Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
Does GDP Moderates Capital Structure, Working Capital, and Financial Constraints Effecting Firm Performance? Study Case on Indonesia’s Manufacture Company
In managing a company, reaching a high revenue is the most important goal. Indonesia’s Gross Domestic Product (GDP) experiences rise throughout 2017 by covid-19 outbreak in 2020. In the same time, Indonesia’s state income tax revenue also experiences the same condition which means, firms are having good performance from 2017 till by Covid-19 breakout in 2020. By analyzing firm’s cash flow source, we will find out the way of managing cash flow to reach a better return. Start-up capital usually comes from debt or shareholders, while in making sure operational cash usually comes from receivable turnover and future cash flow depends on financial constraints This Research aims to find out if firm performance is effected by cash flow management that is measured by Debt Equity Ratio (DER), receivable turnover, and financial constraints. Research was done on industry sectors of Indonesia which contributes more than 20% of Indonesia’s GDP since 2018
The Influence of Bank-Specific Variables and Macroeconomics on Rural Banks with High-Level Non-Performing Loans
Rural banks’ roles as financing services have become a great contributor to Indonesia’s MSME business. This study aims to examine the firm performance of rural banks in the Province of West Nusa Tenggara, Indonesia. The bank-specific variable and macroeconomics are used to test the effect on the rural banks with a high NPL level in Indonesia’s province. This study employs the panel data regression with semi-annual reports of 17 rural banks from 2017-2021. The effect of NPL, CAR, bank size, LDR, GDP growth rate, inflation rate, interest rate, and exchange rate on ROA and ROE were analyzed. NPL was found positively affect ROA but doesn’t affect ROE. While both CAR and bank size positively affect ROA but don’t affect ROE. Moreover, the LDR doesn’t affect both ROA and ROE
Implementasi Internet Of Things Pada Protokol MQTT Dan HTTP Dalam Sistem Pendeteksi Banjir
Teknologi informasi saat ini sangat berkembang pesat, pengguna memanfaatkan internet untuk kebutuhan sehari-hari seperti Internet of Things . IoT sangat penting dalam deteksi dini banjir karena seperti alarm pintar, sensor-sensor terhubung di area rawan banjir memberikan peringatan cepat saat air mulai naik. Dalam hal mitigasi bencana alam, IoT berfungsi seperti asisten cerdas yang membantu merencanakan langkah-langkah untuk mengurangi risiko dan kerugian. Dengan data real-time yang diberikan oleh sensor IoT, pihak berwenang dapat merespons lebih cepat, memandu evakuasi, dan membantu masyarakat menghadapi bencana dengan lebih baik. Namun, permasalahan yang muncul adalah terbatasnya waktu respons dan proses pendeteksian dini. Sistem yang responsif dan efisien menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Dalam upaya meningkatkan respons terhadap ancaman banjir, penggunaan protokol jaringan terbaik antara Message Queue Telemetry Transport (MQTT) dan Hyper Text Transport Protocol (HTTP) sangat penting Dalam sistemn IoT. Oleh sebab itu, perlunya perbandingan protokol jaringan keduanya.Hasilnya menunjukkan bahwa protokol MQTT lebih cocok untuk responsive dan efesien mengirim data pemeritahuan banjir karena nilai Delay yang rendah sebesar 185,749403 ms, Sedangkan delay tertinggi dari protokol HTTP sebesar 361,800781 ms. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai penerapan protokol MQTT lebih baik dalam Sistem deteksi dini banjir
Penerapan Model Rapid Application Development pada Aplikasi Marketplace Kebutuhan Bahan Pangan Dengan ReactJS
Pasar Cidodol merupakan pasar tradisional yang berlokasi di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menyediakan berbagai macam kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat sekitar. Proses bisnis atau kegiatan jual-beli yang sedang berjalan saat ini pada Pasar Cidodol masih secara tradisional yaitu dengan cara pedagang dan calon pembeli bertemu secara langsung. Hal ini tentu menyulitkan bagi para calon pembeli, terutama para ibu-ibu yang tidak memiliki waktu untuk membeli bahan-bahan pangan secara langsung ke pasar dikarenakan adanya kesibukkan lain dan juga hal ini tentunya juga memiliki dampak kepada para pedagang, terkait dengan keluasan dan jangkauan pasar dikarenakan kegiatan jual-beli hanya terjadi secara langsung. Penggunaan metode Rapid Application Development (RAD) dapat memudahkan pengembangan aplikasi melalui tahapan Requirement planning, design, contructions dan implementations, sehingga tahapan pengembangan aplikasi jelas dilakukan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka dilakukan pengembangan aplikasi marketplace pada pasar Cidodol dengan tujuan memudahkan calon pembeli untuk mencari serta membeli bahan pangan secara online tanpa harus datang langsung ke pasar dan juga memfasilitasi para pedagang pada pasar cidodol untuk mempromosikan dan menjual kebutuhan bahan pangan secara online
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE Pd T-14-2003 (Studi Kasus: Pos Retribusi Terminal Angkutan Barang)
Pemerintah Kota Dumai berencana membangun tiga pos retribusi pada jalur keluar masuk Kota Dumai, salah satunya yang berlokasi di Jalan Soekarno – Hatta Kelurahan Bukit Kayu Kapur. Didalam pos retribusi ini nanti akan terdapat bangunan pos, parkiran, perkerasan jalan, serta sirkulasi lalu lintas, tujuan Pemerintah Kota Dumai dalam membangun pos retribusi tersebut adalah sebagai bentuk peningkatan sarana kinerja dan sebagai tempat pemberhentian sementara kendaraan – kendaraan yang akan melakukan proses retribusi agar nantinya tidak terjadi lagi kendaraan yang berhenti pada ruas jalan.Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu direncanakan tebal perkerasan pada area pos retribusi tersebut, mengingat kendaraan yang akan melewati perkerasan di area pos retribusi tersebut merupakan kendaraan yang memiliki beban berat (overload) maka perkerasan yang akan direncanakan adalah perkerasan kaku.Berdasarkan hasil perhitungan LHR dan CBR kondisi eksisting didapati sebesar 15% sehingga tebal perkerasan hasil desain menggunakan metode Pd T-14-2003 yaitu 250 cm dengan anggaran biaya sebesar Rp. 2.611.647.424.
EVALUASI KINERJA RUTE KENDARAAN ANGKUTAN BARANG KOTA DUMAI DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN APLIKASI PTV VISUM 22
Dumai City is a developing area, especially in the industrial sector. This is evidenced by the large number of large industries in Dumai City. The existence of this industry means that there are goods transportation that operates and of course it also affects the condition of the road pavement. Currently, the arrangement is managed by the Dumai City Transportation Service. The current route (the Existing Route) is the Provincial and National Road Routes. It is known that this route is a priority road where this road is the only road that connects the vehicle to a destination such as a factory or PT in Dumai City. So that in this condition causes an increase in the volume of the route traversed. From the problems that occur, it is necessary to evaluate the performance of the freight vehicle route to find out whether the route is still feasible to accommodate the vehicles being passed. The method that can be used to analyze the performance of the freight transport route is the Indonesian net capacity guideline (PKJI) 2014. With the development of technology, it can make it easier to provide a visual description or simulation of the condition of the route being evaluated, the software used as a tool in modeling namely PTV Visum 22. From the performance evaluation of the route of the freight vehicle using the 2014 PKJI method, the route of the freight vehicle is still able to accommodate the volume of passing vehicles. However, on Jalan Soekarno Hatta (Rawa Panjang) there is almost a traffic jam where the service level is D, which is approaching an unstable flow where almost all drivers will be restricted (disturbed). The volume of service is related to the capacity that can be tolerated, and it is recommended to do road widening and the results of modeling using the PTV Visum 22 application show that the highest loading of freight vehicles occurs on Jl. Soekarno Hatta (Rawa Panjang) which connects zone 1 to zone 2 is 246 movements.  Â
Pelatihan Pengelasan Dasar Bagi Anggota Karang Taruna RT.01 RW.02, Desa Tepas, Kec. Geneng, Kabupaten Ngawi
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di masyarakat yang bergerak dibidang sosial dan pengembangan SDM masyarakat yang perlu ditunjang dengan adanya pelatihan pengelasan untuk menunjang SDM yang lebih baik. Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakan berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut diatas maka salah satu langkah yang perlu diambil adalah dengan pemberdayaan Anggota Karang Taruna dengan mengikuti diklat keterampilan. Peningkatan kualitas SDM yang dimulai sejak dini dapat berpengaruh pada daya saing individu itu sendiri. Mitra kegiatan PKM adalah Karang Taruna RT.01 RW.02, Desa Tepas, Kec. Geneng, Kab. Ngawi. Tingkat kewirausahaan yang harus dimiliki karang taruna harus lebih ditingkatkan melalui keterampilan pengelasan. Dengan penguasaan keterampilan pengelasan maka karang taruna akan mampu bersaing di era globalisasi dan menciptakan lahan pekerjaan di bidang pengelasan
Proses Laminasi Kapal Nelayan Menggunakan Bahan Fiberglass Dengan Kelompok Usaha Bersama Di Desa Penampi
Pengembangan dan penyerapan teknologi tepat guna sangatlah di nanti-nanti oleh masyarakat untuk memudahkan dan membantu dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang di alami masyarakat tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat memokuskan kepada kegiatan perbaikan kapal nelayan berbahan dasar kayu untuk dilaminasi dengan bahan fiberglass yang berguna untuk memperkuat konstruksi kapal kayu dan perbaikan kebocoran kapal kayu. Proses laminasi bahan fiberglass terhadap kapal kayu milik salah satu kelompok nelayan Usaha Bersama Desa Penampi dimulai dengan menaikkan kapal kedaratan kemudian lambung kapal dibersihkan dari cat dan binatang laut lalu di keringkan sampai benar benar kering. Setelah dikeringkan barulah di lakukan laminasi dengan bahan fiberglass sebayak 6 layer terdiri dari lapisan MET + MET + WR + MET + WR + MET dan pada layer pertama di lakukan pemakuan supaya menambah daya rekat bahan fiberglass kelambung kapal kayu. Adanya proses laminasi kapal kayu dengan bahan fiberglass tim pelaksana dapat berbagi teknologi tepat guna ke masyarakat nelayan (mitra pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat) supaya dapat mengimplementasikan langsung ke kapal nelayan yang dimilikinya
ANALISIS KEANDALAN DAN RISIKO SISTEM PELUMASAN MESIN UTAMA SABUK NUSANTARA 43
Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pendekatan sistematis dalam mengevaluasi keandalan sistem pelumasan pada kapal Sabuk Nusantara 43. Penilaian risiko dilakukan dengan menerapkan dua pendekatan, yaitu metode kuantitatif dan metode semi-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan pendekatan nilai numerik dalam analisis, sementara pendekatan semi-kuantitatif menggabungkan elemen analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kejadian yang tidak hanya berpotensi mengganggu operasional perpipaan, tetapi juga dapat berdampak pada aspek keselamatan dan lingkungan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa risiko terbesar terkait dengan instalasi pelumas pada kapal Sabuk Nusantara 43 terfokus pada komponen filter. Tingkat kerusakan komponen ini mencapai lima kali dalam satu tahun, dan berdasarkan analisis risk matrixplotting, risikonya masuk dalam kategori "major" (Tidak Diterima). Sebagai solusi pengendalian risiko yang direkomendasikan, dianjurkan pemilihan komponen saringan yang mematuhi standar yang berlaku, pelaksanaan perawatan berkala yang cermat, serta penghindaran penggunaan minyak pelumas yang sudah terlalu lama atau bekas. Dalam konteks ini, penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keandalan sistem pelumasan pada kapal Sabuk Nusantara 43 dengan memanfaatkan pendekatan metode kuantitatif dan semi-kuantitatif. Temuan utama menunjukkan bahwa risiko terbesar terkait dengan komponen filter, dan perbaikan serta perawatan yang teliti sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kerusakan. Sebagai rekomendasi pengendalian risiko, disarankan pemilihan komponen yang memenuhi standar yang berlaku, pelaksanaan perawatan berkala yang teliti, serta manajemen penggunaan minyak pelumas yang lebih efisien