Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)
Not a member yet
    83 research outputs found

    EVALUASI PROGRAM WIRAUSAHA PEMULA DI KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM RI

    Full text link
    Artikel ini membahas mengenai individualized outcome evaluation terhadap lima peserta Program Wirausaha Pemula dari DKI Jakarta tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian evaluasi. Sedangkan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan 7 informan yang terdiri dari 5 informan peserta program dan 2 informan pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat peserta program telah mencapai outcome program, karena didukung oleh faktor trainee characteristic, training design, work environment, sikap dan konsep diri dalam berwirausaha serta desain usaha. Sedangkan satu informan yang tidak mencapai outcome, karena mengalami hambatan pada faktor work environment, sikap dan konsep diri serta desain usaha The study discusses about individualized outcome evaluation of young entrepreneur program evaluation at ministry of cooperatives and small medium enterprises for five beneficiaries from Jakarta City in 2012. This research used a qualitative approach with evaluation research. While collecting data using in-depth interview with 7 informans which consist 5 beneficiaries program and 2 program staff. This result of study show that 4 beneficiaries has achieve an outcome program because of the trainee characteristics, training design, work environment, attitude and self concept and design entrepreneurship factors support and 1 beneficiaries has a barrier in work environment, attitude and self concept and entrepreneurship design factor

    Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat melalui Pelatihan Komunikasi dalam Keluarga yang Mengedepankan Kepentingan Anak

    Full text link
    Untuk dapat terwujudnya kesejahteraan anak, maka keluarga, masyarakat maupun pemerintah harus memperhatikan hak-hak dan kebutuhan-kebutuhan anak.  Untuk menjamin perkembangan psikis dan sosialnya, anak memerlukan kasih sayang, pemahaman, suasana rekreatif, stimulasi kreatif, aktualisasi diri, dan pengembangan intelektual. Karena itu sejak dini mereka memerlukan pendidikan dan sosialisasi dasar, pengajaran tanggung jawab sosial, peran-peran sosial dan ketrampilan dasar agar menjadi warga masyarakat yang bermanfaat.  Anak-anak dari keluarga miskin seringkali dibesarkan dengan pola asuh yang kurang kondusif bagi proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan komunikasi bagi ibu-ibu dari keluarga miskin. Melalui pelatihan ini diharapkan orang tua dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan anak.To be able to realize child welfare, the family, society and the government should pay attention to the rights and needs of children. To ensure the psychological dan social development, children need love, understanding, recreational atmosphere, creative stimulation, self-actualization, and intellectual development. Therefore they require early socialization and basic education, the teaching of social responsibility, social roles and basic skills in order to become useful citizens. Children from poor families are often raised with parenting less conducive to their growth and development. One of the efforts undertaken is through communication training for mothers from poor families. Through this training the parents are expected to create an atmosphere conducive to the development of childre

    HUBUNGAN TINGKAT WORK-LIFE BALANCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA KARYAWAN ORGANISASI PELAYANAN KEMANUSIAAN (STUDI PADA KARYAWAN YAYASAN PLAN INTERNATIONAL INDONESIA)

    No full text
    This undergraduate thesis discusses about the correlation of work-life balance to job satisfaction among Yayasan Plan International Indonesia’s Employees. This research is a quantitative research with descriptive design.  This research is background by the importance of employee’s satisfaction in the Human Service Organization’s setting. Meanwhile, the research about employee’s job satisfaction among Human Service Organization is still rare. The result of this research shows that there’s a very weak correlation between the level work-life balance to the level of job satisfaction among Yayasan Plan International Indonesia’s Employees. This can be caused by the difference in characteristic between HSO and company.  Job satisfaction in HSO may not always be correlated with the level of work-life balance. It can be correlated with its characteristic, people as a raw material, unclear and problematic organizatinons goals, uncertainty in determining service technology, and intensive interaction between employee and client as one of core activities in HSO.Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara tingkat work-life balance terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan Yayasan Plan International Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja (kesejahteraan) bagi karyawan organisasi pelayanan kemanusiaan atau Human Services Organization (HSO). Sedangkan, penelitian mengenai kepuasan kerja di HSO masih sangatlah minim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah antara tingkat work-life balance terhadap tingkat kepuasan kerja pada karyawan Yayasan Plan International Indonesia. Kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh adanya karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh HSO yang sangat berbeda dengan perusahaan, seperti manusia sebagai raw material, tujuan organisasi yang tidak jelas dan bersifat problematik, ketidakpastian dalam menentukan teknologi pelayanan, serta proses interaksi yang intensif dengan klien sebagai salah satu aktivitas utama dari HSO

    JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL Oktober 2014

    Full text link
    Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah wahana pengembangan kajian bidang kesejahteraan sosial da-lam kerangka ilmiah akademik serta dalam kerangka pragmatis terapan. Wahana ini terwujud melalui publikasi naskah-naskah ilmiah yang terkait dengan ilmu dan praktik kesejahteraan sosial. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial terbit secara berkala 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober.Untuk dapat dimuat dalam Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, sebuah naskah harus memenuhi krite-ria dasar, yaitu harus berkaitan dengan tema atau isu kesejahteraan sosial yang faktual serta harus me-menuhi kaidah penulisan ilmiah seperti segala hal yang terkait dengan identifikasi dan analisis masalah sosial beserta intervensi sosialnya. Pendekatan untuk intervensi sosial yang dimaksud mencakup pada tingkat mikro, mezzo dan makro. Selain tema-tema ilmu dan praktik, naskah-naskah yang dapat dimu-at, mencakup pula isu-isu wacana pengembangan metodologi dan kurikulum pendidikan kesejahteraan sosial di Indonesia

    HAMBATAN SERIKAT PEKERJA DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (STUDI KASUS PADA PT X)

    No full text
    Although trade unions can help their members in solving problems related to industrial relations, it still takes a long time due to the lack of ability of trade unions to negotiate with companies. This can be seen in the process of resolving layoffs and work status at PT X which took 4 years, from 2013 to 2016 to reach an agreement. This research aims to describe the obstacles faced by trade unions in conducting negotiations and the efforts they have made to improve their capabilities. This research is a qualitative descriptive study and using purposive sampling techniques to selected the informant and data collection is done through in-depth interviews and literature studies. The results showed that the obstacles faced by trade unions in conducting negotiations with companies came from internal trade unions and from the company. Internal barriers are not yet the maximum function and structure of Trade Unions, lack of understanding and capacity of management in using bargaining strategies, lack of motivation of management to solve workers' problems, there are differences in interpretation among management related to negotiating material, lack of support from workers towards trade unions. Obstacles from the company include laying off workers and threatening workers who participated in strikes. The efforts made by the union to overcome these obstacles are forming a solid and strong negotiating team, following negotiation training conducted by the Federation of Indonesian Metal Trade Unions.Meskipun Serikat Pekerja dapat membantu anggotanya dalam menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan hubungan industrial namun masih memakan waktu yang lama karena kurangnya kemampuan Serikat Pekerja dalam melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Hal ini terlihat dalam proses penyelesaian masalah PHK dan status kerja di PT X yang membutuhkan waktu  4 tahun yaitu sejak tahun 2013 hingga tahun 2016 untuk dapat mencapai kesepakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan yang dihadapi Serikat Pekerja dalam melakukan perundingan serta upaya yang dilakukannya untuk meningkatkan kemampuan .  Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling serta  pengumpulan data dilakukan melalui  wawancara mendalam dan studi kepustakaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi oleh Serikat Pekerja dalam melakukan perundingan dengan perusahaan berasal dari internal serikat pekerja dan dari perusahaan. Hambatan internal adalah belum maksimalnya fungsi dan struktur Serikat Pekerja,  kurangnya pemahaman dan kapasitas pengurus dalam menggunakan strategi perundingan , kurangnya motivasi pengurus untuk menyelesaikan permasalahan pekerja, adanya perbedaan penafsiran diantara pengurus terkait dengan materi perundingan, tidak adanya dukungan dari  pekerja  terhadap Serikat Pekerja. Hambatan dari  perusahaan antara lain melakukan PHK terhadap pengurus dan pekerja, mengancam pekerja yang ikut dalam aksi mogok. Upaya yang dilakukan serikat pekerja untuk mengatasi hambatan tersebut adalah membentuk tim berunding yang solid dan kuat,  mengikuti pelatihan negosiasi yang dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia

    STRATEGI BERTAHAN HIDUP NELAYAN-NELAYAN KECIL DESA BATU AMPAR, KECAMATAN PALMATAK, KABUPATEN ANAMBAS

    Full text link
    Common problems faced by fishermen include the limited availability of fish resources, due to over fishing, climate change and the instability of fish selling prices. This condition is also experienced by small fishermen in Batu Ampar Village who carry out traditional fishing activities on the high seas. Facing the limitations of accessible fish resources and the uncertainty of the climate, they made various efforts so that they could survive. The purpose of this study was to describe the survival strategies of small fishermen in Batu Ampar Village in dealing with the problems faced while they were at sea. This research was conducted using a qualitative approach. Through the selection of informants by purposive sampling, in-depth interviews were conducted with 8 fishermen informants. The results showed that the small fishermen of Batu Ampar Village carried out a survival strategy that was reviewed based on survival skills standards when facing various problems at sea. These strategies include fishermen returning home and catching fish near the island, maximizing the use of GPS and fish finders, helping each other with fellow fishermen at sea, approaching oil and gas drilling areas, and utilizing existing equipment.Permasalahan umum yang dihadapi nelayan antara lain semakin terbatasnya sumber daya ikan akibat penangkapan lebih (over fishing), perubahan iklim dan ketidakstabilan harga penjualan ikan.  Kondisi tersebut juga dialami nelayan kecil Desa Batu Ampar yang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara tradisional di laut lepas. Menghadapi keterbatasan sumber daya ikan yang dapat diakses dan tidak menentunya iklim, mereka melakukan berbagai upaya agar mereka dapat bertahan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi bertahan hidup nelayan kecil Desa Batu Ampar dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi selama mereka melaut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui pemilihan informan secara purposive sampling, wawancara mendalam dilakukan terhadap 8 informan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para nelayan kecil Desa Batu Ampar melakukan strategi bertahan hidup yang ditinjau berdasarkan standar keterampilan bertahan hidup ketika menghadapi berbagai permasalahan di laut. Strategi tersebut antara lain adalah para nelayan akan kembali pulang dan menangkap ikan di dekat pulau, memaksimalkan pemanfaatan GPS (Global Positioning System) dan fish finder, saling membantu dengan sesama nelayan di laut, mendekati kawasan pengeboran minyak dan gas, dan memanfaatkan perlengkapan yang ada

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Upaya Penanganan Pra Bencana Kebakaran di Tingkat Komunitas Studi Kasus pada Masyarakat RW 02, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat

    No full text
    This research discusses about a pre-fire disaster reinforcement effort which is held by the community of RW 02 at Kelurahan Karang Anyar as a vulnerable community in fire disaster. The Pre-Fire Disaster Reinforcement Effort which is discussed in this research are mitigation and preparedness. This research uses descriptive approach and qualitative method of a case study type. The research result shows that an effort in pre-fire disaster reinforcement are continuously conducted by kelurahan governance, fire department, informal leaders, and community itself. The effort are consist of a risk reduction either structural or non structural and improvement of the alert with the influences from economic factor, social, cultural, and physic. Every factors give a different influence to each stakeholder which is participate in i

    Kebijakan Pembaharuan Agaria di Indonesia Studi Pilihan Kebijakan Landreform Pada Pola Kepemilikan Lahan Komunal

    No full text
    Poverty and social gap within agarian society in Indonesia should be seen based on their root problems. As one of the agricultural countries in the world, the root problems simply return to the land existence which can be used to provide all needs of the citizens within the agricultural society itself. However, the land ownership in Indonesia shows that the land is exclusively owned by small groups only day by day

    PELAKSANAAN PROGRAM CHILDREN EDUCATIONAL SUPPORT DALAM MENGURANGI PREVALENSI ANAK JALANAN OLEH YAYASAN INDONESIAN STREET CHILDREN ORGANISATION (ISCO) (Studi Deskriptif di Sanggar ISCO Kelurahan Kebun Melati, Tanah Abang)

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang Pelaksanaan Program Children Educational Support dalam mengurangi prevalensi anak jalanan oleh Yayasan ISCO. Dilatarbelakangi oleh masih banyak anak miskin rentan ke jalan akibat sulitnya akses ke layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan 9 informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan dengan cukup baik ditandai dengan berkurangnya anak dampingan yang turun ke jalan disebabkan adanya pemberian bantuan dalam pendidikan formal dan  non formal. Hal ini menjadikan terpenuhinya kebutuhan anak miskin untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini sehingga intensitas untuk bekerja di jalan terminimalisir.This article discusses about the implementation of children educational support in reducing prevelance of street children by ISCO Foundation. Motivated by many poor children vulnerable to be street cause the difficulty of access to educational services. This research used a qualitative approach. Collecting data using observation and interview with 9 informant. The study results show that implementation of program has already ran fairly well characterized by reduced child beneficieris who took the streets due to provision of assistance in formal and non-formal education. This made the fulfillment of poor children needs to get an education from early age so the intensity of street work has minimized

    EVALUASI PROGRAM PENGUATAN PEREMPUAN USAHA KECIL (PUK) (EVALUASI SUMATIF TERHADAP PROGRAM PENGUATAN PUK YANG DILAKUKAN ASOSIASI PENDAMPING PEREMPUAN USAHA KECIL DI SOLO)

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi sumatif Program Penguatan PUK di Solo dengan pendekatan kuantitatif. Tujuannya yaitu mengukur indikator outcome dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian outcome berdasarkan aspek process dan input. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dengan tabel silang, Chi Square dan Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator outcome belum tercapai. Faktor-faktor dalam aspek proses yang memengaruhi outcome yaitu kemampuan identifikasi dan mengatasi masalah, kualitas produksi, volume usaha, inovasi usaha, laba pameran, serta keikutsertaan dalam pelatihan. Faktor input yang memengaruhi outcome yaitu usia, dan pendidikan responden.This research is a study summative evaluation PUK Strengthening Program in Solo with a quantitative approach. The goal is to measure outcome indicators and analyzes the factors that influence the achievement of outcomes based on aspects of the process and input. The analysis was done by means of univariate and bivariate with cross table, Chi Square and Kendall Tau. The results showed that the outcome indicators has not been achieved. Factors that influence the outcome of the process aspect are ability to identify and solve problems, quality of production, volume of business, business innovation, profit exhibitions, as well as participation in training. Input factors affecting outcome that is age and education of respondents

    70

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇