI eksklusif, Stuntin
MALNUTRISI DAN ANEMIA PADA KEHAMILAN
Latar Belakang: Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan selama menahun atau kronis yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi semakin tinggi untuk tidak terpenuhi. Terjadinya KEK diakibatkan oleh kurangnya asupan energi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak maupun mikronutrien terutama vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium dan iodium. Kurangnya zat besi dan asam folat dapat menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berkurang, sehingga terjadi anemia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Beber. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari buku kohort ibu bulan Januari-Desember 2019 di Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon. Besar sampel 289 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil: Analisis kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil didapatkan p-value <0,001 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar Hb dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon.Kata Kunci: Kadar Hemoglobin (Hb), Kurang Energi Kronis (KEK) Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition where the mother experiences chronic or chronic food shortages which can lead to health problems in the mother so that the needs of pregnant women for nutrients are higher and not fulfilled. The cause of CED is a lack of energy intake from macronutrients such as carbohydrates, protein, and fat or micronutrients, especially vitamin A, vitamin D, folic acid, iron, zinc, calcium and iodine and others. Lack of iron and folic acid can cause hemoglobin (Hb) levels in the blood to change, especially anemia. Aim: This study aims to determine the relationship between Hb levels and the incidence of CED in pregnant women at Beber Public Health Centre. Methods: This study was an analytical observational study with a cross sectional design and was carried out from March to April 2021. This study used secondary data obtained from the maternal cohort book from January to December 2019 at the Beber Public Health Centre, Cirebon Regency. The sample size in this study was 289 and the sample was taken using a simple random sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with correlation spearman. Results: The results of the analysis of Hb levels with the incidence of CED in pregnant women obtained a p-value <0.001 (p<0.05). Conclusion: Based on the research, there was a significant relationship between Hb levels and the incidence of KEK in pregnant women in the work area of Beber Public Health Centre, Cirebon Regency.Keywords: Hemoglobin Level, Chronic Energy Deficiency (CED)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN KEMACETAN DI KOTA CIREBON (Studi Kasus di Jalan Pekiringan)
Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas menimbang bahwa sesuai dengan Pasal 95 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon diberi Kewenangan untuk mengatur Penetapan Kebijakan Pengguna Jaringan Jalan dan Gerakan Lalu Lintas. Implementasi Kebijakan Penanganan Kemacetan di Kota Cirebon bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Kota Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana implementasi kebijakan penanganan kemacetan di Kota Cirebon, (2) hambatan apa saja dalam implementasi kebijakan penanganan kemacetan di Kota Cirebon, (3) upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dalam menangani kemacetan di Kota Cirebon.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data dan informasi peneliti melakukan wawancara dan observasi serta mengumpulkan dokumen-dokumen pelaksanaan kebijakan penanganan kemacetan. Selanjutnya peneliti melakukan analisis data yang terdiri dari tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi kebijakan penanganan kemacetan di Kota Cirebon sudah menerapkan empat dimensi yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi serta dengan indikatornya. Namun dari beberapa indikator masih belum ada yang berjalan dengan baik, antara lain kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dalam menangani kemacetan yaitu mengkaji kembali penataan parkir, melakukan pengawasan rutin, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang edukasi keselamatan dalam berlalu lintas, dan melakukan koordinasi dengan dinas atau pihak terkait lainnya.Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Penanganan Kemaceta
PENGARUH SIKAP FINANSIAL DAN PERILAKU FINANSIAL TERHADAP TARAF LITERASI FINANSIAL MAHASISWA
Abstract The research aims to explain the effect of financial atitude on the level of financial literacy, explain the effect of financial behaviour on the level of financial literacy, and explain the influence of financial atitude and financial behaviour on the level of financial literacy. This research is a type of quantitative descriptive research. The population in this study were students of STKIP PGRI Jombang class 2018-2021. The sampling technique used proportional random sampling technique, in order to obtained the number of respondens as much as 311 people. The research instrumen used a questionaire. The data analysis technique used descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the level of financial literacy of STKIP PGRI Jombang students in the 2018-2021 batch was 4.01 which was in the high category. In addition, this study is able to prove that financial atitude affects the level of student financial literacy, financial behaviour affects the level of student financial literacy, and financial atitude and financial behaviour affect the level of student financial literacy.Keywords: finanncial literacy, financial atitude, financial behaviou
Penerapan Pembinaan Kemandirian Dalam Program Integrasi di Lapas Klas IIA Cibinong
Lembaga pemasyarakatan berfungsi melalukan pembinaan untuk para warga binaan pemasyarakatan agar nantinya mereka dapat menjadi manusia yang memliki hak seutuhnya, menyadari semua kesalahannya, memperbaiki diri serta tidak mengulangi lagi apa yang telah mereka perbuat sehingga dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat dan lingkunganya. Upaya yang dilakukan oleh Lembaga pemasyarakatan salah satunya adalah dengan pelaksanaan program pembinaan kemandirian narapidana dalam rangka agar mereka dapat berkembang dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri setelah selesai menjalani masa hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembinaan kemandirian dalam program integrasi pada Lapas Klas IIA Cibinong dan efektivitas dari penerapan program pembinaan kemandiriian narapidana. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kepada narapidana Lapas Klas IIA Cibinong. Salah satu program yang dilakukan adalah dengan memberikan keterampilan kerja. Sehingga penulis memberikan saran seperti diperlukan pengamatan oleh balai pemasyarakatan agar mengetahui apakah penerapan pembinaan yang dilakukan bermanfaat dan diperlukan program lainnya mengenai pembinaan kemandirian agar menambah keefektivitasan program pembinaan narapidana