Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)
Not a member yet
83 research outputs found
Sort by
PARTISIPASI MASYARAKAT PADA DAYA TARIK WISATA PANTAI MAIMOL DI KABUPATEN ALOR
Pemerintah Indonesia melalui UU No.10 Tahun 2009 mengenai kepariwisataan menyebutkan bahwa pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat terhadap kegiatan pariwisata pada daya tarik wisata pantai Maimol berdasarkan faktor, bentuk dan tingkat partisipasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara kepada informan yakni pihak Pemerintah, pihak Pengelola pantai, masyarakat dan wisatawan, serta mengumpulkan bukti penelitian berupa dokumentasi gambar. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di sekitar pantai Maimol telah turut serta berpartisipasi secara individu maupun berkelompok. Partisipasi terlihat dari keikutsertaan masyarakat menyediakan makanan-minuman bagi wisatawan, membersihkan area pantai sebelum dan sesudah berjualan serta turut aktif dalam pengambilan keputusan pengelolaan destinasi Pantai Maimol. Tingkat partisipasi yang belum optimal perlu dukungan berbagai pihak terutama dari Dinas Pariwisata untuk turun tangan Bersama masyarakat mengelola Pantai Maimol menjadi destinasi unggulan di Kab. Alor
FUNGSI BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi BUMDes Serang Makmur Sejahtera, Desa Serang, Kabupaten Purbalingga)
Salah satu upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui kewirausahaan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu wadah pembelajaran kewirausahaan bagi masyarakat pedesaaan. Begitupun yang terjadi di BUMDes Serang Makmur Sejahtera di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Adapun tujuan penelitian untuk menggali informasi tentang fungsi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam pada pengelola BUMDes, Aparatur Desa, dan masyarakat desa. Berdasarkan penelitian ini diperoleh fakta bahwa keberadaan badan usaha milik desa (BUMDes) Serang Makmur Sejahtera memiliki fungsi terhadap kesejahteraan masyarakat yaitu pada ekonomi masyarakat, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan rekreasional langsung pada peningkatan layanan publik masyarakat seperti layanan kesehatan dan perbaikan infrastruktur desa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah meningkatkan unit usaha BUMDes yang berbasis lingkungan, pemberian jaminan sosial pada pengelola dan pegawai BUMDes, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengelola dan pegawai BUMDes
PENERAPAN SISTEM ATTACHMENT PADA ANAK MELALUI GAWAI
Kelekatan (Attachment) antara ibu dan anak merupakan ikatan afeksi yang penting dipertahankan dalam suatu keluarga. Bagi ibu yang bekerja, gawai merupakan salah satu solusi dalam mempertahankan kelekatan dengan anaknya.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem attachment pada anak usia 2 – 3 tahun melalui gawai serta penerapan sistem attachment guna memenuhi tugas perkembangan pada anak. Artikel disusun berdasarkan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Meskipun sistem attachment yang dibangun sudah beradaptasi dengan penggunaan gawai, tetapi ibu yang bekerja senantiasa menjaga kualitas hubungan mereka dengan melakukan interaksi bersama anak saat berada di rumah. Sistem attachment dapat digunakan untuk membantu terpenuhinya tugas perkembangan anak sesuai dengan usia mereka. Sebab dalam pelaksanaannya, pemenuhan tugas perkembangan anak melibatkan seluruh pihak yang berinteraksi dengan lingkungan anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Apabila siklus interaksi ini terjadi secara berulang dan terus-menerus dilakukan oleh orang tua untuk menjawab kebutuhan anak, maka hak anak dapat terpenuhi. Jika hak anak dan kebutuhan dalam menunjang tugas perkembangan anak sesuai dengan usianya dapat terpenuhi, maka kesejahteraan anak dapat diwujudkan. Penelitian ini menyarankan agar orang tua yang bekerja meningkatkan kesadaran untuk senantiasa mengatur penggunaan gawai, mengenalkan digital literacy pada anak, mengawasi dan mendampingi anak, serta mengatur attachment dengan anak secara langsung di luar jam kerja.
ANALISIS PERENCANAAN KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DARI ASPEK KEPESERTAAN DI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS
National Health Insurance (JKN) is one of the policies to support the implementation of social development programs in Indonesia. This is in accordance with the mandate of the 1945 Constitution, where the state provided social protection to achieve social justice. One of the determining factors for the success of the JKN program participation aspect. The SJSN Law of 2004 binds citizens to participate in this program without exception. JKN was first implemented in 2014 with coverage target is 95% of population until 2019. But in its development, up to 2020 the coverage of membership is 82.7%. This study aims to determine the dynamics in JKN program policy planning from the aspect of participation. This research used a qualitative method to analyse the dynamics of policy planning from stakeholders related to JKN in the Bappenas. Researchers conducted in-depth interviews with relevant officials in Bappenas and do some documentation studies. Documentation study data sourced from various planning documents from 2014 to 2019. The results showed that there were very optimistic targets related to participation, this target directly affected the quality of the JKN program, one of which was the current deficit condition. It is necessary to re-calculate the Universal Health Coverage target in Indonesia. Some obstacles that occur include differences in understanding of the program, institutional and funding problems, inconsistencies of participants and data. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu kebijakan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan sosial di Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945, dimana negara hadir melalui perlindungan sosial untuk mewujudkan keadilan sosial. Salah satu faktor penentu keberhasilan program JKN adalah aspek partisipasi masyarakat. UU SJSN tahun 2004 mengikat warga negara untuk ikut serta dalam program ini tanpa terkecuali. JKN pertama kali diimplementasikan pada tahun 2014 dengan target cakupan kepesertaan sampai dengan akhir 2019 adalah 95%. Namun dalam perkembangnnya, sampai dengan tahun akhir tahun 2019 cakupan kepesertaan adalah 85,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dalam perencanaan kebijakan program JKN dari aspek kepesertaan. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk menganalisis dinamika perencanaan kebijakan dari pemangku kepentingan terkait JKN di Kementerian PPN/Bappenas. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pejabat terkait di lingkungan Bappenas dan studi dokumentasi. Jumlah informan sebanyak empat (4) orang. Selain itu, penelitian ini juga melakukan studi dokumentasi dari berbagai dokumen perencanaan sejak tahun 2014 sampai 2019. Hasil penelitian menunjukkan terdapat target yang sangat optimis terkait kepesertaan, target ini mempengaruhi secara langsung kualitas dari program JKN, salah satunya adalah kondisi defisit yang saat ini terjadi. Perlu dilakukan kaligrasi ulang terhadap target Universal Health Coverage di Indonesia. Beberapa hambatan yang terjadi antara lain perbedaan pemahaman program, masalah kelembagaan dan pendanaan, inkonsitensi peserta dan data
INDIVIDUALIZE OUTCOME EVALUATION PROGRAM REHABILITASI SOSIAL ANAK BERKONFLIK HUKUM (ABH) DI BRSAMPK RUMBAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara individu dampak (Outcomes) sebuah program rehabilitasi sosial bagi Anak Berkonflik Hukum (ABH) di BRSAMPK Rumbai. Salah satu program yang tersedia adalah layanan Rumah Antara yang ditujukan bagi ABH yang telah atau sedang menjalani proses hukum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis evaluasi penelitian ini menyasar kepada ABH yang telah melaksanakan rehabilitasi sosial serta telah kembali menjalani kehidupan di masyarakatnya, agar dapat memberikan sebuah pola dan masukan kepada Balai dan sistem peradilan dalam menangani kasus pidana anak.Sebagai akibat dari kondisi masa lalu menyebabkan keluarga semakin posesif terhadap anak, sehingga anak menunjukkan sikap bertentangan dengan orang tua. Dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan program pada tahapan outcome yaitu: anak tidak lagi melakukan perbuatan melanggar hukum, anak kembali ke keluarga dan masyarakat, perubahan sikap dan perilaku yang positif serta anak mendapatkan pengasuhan dan perlindungan dari keluarganya
PEMENUHAN HAK SOSIAL EKONOMI BAGI KLIEN PEMASYARAKATAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I JAKARTA PUSAT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan sosial guna pemenuhan hak sosial ekonomi klien pemasyarakatan. Hak sosial ekonomi merupakan kelompok HAM (Hak Asasi Manusia) generasi kedua yang menitikberatkan pada aspek kesejahteraan. Pemberian dukungan sebagai bentuk pendekatan sosial guna mencapai kesejahteraan yang berlandaskan pada HAM, dimana klien dapat mengidentifikasi sendiri kebutuhannya, sehingga mampu meminimalkan pelanggaran HAM dan memiliki kesempatan untuk berfungsi secara sosial serta hidup sejahtera. Adanya dukungan sosial dari lingkungan terdekat membuat klien mampu beradaptasi kembali di masyarakat dan mampu mengembangkan potensi dirinya. Metode penelitian adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah tujuh orang klien dewasa yang telah bekerja, dua orang anggota keluarga klien, satu orang tokoh masyarakat, dan tiga orang pembimbing kemasyarakatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa klien yang telah bekerja mendapatkan dukungan sosial yang baik dari keluarga dan pembimbing kemasyarakatannya berupa dukungan dan motivasi, saran dan informasi yang dapat membantu klien dalam memecahkan setiap persoalan yang menghambat pengembangan potensi dirinya. Dukungan sosial dari masyarakat terhadap klien masih kurang karena ada rasa ketidakpedulian masyarakat terhadap pemenuhan hak ekonomi klien. Masyarakat sekitar tempat tinggal klien hanya sebatas memenuhi hak sosial klien dengan menerima kembali keberadaan klien di lingkungan, namun belum memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan hak ekonominya. Perlunya peran keluarga dan pembimbing kemasyarakatan dalam melakukan pendekatan khusus kepada masyarakat guna meningkatkan dukungan masyarakat dan menghapus stigma negatif terhadap klien, sehingga hak sosial-ekonomi klien terpenuhi dengan baik
PERAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KERAWANAN SOSIAL DI WILAYAH PERBATASAN DARAT INDONESIA
Pengembangan wilayah perbatasan Indonesia menjadi perhatian khusus para pemangku kepentingan mengingat keberadaannya yang merupakan pintu gerbang yang menghubungkan dengan negara tetangga. Situasi wilayah perbatasan yang dinamis, menuntut terwujudnya kondisi masyarakat perbatasan yang sejahtera melalui pembangunan yang bertujuan untuk menjaga keamanan nasional sebagai wujud eksistensi kehadiran negara. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan masalah-masalah di perbatasan dan peran pemerintah lokal sebagai eksekutor kebijakan di titik perbatasan negara untuk mengatasi masalah yang muncul. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif melalui hasil studi literatur, diskusi kelompok, wawancara, serta observasi yang dilakukan di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia dengan negara Malaysia, Timor Leste dan Papua New Guinea. Subyek penelitian mencakup lembaga pemerintah yang berwenang dalam mengelola perbatasan darat serta masyarakat di wilayah perbatasan tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan NVIVO melalui analisis tema dalam memetakan tema-tema permasalahan yang muncul dalam fakta lapangan. Artikel ini mencakup pembahasan mengenai tantangan pemerintah lokal dalam memberikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat perbatasan serta peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan kerawanan sosial dan kejahatan yang ada di wilayah perbatasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah perbatasan dapat direpresentasikan melalui relasi pemerintah pusat dan loka, organisasi lokal, dan masyarakat lokal. Karakteristik geografis, budaya lokal, dan latar belakang sejarah wilayah perbatasan menjadi tantangan dalam mengenjentawahkan relasi pemerintah dengan organisasi dan masyarakat lokal. Dalam relasi tersebut, peningkatan kapasitas pemerintah dalam pengelolaan perbatasan dibutuhkan untuk memastikan keselarasan kebijakan dan aksi atas kebijakan yang telah ditetapkan yang membutuhkan disamping pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerinta
EVALUASI FORMATIF PROGRAM REHABILITASI SOSIAL BAGI KORBAN PERDAGANGAN ANAK (STUDI KASUS PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH FAYE BATAM)
This research is about the evaluation of social rehabilitation program for children trafficking victims conducted by Rumah Faye Batam, which is generally aimed to restore the social functions of the victims. The thesis is formative-evaluative research using a qualitative approach specified to elaborate on the implementation of the program, and also to identify and analyze the supporting factors and the constraints as a foundation of the program development. The result of the research shows that in the implementation of social rehabilitation programs at Rumah Faye, there are 7 stages which include various activities that refer to the flow of services and also the logical framework that has been developed by Rumah Faye itself. Rumah Faye Batam is currently facing many issues internally and externally, such as the unavailability of professionals and other issues constraining the implementation of the program. On the other hand, the opportunity that the program has is not neglectable such as having resources to operate the program, cooperation with other similar parties, the involvement of volunteers, etc.Penelitian ini membahas tentang evaluasi program rehabilitasi sosial bagi korban perdagangan anak yang diselenggarakan oleh Rumah Faye Batam, yang secara umum bertujuan untuk mengembalikan keberfungsian sosial korban perdagangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi formatif dengan pendekatan kualitatif yang difokuskan untuk menggambarkan proses implementasi program rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh Rumah Faye, serta mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat, yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan program tersebut. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dalam implementasi program rehabilitasi sosial di Rumah Faye, terdapat 7 tahapan yang didalamnya mencakup berbagai aktivitas yang mengacu pada alur pelayanan dan juga logical framework yang telah dikembangkan oleh Rumah Faye itu sendiri. Dalam program rehabilitasi sosial di Rumah Faye muncul berbagai permasalahan yang berasal dari internal dan eksternal lembaga, seperti belum adanya tenaga profesional, serta permasalahan lainnya yang menghambat proses implementasi program. Selain itu, terdapat beberapa sumber daya yang dapat dikembangkan dan dimaksimalkan untuk mendukung pelaksanaan program, seperti kerjasama dengan lembaga lain, keterlibatan relawan, dsb
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
This research focuses on social entrepreneurship called Waroeng Hijau, which was initiated by one of the Regional Owned Enterprises since 2008. Waroeng Hijau is a women's empowerment program to address social issues in the Pademangan Sub-district, North Jakarta. This study uses a persuasive case approach (Siggelkow, 2007) to see the institutional structure or business model of social entrepreneurship that supports women's empowerment. The data collection process is carried out through literature review and interviews with relevant stakeholders. The results of the study stated that the innovative management model and funding, equality, and mutual cooperation became elements of empowerment that support social entrepreneurship performance. Penelitian ini berfokus pada kewirausahaan sosial bernama Waroeng Hijau, yang telah diinisiasi oleh salah satu Badan Usaha Milik Daerah sejak tahun 2008. Waroeng Hijau merupakan program pemberdayaan perempuan untuk menjawab isu sosial di wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus persuasif (Siggelkow, 2007) untuk melihat struktur kelembagaan atau model bisnis kewirausahaan sosial yang mendukung pemberdayaan perempuan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur dan wawancara terhadap para pemangku kepentingan yang relevan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model pengelolaan dan pendanaan yang inovatif, kesetaraan, serta gotong royong menjadi elemen pemberdayaan yang menunjang kinerja kewirausahaan sosial.
PERAN YAYASAN KEHATI DALAM PROGRAM PRAKARSA LINTASAN HIJAU HALIMUN SALAK
This study describes a Corporate Social Responsibility (CSR) program conducted by Star Energy Geothermal Salak, Ltd. in collaboration with the KEHATI Foundation in a program entitled Green Coridor Initatives Halimun Salak. This study aims to look at type of CSR governance, the role of the KEHATI in CSR activities as well as opportunities, obstacle and challenges in the Green Coridor Initiaves Halimun Salak. This is a qualitative research with a case study design using purposive sampling techniques. Data mining was carried out with a semi-structured in-depth interview with representatives of the Star Energy Geothermal Salak, Ltd., representatives of the KEHATI Foundation, representatives of the Halimun Salak National Park and representatives of one of the beneficiaries, Jarmaskor. The results of the study found that CSR governance is carried out in two forms, namely collaboratively in the first phase of the program (in 2011-2016) and outsourced through philanthropy in the second phase (2018-2021). In the Green Coridor Initiaves Halimun Salak Program, KEHATI acts as a catalyst in cooperation by balancing the interests of companies and national parks in partnerships, becoming a mediator by connecting companies with local NGOs that are able to carry out technical restoration work, facilitating community collaboration with relevant stakeholders for the sustainability of the program and brokering capacity in increasing the technical capacity of the community and building the financial capacity of local NGOs and community groups. KEHATI supporting factors in this collaboration are KEHATI's experience and reputation while the inhibiting factors in this collaboration are the absence of a multi-stakeholder collaboration platform between the company, KEHATI, and Mount Halimun Salak National Park, the high turnover of KEHATI staff in this program and differences in views regarding project management between company and KEHATI. Penelitian ini menjelaskan tentang sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh Star Energy Gheotermal Salak, Ltd bekerjasama dengan Yayasan KEHATI dalam program yang berjudul Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk pengorganisasian CSR, peran Yayasan KEHATI dalam implementasi CSR serta peluang, hambatan serta tantangn dalam Program Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang menggunakan Teknik pemilihan sampel purposive. Penggalian dta dilakukan dengan wawancara mendalam semi terstruktur terhadap perwakilan Star Energy Geothermal Salak, Ltd, perwakilan Yayasan KEHATI, perwakilan Balai Taman Nasional Halimun Salak dan perwakilan salah satu penerima manfaat, Jarmaskor. Dari hasil penelitian didapati pengorganisasian CSR dijalankan dalam dua bentuk yaitu secara kolaboratif difase pertama program (tahun 2011 – 2016( dan secara alih daya (outsource) secara filantropis difase kedua (tahun 2018 – 2021). Dalam Program Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak, Yayasan KEHATI perperan sebagai ketalisator dalam Kerjasama yakni dengan menyeimbangkan kepentingan perusahaan maupun taman nasional dalam kemitraan, menjadi mediator dengan menghubungkan perusahaan dengan NGO local yang mampu melakukan perkerjaan teknis restorasi, memfalisitasi Kerjasama masyarakat dengan stakeholder terkait demi keberlanjutan program serta brokering capacity dalam meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dan membangun kapasitas keuangan NGO lokal dan kelompok masyarakat. Faktor pendukung KEHATI dalam Kerjasama ini adalah pengalaman dan reputasi KEHATI sedangkan factor penghambat dalam kerjasama ini adalah belum adanya platform Kerjasama multi pihak antara perusahaan, KEHATI, dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Pergantian Staf KEHATI yang tinggi dalam program ini serta perbedaan pandangan terkait pengelolaan proyek antar perusahaan dan KEHATI