Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
Proses Berpikir Reflektif Siswa Menyelesaikan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung Berdasarkan Taksonomi SOLO
Abstrak. Siswa sering merasa kesulitan dalammenyelesaikan masalah matematika soal cerita. Pemecahan masalah bangun ruang sisi lengkung memerlukan proses berpikir tingkat tinggi karena dibutuhkan analisis dan pemahaman konsep yang tidak hanya terfokus pada hafalan rumus. Salah satu upaya mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa yaitu menggunakan kemampuan berpikir reflektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) mereduksi data; (2) menyajikan data, dan (3) menarik kesimpulan. Prosedur dalam penelitian ada tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Subjek dipilih dengan teknik purposive sample. Berdasarkan analisis berpikir reflektif diperoleh tiga kelompok siswa yaitu: (1) siswa kelompok atas; (2) siswa kelompok tengah; dan (3) siswa kelompok bawah. Hasil menunjukkan kelompok atas dapat melakukan proses berpikir reflektif pada semua tahapan pemecahan masalah dan memenuhi level relational dan extended abstrak taksonomi SOLO. Kelompok tengah dapat melakukan proses berpikir reflektif sampai tahap Elaborating dan sampai pada level relational. Kelompok bawah hanya memenuhi fase Reacting dalam proses berpikir reflektif dan hanya sampai level prestuctural.Kata Kunci: Proses Berpikir, Reflektif, Taksonomi SOLO
CORPORATE CRIMINAL LIABILITY IN LAW ENFORCEMENT AGAINST PREMANISM
The practice of thuggery carried out by corporations is often found in the loan repayment process. This had resulted in the mushrooming of debt collector businesses, which generally employed high-profile ex-convicts who were used as collateral to intimidate other parties. In this study, the type of research used is normative juridical research using a law approach and a case approach. From the results of the study, it can be concluded that the enforcement of corporate criminal law against thuggery activities in the four cases studied by the authors was carried out by applying a penal policy (repressive effort). Repressive efforts were made against the Defendants by making arrests and then examining them for questioning for their actions. However, because the actions of the Defendants have deeply disturbed the public, especially the container trailer truck drivers, especially the actions of the Defendants are also contrary to the applicable regulations, the Public Prosecutor submits the Defendants to trial for later examination and trial by the Panel of Judges in the fairest way possible. The application of corporate criminal responsibility to thuggery, in this case the Panel of Judges sentenced the Defendants who were involved in one unit to PT. Tanjung Raya Kemilau, meaning, in this case the Panel of Judges applies the first model of the theory of corporate responsibility proposed by Mardjono Reksodiputro, namely "Corporate Management as the maker and the administrator is responsible", while still aligning the theory and the applicable legal rules contained in Article 48, Article 49, Article 50, Article 56, Article 486, Article 487 and Article 595 of the latest Draft Criminal Code. Thus, as one of the law enforcement officers, the panel of judges has carried out their duties in accordance with applicable regulations
Efektifitas Penggunaan Google Meeting Pada Pembelajaran Daring Terhadap Pemahaman IPA Siswa Kelas 4 SD
Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas google meeting pada pembelajaran daring terhadap pemahaman IPA siswa kelas 4 di SDN Krowe 1. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode True Experimental Design tipe Posttest-only control design. Sampel sebanyak 30 siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian ini mengguunakan Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik dengan tahap uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa thitung ≥ t tabel (2.597 ≥2.048)maka Ho di tolak, artinya penggunaan google meeting efektif terhadap pemahaman IPA siswa kelas 4 di SDN Krowe 1.Kata Kunci. Google Meeting, daring, Pemahaman IP
UJI ANTIVIRUS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 STRAIN NEW GUINEA C
Latar Belakang: Virus dengue adalah virus yang menyebabkan peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) akibat DBD lebih dari 1% dikategorikan tinggi. Pengobatan penyakit DBD saat ini hanya sebatas suportif dan simptomatis saja. Beberapa penelitian mengatakan bawang putih mengandung zat metabolit sekunder sebagai antivirus. Penelitian ini ingin membuktikan daya hambat ekstrak bawang putih terhadap replikasi virus dengue (serotipe 2 strain New Guinea C). Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian post test control group design. Penelitian ini menggunakan 6 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari pemberian ekstrak dari bawang putih (Allium sativum L.) dengan konsentrasi bertingkat 10 µg/ml, 20 µg/ml, 40 µg/ml, dan 80 µg/ml, kelompok kontrol yaitu kontrol negatif pemberian Dimethyl sulfoxide (DMSO) 0,1%, sedangkan kontrol positif pemberian Cylosphorin A (CyA). Data diuji menggunakan uji one way annova dengan uji Post hoc LSD. Hasil: Pada uji One Way Annova terdapat daya hambat ekstrak bawang putih konsentrasi 10 µg/ml, 20 µg/ml, 40 µg/ml, dan 80 µg/ml (P-value < 0,001), dan pada uji post hoc LSD didapatkan perbedaan daya hambat pada masing-masing konsentrasi. Simpulan: Ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) memiliki daya hambat terhadap replikasi virus dengue.Kata Kunci: Allium sativum L., Virus Dengue, Ekstrak bawang puti
Use of the National Museum as a Learning Resource for Social Science Subjects
Social studies subjects are one of the subjects that must be passed by students from elementary to high school levels. History subjects at the high school level are about building students' awareness of the importance of time and place which is a process from the past, present and future, training students' critical power to understand facts, concepts and generalizations correctly based on a scientific and methodological approach. science. However, what happens in the learning process in schools does not pay attention to these goals so that students do not understand social studies. This study aims to provide a theoretical basis that in the learning process can use various sources in social studies subjects, namely museums. Museums are places where valuable items from the past are exhibited that can support the learning process. The national museum is one of the museum facilities that can be used. From various learning theories and the cone of Dale's experience, it shows that there are good results if learning is based on learning by doing
“HIJRAH” BACA : MENYEJUKKAN BATIN
Abdul Rozak*Guru Besar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon*Korespondensi
PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI
Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang hendaknya dikuasaioleh peserta didik. Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia yangberasaldari kurikulum 1994 (berbasis konten) menjadi kurikulum 2004 (berbasis kompetensi) yang disempurnakan dalam kurikulum 2006 (kurikulum tingkat satuan pendidikan) hingga kurikulum2013 tentunya berimplikasi pada berbagai aspek dalam pendidikan dan proses pembelajaran. Agar hasil belajar dapat diungkap secara menyeluruh, maka selain digunakan alat ukur tes objektif dan subjektif perlu dilengkapi dengan alat ukur yang dapat mengetahui kemampuan siswa dari aspek kerja ilmiah (keterampilan dan sikap ilmiah) dan seberapa baik siswa dapat menerapkan informasi pengetahuan yang diperolehnya. Metode yang digunakan dari kedua hasil riset penelitian diatas adalah dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Juga dengan model pengembangan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian otentik. Dalam memilih jenis data yang dikumpulkan yaitu dengan penelitian deskripsi dengan membuat dan menyebarkan angket Berdasarkan hasil riset dan pembahasan mengenai penilaian outentik disimpulkan bahwa penilaian outentik keterampilan siswa menuliskan teks deskrisi dalam tekhnik non tes bentuk penugasan proyek sudah cukup bagus. Diawali dari persiapan yang matang guru menyiapkan soal lebih dari 2 buku sumber, kriteria kesukaran sudah disampaikan dan dijelaskan, sebagian soal diselesaikan dengan proses yang benar. Dalam pelaporan semua proyek yang dikerjakan yakni tes deskripsi dikerjakan dan di tulis dengan rapih , penngumpulan tudas juga dikerjakan tepat waktu.Ada pengaruh signifikan terhadap pemahaman dan penguasaan bahan ajar teks deskripsi berbasis penilaian otentik. Ada pengaruh yang cukup bagus dengan adanya penilaian otentik sehingga penilaian lebih baik untuk meningkatan kemampuan siswa dalam menguasai teks deskripsi
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK LOKAL I-LED MELALUI SOSIAL MEDIA FACEBOOK DI DESA KLAYAN KECAMATAN GUNUNG JATI CIREBON
Tujuan pada penelitian yang berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Lokal I-LED Melalui Sosial Media Facebook” dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif serta menghasilkan data yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian, menghasilkan data sebagai berikut: 1) Strategi komunikasi pemasaran pada I-LED berjalan dengan optimal, aktif pada berbagai bauran pemasaran. Ada dua dimensi yang harus ditingkatkan lagi, yaitu periklanan khususnya lewat internet dan Promosi Penjualan terutama dalam mengelola media sosial dan online shop agar komunikasi pemasaran dapat berjalan dengan optimal, 2) Faktor pendukung serta Faktor penghambat, seperti seperti kualitas produk yang ditawarkan, pemilihan media sosial, skill pelayanan pendukung dapat menarik konsumen, sedangkan faktor penghambat, yakni kurangnya tenaga kerja, kurang aktif dalam kegiatan Periklanan, dan belum mengikuti kegiatan pameran penjualan produk, dan 3) Upaya yang dilakukan seperti penambahan tenaga kerja baru dengan mengajak orang-orang sekitar untuk bekerja sama, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dalam kegiatan produksi serta meningkatkan penjualan produk, mulai aktif dalam kegiatan Periklanan dalam berbagai hal baik dalam word of mouth maupun di internet agar produknya dapat dikenal oleh khalayak luas. Selain itu I-LED juga mulai bekerja sama dengan beberapa komunitas aquarium air laut dan tawar di Cirebon untuk mengadakan suatu pameran agar masyarakat dapat mengenal lebih dalam mengenai kegiatan hobi aquarium air laut dan tawar.Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Pemasaran, Produk Lokal, Media Sosial, Faceboo
DESIGN PROTOTYPE OF SMART DETECTOR ENVIRONMENT SYSTEM ON SEMICONDUCTOR DETECTOR STORAGE (HPGE)
The HPGe detector is a device that should be cooled when used and can be operated at room temperature. For this reason, it is necessary to monitor the temperature and humidity in the HPGe detector storage area to produce optimal performance. This research was focused on designing a Smart Detector Environment System as a means of monitoring and automatic control of temperature and humidity in the HPGe detector storage. Temperature and humidity detection in the system was carried out by the DHT22 sensor connected to Arduino Uno and the motor driver module. Arduino uno gave the command "00000011" to detect the temperature in the chamber, and "00000101" to start the detection of humidity in the chamber, then the data generated by the DHT22 sensor would be displayed and processed by LabVIEW, which was used to move the fan to regulate the temperature and humidity in the system with the condition that the lamp on the chamber was left on (manual). The results obtained were in the form of a design and automatic control of temperature and humidity monitoring and control in the HPGe detector storage whose temperature could be adjusted automatically according to the needs of the HPGe detector
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS HOTS DALAM TEKS EKSPLANASI DI SMA
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator penilaian autentik berbasis HOTS yang terdapat dalam materi teks eksplanasi untuk jenjang SMA, mendeskripsikan bentuk penilaian autentik berbasis HOTS yang terdapat dalam materi teks eksplanasi untuk jenjang SMA saat ini, mendeskripsikan rancangan pengembangan instrumen penilaian autentik berbasis HOTS dalam materi teks eksplanasi untuk jenjang SMA, dan mengetahui kelaikan instrumen penilaian autentik berbasis HOTS dalam materi teks eksplanasi untuk jenjang SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengacu kepada metode pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembagan, implementasi, dan evaluasi. Produk pengembangan dalam penelitian ini adalah instrumen penilaian autentik berbasis HOTS dalam teks eksplanasi di SMA yang meliputi kisi-kisi penyusunan soal, lembar soal, dan rubrik penilaian. Instrumen penilaian yang penulis kembangkan divalidasi oleh dosen ahli dan praktisi. Validasi tersebut meliputi empat aspek yaitu aspek materi, konstruksi, kebahasaan, dan aturan tambahan. Hasil validasi yang dilakukan oleh dosen ahli dan praktisi menyatakan bahwa instrumen penilaian autentik berbasis HOTS dalam teks eskplanasi di SMA yang penulis kembangkan laik digunakan sebagai instrumen penilaian di SMA