Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1643 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA MATA PELAJARAN PPKN
Technology in education is developing very rapidly. The use of technology-based learning media aims to make it easier for teachers to deliver material so that learning is more enjoyable and varied. The use of digital technology as a learning medium means that teachers have balanced knowledge with technological advances.This study aims to analyze how the use of digital technology-based learning media in PPKN subjects at SDN 1 Ngembel, Watulimo District.The subject in this study focuses on the high class, namely grade 4. This study uses descriptive qualitative research using observation, interviews and questionnaires to teachers of SDN 1 Ngembel, Watulimo District. The results of this study illustrate that it is quite optimal to use digital technology-based learning media in the learning process at SDN 1 Ngembel Watulimo District in PPKN subjects. The use of Technology-Based Learning Media in PPKN Learning at SDN 1 Ngembel, Watulimo District shows the use of Learning Video media gets a percentage of 50% usage, Power Point 30%, Google Classroom 10%, Youtube 5%, Social Media 5%. From this data, teachers more often use Learning Video learning media than other media
Pelatihan Outseal-Haiwell Pada SMK Semen Gresik
Perkembangan teknologi yang sangat pesat, terkadang membuat sekolah kejuruan menjadi cepat tertinggal dalam hal penguasaan teknologi jika para guru pengajar tidak memperbaharui kemampuan mereka. Salah satu teknologi yang banyak diterapkan di industri adalah teknologi Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). Oleh karena itu, pengabdian ini ditujukan untuk berbagi pengetahuan teknologi SCADA untuk siswa SMK Semen, Gresik sebagai persiapan mereka yang akan terjun di industri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan penggunaan Outseal-Haiwell yang berbasis Arduino yang berfungsi sebagai SCADA pada siswa SMK Semen Gresik. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar peserta dapat memecahkan studi kasus yang diberika
SISTEM REKOMENDASI PENERIMA BANTUAN DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
Dalam meningkatkan potensi desa, pemerintah menyalurkan bantuan yang diharapkan dapat bermanfaat dalam pengembangan potensi desa. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah bantuan dalam bidang pertanian. Bantuan yang diberikan dapat berupa pupuk dan benih tanaman yang dapat dipergunakan oleh setiap kelompok tani yang telah terseleksi menjadi penerima bantuan. Penyaluran bantuan ini dapat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang melingkupi daerah sasaran penerima bantuan. Sejauh ini Dinas tersebut belum memiliki sistem yang dapat membantu penyeleksian penerima bantuan. Tujuan dari penelitian ini ialah membuat sistem rekomendasi yang dapat menyeleksi penerima bantuan agar tepat sasaran dengan mengaplikasikan metode TOPSIS. Dengan dimilikinya sistem ini proses penyeleksian akan semakin sistematis. Penelitian ini mengambil sampel di kecamatan Banyuasin III, pengumpulan data adalah dengan melakukan studi pustaka, observasi dan wawancara. Dalam sistem ini, kriteria yang digunakan dalam proses penilaian adalah data kelompok tani telah resmi terdaftar, kelengkapan data proposal, kesesuaian luas tanah yang tercatat, dan komposisi tanah. Dari penelitian ini dihasilkan peringkat alternatif tertinggi hingga terendah. Peringkat tertinggi didapatkan oleh Desa dengan kode alternatif 002, 003, dan 004 dengan peringkat 1 dan peringkat terendah didapatkan oleh Desa dengan kode alternatif 00
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT SISWA KELAS XI MIPA 1 MAN 1 TULUNGAGUNG
Mathematics is a common science underlying the development of modern technology, has an important role in various disciplines and advance the human mind. Cooperative learning in terms of learning gotong royong, the learning system that provides opportunities for learners to work with other students in structured tasks. Furthermore it is said, cooperative learning only runs when a group or a team is formed in which students work directed to achieve goals that have been determined by the number of group members in general consists of 4-6 people only. This study is planned in two cycles and each cycle is done daily. As the subjects in this study are students of class XI MIPA 1 MAN 1 Tulungagung academic year 2021/2022 with the number of students as many as 33 people. The data in this research were collected by using observation sheet and test of mathematics learning result of the students. Observations made by the researchers themselves on the activities of students and teachers during the learning process, for each meeting by filling out the observation sheet that has been provided. In cycle I, teacher activity is still not maximal in applying the model of study being studied. It can be seen the parts that have not been implemented by the teacher in the learning process in accordance with the Cooperative Script learning model, ie the teacher is less in conveying the learning objectives, the teacher is still not guiding the students in doing the UKBM and less in the timing so that all activities in plan has not been done properly. The level of student activity in cycle I has increased, although not yet optimal. Students have started to follow the learning well, are willing to discuss with friends of the group, even students want to ask the teacher about the material that has not been understood. It also has an impact on improving student learning outcomes. In the first cycle, student learning outcomes increased to 30% from 60% before the action. In cycle II, teacher activity can be said to be maximal, due to an increase in the done by the teacher. The existence of reflection from cycle I, make teachers begin to improve its performance. This can be seen from the activity of teachers who are in accordance with what is planned. In cycle II, students have started to be active in learning and cooperation in the group the better. So that the result of learning mathematics of student also increase by applying Cooperative Script learning model from mean of student pre-action score
ANALISIS PENGARUH UTANG LUAR NEGERI DAN PENANAMAN MODAL ASING TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (2015 – 2020)
Pembangunan Ekonomi merupakan tahapan proses yang mutlak dilakukan oleh suatu bangsa untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat didalam negara. Pembangunan merupakan upaya yang dilakukan oleh segenap pemerintah untuk merubah kondisi negara menjadi keadaan yang lebih baik dengan cara memanfaatkan sumber daaya yang tersedia secara optimal dan efisieb, sehinggak kualitas hidup amsyarkat akan terjamin, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih sejahtera.Pembangunan ekonomi ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam arti yang seluas-luasnya, kegiatan pembangunan ekonomi selalu dipandang sebagai bagian dari keseluruhan usaha pembangunan yang dijalankan oleh suatu masyarakat. pembangunan ekonomi mempunyai tiga sifat penting yaitu suatu proses yang berarti merupakan perubahan yang terjadi terus-menerus; usaha untuk menaikkan tingkat pendapatan per kapita; dan kenaikan pendapatan perkapita itu harus terus berlansung dalam jangka panjang
MODEL DAN FAKTOR PENERIMAAN MOBILE WEBSITE UNTUK E-GOVERNMENT: LITERATURE REVIEW
Inovasi dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use or usability) e-Government merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya penerimaan e-Government di kalangan masyarakat, baik pengguna internal pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi mobile, pengembangan website dalam versi mobile merupakan inovasi dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan keinginan masyarakat untuk menggunakan website e-Government. Selain itu, berdasarkan aspek kemudahan, penting bagi desainer atau developer mobile website untuk memahami dan menyesuaikan desain mobile website dengan target pengguna. Dalam merancang desain visual, perancang juga diminta untuk mempertimbangkan aspek psikomotorik, kognitif, dan afektif pengguna untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi. Ketiga aspek tersebut biasa digunakan oleh pengguna untuk menilai apakah suatu inovasi teknologi mudah diterima atau tidak oleh penggun
E-GOVERNMENT RISK MANAGEMENT ANALYSIS USING PERMENPAN RB NUMBER 5 OF 2020 AT COMMUNICATION AND INFORMATION OFFICE OF XYZ REGENCY
Teknologi Informasi (TI) sering dimanfaatkan oleh instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian tujuan pemerintahan. Semakin tinggi penerapan TI pada instansi pemerintah, maka semakin tinggi pula an-caman dan risiko yang terjadi. Pemerintah Kabupaten XYZ merupakan salah satu instansi pemerintah yang menerapkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE melalui pemanfaatan TI un-tuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE memerlukan manajemen risiko. Pemanfaatan TI berbasis manajemen risiko memudahkan dalam mencapai tujuan, mengurangi risiko, dan melindungi sumber daya TI instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko-risiko yang terjadi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN RB) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat 23 kemungkinan risiko yang terjadi, terbagi menjadi dua kategori, meliputi risiko positif dan risiko negatif. Risiko positif, meliputi kesesuaian layanan SPBE dengan rencana induk SPBE nasional, fleksibilitas arsitektur SPBE, kesesuaian penerapan SPBE dengan visi dan misi serta regulasi terkait, fleksibilitas kerja pegawai, kesesuaian kebutuhan infrastruktur SPBE dan prioritas instansi, ketepatan waktu penyelesaian proyek SPBE, penerapan keamanan informasi (backup data), dan pemuta-khiran proses bisnis dan layanan SPBE. Analisis risiko negatif yang berdampak tinggi adalah minimnya pelatihan TI untuk staf yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Berdasarkan evaluasi, diperlukan rencana mitigasi penanganan risiko SPBE terkait kurang mahirnya staf dalam mengakses aplikasi, phish-ing, pembobolan website pemerintah daerah, kerusakan komponen perangkat keras, dan ketidaksesuaian ketrampilan TI dan kebutuhan SPBE
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA TERHADAP KECEMASAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA UINFAS BENGKULU
This study aims to determine the effect of the ability to understand mathematical concepts with anxiety and independence in learning mathematics in Tadris Mathematics students at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. A good understanding of mathematical concepts is an important aspect of learning mathematics, while anxiety and independent learning can affect performance and learning outcomes in mathematics. The approach used in this study is quantitative where this research uses a correlational research design. The sample used in this study was Tadris Mathematics students at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Class of 2021 who are taking lectures this semester. The instruments used included testing the understanding of mathematical concepts, the mathematics anxiety questionnaire, and the mathematics learning independence questionnaire. The description of mathematical concepts is one of the key aspects in the success of learning mathematics mathematics. The results of the information analysis show that there is a significant relationship between the description of the concept and anxiety and learning independence. Students who have a better understanding of concepts tend to have lower levels of anxiety and greater levels of learning independence. These findings indicate that conceptual understanding has an important role in reducing anxiety and increasing student learning independence. This research makes a crucial contribution to our understanding of the factors that influence students' learning anxiety and independence in mathematics. The practical implication of this research is that learning approaches that promote effective understanding of concepts can help reduce students' anxiety and increase their learning independence. Therefore, it is important for students in the Tadris Mathematics study program as prospective mathematics teachers to consider understanding concepts as a relevant factor in supporting learning success
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. TRISATYA CIPTA HUTAMA MENGGUNAKAN TOGAF
Sistem informasi dan teknologi informasi saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan sistem yang terintegrasi dengan komputer. Perancangan arsitektur enterprise diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mewujudkan hal tersebut. Perancangan arsitektur dinilai dapat membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan sistem dalam proses meningkatkan kinerja dari setiap aktivitas bisnis yang berjalan. Langkah yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut yaitu dibutuhkan sebuah kerangka kerja yang digunakan sebagai metode pada penelitian ini yaitu TOGAF ADM. Metode tersebut dapat membantu mengelola dan menyelaraskan bisnis dengan teknologi informasi pada perusahaan. Pada metode TOGAF ADM, terdapat siklus atau tahapan yang harus dilalui ketika melakukan perancangan arsitektur enterprise. Mulai dari tahap awal yaitu fase preliminary hingga ke tahap akhir dalam proses analisis dan perancangannya. Berdasarkan siklus atau fase-fase tersebut, kemudian didapatkan rincian kebutuhan untuk setiap aktivitas bisnis pada PT. Trisatya Cipta Hutama beserta dengan rancangan yang diusulkan agar dapat dijadikan sebagai pedoman pengembangan sistem yang akan membantu aktivitas bisnis pada perusahaan
Detection of Indonesian Hate Speech in the Comments Column of Indone-sian Artists' Instagram Using the RoBERTa Method
This study detects hate speech comments from Instagram post comments where the method used is RoBERTa. Roberta's model was chosen based on the consideration that this model has a high level of accuracy in classifying text in English compared to other models, and possibly has good potential in detecting Indonesian as used in this research. There are two test scenarios namely full-preprocessing and non full-preprocessing where the experimental results show that non full-preprocessing has an average value of accuracy higher than full-preprocessing, and the average value of non full-preprocessing accuracy is 85.09%. Full-preprocessing includes several preprocessing stages, namely cleansing, case folding, normalization, tokenization, and stemming. While non full-preprocessing includes all processes in preprocessing except the stemming process. This shows that RoBERTa predicts comments well when not using full-preprocessing