Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
    1494 research outputs found

    KLASIFIKASI PATHLOSS EXPONENT PADA VARIASI LINGKUNGAN PROPAGASI NIRKABEL

    No full text
    Abstrak Pathloss exponent (PLE) merupakan parameter yang penting untuk mengrtahui losses disepanjang jalur komunikasi saat melakukan perencanaan link budget. Pada saat perancangan tersebut dibutuhkan untuk mengetahui unjuk kerja optimal pada kondisi  jalur komunikasi  nirkabel  yang bermacam-macam.  Riset ini bertujuan  untuk mengukur  dan mengklasifikasikan  nilai pathloss  exponent  khususnya  di Surabaya,  ibu Kota Jawa Timur. Pengukuran  luar ruang dilakukan pada kondisi daerah atau lingkungan yang berbeda pada frekuensi GSM dari beberapa provider yang ada (800 MHz-900 MHz), sedangkan untuk jaringan sensor nirkabel digunakan frekuensi 915 MHz pada area pepohonan dan lapangan terbuka. Model Okumura-Hata dan COST 335 dipilih sebagai model empiris pada pengukuran. Antena menggunakan  dipole untuk frekuensi 915 MHz dan monopole untuk frekuensi GSM. TEMS investigation ver 8.03 digunakan sebagai perangkat lunak untuk mengirim dan menerima data dari frekuensi GSM. Methode regresi yang paling  sesuai  digunakan  untuk  menghitung  nilai  pathloss  exponent  (PLE).  Klasifikasi  pada berbagai  lingkungan menghasilkan  nilai PLE yang bervariasi dari 1.7 sampai 3.7. Berdasarkan  hasil tersebut,  perancangan  link budget untuk desain jaringan komunikasi  nirkabel lebih sesuai dengan karakteristik  propagasi  sesuai lingkungan  masing- masing. Kata kunci : Link budget, pathloss exponent, regresi, luar ruang, GSM

    Perancangan Sistem Informasi Penjadwalan Resource Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization (PSO)

    Full text link
    Abstrak Sistem informasi manajemen penjadwalan kuliah merupakan suatu sistem berfokus pada pengelolaan data akademik dan constraints dalam upaya mengoptimalkan penggunaan resource yang tersedia dan terhindar dari bentrok, sehingga informasi yang dihasilkan efektif. Hasil dari informasi tersebut dapat membantu perguruan tinggi dalam merencanakan penggunaan ruangan, dan melakukan pengembangan program studi pada Politeknik Negeri Bengkalis. Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem informasi penjadwalan kuliah untuk pemanfaatan resource pada perguruan tinggi menggunakan particle swarm optimization. Data resource dan constraint diimplementasikan menggunakan sistem informasi penjadwalan dengan pendekatan algoritma PSO. Hasil analisa data menggunakan algoritma PSO dengan menggabungkan enam hard constraint dan dua soft constraint belum dapat menghasilkan solusi yang optimal, karena masih terdapat bentrok dosen-timeslot (soft1), namun tanpa menggabungkan kedua soft constraint dapat menghasilkan solusi yang optimal dalam penggunaan ruangan, dimana solusi terbaik dengan nilai fitness (0,333), c1 (2,0), c2 (2,0), w (0,2), dan maksimal iterasi 10 dari solusi yang diinginkan. Hasil akhir penelitian adalah sistem informasi manajemen penjadwalan kuliah berbasis web (lokal) dan desktop untuk pemanfaatan resource yang menghasilkan informasi jadwal kuliah dan penggunaan ruangan pada perguruan tinggi. Kata kunci : Perancangan sistem informasi, penjadwalan kuliah, PSO, perguruan tingg

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING CUACA

    Full text link
    Abstrak Saat ini   informasi  cuaca secara cepat dan akurat sangat dibutuhkan  oleh berbagai sektor kehidupan  masyarakat. Monitoring cuaca yang meliputi penakar hujan, kecepatan angin, temperature dan humidity yang ada saat ini belum terintegrasi dan sifatnya masih manual. Pada penelitian ini dibuat sistem monitoring cuaca terintegrasi dari beberapa sensor cuaca dengan sistem transmisi wireless pada frekuensi 2,4 GHz. Data-data hasil pengukuran akan disimpan pada database server   dan akan diolah menjadi informasi cuaca dan ditampilkan pada media informasi website dan telepon seluler. Hasil penelitian pada sistem transmisi menunjukkan  jarak jangkau dari Tx-Rx maksimal 700 meter pada  kondisi  LOS  (Line  Of Sight)  dan  100  meter  pada  kondisi  indoor.  Sedangkan  waktu  akses  untuk  mobile application paling cepat adalah saat pagi hari sekitar 16 detik pada pagi hari, 40 detik pada siang dan    60 detik, malam hari. Hal ini disebabkan kapasitas dari provider dan banyaknya pengguna. Sistem monitoring ini memberikan kemudahan akses yang lebih cepat dan akurat. Kata kunci : Cuaca, Hujan, Angi

    SISTEM CLUSTERING UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL

    Full text link
    Abstrak Saat ini, penelitian tentang jaringan sensor nirkabel menerima banyak perhatian karena menawarkan keuntugan dari pemantauan berbagai macam linkungan dengan mendeteksi fenomena fisik. Jaringan sensor nirkabel terdiri atas sejumlah besar sensor node dimana setiap sensor node memiliki kemampuan untuk mengirim, menerima dan mendeteksi (melakukan proses sensor). Di sisi lain, sensor node memiliki kemampuan terbatas dalam hal kapasitas memori, bandwidth dan daya. Di antara berbagai isu, konsumsi energi menjadi perhatian banyak peneliti dikarenakan sensor node menggunakan baterei sebagai konsumsi dayanya. Pada penelitan ini dibandingkan kinerja protokol LEACH (distributed) dan LEACH-C (centralized), kedua protokol tersebut mendukung konsep clustering untuk menghemat daya baterei. Dari hasil pengujian, didapat bahwa unjuk kerja protokol LEACH-C lebih baik dari LEACH. Selain itu juga dilakukan pengujian dengan perangkat hardware yang sementara masih dilakukan proses kekuatan penyebaran daya dari sebuah sensor node hardware. Kata kunci : Sensor node, Clustering, LEACH, LEACH-

    1,253

    full texts

    1,494

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇