Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
Not a member yet
    185 research outputs found

    Ethnic Identity of Culture in Relation Komin-Amber in Papua

    Get PDF
    Identitas bukan sekedar persoalan nama, tetapi apa makna di balik nama tersebut. Setidaknya nama merupakan tanda pengenal dan identitas yang dapat menunjukkan ciri-ciri serta karakternya. Jika ciri khas itu melekat pada suatu etnik, maka hal itu menjadi penanda jati diri pada etnik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan identitas kultur etnik Komin sebagai masyarakat pribumi dan etnik Amber sebagai masyarakat pendatang dalam perspektif komunikasi antarbudaya. Metode penelitian dirancang dalam skema penelitian kombinasi (mixed method) yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dengan strategi eksploratoris sekuensial. Penelitian dilaksanakan di Kota Jayapura Provinsi Papua dengan sampel 200 responden dan 8 (delapan) partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identititas kultur pada etnik Komin dan Amber berbeda nyata dalam hal: 1) Konteks komunikasi (high context vs low context communication), 2) Orientasi budaya (individualist vs collectivist), dan 3) Self construal (Independent vs Interdependent).Identity is not just a question of the name, but what is the meaning behind the name. At least the name is an identification and identity that can show the characteristics and character. If the characteristic is inherent in an ethnic, then it becomes a marker of ethnic identity on them. The purpose of this study is to analyze and describe culture of the ethnic komin identity as indigenous peoples and ethnic amber as settler communities in the perspective of intercultural communication. The research method is designed in a mixed method that combines qualitative and quantitative methods with sequential exploratory strategies. The research was conducted in Jayapura Papua Province by using a combination of research methods (mix method), with a sample of 200 respondents and 8 Participants. The results of this study indicate Cultural identity of ethnic Komin and Amber differs significantly in terms of  1) The context of communication (high vs. low context communication context), 2) cultural orientation (individualist versus collectivist cultures). 3) Self-construal (independent vs. interdependent)

    Konstruksi Makna Dampak Media Internet Penggunaan Media Internet oleh Pelajar di Kota purwokerto Kabupaten Banyumas

    No full text
    Penelitian ini untuk mengonstruksi dampak media internet dari para pelajar di Kota Purwokerto. Hasilnya bahwa para pelajar memaknai media internet sebagai media hiburan, media interaksi dan sebagai media yang menyediakan sumber ilmu pengetahuan dan wawasan. Sehingga pelajar menganggap media internet lebih banyak dampak positifnya. Namun para pelajar juga menyadari dampak negatif media internet seperti pornografi berupa gambar dan video, juga aksi kekerasan lewat media onlinegame yang menyebabkan ketergantungan sehingga lupa waktu menghabiskan waktu belajar. Warung internet (Warnet) dikonstruksi sebagai tempat yang sangat dominan untuk mengakses internet secara bebas, murah dan mudah. Bahkan warnet juga diketahui sebagai tempat yang dimanfaatkan melakukan tindakan asusila, dikarenakan skat Kamar Bilik Umum (KBU) yang sangat tertutup. Maka pelajar menyadari perlunya warnet sehat dengan KBU yang terbuka KBU-nya, ada jam pelayanan tertentu untuk para pelajar dan memblokir situs tertentu. Maka antisipasi dampak negatif media internet bisa dilakukan dengan pendekatan sosiologis peran pemerintah, orang tua, dan pihak pendidikan. Pendekatan teknologi dengan software filter situs tertentu dan website filter serta website sehat. kemudian pendekatan hukum dengan membuat peraturan daerah (perda) seperti mengenai ijin pendirian serta oprasional warnet

    Analisis Framing Pemberitaan Media Online mengenai Kasus Pedofilia di Akun Facebook

    Get PDF
    Kasus terhadap anak yang sering terjadi membuat banyak pihak sadar betapa rentannya anak menjadi korban kejahatan asusila. Kekerasan seksual terhadap anak akan memberikan dampak atau efek yang berat kepada anak sebagai korban. Di media sosial terdapat grup Facebook (FB) bernama Loli Candy's yang mengumpulkan foto porno anak-anak. Pada kasus terungkapnya jaringan pedofilia di Facebook, beberapa media memiliki gaya masing-masing dalam penulisan beritanya. Setiap media sesungguhnya memiliki ideologi yang berbeda mengingat bahwa media bukanlah saluran yang bebas tetapi telah mengonstruksi berita sedemikian rupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dua media online yaitu Kompas.com dan Republika Online membingkai pemberitaan tentang pedofilia melalui akun Facebook. Model analisis framing yang digunakan adalah model Robert N. Entman. Perbedaan pembingkaian dalam berita yang dimunculkan oleh Kompas.com dan Republika Online yang paling sering terlihat adalah terletak pada  pemilihan narasumber. Republika Online sebagai media bernuansa Islam selalu memilih narasumber yang memiliki pemikiran Islam

    Islamic Hegemony in The News “Warteg Saeni”

    Get PDF
    Penelitian ini akan menganalisis Hegemoni Islam Dalam Berita “Saeni”, Analisis Wacana Teun A Van Dijk  Terhadap Pemberitaan Razia Warteg Saeni Di Akun Facebook Kompas TV, penelitian ini menggunakan analisis wacana dari Teun Adrianus Van Dijk. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pemahaman yang mendalam tentang wacana dalam pemberitaan mengenai “Warteg Saeni” di akun Facebook Kompas TV dan juga memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap hegemoni Islam dalam berita mengenai “Warteg Saeni” di akun Facebook Kompas TV. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Model Teun Adrianus Van Dijk dengan paradigma kualitatif – konstruktivisme.Model Wacana Van Dijk mengamanatkan tiga langkah pengumpulan data dan analisis terhadap data Video yang diunggah oleh akun facebook Kompas TV sepanjang tanggal 10 Juni hingga 12 Juni 2016. Pemilihan batas waktu merupakan tenggat yang diambil sebelum terjadinya gerakan sosial sumbangan untuk Saeni, yang menjadi pemberitaan hangat sepanjang medio Juni 2016.Penyebaran informasi secara massal atau viral yang terjadi pada pemberitaan Saeni menyebabkan terjadinya bias informasi dan juga pemahaman yang berbeda dari setiap facebooker atau netizen. Penelitian ini akan coba membedah pesan yang terkandung dalam video tersebut mulai dari teks, kognisi sosial hingga konteks sosial melalu analisis wacana dari Van DijkThis study will analyze the discourse of the news “Warteg Saeni” at Facebook account of Kompas TV , discourse analysis of Teun Adrianus Van Dijk is used and aim to find the meaning of the discourse in the news about “Warteg Saeni” and also learn about the hegemony of Islam in a report about "Warteg Saeni" on social media. The method used is Discourse Analysis Model Teun Adrianus Van Dijk with qualitative paradigm – criticism. Van Dijk Discourse Model mandates a three-step data collection and analysis of data Video uploaded at Facebook account of Kompas TV all dated June 10 until June 12, 2016. Selection of the deadline was taken before the social movements contribute to Saeni, which made headlines throughout June 2016. The spread of mass information or viral occurring at news Saeni lead to biases of information and also a different understanding of each Facebookers or netizen.This study analyzed the message contained in the video starting from the text, social cognition in the social context through the discourse analysis of Van Dijk

    Preliminaries

    No full text

    The Public Information Compliance and Dissemination Among Urban and Rural Society

    Get PDF
    Di era informasi seperti sekarang ini, ketersediaan informasi dan akses yang semakin mudah akibat internet telah membawa tantangan bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pengelola komunikasi publik. Tingkat penetrasi internet di Indonesia terus tumbuh tiap tahunnya. Namun, apakah ini mencerminkan bahwa internet menjadi sumber informasi publik? Penelitian ini mengeksplorasi perilaku pemenuhan kebutuhan informasi serta diseminasi informasi masyarakat kota dan desa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner di 12 provinsi di Indonesia yang telah dipilih dengan teknik probability sampling secara bertahap dan  perkiraan margin of error sebesar 2% dengan jumlah sampel mencapai 2.500 orang melalui kish grid. Metode analisis data adalah statistik deskriptif dengan hasil yaitu: persepsi responden mengenai akses terhadap informasi kebijakan pemerintah cukup baik meski popularitas media resmi Kementerian maupun Dinas Kominfo lebih rendah dibandingkan televisi. Faktor kedekatan interpersonal dan lingkungan sosial juga memengaruhi seseorang mendapatkan dan menyebarkan informasi. Komunikasi tatap muka merupakan saluran utama dalam penyebaran informasi baik di kota maupun desa. In the information era, the abundance of information and access due to the internet has brought unprecedented challenges to the Ministry of Communication and Information Technology as public communication administrator. The internet penetration in Indonesia continues to grow annually. Nevertheless, does it reflect that the internet is the main source of public information? This research explores the public information compliance and dissemination among urban and rural societies. The research method is quantitative with the primary data is a survey at 12 provinces in Indonesia which were selected through probability sampling technique. It is a national survey with 2% margin of error estimation. The sample size reaches 2,500 respondents. The data analysis method is statistic-descriptive as the results as follows: the perception of public information particularly the government policies access is sufficiently well, although the popularity of the MCIT, as well as its local office's official media, is lower than television. The interpersonal relations and social environment influence someone to get and disseminate the information. The face to face communication is a prominent channel to disseminate information both in the urban and rural areas. 

    Pengaruh pesan Politik Caleg PKS Melalui Layanan Pesan Singkat (SMS) Terhadap Sikap dan Perilaku pemilih dalam Pemilu Legislatif 2009 di Kota Makassar

    No full text
    Dalam konteks politik, telepon seluler ternyata bisa menjadi sarana komunikasi politik yang cukup efektif dalam menggalang kerja sama dan percepatan mobilitas organisasi dan partai.Melalui SMS orang memiliki kebebasan untuk mengembangkan issue dan gosip yang menyudutkan orang lain. Dalam pemilu, telepon seluler banyak digunakan untuk menyebar luaskan pesan yang bersifat menolak, mengejek, mendukung, merongrong, dan menyindir seorang kandidat.Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Untuk menganalisis bentuk pesan politik caleg PKS melalui SMS Layanan Pesan Singkat (SMS) terhadap pemilih dalam pemilu legislatif 2009 di Kota Makassar. (2) Untuk menganalisis pengaruh pesan-pesan politik caleg PKS melalui Layanan Pesan Singkat (SMS) terhadap pemilih dalam pemilu legislatif 2009 di Kota Makassar.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif.. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobability sampel bertahap dengan jumlah sampel sebesar 263 orang. Data yang telah dikumpulkan, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik Analisis Deskriptif Kuantitatif dengan Metode Regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa caleg PKS Kota Makassar mempunyai cara yang berbeda dalam mengolah pesan politik melalui SMS yang kemudian dikirim ke pemilih. Ada pesan politik yang bersifat informatif juga ada yang persuasif. Penyusunan pesan tertentu diyakini oleh caleg dapat menarik perhatian pemilih. Semua bentuk pesan politik caleg PKS melalui SMS yang masuk ke handphone pemilih dilakukan untuk satu tujuan yang sama, yaitu, memromosikan dirinya, agar masyarakat dapat terbujuk untuk mengalihkan pilihannya pada caleg tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menolak Ho yang berarti kontribusi variabel independen (pesan kampanye caleg melalui SMS) signifikan dalam memprediksi variabel dependen (sikap dan perilaku pemilih Kota Makassar).

    Pola Konsumsi Media dan Kaitannya dengan Partisipasi Masyarakat pada Isu-Isu Publik di Kota Padang

    Get PDF
    Rendahnya partisipasi masyarakat Kota Padang untuk menentukan pemimpinnya pada pemilihan kepala daerah memunculkan pertanyaan tentang bagaimana individu sebagai pengguna media mampu termediasi secara proporsional dengan isu-isu publik. Bagaimana media sendiri mampu memunculkan atensi dan motivasi untuk masyarakat agar terlibat aktif dalam isu-isu publik. Melalui media, masyarakat bisa terhubung dengan isu-isu publik (public concerns), memperoleh, membangun, sekaligus menyebarkan wacana atau opini yang dianggap penting bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku individu mengonsumsi media (media consumption) dengan keterlibatan individu terhadap isu-isu publik, baik yang bersifat orientasi maupun partisipasi (civic engagement dan public participation). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif correlational research. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan kuesioner. Pemilihan lokasi dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan empat kelurahan yang menjadi sample. Jumlah responden 100 orang yang didasarkan dengan rumus Taro Yamane dengan nilai kritis sebesar 10%. Faktor usia menjadi faktor dominan pada pilihan media. Kaum muda lebih memilih mengakses media online dibandingkan media konvensional, sebaliknya semakin tua usiaresponden maka lebih memilih media konvensional. Media online memberikan ruang atau kesempatan kepada responden untuk berpartisipasi aktif di masyarakat sebaliknya media konvensional belum memberikan rangsangan dan juga wadah untuk masyarakat dalam berdemokrasi. Dari uji korelasi yang sudah dilakukan terlihat ada hubungan antara pengguna media online dengan partisipasi terhadap isu-isu publik. Sebaliknya pengguna media konvensional lebih mengetahui isu-isu di sekitar tempat tinggalnya namun belum melakukan tindakan apapun jika terjadi sebuah masalah.

    Perilaku Komunikasi antara Guru dengan Siswa Broken Home

    Get PDF
    Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa informan sebagai narasumber untuk menjawab permasalahan tentang opini publik terhadap komunikasi interpersonal dalam mengatasi orang tua broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi siswa broken home di sekolah belum sepenuhnya efektif. Hal ini disebabkan oleh: intensitas komunikasi antara orang tua dan anak yang masih kurang sehingga anak enggan untuk terbuka kepada orang tuanya mengenai prestasi belajar. Kurangnya dukungan, rasa empati serta sikap positif yang diberikan orang tua kepada anak juga mempengaruhi hubungan interpersonal diantara orang tua dan anak yang menyebabkan anak lebih terbuka kepada teman atau kerabatnya daripada orang tuanya sendiri.Kesetaraan antara orang tua dan anak masih kurang. Perilaku komunikasi yang demikian sangat berpengaruh terhadap perilaku anak di sekolah. Beberapa faktor yang menghambat prilaku komunikasi siswa broken home  diantaranya yaitu  orang tua yang kurang bisa membagi waktu antara pekerjaan dan memberikan perhatian kepada anak di rumah sehingga komunikasi dengan anak tidak berjalan dengan lancar, sikap acuh tak acuh yang ditunjukkan orang tua membuat anak menjauhkan diri dan tidak terbuka kepada orang tua dan ketidakterbukaan siswa terhadap Guru

    Social Media and Development of Corporate Communications

    Get PDF
    Kehadiran media sosial telah mengubah aktivitas komunikasi korporat dan dengan cepat merevolusi bagaimana kampanye atau program public relations berjalan. Jika dibandingkan dengan cara tradisional yang mengandalkan pada output murni, media sosial memaksa komunikasi korporat beralih pada proses dialog dimana para pemangku kepentingan, dan bukan hanya perusahaan sama-sama memiliki kekuasaan terhadap pesan yang beredar. Media sosial merupakan alat komunikasi revolusioner yang mengubah secara cepat bagaimana praktik PR menjadi bagian integral dari komunikasi korporat bagi sejumlah perusahaan dan menawarkan pilihan baru bagi para praktisi PR pada setiap aspek proses komunikasi yang dilakukan.The presence of social media has changed the corporate communications and quickly revolutionize how public relations campaign or program. Compared to the traditional way which rely merely on pure output, the social media has forced the corporate communications to switch on the dialogue process in which all stakeholders, where is not just the company that has the power to circulate the message. Social media is a revolutionary communication tool that changed quickly how the public relations practice becomes an integral part of corporate communications for many companies and offers new options for PR practitioners in every aspect of the communication process which is executed. By using critical analysis and interpretative approach, this article attempts to compare traditional PR with the modern one that integrates social media, and through this comparison analyses the changes that occur in the company, so it might project what happens with the corporate communications practice in the future.

    138

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇