Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
EFFECT OF JOB SATISFACTION ON EMPLOYEES PERFORMANCE MODERATED BY JOB MOTIVATION (Case Study at Pt. Jasa Raharja (Persero) Branch Of Makassar)
The research is focused on (1) the effect of job satisfaction on job performance, 2) the effect of job motivation on employee performance, and 3) job motivation as a moderator in explaining the effect of job satisfaction on employee performance. The approach used in this research was a quantitative approach with tangible data on numbers and proving the hypothesis . The data source is from respondents through questionnaires distributed. The population was all permanent employees at PT. Jasa Raharja (Persero) Branch of Makassar consisting of 30 people  The results showed Job satisfaction provides simultaneous effect on employee performance improvement. It is because the indicator of employee performance (X1) denotes big effect on the indicator of payroll. This is due to the evidence that on the indicator of work motivation (X2) there is a big effect on the indicators of self-esteem. The variable of job motivation can be moderating the effect  of job satisfaction on employee performanc
Sosialisasi Dan Penerapan Tenaga Surya Untuk Penerangan Jalan (Gang Merak RT05/RW05 Desa Senggoro-Bengkalis)
Sosialisasi dan penerapan tenaga surya untuk penerangan jalan bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat tenaga matahari, membuka mindset masyarakat untuk melihat potensi lain energi matahari, dan menerapkan teknologi energi matahari untuk penerangan jalan Desa Senggoro khususnya Gang Merak RT05/RW05. Kegiatan pengabdian masyarakat “Sosialisasi dan penerapan tenaga surya untuk penerangan jalan†ini dilaksanakan dengan tiga tahapan utama. Tahapan pertama: persiapan peralatan, pengujian peralatan PJUTS sebanyak 5 unit model 2 in 1 (5V/28 Wp, 200 W, 28 AH), koordinasi dengan mitra, penentuan titik lokasi pemasangan PJUTS. Tahap kedua: sosialisasi, pembuatan pondasi beton (dudukan tiang), persiapan tiang, pemasangan unit PJUTS, pengujian PJUTS terpasang, pemantauan kondisi PJUTS dimalam hari, serah terima unit PJUTS. Tahap ketiga: seminar hasil, penyusunan laporan berupa hardcopy laporan akhir, publikasi media, publikasi jurnal pengabdian, video kegiatan, dan pengusulan HKI. Hasil menunjukkan bahwa tegangan terukur 6 V dan lampu menyala normal (40 W) dari pukul 18.30 (6 V) sampai dengan 05.30 WIB (5.1 V) setiap hari. Unit PJUTS telah diserahkan ke ketua RT05/RW05 Desa Senggoro tanggal 29 Oktober 2022
Strategi Pengembangan Rencana Kawasan Pesisir Terpadu Pulau Derawan Pasca Pandemi Covid 19
Kepulauan Derawan merupakan destinasi wisata bahari yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kepulauan ini memiliki empat pulau utama yang meliputi Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Maratua dan Pulau Sangalaki. Untuk menonjolkan potensi masing-masing pulau, penting juga untuk mengembangkan pulau sesuai dengan sistem pariwisata terpadu untuk dapat mengoptimalkan potensi ekowisata yang ada dan juga mendukung pemerataan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Keterpaduan inilah yang kemudian dikenal dengan konsep pengelolaan kawasan pesisir terpadu. Selain itu, dengan kondisi Pandemi COVID-19, perlu juga ditinjau kembali dampak pandemi ini terhadap keberlangsungan pariwisata Kepulauan Derawan. Untuk itu, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) diharapkan dapat menghasilkan strategi pembangunan yang tepat sehingga juga dapat membantu pemangku kepentingan lokal dan masyarakat dalam mengambil keputusan
Pengaruh Penggunaan Mesin Las Augmented Reality terhadap Juru Las Pemula pada Proses SMAW untuk Posisi 1G (Flat) Berdasarkan Hasil Uji Penetrant
Industri perkapalan tidak akan lepas dari proses pengelasan karena dalam proses pembangunan kapal baru atau perbaikan kapal lama, proses pengelasan akan dibutuhkan untuk menyambung bagian-bagian yang ada di kapal. Kompetensi juru las merupakan faktor penting karena kapal tidak hanya digunakan untuk mengangkut material tetapi juga manusia, sehingga kualitas hasil pengelasan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Seorang juru las yang kompeten dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Biaya sertifikasi kompetensi proses SMAW (Shielded Metal Arc Welding) untuk posisi 1G (flat) masih cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan mesin las Augmented Reality (AR) dengan membandingkan hasil proses SMAW posisi 1G (flat) untuk juru las pemula (tiga mahasiswa semester II) sebelum dan sesudah menggunakan mesin las AR . Material yang digunakan untuk pengelasan adalah baja karbon A-36 dengan ketebalan 10 mm dan sudut alur 70°. Juru las akan melakukan pengelasan dengan mesin las AR untuk proses SMAW posisi 1G dalam tiga tingkat kesulitan (pemula, menengah, dan lanjutan). Juru las dinyatakan memenuhi syarat ketika mereka telah melewati ketiga tingkat kesulitan pada mesin las AR. Hasil pengelasan juru las sebelum menggunakan mesin las AR menunjukkan hasil uji penetrant yang tidak memenuhi standar ASME Section VIII Mandatory Appendix 8. Hasil uji penetrant pada hasil pengelasan proses SMAW untuk 1G (flat ) posisi setelah menggunakan mesin las AR menunjukkan dua mahasiswa telah berhasil memenuhi standar akseptabilitas dan satu mahasiswa masih belum memenuhi tetapi hasil pengelasan lebih baik dari sebelum menggunakan mesin las AR
DESAIN PONTON DERMAGA PENUMPANG MENGGUNAKAN BAHAN ALTERNATIF DARI FIBERGLASS REINFORCED POLYMER (FRP)
Perancangan sebuah dermaga apung adalah salah satu solusi alternatif yang dinilai paling tepat dengan kondisi daerah pesisir pantai. Bangunan ponton pada dermaga sangat penting peranannya tetapi masih banyak pelabuhan rakyat yang ada disekitar pesisir kabupaten Bengkalis tidak memiliki bangunan ponton sebagai media sandarnya kapal. Dalam penelitian ini dermaga apung direncanakan berdasarkan hasil survey data di lapangan lokasi tempat pelabuhan yang ditargetkan. Dalam hal ini, material yang dipilih dalam perancangan yaitu Fiberglass Reinforced Polymer (FRP) sebagai material alternatif ponton kemudian di desain menggunakan beberapa sofwer untuk pengambaran dan analisis perhitungan kekuatan. Berdasarkan survey lapangan didapat dimensi dermaga apung dalam bentuk ponton dengan ukuran panjang (L)= 10 m, lebar (B) = 4 m, tinggi (H) = 1 m dan sarat (T)= 0,5 m. Dengan menggunakan bahan dasar FRP didapat berat total konstruksi adalah 1,82 ton. Konstruksi penguat yang digunakan dalam ponton ini adalah sistem konstruksi memanjang dan sistem kontruksi melintang
UPAYA OPTIMALISASI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI KSOP KHUSUS BATAM TAHUN 2020 - 2021
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemungutan PNBP, faktor-faktor yang muenyebabkanpenerimaan PNBP belum optimal dan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi penerimaan PNBP padakegiatan bongkar muat di KSOP Khusus Batam.Metodepengumpulan data inidengan cara wawancara, observasidan dokumentasi.Hasil penelitian inimenunjukkanfaktor yang menyebabkan PNBP pada kegiatan bongkar muatbelum optimaldi KSOP Khusus Batam adalah pandemic Covid 19 yang belum berakhir sepenuhnya.Upaya yangtelahdilakukan KSOP ialah meningkatkan kualitas pelayanannya, membuataksi proaktif, menyempurnakan tatakelola PNBP,sertameningkatkan fasilitaspendukung secara berkala
IMPROVING STUDENTS SPEAKING SKILL THROUGH ZOOM APPLICATION FOR COLLEGE STUDENTS
Abstract :This study aimed to see how the Zoom Application can affect students' speaking skills during online learning during the pandemic covid-19. The experimental research method was used in this study. This action research started with an observation in which the researcher The subject was a group of 30 third-semester students from the University Bina Sarana Informatika in the academic year 2020-2021. This study used some instruments as observation to collect data, which provides complete concern to the research object of the sense, which aims to explain the situation in-class activities, individual involvement in some activities, and the relationship between situation, activity, and individual. Documentation is used to obtain explicit information and to administer a test in the form of a multiple-choice question. Data was collected and analyzed in qualitative and quantitative ways to explain the results of observations and tests. In the result, the researcher find out the average score of the students‟ speaking test was 59.1 from 30 students. Later on, the average score for speaking in Post-Test I was 79.2, and Post-Test II was 85.7. t could be concluded that using a zoom application can affect speaking ability significantly[u1]  [u1]Abstact has been revised based on the request. Thank yo
Optimasi Parameter Kawat Polyester Enamelled Wire (PEW) Generator Magnet Permanen 100 RPM
Tulisan ini focus pada generator magnet permanen dengan ggl induksi yang dipertahankan (50, 100, 150, dan 220 Volt). Pengukuran dilakukan untuk generator 1 (gen1) dengan stator kawat 0.4 mm (6 x 500) 3000 lilitan dan generator 2 (gen2) stator kawat 0.2 mm (6 x 1500) 9000 lilitan serta beban analisa 7 watt.  Hasil Menunjukan bahwa untuk tegangan 50 V, Putaran generator 1 lebih besar daripada generator 2. Hal ini disebabkan jumlah lilitan generator 1 lebih kecil daripan generator 2. Sementara untuk Arus dan Daya gen 1 lebih besar daripada generator 2 walaupun lilitannya lebih sedikit. Hal yang sama juga berlaku untuk tegangan 100, 150 dan 220. Sedangkan daya yang dihasilkan untuk tegangan 220 V sama kedua generator tersebut tetapi putaran gen 2 lebih kecil daripada gen 1. Pilihan tetap untuk putaran yang lebih rendah. Daya keluaran generator baik tanpa beban maupun dengan beban nilai sama (pengukuran dan teori) . Ini disebabkan karena mempertahankan tegangan output generator. Untuk generator 1 tegangan 50 V arus 0,2 A dan daya 10 Watt, pada tegangan 100 V arus 0,3 A, dan daya 30 Watt, pada tegangan 150 V arus mencapai 0,4 A dan daya 60 Watt dan tegangan 220 V arus 0,5 A dan daya 110 Watt. Untuk generator 2 tegangan 50 V arus 0,1 A dan daya 5 Watt, pada tegangan 100 V arus 0,2 A, dan daya 20 Watt, pada tegangan 150 V arus mencapai 0,3 A dan daya 45 Watt dan tegangan 220 V arus 0,5 A dan daya 110 Watt. Nilai rata-rata kuat medan magnet Gen 1 (0,731 T) dan Gen 2 (0,679 T) tidak jauh berbeda tanpa beban. Sedangkan dengan beban Gen 1 (0,679 T) dan Gen 2 (0,519 T). Dari nilai B yang diperoleh dua generator tersebut (tanpa beban dan dengan beban), rata-rata kuat medan magnet sistem menjadi 0,652 T. Dari nilai B rata-rata tersebut, generator putaran 100 RPM dengan GGL induksi 50 V memerlukan kumparan sebanyak 23.200 lilitan, 100 V sebanyak 46.500 lilitan, 150 V 69.655 lilitan dan 220 V 102.100 lilitan
The Influence of Social Media Marketing, Brand Associations, Perceived Quality, Brand Awareness And Brand Loyalty Towards Brand Equity And Brand Image As Mediation Variable
In the consumer market, there are so many unidentified consumers that it is difficult for companies to build personal relationships with each customer (Tjahyadi Arlan, 2010). One of the most important ways that can be taken by marketers to build personal relationships with customers is through a symbol, namely a brand. This research aims to analyze the influence of social media marketing, brand associations, brand associations, perceived quality, brand awareness and brand loyalty towards brand equity and brand image as mediation variables. In order to analyze this research question, the author uses six hypotheses that will be examined. This research using his research is categorized as causal-comparative research, which is research that involves measuring variables and examining relationships between variables on patterns, correlations, or causal relationships. The variables in this study are brand association, perceived quality, brand awareness and brand loyalty to brand equity and brand image as mediating variables. The sampling method used is simple random sampling, which is a sampling technique by providing equal opportunities for each member of the population to become the research sample. The variables in this research consisted of 3 types of variables, including: independent, intervening, and dependent. The result of this research found that from six hypotheses, 5 of them are proven. It found that brand associate, perceived quality, brand awareness, brand loyalty, and brand image have a positive impact towards brand equity. However, there is no significant impact of social media marketing towards brand equity. Keywords: Brand Associations, Brand Awareness, Brand Equity, Brand Image, Brand Loyalty, Social media marketin
The Accountability of Regional Financial Management A mid Covid-19 Pandemics (Study at Riau Province Government)
This research aims to identify the factors that influence the accountability of regional financial management amid pandemics. Specifically, this research is focused on the influence of internal control systems, and financial report accessibility towards the accountability of regional financial management amid the pandemics of Covid-19. 87 government’s employees of Riau Province are involved as samples, who are directly elaborated in regional financial report management, namely Head of Department/Agency, Head of Sub-Division in Financial, Head of Sub-Division in Program, Planning, and Report. Primary data, in the form of research respondent’s perceptions (subject) through survey, are required for research data. Data collection employs a direct survey with a questionnaire as the selected instrument. The quantitative method is utilized as the research method. For data analysis, Statistical Product and Service Solutions (SPSS) Version 25 is used. Based on the result of the research, it is revealed that the internal control system and financial reports accessibility, partially have a positive and significant influence on the accountability of regional financial management