Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
Not a member yet
    185 research outputs found

    Green Computing in Local Governments and Information Technology Companies

    Get PDF
    Komputasi hijau merupakan studi dan pelaksanaan dari suatu desain, pembuatan, penggunaan, pengolahan dari perangkat-perangkat teknologi informasi dan komunikasi dengan cara yang efektif dan efisien yang berdampak kecil terhadap lingkungan. Jika konsep tersebut dilaksanakan akan membantu instansi atau perusahaan dalam menekan biaya pengeluaran sumber daya untuk infrastruktur ITnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari upaya penerapan komputasi hijau di lingkungan pemerintahan dan sektor bisnis terutama di bidang TIK. Pengumpulan datanya dilakukan dengan diskusi kelompok terarah/focus group discussion, dengan perwakilan pada kedua elemen instansi tersebut (pemerintahan dan bisnis). Selanjutnyadilakukan observasi di setiap instansi yang menjadi sampel penelitian untuk melihat penerapan konsep komputasi hijau yang ada. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan dari kedua elemen tersebut terlihat berbeda pada setiap faktornya. Perbedaan pola kerja, tingkat pengetahuan, kebijakan sampai dengan infrastruktur dari kedua elemen tersebut membuat penerapan konsep komputasi hijau pada kedua lingkungan kerja terlihat berbeda.Green computing is a study and practice of designing, manufacturing, using, and disposing of information and communication devices efficiently and effectively with minimum impact on the environment. If the green computing concept was implemented, it will help the agencies or companies to reduce energy and capital cost from their IT infrastructure. The goal from this research is to explore the current condition about the efforts from local governments and IT companies at West Java to implement the green computing concept at their working environment. The primary data were collected by using focus group discussion by inviting the local governments and IT companies representatives who responsible to manage their IT infrastructure. And then, the secondary data were collected by doing brief observation in order to see the real effort of green computing implementation at each institution. The result shows that there are many different perspectives and efforts of green computing implementation between local governments and IT companies

    Interpersonal Communication of Children with Mental Retardation

    Get PDF
    Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Kecerdasan di bawah rata-rata normal ini menyebabkan tunagrahita mempunyai kesulitan sedikitnya pada empat kawasan yang berkaitan dengan atensi, daya ingat, bahasa, dan akademik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi antarpribadi tunagrahita di Asrama Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Cipaganti Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk menangkap fenomena komunikasi antarpribadi tunagrahita yang terjadi di asrama YPLB Cipaganti. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Etnografi Komunikasi dan teori Interaksi Simbolik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan berperan serta, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antarpribadi yang dilakukan anak asrama dengan sesamanya maupun dengan pengurus asrama, merupakan rangkaian peristiwa komunikasi antarpribadi yang unik dan khas dengan proses yang berlangsung secara sirkuler dan terus menerus.Tunagrahita were a terminology to called the children with mentally retarded conditions. This conditions caused these children having difficulties at least on four areas, related with attention, memory, language, and academics. The research problem is how interpersonal communication tunagrahita in Dormitory Extraordinary Education Foundation (YPLB) Cipaganti Bandung. This research’s aim is to seek the interpersonal communication phenomenon of children with mentally retarded in YPLB Cipaganti Dormitory. The research method which were used is the qualitative method with communication Ethnography approach and Symbolic Interactionism theory to have comprehensive descriptions about life reality of mentally retarded’s children in YPLB Cipaganti Dormitory. Data obtained by participation observer, unstructured interviews, and documentary study. The result showed that interpersonal interactions are done with each child boarding and with the management of the hostel, is a series of unique events and interpersonal communication with a distinctive circular process that takes place continuously

    West Java Governor Election News in Online Media to Establish Students Opinion

    Get PDF
    Perkembangan media online, telah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari aktivitas politik tanah air. Pemanfaatan media online pada pemilihan gubenur Jawa Barat (Pilgub Jabar) tahun 2013 sangat cocok dilakukan untuk menjaring konstituen dalam membentuk opini mereka. Hal tersebut dimungkinkan mengingat Provinsi Jabar merupakan salah satu Provinsi dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Permasalahan yang akan diteliti adalah sejauhmana pemberitaan Pilgub Jabar 2013 di media online dalam membentuk opini mahasiswa Fakultas Komunikasi UNIGA Kabupaten Garut Provinsi Jabar?.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemberitaan Pilgub Jabar tahun 2013 di media online dalam membentuk opini mahasiswa. Teori yang dipakai sebagai dasar penelitian ini adalah teori Agenda Setting. Populasi adalah mahasiswa Fikom UNIGA Garut yang berjumlah 81 orang, teknik penarikan sampel adalah total sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan secara studi literatur dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Pilgub Jabar tahun 2013 di media online mampu membentuk opini mahasiswa tentang kandidat gubernur yang ikut dalam pemilihan gubernur pada tahun 2013, melalui visi dan misi serta program kerja mereka. Hal tersebut ditandai dengan keyakinan, kemantapan, dan aksi responden pada saat Pilgub Jabar tahun 2013.Development of online media, it has become something that is inseparable from political activity homeland. Use of online media in the West Java governor election of 2013 was very suitable for capturing constituents and to establish their opinion. This is possible considering the Province of West Java is one of the Provinces with the largest area and the largest population in Indonesia. The theory used as the basis for this study is theory Agenda Setting.The problem is how far the news Pilgub Jabar 2013 in the online media in to establish students opinion, Faculty of Communication UNIGA Garut West Java Province? The purpose of this study was to analyze the news in 2013 Pilgub Jabar in online media to establish students opinion. The theory used as the basis for this study is Agenda Setting theory. Population is UNIGA Garut Fikom students numbering 81 people, sampling technique is total sample. Data collection techniques based on: library studies and questionnaire. The research shows that in 2013 the news Pilgub Jabar in online media capable formed the students about the gubernor candidate who participated in the gubernor election in 2013, by the vision and mission as well as their work program. It is characterized by confidence, stability, and action of the respondents in the West Java gubernor election in 2013

    Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Menunjang Program Kerja

    Get PDF
    The growth of ICT are influential the Subang regional government in order to optimally use ICT in their region. These changes cause the Subang regional government have to do more development in ICT sector through the programs implemented. The research was conducted to identify the issues surrounding the development of ICT (communication and information technology) based on programs of the authorized institution in ICT (Diskominfo) in a city/regency in the Province of West Java, this research use a SWOT analysis to assess the programs. The problem is how the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of ICT development Kominfo sector in Subang Regency, West Java through programs performed by Diskominfo Kabupaten Subang. The aim is to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of ICT development. Data was collected through observation and interviews. The result shows, based on the missions performed by Diskominfo Kabupaten Subang, in general there are some internal weaknesses: related to human resources, facilities, budget, and the lack of standardization in communications and information technology. While the internal strengths are: the availability of adequate human resources, sufficient infrastructure, sufficient budget, a clear work program, and the UPT as a technical implementation. The strategy needs to be done to improve mission implementation of Diskominfo Kabupaten Subang is suggested that organization implemented changes or defensive strategy, rather than pursuing an aggressive or diversification strategy.Perkembangan TIK menyebabkan Pemda Kabupaten Subang harus melakukan pembangunan yang lebih di bidang TIK  melalui program kerja yang dilaksanakan. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan seputar pembangunan bidang TIK berdasarkan program-program kerja instansi yang berwenang di bidang TIK (Diskominfo) se Kota/Kabupaten di Provinsi Jabar, penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengkaji program-program kerja tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pembangunan bidang TIK di Kabupaten Subang, Jabar melalui program-program yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Subang. Tujuannya adalah ingin menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pembangunan bidang TIK. Pengumpulan data dilakukan dengan  observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan visimisi yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Subang, secara umum terdapat beberapa kelemahan internal yang dimiliki yaitu terkait dengan SDM, sarana dan prasarana, anggaran, dan tidak adanya standardisasi bidang Kominfo. Sedangkan kekuatan internal yang dimiliki yaitu tersedianya SDM yang cukup, sarana dan prasarana yang cukup, anggaran yang cukup, adanya program kerja yang jelas, dan adanya UPT sebagai pelaksana teknis. Strategi yang perlu dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan misi Diskominfo Kabupaten Subang lebih banyak menyarankan agar organisasi melakukan strategi perubahan ataupun defensif, daripada melakukan strategi yang agresif ataupun diversifikasi

    Policy Evaluation of District Mobile Internet Service Center Program (MPLIK)

    Get PDF
    Penelitian ini  dilatarbelakangi oleh masalah yang menarik untuk diteliti yaitu Evaluasi Kebijakan Penyediaan Fasilitas Universal Service Obligation (USO) Program Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) Di Kabupaten Kuningan Jabar. Permasalahannya adalah bagaimanakah kebijakan Diskominfo Kabupaten Kuningan terhadap fasilitas USO program MPLIK di Kabupaten Kuningan? Tujuannya adalah (1) ingin mengetahui Kebijakan Diskominfo Kabupaten Kuningan terhadap program MPLIK di Kabupaten Kuningan, (2) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kebijakan Diskominfo dalam mendukung  Program MPLIK di Kabupaten Kuningan, (3) Upaya-upaya yang dilaksanakan untuk melaksanakan kebijakan Diskominfo dalam mendukung program MPLIK di Kabupaten Kuningan. Teori yang dipakai sebagai pendekatan terhadap masalah penelitian ini adalah Evaluasi Kebijakan  dari Bardach. Metode penelitian yang digunakan  adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam evaluasi kebijakan penyediaan fasilitas USO program MPLIK di Kabupaten Kuningan Jabar melalui pendekatan evaluasi kebijakan ditemukan dimensi lain yaitu pentingnya pengendalian, pengawasan, dan koordinasi selain ke empat dimensi pokok evaluasi kebijakan tersebut yang dijadikan sebagai pendekatan di dalam penelitian ini.The research was motivated by a problem that is interesting to study the Provision of Facilities Policy Evaluation Program Universal Service Obligation (USO) Internet Service Center District Mobile Program (MPLIK) In Kuningan regency of West Java. The problem is how the Department of Communication and Information Policy in the Kuningan District MPLIK program in Kuningan District,? The aim is (1) want to know the Department of Communication and Information Policy in the Kuningan district MPLIK program in Kuningan district, (2) What factors are a supporter and obstacles in the implementation of policies in support of the Office of Communications and Informatics Program at Kabupaten MPLIK Brass, (3) Efforts effort whether carried out in the implementation of policies in support of the program Diskominfo MPLIK in Kuningan regency. The theory used as an approach to the problem of this research is the Evaluation of Policies Bardach. The research method used is a qualitative method of data collection techniques through participant observation and in-depth interviews. The results showed that in the Provision of Facilities Policy Evaluation Program USO MPLIK In Kuningan West Java through policy evaluation approach found another dimension, namely the importance of control, supervision, and coordination in addition to the four main dimensions of the policy evaluation is used as the approach in this study

    The Relation Between Socio-Economic Characteristics and the Innovation Decision Making of Digital Television Broadcasts

    Get PDF
    Migrasi dari teknologi analog ke teknologi digital, membutuhkan banyak persiapan, baik dari sisi perangkat, regulasi, industri penyiaran, maupun masyarakat. Penelitian ini mengacu kepada Diffusion of Innovations theory (teori Difusi Inovasi) (Rogers, 1986) yang mencoba menjelaskan bagaimana sebuah inovasi (teknologi) dapat diterima ke dalam masyarakat, melalui suatu proses keputusan. Tujuannya adalah tersusunnya gambaran difusi inovasi dalam penerapan sistem siaran televisi digital di masyarakat. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan Pengambilan Keputusan Inovasi terhadap siaran televisi digital. Penelitian dilaksanakan di 7(tujuh) Kabupaten/ Kota di Provinsi Jabar dan Provinsi Banten. Pemilihan sampel dilakukan dengan Multistage Cluster Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 813 orang yang ditetapkan dengan teknik Proportional Sampling, kategori responden usia 15 tahun s/d 64 tahun. Hasil uji signifikansi dengan metode Pearson pada tingkat α 5% menunjukkan bahwa, hubungan antara variabel Pengambilan Keputusan Inovasi dengan karakteristik sosial ekonomi pada tiga aspek, yaitu pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran adalah lemah dan signifikan, sementara pada akses informasi, nilai hubungan sedang dan signifikan. Hal ini mengisyaratkan akan perlunya upaya penguatan kapasitas absorpsi masyarakat dalam menghadapi siaran televisi digital, dapat dilakukan dengan memperbaiki nilai setiap komponen yang ada pada tataran operasional. Sebagai prioritas, adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat khususnya dari sisi pendidikan, penghasilan, dan pengeluaran perbulan.Migration from analog to digital technology, requires a lot of preparation, both from the side of the device, the regulation of the broadcasting industry, and the society. This study refers to the Diffusion of Innovations theory (the theory of Diffusion of Innovation) (Rogers, 1986) that try to explain how an innovation (technology) can be accepted into the community, through a process of decision. The aim of the research is to find out the relationship between socio-economic characteristics of the innovation and decision-making broadcast of digital television. This research uses a quantitative approach with descriptive methods aim to find out the relationship between socio-economic characteristics of the innovation and decision-making broadcast of digital television. The research was carried out in seven counties/cities in West Java Province and Banten Province. The selection of samples is carried out by Multistage Random Cluster Sampling. The number of samples as many as 813 people assigned by Proportional Sampling techniques, with the character category of respondents age 15 years until 64 years. Significance test results with the method at the rate of 5% Pearson pointed out that, the relationship between innovation decision-making variables with socio-economic characteristics on three aspects, namely, education, income, and spending is weak and insignificant, while on access to information, the value of relationships and significant. This suggests the necessity of strengthening the capacity of absorption of community efforts in the face of digital broadcast television, can be done by fixing the value of any existing components on the operational level. As a priority, is how the effort to improve the economy of society, especially in terms of education, income, and expenditure permonth

    Communication Dynamics of Vailed Arab Women

    Get PDF
    Penelitian ini menitikberatkan pada penampilan otentik wanita Arab yang mengenakan cadar, yang notabene cadar sendiri adalah pakaian budaya di Arab Saudi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna cadar bagi wanita bercadar itu sendiri dan mengetahui pengelolaan kesan yang terjadi dalam komunitas wanita bercadar tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini terdapat 11 informan yang bersedia mengartikulasi pengalamannya secara terbuka. Umumnya penulis memperoleh sebuah pernyataan yang spontan sehingga didapat data yang natural. Makna cadar yang mereka konstruksi, penulis reduksi menjadi tiga kategori, yaitu cadar sebagai kewajiban, cadar sebagai kehormatan dan cadar berawal dari tradisi keluarga yang ketiga kategori ini sangat dipengaruhi oleh faktor situasional. Penelitian ini memperlihatkan dan memahami interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam komunitas wanita Arab yang mengenakan cadar itu sendiri maupun interaksi yang terjadi dengan masyarakat sekitar, terjadi nuansa-nuansa identitas etnik ketika interaksi tersebut berlangsung.This study focuses on the authentic appearance of Arab women who wear the veil, which is the veil itself is a cultural dress in Saudi Arabia. The study purpose to understand the meaning of cadar itself and know the managing impression that accured. The research use qualitative methode with fenomenology approach. In this study there were 11 informants who are willing to articulate their experiences openly. Generally, researcher obtained a spontaneous statement so the data obtained naturally. The meaning of wearing the veils that they construct by them self reduced into three categories. Wearing the veil as obeydiant of woman muslim,an honour and family tradition.These categories is influenced by situational factors. This research ultimately shows and understand the interaction and communication that occurs within communities of Arab women who wear veils itself and the interaction that occurs with the surrounding community, and nuances of the place of ethnic identity when interaction takes place

    Formal and Informal Communication Model Activity in the Process of Empowerment

    Get PDF
    Penelitian ini mengenai fungsi komunikasi yang diperankan oleh para pelaku pembangunan, pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Fokus penelitian adalah bentuk komunikasi formal dan informal, yang berlokasi di Desa Pasuruhan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk mengonstruksi pola komunikasi baik formal maupun informal dalam proses kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan pengambilan sampel penelitian adalah purposif. Teknik pengumpulan data dengan Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan observasi, kemudian menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Komunikasi formal tidak bisa dipisahkan dari komunikasi informal dalam proses penelitian dan pelaksanaan pemberdayaan. Komunikasi formal dilakukan setelah akses terbuka dan untuk mempertegas suatu tujuan kegiatan. Kemudian dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan studi banding. (2) Kegagalan proses komunikasi informal, mengakibatkan resistensi, kurang mendapat dukungan, timbul kecurigaan, bahkan bisa terjadi penolakan dari informan penelitian. (3) Komunikasi formal memiliki sifat terstruktur, terfokus, dan adanya interaksi simbol atas nama status institusi atau lembaga dari para pelaku komunikasi. Sedangkan komunikasi informal sifatnya tidak terstruktur, proses dialog lebih bebas atau tidak kaku yang bisa berlangsung lama, walaupun pembahasan bisa saja tidak fokus. Interaksi mengutamakan keakraban atau menjalin hubungan yang intens.The research development actors are performing on the communication functions. In this study focused on the formal and informal communication, as of opening access, approach on location, design,implementation and evaluation of empowerment program, located in the village of Pasuruhan, Subdistrict Binangun of Cilacap Regency. The purpose of this study was to construct patterns of formal and informal communication in the process of community development activities, especially in the village of Pasuruhan, District Binangun, Cilacap Regency, Central Java Province. The approach was qualitative and the study sample was purposive. Data collection techniques with the Focus Group Discussion (FGD), interviews and observations. Results showed: (1) Formal communication could not be separated from the formal communication in the research process and implementation of empowerment.While formal communication performed after the open access and to reinforce the aim of activity. And then in the implementation of socialization, extension and comparative studies. (2) The failure to informal communication processes, maked the process of qualitative research in particular, could be resistance, minus support, distrust, andcould even rejection of research informants. (3) Formal communication had structured nature, focused and symbolic interaction of status the institution or organizationof communicators. While the informal communication had unstructured nature, dialogical process or more flexible and could be long term, however the discussion wouldbe not focus

    Communication Dialectics, Islam, and Sundanese Culture

    Get PDF
    Masyarakat Adat Kampung Dukuh adalah masyarakat yang masih sangat tradisional, hal ini tampak pada pola hidup mereka sehari-hari. Mulai dari pola pergaulannya, pola makannya, pola mata pencahariannya, pola kepemimpinannya sampai kepada model bangunan rumahnya yang panggung terbuat dari bambu beratapkan injuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Dialektika bahasa, komunikasi dan budaya Sunda pada masyarakat Adat Kampung Dukuh, (2) Dialektika komunikasi dan tradisi Islam pada masyarakat Adat Kampung Dukuh, dan (3) Dialektika tradisi Islam dan budaya Sunda pada masyarakat Adat Kampung Dukuh. Metode yang digunakan adalah metode Etnografi Komunikasi dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah teknik wawancara mendalam, observasi partisipatorif, dan penelaahan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dialektika komunikasi dan budaya Sunda berlangsung secara dialektis totality saling ketergantungan satu dengan yang lainnya, (2) Dialektika komunikasi dan tradisi Islam berjalan secara dialektika totality memiliki ketergantungan saling menguatkan dan meneguhkan. (3) Dialektika tradisi Islam dan budaya Sunda terbagi ke dalam dua katagori, pertama, dialektika nilai Islam dan norma budaya berlangsung secara dialektika totality saling ketergantungan, dan kedua, dialektika aqidah Islam dan mitos-mitos terjadi secara kontradiktif atau bertentangan dari dua ekstrim yang berbeda.Customary societies of Kampung Dukuh is community tightly maintaining their tradition up to the present. It appeared on their life routine beginning from the way of having intercourse, the custom of consuming, the kind of living, the system of leadership until the construction model of stage house constructed from bamboo with palm fiber for the roof. This study aimed to analyze: 1) language dialectic, communication and Sundanese culture at customary society of Kampung Dukuh 2) communication dialectic and tradition of Islam at customary society of Kampung Dukuh 3) Dialectic of Islam tradition and Sundanese culture at customary society of Kampung Dukuh. The method of this research is Ethnography of Communication with qualitative approach. The techniques of data collection are profound interview, participatory observation and documentation research. The results are 1) communication dialectic Sundanese culture lasted in total dialectic manner and indicated relation of dependence each other 2) communication dialectic and tradition of Islam prevailed in total dialectic way, and possessed dependence, affirmed as well as strengthen each other 3) tradition dialectic of Islam and Sundanese culture were divided into two categories namely 1) dialectic of Islam value and culture norm run in total dialectic manner and owned dependence each other 2) dialectic of Islam faith and myths lasted in contradictory way or be in conflict among two different extremes

    The Influence of Teens Sinetrons on Private Television Against Attitudes about Hedonistic Lifestyle

    Get PDF
    Tayangan sinetron saat ini hampir mendominasi program acara di televisi swasta. Tema-tema ceritanya sebagian besar berisi gaya hidup remaja yang glamor dan kemewahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh intensitas menonton, daya tarik, dan isi pesan tayangan sinetron remaja di televisi swasta terhadap sikap mengenai gaya hidup hedonis. Penelitian ini menggunakan metode survei penjelasan (Explanatory Survey Method). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 4 Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Proportional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan sinetron remaja di televisi swasta berpengaruh secara signifikan terhadap sikap mengenai gaya hidup hedonis.Sinetrons are now almost dominated private television program. Most of the story contains glamorous and luxurious teenage lifestyle. The objective is to analyze the influence of the intensity of watching, attractiveness, and messages content of television's sinetrons. This study used Explanatory Survey Method. The population in this study are students of SMA Negeri 4Cimahi, West Java Province. Sampling technique used Stratified Proportional Random Sampling. Result showed teen sinetron affect significantly to the attitude of the hedonistic lifestyle

    138

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇