Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1643 research outputs found
Sort by
Axiology Values in the Film ‘The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader’
The purposes of the research is to describe and to find out the axiological values in The Chronicles of Narnia : The Voyage Of The Dawn Treader films. The method is used descriptive qualitative technique consist of three steps : Reading the data source, the selection of the data from the data source, and analysis of the data taken from the data source. The data For this research Is taken from C.S. Lewis’s The Chronicles of Narnia film.The Result of this research shows that there are alot of axiology values that appear on this film ,such as courage, kindness, honesty, wisdom, politeness, cheating or fraud, and beauty, sacrifice, dependability, and taught how to have good attitude and behave in our life. This film is really good for moral education
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THREE LEVELS OF INQUIRY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada model pembelajaran three levels of inquiry dan untuk mengatahui adakah pengaruh dari model pembelajaran three levels of inquiry terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest dengan desain penelitian pretest – posttest control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Situraja, Kabupaten Sumedang semester genap tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel dua kelas yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa test tertulis berbentuk essay yang setiap soalnya disesuaikan dengan kelima indikator keterampilan berpikir kritis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji independent simple t test sedangkan untuk menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan uji N-Gain Score. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang menggunakan model three level of inquiry dan terdapat pengaruh dari model pembelajaran three levels of inquiry terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapasan
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI GAME ONLINE PEMBELAJARAN IPA TERHADAP MOTIVASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PORONG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media simulasi game online terhadap motivasi pembelajaran IPA. Penelitan ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dijalankan dua siklus dan setiap siklus terdapat 4 tahap kegiatan yakni merencanakan, tindakan, mengamati dan merefleksikan. Sampel berjumlah 32 orang yang akan diteliti. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang mempunyai bentuk daftar ceklist dengan cakupan indikator motivasi. Studi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran IPA diolah memakai perumusan persentase P=(F/N)X100%. Hasil memperlihatkan peningkatan motivasi belajar siswa. Secara menyeluruh motivasi belajar siswa dari tahap pra tindakan berskor 45% kesiklus I mengalami peningkatan menjadi 72%. Lalu ada peningkatan dari siklus I kesiklus II dan menjadi 80%, sehingga dapat disimpulkan penggunakan media simulasi game online memudahkan siswa memahami materi dan merasa lebih termotivasi untuk belajar
PENGARUH PENERAPAN OPBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN IPA
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Open Problem Based Learning (OPBL) ketika diintegrasikan ke dalam pelajaran IPA SD dalam proses pembelajaran secara berkelompok dan pemberian masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini menggunakan seluruh siswa kelas V di SDN Sepande yang berjumlah 52 orang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Sampel penelitian ini diantaranya kelas VA sebagai kelas kontrol dan VB sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah instrument tes kemampuan berpikir kritis berupa essay. Analisis data menggunakan deskriptif statistic, uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), serta uji hipotesis (uji-t). Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis (uji-t) pada taraf signifikasi 5% memperoleh hasil (12,035 1,708) artinya ditolak dan diterima. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran OPBL berpengaruh terhadap hasil kemampuan berpikir kritis siswa di mata pelajaran IPA kelas V SDN Sepande
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF IPA SISWA
Tujuan penelitian : (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar kognitif (2) mendeskripsikan seberapa tinggi pengaruh (3) mendeskripsikan respon siswa. Penelitian ini kuantitatif eksperimen. Metode penelitian ini eksperimen semu. Populasi penelitian seluruh siswa kelas III berjumlah 50. teknik total sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Alat tes yang digunakan dalam penelitian adalah tes hasil belajar berupa uraian dengan jumlah 6 butir soal. Alat non tes berupa angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t, effect size dan presentase respon siswa. penelitian menunjukkan bahwa terdapat : (1) adanya perbedaan pada hasil belajar kognitif dengan thitung = 4,558 ttabel =2,010; (2) model pembelajaran Kooperatif tipe STAD berbantuan media interaktif Quizizz memberikan pengaruh yang tinggi terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA sebesar 0,90 (kriteria tinggi).; (3) Respon siswa positif dengan presentase sebesar 84% kategori sangat baik
KEEFEKTIFAN MEDIA POP UP BOOK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA
Minat siswa dalam belajar merupakan hal penting saat proses pembelajaran khususnya pada pelajaran IPA karena adanya minat akan memudahkan siswa dalam memahami pelajaran sehingga hasil belajar juga akan meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non-equivalent control grup design. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling bertujuan untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 13,179 dengan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 86,581 dan kelas kontrol sebesar 73,384; 2) terdapat pengaruh penggunaan media Pop up book menggunakan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa sebesar 22,7%; 3) terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan media Pop up book menggunakan model pembelajaran discovery learning yang terlihat pada kelas eksperimen sebesar 0,6333 termasuk dalam kategori cukup minat dalam belajar IPA. Penggunaan media Pop up book menggunakan model pembelajaran discovery learning mempunyai pengaruh dan membuat hasil belajar siswa meningkat sehingga minat belajar siswa juga meningkat
PENGUKURAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI SMA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
This study aims to determine how well the level of interest in mathematical learning of students in mathematics subjects in terms of indicators of learning interest. The subjects in this study were one of class XI at SMA Negeri 6 Karawang for the 2023/2024 academic year, totaling 29 students. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was obtained with a non-test instrument in the form of a mathematical learning interest questionnaire consisting of 22 statements and adjusted based on indicators of learning interest. After processing data using the Likert scale, the happy indicator has a percentage of 62% (good), the student interest indicator is at 70% (good), the indicator of student attention to the criteria is quite good at 54%, and the student engagement indicator has good criteria with a percentage of 64%. From the results of the study, it can be concluded that the level of interest in learning students in mathematics learning has a good level overall, in terms of indicators of learning interest, namely feelings of pleasure, student interest, student attention, and student involvement
ANALISIS KESULITAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI NUMERASI
This study aims to analyse the challenges faced by elementary school teachers in implementing numeracy-oriented learning. Through qualitative research methods, including observation, interviews and document analysis, this study explores the experiences of teachers at SD Laboratorium UM Blitar. The research findings show the existence of internal and external barriers. Internal barriers include teachers‘ limited understanding of numeracy, students’ varied abilities, and inadequate pedagogical skills. External challenges include limited resources, curriculum limitations and heavy workloads. To improve numeracy education, this study recommends comprehensive teacher training, curriculum reform and increased resource allocation
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATERI GEOMETRI UNTUK MENUMBUHKAN SPATIAL SKILLS SISWA SEKOLAH DASAR
A spatial imaginative learning model to develop elementary school students' spatial skills has been developed by researchers, but its implementation requires a teaching module. This research aims to describe the process and results of developing teaching modules that have valid criteria for developing the spatial skills of elementary school students. The type of research chosen is development research. The development theory chosen is Plomp theory with stages: 1) initial investigation, 2) prototype development, and 3) assessment. The results of the research are teaching module products that have valid criteria and have been assessed by experts through reliable teaching module validation sheets. Implementation of research shows that teaching modules can be used as supports for spatial imaginative learning models and can be applied in geometry learning
Evaluasi Usability Media Pembelajaran Alfabet Berbasis Augmented Re-ality Menggunakan Metode Addie Dan Human-Centered Design
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi pembelajaran alfabet berbasis Augmented Reality (AR) untuk anak-anak usia 5-6 tahun dengan pendekatan ADDIE dan Human-Centered Design (HCD). Aplikasi ini dikembangkan untuk mengatasi masalah kesulitan anak-anak dalam mengenal huruf dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Model ADDIE digunakan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi melalui tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, sedangkan HCD memastikan aplikasi berfokus pada kebutuhan pengguna. Evaluasi usability dilakukan menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ), yang mengukur enam dimensi utama: Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi memperoleh skor Attractiveness sebesar 1,82, Efficiency sebesar 1,80, dan Dependability sebesar 1,60, yang semuanya tergolong good. Pada dimensi Perspicuity, aplikasi mendapatkan skor 1,53 (above average), menunjukkan bahwa aplikasi cukup mudah digunakan, meskipun masih memerlukan penyederhanaan lebih lanjut. Stimulation dan Novelty mencatat skor tertinggi, masing-masing 1,98 dan 2,05, dikategorikan sebagai excellent, menandakan bahwa aplikasi memberikan pengalaman yang menyenangkan dan inovatif bagi pengguna. Kesimpulannya, aplikasi ini memberikan pengalaman belajar alfabet yang positif, dengan kekuatan pada aspek inovasi dan stimulasi, meskipun perlu dilakukan perbaikan dalam kemudahan penggunaan