Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Every technology is built on the basis of certain theory, instructional technology is built on the basis of principles that is drawn from communication theory and results of research in the utilization of communication technology. This study aims to gain an overview of the contribution of communication theory and technology in instructional technology. Instructional technology is built based on the principles that is drawn from various theories, one of them is a theory of communication. Instructional technology is utilizing communication media based on communication technology (broadcasting technology) which is a radio and television. The results of this study indicates that contribution or support theory and communication technology in the presence of various Instructional technologies as an alternative learning model in which innovative based communications technology to solve problems of learning and teaching. For instance, the use of books, films, radio broadcasts, television broadcasts, etc. in efforts to use communication technologies to support the quality improvement of learning process. AbstrakSetiap teknologi dibangun atas dasar suatu teori tertentu, teknologi pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori komunikasi dan hasil hasil penelitian dalam pemanfaatan teknologi komunikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kontribusi teori dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajan dibangun berdasarkan pada prinsip-prinsip yang ditarik dari berbagai teori, salah satunya adalah teori komunikasi. Teknologi pembelajaran memanfaatkan media komunikasi yang berbasis teknologi komunikasi (teknologi broadcasting) yaitu radio dan televisi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kontribusi atau dukungan teori dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajan yaitu adanya berbagai model pembelajaran alternatif yang inovatif berbasis teknologi komunikasi untuk memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Misalnya penggunaan buku, film, siaran radio, siaran TV, dan lain-lain dalam upaya pemanfaatan teknologi komunikasi untuk menunjang peningkatan kualitas proses pembelajaran
RADIO EDUKASI SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BELAJAR DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
The purpose of this study is to find out: (1) How is the role of RE as educational radio? (2) What criteria that made RE as a learning resource? (3) What kind of broadcast content of RE that being as a learning resource? This study used literature analysis method, the analysis of the work program, and an analysis of the observations. Results of the study showed that: RE has done in cooperation dealing with educational broadcasts with the office of education, MGMP, schools, and local governments. Through the partnership, RE is partnering with 53 educational broadcast radio stations that existed in Indonesia. RE is a learning resource for learning material that broadcast: (1) is designed according to the needs of the target audience, namely learners, teachers and education experts community, (2) provides learning experiences directly and concretely to the learners, (3) provides information that is accurate and up-to-date, (4) help solve the problems of education, (5) provides a variety of information that is broadcast around the world of education. As one source of learning, broadcast content of RE is developed for formal, non-formal, and informal education. Broadcast content to formal education comprises Education Supporting Media Audio program (MAPP), non-formal education consists of a fairy tale (Dongeng Nusantara), the story of the archipelago (Lintas Nusa), Kisah Tokoh, Risalah Nabi dan Sahabat, RE Musisi, RE JJS, Bimbel, Porsi, Kata Mutiara, and Ensipop. For informal education consisted of Edu Public and Pojok Santai AbstrakTujuan kajian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana peran Radio Edukasi (RE) sebagai radio pendidikan, (2) kriteria apakah yang menjadikan RE sebagai sumber belajar, dan (3) konten siaran apakah yang menjadi sumber belajar. Kajian ini menggunakan motode analisis literatur, analisis program kerja, dan analisis hasil pengamatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa RE telah bekerjasama di bidang siaran pendidikan dengan dinas pendidikan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sekolah, dan pemerintah daerah. Kerjasama kemitraan di bidang siaran pendidikan juga telah dikembangkan oleh RE dengan 53 stasiun radio yang ada di Indonesia. RE merupakan salah satu sumber belajar karena substansi yang disiarkan adalah materi pembelajaran yang (1) dirancang sesuai kebutuhan pendengar (peserta didik, guru, dan masyarakat pemerhati pendidikan), (2) memberikan pengalaman belajar secara langsung dan konkret kepada peserta didik, (3) memberikan informasi akurat dan terbaru, (4) membantu memecahkan masalah pendidikan, dan (5) memberikan berbagai informasi yang disiarkan seputar dunia pendidikan. Sebagai salah satu sumber belajar, konten siaran RE dikembangkan untuk pendidikan formal, nonformal, dan informal. Konten siaran untuk (1) pendidikan formal terdiri atas program Media Audio Penunjang Pendidikan (MAPP), (2) pendidikan nonformal terdiri atas Dongeng Nusantara, Kisah Tokoh, Risalah Nabi dan Sahabat, RE Musisi RE, JJS RE, Bimbel Porsi, Lintasnusa, Kata Mutiara dan Ensipop, dan (3) pendidikan informal terdiri atas Edu Publik dan Pojok Santa
PEMANFAATAN TIK UNTUK PEMBELAJARAN
This paper aims to reveal the importance of the use of ICT for learning. In the implementation of the day - the many obstacles encountered in the implementation. Constraints - the constraints of the infrastructure, the region, human resources, and costs.The results show that technological progress in the eld of ICT, requires us to master it. It also applies to the world of education in Indonesia, which require to be able to master and apply them in the teaching and learning process in order to produce quality education and quality control of the technology.To overcome the constraints posed it is advisable to pay a ention to and strengthen human resources, budget and infrastructure preparation AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkap pentingnya pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. Dalam pelaksanaan sehari – hari banyak ditemui kendala dalam pelaksanaannya. Kendala – kendala tersebut yaitu infrastruktur, wilayah, SDM, dan biaya.Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi di bidang TIK, mengharuskan kita untuk menguasainya. Hal itu juga berlaku bagi dunia pendidikan di Indonesia yang mengharuskan untuk bisa menguasai dan mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar agar dapat menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas serta menguasai teknologi.Untuk mengatasi kendala yang ditimbulkan maka disarankan untuk memperhatikan dan memperkuat SDM, Anggaran dan penyiapan infrastruktur
PERAN MEDIA AUDIO DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MELALUI PEMBELAJARAN TEMA TERPADU DI SEKOLAH DASAR
The changes in curriculum KTSP 2006 to the curriculum 2013, had a signifficant impact in the field of education in Indonesia. The signifficant of difference is on its implementation. Implementation of curriculum 2013 for elementary school trough an intregrated learning. The implications for implementation of several components, including teacher, student, materials and learning resources, facilities and infrastructure as well as the selection of instructional methods. The purpose of this writing is to see how the role of instructional audio media in implementation of curriculum 2013 through an integrated thematic learning. Results of review the role of audio instructional media in the implementation of the curriculum 2013 trough an integrated thematic learning are: (1) the use of audio instructional in integrated thematic learning can make the learning process become more ideal, (2) an audio instructional media, can become tools or instructional materials for teacher, to explain the difficult materials, giving concentrate and build a classroom atmosphere, and (3) an audio instructional media in an integrated theme for students of being learning materials to access or repeat information submitted in learning so that it is possible to catch up on some subject matter.Abstrak:Perubahan kurikulum KTSP tahun 2006 menjadi kurikulum 2013, memberikan dampak yang signi kan di bidang pendidikan di Indonesia. Perbedaan yang siginifikan adalah pada implementasinya. Implementasi kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar melalui pembelajaran tematik terpadu. Implementasi tersebut berimplikasi pada beberapa komponen, diantaranya pendidik, peserta didik, materi dan sumber belajar, sarana dan prasarana serta pemilihan metode pembelajaran. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji peran media audio pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013 melalui pembelajaran tema terpadu. Hasil kajian peran media audio dalam implementasi kurikulum 2013 melalui pembelajaran tema terpadu diantaranya adalah: (1) penggunaan media audio dalam pembelajaran tema terpadu dapat menjadikan proses pembelajaran lebih ideal, (2) media audio pembelajaran, bagi pendidik dapat menjadi alat bantu atau bahan ajar untuk menjelaskan materi-materi sulit, memberikan contoh konkrit serta membangun suasana kelas, dan (3) media audio pembelajaran dalam tema terpadu bagi peserta didik menjadi bahan belajar untuk mengakses atau mengulang kembali informasi yang disampaikan dalam pembelajaran sehingga dimungkinkan dapat mengejar ketertinggalan pada materi pelajaran tertentu
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SHORT FUNCTIONAL TEXT MELALUI PEMANFAATAN HANDPHONE DI SMP NEGERI 1 GEDANGAN SIDOARJO
The background issue of this study is the lack of understanding in procedure form writing grade IX E SMP Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Teachers are less accurate in choosing the learning strategies, consequently the ability of students to understand the material can’t be optimally achieved. The purpose of this study to enhance the ability of students in procedure form writing using handphone. The study was conducted in two cycles, with each cycle begins with planning, action, observation, and reflection. Research subjects are 32 students of grade VII H SMP Negeri 1 Gedangan Sidoarjo od semester year 2013-2014. Data in this study be obtained from the evaluation process of students in activities and evaluation at the end of the cycle. The data is then analyzed to gain insight into the applicability of learning that has been successfully done.The results showed that there is an increase in the ability of students to understand procedure form writing grade VII H SMP Negeri 1 Gedangan Sidoarjo, used handphone in first cycle, and handphone interactive in second cycle. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peserta didik dalam materi menulis teks fungsional pendek di kelas IX E SMP Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menulis teks fungsional pendek menggunakan handphone. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, di mana setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IX E SMP Negeri 1 Gedangan Sidoarjo tahun pelajaran 2013-2014 semester ganjil dengan jumlah peserta didik 32 orang. Data dalam penelitian ini berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan peserta didik menulis teks fungsional pendek setelah belajar menggunakan handphone tanpa hyperlink pada siklus pertama dan handphone dengan hyperlink pada siklus kedua. Indikasi peningkatan prestasi didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama dan siklus kedua
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA
ICT (Information and Communication Technology) has tremendous potential to help teachers and students in successful learning. Implementation of ICT-based learning, schools need to do a needs analysis, preparation of the necessary requirements, design models of learning and development. Making it easier for teachers in the use of media in teaching. The importance of instructional media for the education system is to support teaching and learning with the Internet media, computer network, or standalone computer. The success is determined by the ability of learning in a variety of things including: efforts to use the media in a learning activity as resources for learning. The process of utilization of instructional media is a decision taken by the learner (teacher) which is based on the design or the lesson plan. Therefore, the principle of utilization needs to be linked to the needs and characteristics of students. These characteristics with respect to the visual style, auditory, and kinestetika students. By utilizing computer-aided media is expected to increase student interest, so that more teachers on how to optimize the role of the teacher as a facilitator, modiator, motivator, supervisor, and evaluator AbstrakTIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memiliki potensi yang amat besar untuk membantu guru dan siswa dalam keberhasilan pembelajaran . Implementasi pembelajaran berbasis TIK, sekolah perlu melakukan analisis kebutuhan, penyiapan kebutuhan yang diperlukan, perancangan model pembelajaran serta pengembangannya. Sehingga mempermudah guru dalam memanfaatkan media dalam pembelajaran. Pentingnya media pembelajaran bagi sistem pendidikan adalah untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh kemampuan dalam berbagai hal diantaranya: upaya memanfaatkan media dalam aktivitas pembelajaran sebagai sumber-sumber untuk belajar. Proses pemanfaatan media pembelajaran merupakan suatu keputusan yang diambil oleh pembelajar (guru) yang didasarkan pada desain atau rancangan pembelajaran. Oleh sebab itu, prinsip pemanfaatan perlu dikaitkan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Karakteristik ini berkenaan dengan gaya visual, auditorial, dan kinestetika siswa. Dengan memanfaatkan media berbantuan komputer diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, sehingga guru lebih pada bagaimana mengoptimalisasikan peran guru sebagai fasilitator, modiator, motivator, supervisor, dan evaluato
PENINGKATAN HASIL BELAJAR POLA BILANGAN DENGAN APLIKASI iSpring
This research is motivated by the lack of understanding of learners in the matter patterns of numbers in class VII B SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. This is due to lack of proper teachers in choosing instructional media used. The purpose of this research is to improve the ability to understand the pattern of numbers using iSpring applications. This study was conducted with two cycles, where each cycle begins with planning, action, observation, and reflection. Subjects were students of class VII B SMP Muhammadiyah 1 Surabaya odd semester school year 2014 2015 the number of learners 38 people. The data in this study are obtained from the assessment process of students in activities and assessments at the end of the cycle. Then, the data were analyzed to obtain a picture of the success or failure of the learning that has been done. The results showed that there was an increase in the study of students in understanding the patterns of numbers after learning use the application iSpring without hyperlinks in the first cycle and application iSpring with hyperlink on the second cycle. Indications increase learning outcomes based on the acquisition value of the first cycle and second cycle. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peserta didik dalam materi pola bilangan di kelas VII B SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan memahami pola bilangan menggunakan aplikasi iSpring. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, di mana setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII B SMP Muhammadiyah 1 Surabaya tahun pelajaran 2014-2015 semester ganjil dengan jumlah peserta didik 38 orang. Data dalam penelitian ini berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami pola bilangan setelah belajar menggunakan aplikasi iSpring tanpa hyperlink pada siklus pertama dan aplikasi iSpring dengan hyperlink pada siklus kedua. Indikasi peningkatan hasil belajar didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama dan siklus kedua
PENGARUH PEMANFAATAN LINGKUNGAN ALAM PASIR SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN SAINS DAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Natural Environment which character is constant relatively and all the natural contents that often stimulate children to play, development and learning unlimited but useful. One of the natural things which easy to know is sand. The phenomenon happens nowadays among the learning to the pre- school children is the most of the instant medias are used, so that the students lack of interaction with the nature.This research purposes are: (1) the effect of the sand natural environment as a source of learning on children’s science abilities, (2) the effect of the sand natural environment as a source of learning on children’s fine motor skills, (3) the effect of sand natural environment learning as a source of learning towards children science and fine motor abilities.Base on the research result above, it can be summarized that the use of sand nature environment has the effect to the science and soft motoric ability of the pre- school children. As the following act, it’s adviced to the kindergarten school to improve the learning program by using natural environment as the studying source AbstrakLingkungan alam dengan sifatnya yang relatif menetap beserta segala isinya yang alamiah merangsang anak dalam bermain, perkembangan dan pembelajaran yang tak terbatas serta bermakna. Salah satu bahan alam yang mudah dikenal dan dekat dengan anak adalah pasir. Fenomena yang terjadi sekarang pada pembelajaran anak usia dini yaitu banyaknya penggunaan media instan, sehingga menyebabkan anak kurang berinteraksi dengan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) pengaruh pemanfaatan lingkungan alam pasir terhadap kemampuan sains anak, (2) pengaruh pemanfaatan lingkungan alam pasir terhadap kemampuan motorik halus anak, (3) pengaruh pemanfaatan lingkungan alam pasir secara bersama-sama terhadap kemampuan sains da motorik halus anak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan alam pasir berpengaruh terhadap kemampuan sains dan motorik halus anak. Disarankan kepada lembaga Taman Kanak-Kanak untuk mengembangkan program pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belaja
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN BERDASARKAN TOPIK TERTENTU MELALUI MEDIA PRESENTASI PADA SISWA KELAS XII SMALB TUNARUNGU KARYA MULIA SURABAYA
Writing skills based on the topic of the presentation by some used in the lesson for students of class XII SMALB Tunarungu Karya Mulia Surabaya is to help the students. Teachers can explained a knowledge of the images through life (video), picture dead, even a teacher can make variety of information are connected through the internet at the time. Media is developed for writing on a specific topic in learning encounters many obstacles, based on a particular topic proven low-self municipality study result of the students far below KKM. For that writer do a class action research (PTK) includes 3 cycle and each cycle consists of two times. The research starts from the pre action activities as spearhead of research action class, and then continued with a cycle 1, 2, to cycle the cycle 3. The results indicate an increase in the class learned the student of class XII SMALB Karya Mulia Surabaya based on a speci c topic during a presentation by the media. AbstrakKeterampilan menulis karangan berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi yang digunakan pembelajaran bagi siswa kelas XII SMALB Tunarungu Karya mulia Surabaya sangat membantu mempermudah pemahaman siswa. Guru dapat menjelaskan berbagai pengetahuan, baik melalui tulisan, gambar hidup (video), maupun gambar mati. Bahkan guru dapat memilih berbagai informasi melalui internet yang disambungkan pada media presentasi. Media ini dikembangkan karena pelajaran menulis berdasarkan topik tertentu menemui kendala, yang terbukti dari masih rendahnya nilai hasil belajar siswa, jauh di bawah KKM. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mencakup 3 siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dimulai dari kegiatan pra tindakan, dilanjutkan dengan siklus-1, siklus-2, sampai dengan siklus-3. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMALB Karya Mulia Surabaya dalam menulis berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi
PENGEMBANGAN MODEL PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN
This article is about the development of information and communication technology utilization model for education on remote, rural and border areas in Indonesia. The model is named “PSB di Daerah 3T” or information and communication technology-based learning resource center at school on remote, rural, and border areas. The model was developed based on modern learning, empowering, bottom- up, and partnership approaches and also set a benchmark with experiences of other countries. Piloting was developed in five sub-districts, they are Naringgul in Cianjur (West Java), Cijaku in Lebak (Banten), Atambua in Belu (East Nusa Tenggara), Sebatik in Nunukan (East Kalimantan), and Marore in Sangihe Islands (North Sulawesi). An elementary and a secondary school without electricity and internet access were choosen within each sub-district. Then a pack of learning resource contained an electric generator solar cell, a parabolic antenna, a television set, 6 units of laptop, wi-fi apparatus, and a hard disc of digital open learning material was given to each school. To ensure the success of the program a series of activities were conducted such as training, assistance, monitoring, and evaluation. Hopefully, within the following three years the program could be fully adopted and run independently by the school itself. Then the model couldbe disseminated to another districts that have similar characteristics. AbstrakArtikel ini menjelaskan pengembangan model pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk sekolah di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Model diwujudkan dalam bentuk “PSB di Daerah 3T” yakni pusat sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi di sekolah pada daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Pengembangan dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran modern, pemberdayaan, tumbuh dari bawah, dan kemitraan, serta dengan belajar dari pengalaman Negara lain. Rintisan dikembangkan di lima daerah, yaitu Naringgul, Cianjur (Jawa Barat), Cijaku, Lebak (Banten), Atambua, Belu (NTT), Sebatik, Nunukan (Kalimantan Timur), dan Marore, Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara). Pada masing-masing daerah tersebut dipilih satu Sekolah Dasar dan satu Sekolah Lanjutan tingkat Pertama yang tidak terjangkau layanan energi listrik dan akses internet. Pada masing-masing sekolah tersebut diberikan paket bantuan pusat sumber belajar lengkap yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, antena parabola, pesawat televisi, 6 unit laptop, modem, wi-fi, dan sebuah harddisk satu terabyte berisi konten bahan belajar digital. Guna menjamin keberhasilan program ini diberikan pula paket pelatihan dan bimbingan, pendampingan, serta monitoring dan kajian. Selanjutnya diharapkan program ini dapat dijalankan secara mandiri oleh masing-masing sekolah. Model ini dapat diadopsi atau diadaptasi oleh Dinas Pendidikan dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualitas pembelajaran di daerah masing-masing