Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
The Effect of Intellectual Capital on Financial Performance Before and During The COVID-19 Pandemic
This study aims to examine the effect of intellectual capital on the financial performance of manufacturing companies in the consumer goods sector before and during the Covid-19 period being listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2021 period. Sampling was carried out using the purposive sampling method, there were 51 companies that met the criteria, and the number of samples in the study before and during the Covid-19 period was 196 data. This study uses multiple linear regression analysis. The results showed that human capital efficiency before and during Covid-19 had a significant positive effect on financial performance, structural capital efficiency before and during Covid-19 had no effect on financial performance, and capital employed efficiency before Covid-19 had a significant effect. significantly negative and during the Covid-19 period had a significant positive effect on the financial performance of manufacturing companies in the consumer goods sector listed on the IDX for the 2018-2021 period
A Study of Relationship between Spiritual Leadership and Affective Commitment in Healthcare Industry
This current research examines the influence of spiritual leadership in affective commitment through calling and membership. This research uses a sample of 110 employees either interact or experience direct policies toward the leader with a minimum of 2 years working period at Zainab Mother and Child Hospital in Pekanbaru, Riau Province. Simple Linear Regression is used in this study to measure the contribution toward the dependent variable by using the IBM SPSS version 20. The analysis then shows the results that calling and membership derived from the concept of spiritual leadership have a significant effect on affective commitment. Calling significantly influences affective commitment, and it is similar to membership, which has significant value relates to affective commitment. Recommendations for leaders, employees, and future research are discussed.Â
Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan Framework TOGAF
PKU Muhammadiyah Mayong Hospital is a health institution that focuses on excellent service to patients. The increasing need for service functions is a driving factor for the application of information technology at PKU Muhammadiyah Mayong Hospital. To support the alignment of the application of information systems with the needs of the hospital, a paradigm called enterprise architecture is needed. This study aims to analyze the planning of enterprise architecture using the Open Group Architecture Framework (TOGAF) framework with the Architecture Development Method (ADM) method at PKU Muhammadiyah Mayong Hospital. TOGAF is a generic architectural framework designed to be used in various types and sizes of organizations. ADM is a method that contains a set of activities used in modeling the development of enterprise architecture. This research is expected to be useful for PKU Muhammadiyah Mayong Hospital to integrate business processes with information technology. At each stage of ADM what is done is the process of identifying problems, analyzing problems and solutions to these problems. In this study the stages used only up to the information system architecture. The results of this study are proposed business architecture, data architecture and application architecture.Rumah sakit PKU Muhammadiyah Mayolng melrupakan lelmbaga kelselhatan yang dimana proses bisnisnya tidak terintegrasi satu sama lain sehingga informasi yang didapatkan menjadi tidak maksimal. Untuk melndukung proses bisnis yang berjalan diperlukan penerapan sistem informasi. Kelsellarasan pelnelrapan sistelm infolrmasi delngan kelbutuhan di rumah sakit dipelrlukan selbuah paradigma yang diselbut delngan arsitelktur elntelrprisel. Arsitelktur elntelrprisel melndelskripsikan rancangan selbuah sistelm ataupun selkumpulan sistelm olrganisasi yang saling telrhubung. Pelnellitian ini belrtujuan untuk mellakukan analisis pelrelncanaan arsitelktur elntelrprisel delngan melnggunakan kelrangka kelrja Thel Olpeln Grolup Architelcturel Framelwolrk (TOlGAF) delngan meltoldel Architelcturel Delvellolpmelnt Melthold (ADM) di rumah sakit PKU Muhammadiyah Mayolng. TOlGAF melrupakan selbuah framelwolrk arsitelktur gelnelrik yang dirancang untuk dapat digunakan pada belrbagai jelnis dan ukuran olrganisasi. ADM melrupakan meltoldel yang belrisikan selkumpulan aktivitas yang digunakan dalam melmoldellkan pelngelmbangan arsitelktur elntelrprisel. Seltiap tahap ADM yang dikelrjakan meliputi idelntifikasi masalah, analisis masalah dan sollusi dari pelrmasalahan telrselbut. Tahapan ADM yang digunakan hanya sampai pada arsitelktur sistelm infolrmasi. Hasil dari pelnellitian ini adalah usulan arsitelktur bisnis yang didefinisikan 5 proses bisnis yang akan datang, arsitelktur data yang mempunyai 15 entitas data dan arsitelktur aplikasi yang diusulkan. Pelnellitian ini diharapkan belrmanfaat bagi rumah sakit terkait untuk melngintelgrasikan prolsels bisnis delngan telknollolgi infolrmasi
Audit Keamanan Sistem Informasi Euclid Menggunakan Framework Cobit 5 pada PT. XYZ
PT. XYZ ialah perusahaan swasta bergerak di bidang penanaman juga pengolahan buah kelapa sawit. Saat ini PT. XYZ telah menerapkan teknologi bernama sistem EuClid yang berfungsi untuk membantu proses pendataan dan laporan bagi setiap staff. Dalam penerapannya, masih terdapat permasalahan, yaitu adanya laporan pengajuan yang hilang, provider yang sering mengalami gangguan jaringan, dan pernah mengalami peretasan atau kebocoran data. Untuk itu diperlukan melakukan audit keamanan sistem informasi Euclid di PT. XYZ untuk mengukur, menjamin, dan menemukan akar permasalahan juga membuat rekomendasi kepadasistem informasi yang dipakai. Penelitian ini menggunakan Framework COBIT 5 dengan domain DSS05 (Manage SecurityService) untuk mengukur tingkat Capability Level Sistem Informasi EuClid. Hasil pencapaian nilai dari setiap level pada proses domain DSS05 yaitu level 1 (performed process) sebesar 62,5%, level 2 (Manage Process) adalah 65,36%, level 3 (Established Process) sebesar 63,02%, level 4 (Predictable Process) adalah 62,6%, dan level 5 (Optimizing Process) adalah 59,63%. Pencapaian pada setiap level berada pada rentang 50% - 85%, sehingga peringkat dalam standar ISO/IEC 15501-2-2003 berada pada Largely Achieved (Sebagian besar terpenuhi). Dari rata-rata pencapaian tersebut tidak ada yang melewati batas dari nilai gap sebesar 85,01%. Hal ini menunjukkan proses layanan keamanan informasi yang ada belum sepenuhnya tercapai pada level 1, sehinggatarget levelnya saat ini masih pada level 1
Perbandingan K-Means dan Hierarchical Clustering dalam Pengelompokan Daerah Beresiko Stunting
Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat stunting yang cukup tinggi di dunia, dimana prevalensi stunting masih berada pada kisaran 21,6% sedangkan standar minimal prevalensi stunting yang telah ditetapkan oleh WHO adalah 20%. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada masa awal kehidupan, biasanya pada anak usia 0-5 tahun. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah dan pihak terkait telah melakukan berbagai upaya dan program intervensi, salah satunya adalah menentukan daerah yang menjadi prioritas penanganan stunting dengan melakukan klasterisasi. Dalam penelitian ini akan melakukan klasterisasi daerah stunting berdasarkan provinsi yang ada di Indonesia dengan mengacu pada beberapa parameter yaitu persentase imunisasi, proporsi stunting, cakupan pemberian ASI eksklusif, cakupan pemberian vitamin dan tablet tambah darah, serta akses terhadap sanitasi dan air minum yang layak. Penelitian ini akan membandingkan antara kluster yang terbentuk menggunakan Hierarchical Clustering dan K Means.Hasil perbandingan antara metode K-Means dan Hierarchical Clusteringmemperlihatkan bahwa K-Means menghasilkan pengelompokan klaster yang lebih baik ditinjau dari nilai Silhouette Coefficient sebesar 0.48 dan Calinski-Harabasz index sebesar 10.49 dengan jumlah klaster yang terbentuk sebanyak 2 klaster. Pada Algoritma Hierarchical Clustering, nilai Silhouette Coefficient yang dihasilkan adalah 0.47 dan Calinski-Harabasz index sebesar 9.54. Semakin besar nilai Silhouette Coefficientdan Calinski-Harabasz index, maka semakin baik klaster yang terbentuk
Sosialisasi Dan Penggunaan Alat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Posyandu Anyelir 4 Rt.19 Rw.05 Kel. Kanigoro Kec. Kartoharjo Kota Madiun
Pertumbuhan dan perkembangan anak seringkali harus diperhatikan orang tua untuk mengetahui tumbuh kembang bayi. Dalam tumbuh kembang bayi ada beberapa hal yang perlu dipantau oleh orang tua yaitu berat, tinggi dan lingkar kepala bayi. Untuk mengetahui apakah bayi berkembang dengan baik atau tidak, pemerintah mempunyai salah satu program yaitu posyandu yang bertujuan untuk mengetahui ketidaksesuaian pertumbuhan pada bayi, Pemantauan pertumbuhan dan perkembang fisik bayi merupakan penilaian gizi menggunakan metode Antropometri. Di Posyandu alat yang digunakan untuk melihat perkembangan pertumbuhan bayi adalah timbangan manual yang dinamakan dacin yang berguna untuk mengukur berat badan bayi, infantometer alat ukur yang berguna untuk mengukur panjang tubuh bayi, serta pengukuran lingkar lengan atas dan lingkar kepala yang masih menggunakan pita pengukur. Namun pada kenyataannya kedua alat tersebut masih mempunyai kendala diantaranya adalah pengoperasian alat yang tidak praktis dan pembacaan hasil belum terlalu akurat. Oleh sebab itu tim pengabdian membuat serangkaian acara sosialisasi dan membuat alat penunjang medis yaitu timbangan bayi dalam satu sistem yang terdapat tiga parameter berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala yang bertujuan untuk mempermudah kinerja perawat atau dokter dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa alat mampu mendeteksi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala bayi dan memberikan kesimpulan kondisi bayi ideal atau tidak
Penerapan Mesin Pengriris Adonan Kerupuk Belacan Pada Usaha Kerupuk Multi Sari
Pulau Bengkalis yang dikelilingi oleh lautan, hasil laut terutama udang rebon  merupakan salah satu perikanan yang banyak dihasilkan dari Pulau Bengkalis dan merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. udang mudah didapat dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kandungan protein yang tinggi pada ikan dan kadar lemak yang rendah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Udang rebon ini bisa diolah menjadi makan langsung atau diolah lagi menjadi belacan dan kelrupuk belacan. Produk makanan kering dengan bahan 'belacan dicampur dengan tepung tapioka ini" sangat digemari masyarakat. Makanan ini sering digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan ringan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan adalah untuk membantu meningkatkan produksi kerupuk, sehingga dapat memnuhi permintaan pasar baik di pulau Bengkalis maupun di luar pulau Bengkalis Metoda  yang akan dilaksanakan adalah  membuat sebuah Alat Tepat Guna berupa Mesin pengiris adonan kerupuk belacan bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan meningkatkan produksi kerupuk pada usaha kerupuk “Multi sari" tersebut terhadap produk yang dihasilkan
Pengaruh Penerapan E-Filing, Self Assessment System, dan Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Pangkalpinang Tahun 2020-2021)
This study aims to determine the effect of implementing E-Filing, Self Assessment System, and Tax Socialization on Individual Taxpayer Compliance (Study at the Pangkalpinang City Pratama Tax Service Office 2020-2021). This study uses quantitative methods. The population in this study were Individual Taxpayer which registered at KPP Pratama, Pangkalpinang. The sampling was conducted by Simple Random Sampling Method. The number of samples was determined by the researcher purposively with total of sample are 100 Individual Taxpayer. Data sources in this study use primary data with Quantitative Descriptive Method where the data collection were used in this study is survey methods with questionnaires as survey instrument. The data analysis technique used in this study is Multiple Linear Regression analysis tecniques. The results showed that Implementation of e-filing have a positive and significant effect on the level of Taxpayer Compliance. Self Assessment System have a positive and significant effect on the level of Tax Compliance. Tax socialization have a positive and significant effect on the level of Taxpayer Compliance. Implementation of e-filing, Self Assessment System and Tax socialization have a positive and significant effect together on the Taxpayer Compliance Level.Keywords: Implementation of E-filing, Self Assessment System, and Tax Socialization, Individual Taxpayer Complianc
Implementasi Transaksi Tunai dan Non Tunai sebagai Dasar Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di BPKAD Kabupaten Bengkalis
This study aims to determine the implementation of cash and non-cash transactions as the basis for good governance at BPKAD Bengkalis Regency. The type of data used in this study is qualitative data. The informants in this study were the Secretary and Treasurer of BPKAD Bengkalis Regency. The data for this research were obtained from the Regional Asset Financial Management Agency (BPKAD) of Bengkalis Regency. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. The research results obtained indicate that the implementation of non-cash transactions in Bengkalis Regency is in accordance with the Bengkalis Regency Regent's Regulations. Even though the cash and non-cash transaction systems are not fully optimal, the governance, OPD, and community have had a very positive impact on the implementation of these non-cash transactions. So that with this application, it can realize good governance, namely, accountability, transparency, effectiveness, and efficiency in regional financial management. Keywords: Implementation, Cash Transactions, Non-cash Transactions, Good Governance
Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung pada Kinerja Keuangan Daerah
The analysis of the financial ratios of local governments serves as a foundation for evaluating the financial performance of the respective regions, providing a basis for decision-making by local authorities. The aim of this research is to assess the financial performance of the Provincial Government of Lampung based on five financial ratios. The analytical technique employed is quantitative descriptive analysis, guided by secondary data derived from the realization reports of the Lampung Provincial Government's Regional Budget (APBD) for the fiscal years 2016–2022. The analysis results reveal fluctuations in various financial indicators during the period from 2016 to 2022. The degree of fiscal autonomy (DOF) experienced a significant increase in 2022, reaching an excellent level. The overall financial capacity is generally good to very good, indicating a solid ability to manage regional finances. The effectiveness of regional original income (PAD) exhibits fluctuations, requiring further evaluation to identify the factors influencing these fluctuations. The efficiency of regional financial management is also variable, with an overall average level of efficiency. The ratio of the harmony between regional expenditure and capital expenditure tends to be low, indicating a budget allocation that is more focused on operational expenses. Proposed recommendations include improving the effectiveness of PAD, monitoring efficiency, enhancing the budget allocation for capital expenditure, and maintaining transparency and accountability in budget allocation. Through these measures, the Provincial Government of Lampung can enhance its regional financial management, support sustainable growth and development in the area, and provide better services to the community.Keywords: APBD, financial performance, Lampung, financial ratio