Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Apresiasi Masyarakat Kabupaten Purwakarta Terhadap Siaran Lokal Jatiluhur Televisi
Lembaga penyiaran televisi lokal sebagai mana diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, termasuk dalan lembaga Penyiaran swasta. Definisi televisi lokal tak jauh berbeda dengan televisi komersial nasional, yaitu lembaga penyiaran yang bersifat komersial berbentuk badan hukum Indonesia yang bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran televisi, hanya daya jelajahnya saja yang berbeda. Latar belakang legitimasi politis atas lembaga penyiaran swasta lokal berawal dari pertimbangan yang bersifat ekonomis, yaitu untuk mengeliminir monopoli kepemilikan media televisi oleh pemodal tertentu, serta untuk melakukan desentralisasi modal dan akumulasi keuntungan bisnis penyiaran. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana apresiasi masyarakat Terhadap siaran lokal Jatiluhur Televisi (Jatiluhur TV) yang berada di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat, penilaian dan kepuasan masyarakat terhadap siaran lokal Jatiluhur TV sebagai lembaga penyiaran televisi lokal. Tehnik pengumpulan data dilaksanakan dengan penyebaran angket, wawancara dan studi pustaka dan dokumentasi data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara kualitatif (deskripsi data dan interpretasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di Kabupaten Purwakarta memberikan apresiasi yang tinggi dan merasakan manfaat dari siaran lokal Jatiluhur TV, walaupunpada satu sisi masyarakat tidak puas dengan fungsi pendidikan yang dilakukan oleh Jatiluhur TV
Sistem Informasi Penilaian (SIP) Bdg Juara: Sebuah Inovasi Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Perubahan paradigma dalam pelayanan publik menuntut pemerintah baik pusat maupun daerah untuk berinovasi. Selain itu, kebijakan mengenai pelayanan publik juga mewajibkan pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Pemerintah Kota Bandung merupakan salah satu pemerintah daerah yang memiliki banyak inovasi pelayanan publik. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah SIP Bdg Juara. Inovasi ini adalah sebuah sistem informasi yang dibangun untuk menilai kinerja kecamatan dan kelurahan. Kinerja camat dan lurah diukur berdasarkan laporan kegiatan yang diunggah melalui aplikasi SIP Bdg Juara. Selain itu, masyarakat juga bisa memberi penilaian terhadap kinerja pelayanan publik di wilayahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program SIP Bdg Juara dan mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, dan faktor kuncinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan studi lapangan (wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIP Bdg Juara mempermudah proses pelaporan dan pengawasan. Serta mendorong kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik
Kontribusi Media Televisi Lokal dalam Menyosialisasikan Program Revolusi Mental
Revolusi mental merupakan program kedelapan yang tertuang dalam agenda prioritas Nawacita yaitu revolusi karakter bangsa dan action plan Program Prioritas-9 (Quick Wins). Secara spesifik revolusi mental menjadi RPJM 2015-2019 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI), yaitu melaksanakan secara konsisten UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Salah satu strateginya adalah penyediaan konten informasi publik berkualitas untuk meningkatkan kecerdasan dan pengembangan kepribadian bangsa dan lingkungan sosialnya serta kampanye publik terkait revolusi mental. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui tentangkontribusi media televisi lokal dalam menyosialisasikan program revolusi mental. Lokasi penelitian di TV Kuningan Kabupaten Kuningan, Cirebon TV Kabupaten Cirebon, dan SMTV Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan stasiun televisi lokal secara langsung atau tidak langsung telah ikut serta menyosialisasikan program revolusi mental melalui program siaran yang dibuat. Kontribusi siaran televisi lokal efektif dan efisien untuk berperan sebagai media sosialisasi sesuai dengan fungsi yang dimilikinya. Revolusi mental telah dilakukan dan dieksplorasi oleh stasiun televisi lokal yang dibuat berdasarkan pemikiran dan sudut pandang lokal yang variatif dan inovatif
Perilaku Narsis pada Media Sosial di Kalangan Remaja dan Upaya Penanggulangannya
Fenomena perilaku narsis di kalangan remaja telah menjadi sebuah epidemi penyakit masyarakat modern. Gangguan kepribadian narsistik merupakan jenis gangguan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil perilaku narsisme di kalangan remaja dan kebijakan penanggulangannya. Teori yang digunakan yaitu teori psikoanalis Freud, yang pertama kali menggunakan istilah narcissistic untuk mendeskripsikan orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya orang penting secara berlebihan dan yang terokupasi dengan keinginan mendapatkan perhatian. Fase yang dilalui semua anak sebelum menyalurkan cinta mereka dari diri mereka sendiri kepada significant person, sehingga anak terfiksasi pada fase narsistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei dengan explanatory research. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perilaku narsisme di kalangan remaja pelajar di kawasan Bandung Timur berada pada kategori sedang. Namun demikian bukan berarti dalam posisi aman, sebab perilaku mereka cenderung meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Kebijakan penanggulangannya harus dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai stakeholders terkait
The Strategy of KPID West Java in Socializing Media Literacy
Strategi sosialisasi literasi media yang dilakukan Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Barat bertujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, membangun jati diri bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Penelitian ini dipusatkan pada bagaimana strategi-strategi KPID Jawa Barat sebagai lembaga negara independen dalam mensosialisasikan beragam program-program literasi media yang telah dijalankan oleh KPID Jawa Barat Periode 2015-2018. Penulis menggunakan metode penelitian studi kasus deskriptif. Pada penelitian ini, kasus yang akan diteliti adalah strategi KPID Jawa Barat dalam mensosialisasikan literasi media. Esensi literasi media yang dilakukan oleh KPID Jawa Barat adalah menumbuhkan masyarakat yang dapat bersikap bijak menggunakan media dan mendorong lembaga penyiaran memproduksi isi siaran yang berkualitas. KPID Jawa Barat sebagai representasi masyarakat terus menyerukan sosialisasi literasi media yang bentuknya sudah semakin sulit untuk disensor bila tanpa partisipasi masyarakat yang melaporkan suatu pelanggaran isi siaran. Pendekatan sosialisasi menggunakan media baru mendorong KPID Jawa Barat Periode 2015-2018 mengembangkan langkah-langkah sosialisasi literasi media yang inovatif dengan mengikuti perkembangan teknologi. The socialization strategy of media literacy which has done by KPID West Java (Regional-Indonesia Broadcasting Commission) aims to strengthen national integration, national identity, and educate the nation. This study focused on the strategies of KPID West Java as an independent institution of the state in disseminating a variety of media literacy programs that have been run by the West Java KPID period 2015-2018 to promote media literacy. The author used a descriptive case study method. In this study, a case to be analyzed is in how KPID West Java disseminated the media literacy. The essence of media literacy conducted by KPID West Java is to grow the wise society in gratification media and to encourage the broadcaster’s institution to produce quality broadcasting content. KPID West Java as a representative of the public continues to call for media literacy socialization which is harder to be censored if there is no public participation in reporting a content violation. This form of socialization by using new media approach encourage KPID West Java Period 2015-2018 to develop steps of innovative media literacy along with the technology development
Kegagalan Para Politisi dalam Pemilihan Legislatif (PILEG) Tahun 2009
Judul Penelitian “Kegagalan Para Politisi Dalam Pileg 2009”, Studi Fenomenologi tentang Para Politisi yang Gagal menjadi Caleg 2009 di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.Penelitian bertujuan untuk mengetahui:Konstruksi makna peran diri para caleg yang gagal sebagai politisi dalam keluarga dan masyarakat; Motif yang mendorong para caleg untuk menjadi politisi; Makna kegagalan para politisi sebagai caleg. Metode yang digunakan melalui pendekatan kualitatif dengan tradisi fenomenologi. Informan kunci sebanyak 5 orang politisi yang gagal menjadi caleg DPRD Kabupaten Bandung yang berasal dari Wilayah Rancaekek.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa para informan menyadari benar tentang makna diri sebagai politisi, anggota keluarga dan masyarakat; motif utama yang muncul ke permukaan dari para informan untuk menjadi caleg adalah untuk menjadi anggota legislatif sebagai penyampai aspirasi rakyat dan ingin terlibat langsung dalam penentuan kebijakan dan UU yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat yang dibinanya dan masyarakat pada umumnya. Kegagalan dalam pileg dianggap sesuatu yang biasa dan tidak harus mengalami stress, dan perlu diambil hikmah dan ditafakurinya.Rekomendasi dalam penelitian ini, bahwa era reformasi seharusnya tidak dipahami dengan kompetisi untuk menjadi caleg semata, yang hanya berorientasi pada kepentingan praktis golongan atau individu.