Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
Desain dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor BLDC Melalui Pengaturan Fluks
This journal presents the design and implementation of BLDC motor speed control. Speed control of the BLDC motor can be done by controlling the flux produced by the BLDC motor coil. The current reading by the sensor will be processed in the flux estimator to get the flux value in the motor. By using the PI controller, the flux value generated by the coil will be controlled so that it is equal to the setpoint value that has been determined. Flux values that have the same setpoint will be converted to PWM values which will be used as input signals on the six step inverter. The test results by providing disturbance form the additional load on the motor, shows that the motor is able to maintain its speed according to the value of the speed provided. Thus, the proposed speed regulation method can work well
Klasifikasi Citra Menggunakan Kombinasi Jaringan Syaraf Tiruan Model Perceptron dan Algoritma One vs Rest
Kulit adalah salah satu organ paling penting dari tubuh kita. Seiring berjalannya waktu, kualitas kulit mulai memburuk, dan sel kulit mulai mati. Kebaikan dan kesegaran kulit secara bertahap mulai memudar. Orang yang tidak menjaga perawatan yang tepat dari kulit mereka sering mengeluh rasa gatal, ruam ataupun penyakit kulit lainnya. Deteksi dini penyakit kulit psoriasis diawali dari pengamatan terhadap citra kulit yang sakit tersebut.Ilmu pengetahuan di era ini sudah semakin kompleks, misalnya kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang mengadopsi pengetahuan seseorang untuk diterapkan ke dalam komputer. Salah satu bidang kecerdasan buatan adalah jaringan syaraf tiruan. Jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk mengenali pola citra/gambar dari suatu objek. Keuntungan yang dimiliki jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan klasifikasi citra kulit dengan mengenali citra kulit yang mengalami gangguan kesehatan menggunakan jaringan syaraf tiruan aturan perceptron dan algoritma one vs rest
Rekam Medis Elektronik Menggunakan Sistem Penyimpanan Foto Intraoral Gigi untuk Aplikasi Teledentistry berbasis Internet of Things
Rekam Medis Elektronik (RME) dalam dunia kedokteran digunakan untuk memudahkan pencatatan kondisi pasien. Sistem informasi yang berisi catatan medis pasien ini memudahkan peninjauan kembali histori pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien oleh dokter maupun tenaga medis lainnya. Aplikasi teledentistry berbasis Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk melakukan telediagnosis dan teleconsultation dalam hal pencatatan dan penyimpanan data secara jarak jauh sehingga meminimalisir kesalahan yang biasa dilakukan dalam pencatatan secara manual. Kamera intraoral gigi digunakan sebagai alat perekam foto gigi yang dapat digunakan antara lain untuk memudahkan diagnosis, konsultasi dan dokumentasi pasien. Dengan demikian sebuah aplikasi teledentistry berbasis IoT dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan sebuah kamera intraoral gigi dengan aplikasi rekam medis elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan seorang dokter atau perawat untuk mengambil foto intraoral gigi yang secara otomatis dapat langsung tersimpan di dalam aplikasi rekam medis elektronik terpusat. Alat perekam foto yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kamera intraoral gigi yang tersedia di pasaran dan memiliki antarmuka untuk dihubungkan ke komputer. Foto yang baru diambil akan langsung dikirimkan ke server di mana aplikasi rekam medis elektronik terpasang. Dengan demikian dokter gigi dapat mengakses data pasien yang baru saja ditangani beserta foto-foto pelengkapnya dari mana pun
Semantic Information Retrival for Scientific Experimental Papers with Knowlege based Feature Extraction
Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah karya ilmiah semakin meningkat. Permintaan pencarian informasi dalam makalah ilmiah juga meningkat. Pada  makalah ilmiah eksperimental, peneliti mengalami kesulitan dalam mencari informasi pada karya ilmiah eksperimental karena mesin pencari informasi memiliki keterbatasan dalam proses pencarian berdasarkan ekstraksi fitur berbasis text-mining dari seluruh teks, sedangkan jenis makalah ilmiah eksperimental memiliki konten spesifik, yang memiliki perlakuan berbeda dalam ekstraksi fitur. Dalam makalah ini, kami mengusulkan sistem baru untuk pengambilan informasi pada makalah ilmiah eksperimental. Sistem ini terdiri dari 4 fungsi utama: (1) Ekstraksi fitur berbasis konten spesifik, (2) Model klasifikasi, (3) Pemilihan subruang berbasis konteks, dan (4) Pengukuran kesamaan yang bergantung pada konteks. Dalam ekstraksi fitur, sistem kami mengekstraksi kategori fitur dalam makalah ilmiah eksperimental dengan fitur berbasis konten tertentu, yaitu data, masalah, metode, dan hasil. Untuk model klasifikasi, kami menggunakan beberapa algoritma klasifikasi untuk mengklasifikasikan fitur konten tertentu dari paper queri ke agregasi dokumen pembelajaran. Dalam Pemilihan Subruang Berbasis Konteks, sistem melakukan pengurangan dimensi dengan pemilihan subruang berbasis konteks yang dipilih oleh pengguna. Untuk mendapatkan hasil pencarian akhir, kami mengukur kesamaan konteks dengan membangun metrik dataset berdasar konteks ke paper. Untuk melakukan penerapan sistem yang kami usulkan, kami menguji 77 makalah dalam dataset dengan model validasi Leave-One-Out dengan beberapa algoritma klasifikasi (Nearest Neighbor, Naive Bayes, Support Vector Machine, dan Decision Tree) dan rata-rata melakukan presisi 66,65% tingkat dan akurasi tingkat presisi 76,18%. Kami juga melakukan percobaan pada pengukuran kesamaan dengan memberikan queri paper dan konten yang diinginkan (data, hasil, metode, dan masalah) sebagai konteks yang diberikan oleh pengguna. Dalam percobaan pengukuran kesamaan, sistem yang kami usulkan memiliki tingkat akurasi 79,17%
Sistem Keselamatan Sepeda Motor Untuk Menghindari Kecelakaan Berbasis Mikrokontroler
Kecelakaan lalu lintas adalah kejadian dimana sebuah kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain yang menyebabkan kerusakan dan kerugian materil. Tujuan dari penelitian ini merancang sistem pengereman secara otomatis yang mampu memberi peringatan dengan alarm dan memberhentikan laju kendaraan sehingga laju kendaraan akan terhenti sebelum terjadi tabrakan. Pada perancangannya sensor MB1010 LV-MaxSonar-EZ1 Sonar Range Finder akan mendeteksi adanya benda atau penghalang yang berada di depan, maka sistem akan memberi peringatan suara buzzer dan menyalakan lampu LED. Sensor mendeteksi jarak 645,16 cm, LED hijau aktif/menyala sedangkan LED kuning dan merah tidak aktif begitu juga dengan buzzer. Sensor mendeteksi jarak 96,62 cm, LED hijau dan LED kuning tidak aktif. Sedangkan LED merah dan buzzer aktif yang menandakan jarak tidak aman sekaligus relay aktif dan mematikan laju sepeda motor. Sensor mendeteksi jarak 144,74 cm, keadaan LED hijau dan LED kuning tidak aktif. Sedangkan LED merah dan buzzer aktif yang menandakan jarak tidak aman sekaligus relay aktif dan mematikan laju sepeda motor
MEMBANGUN MODUL PEMBELAJARAN PENGOLAHAN SINYAL PADA PLATFORM MINI PC
Pada makalah ini diusulkan suatu model pembelajaran di laboratorium untuk mata kuliah pengolahan sinyal dengan memanfaatkan platform Mini PC, yang dalam hal ini adalah Raspberry pi. Strategi ini dipilih dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan yang sering terjadi di dalam proses pembelajaran dan memanfaatkan trend teknologi device yang semakin mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Ada tiga modul yang disajikan, yang pertama adalah perancangan filter digital, yang kedua adalah prediksi voice-unvoice, dan yang ketiga adalah estimasi nilai pitch frekuensi. Modul yang dibangun diharapkan dapat membantu proses pemahaman sistem pengolahan sinyal, yang pada umumnya sering ditemui jika hanya menggunakan metode pendekatan matematik atau model simulasi perangkat lunak
KAJIAN DAMAGE STABILITY PADA STUDI KELAYAKAN DESAIN KAPAL BARGE PENAMBANG TIMAH DENGAN PENDEKATAN METODE NUMERIK
Nearly 90% of ship accidents or ship sinking are caused by leakage. Tin Mining Barge Vessel is an interesting research object because there are various challenges that are being faced in designing, arranging, and constructing tin mining vessels, especially regarding stability studies when a ship has a leak. Tin Mining Barge Vessel has a displacement (Δ) = 3025 tons, length (LoA) = 68 m, Width (B) = 17 m, High (H) = 5 m, Sarat (T) = 3 m. The configuration of the stability simulation of The Tin Mining Barge Vessel uses a variation of 1 intact case and 15 damage cases where simulated compartments around the ship's hole have leakage and then calculated its stability value and compared the results with IMO Code A.749 (18) Ch 3 and IMO regulations SOLAS requirements Chapter II Part B-1. From the results of the study, it can be concluded that the ship becomes unstable if there is a leak in the compartment on one side of the hole of the ship such as the Void 3 and 4 compartments at Portside (P) or on the Starboard (S). Overall, it can be concluded that the Tin Mining Barge Vessel will be instability when a leak occurs. The solution is conducted by adding the installation of a watertight length with a distance of 1200 mm in the compartment: Void 3 (P), Void 4 (P), Void 3 (P), and Void 4 (S)
PENGOPTIMALAN ENERGI TERBARUKAN MENGGUNAKAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING BERBASIS ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM DAN PHOTOVOLTAIC BERBASIS DYE SENTIZED SOLAR CELL (DSSC)
Saat ini bahan bakar fosil berupa minyak bumi dan batu-bara masih menjadi sumber energi yang paling banyak digunakan dalam proses pembangkitan tenaga listrik. Bahan bakar fosil tersebut tidak dapat diperbarui dan jumlahnya semakin menipis seiring dengan berjalannya waktu. Karena kebutuhan energi listrik semakin hari semakin meningkat, sumber energi alternatif terutama sumber energi terbarukan menjadi semakin dibutuhkan. (Sankarganesh, R. Thangvel).Salah satu sumber energi terbarukan adalah Photovoltaic (PV) yang memanfaatkan energi cahaya matahari. Sumber energi ini memiliki kelebihan yaitu bersih dan tersedia di alam dalam jumlah yang melimpah (Soedibyo, Priananda, C. W. Haikal, M. A).Sejak ditemukannya PV, teknologi ini terus berkembang hingga saat ini telah ditemukan beberapa jenis sel surya. Pada tahun 1991, seorang ilmuan asal Swis, Michael Gratzel menemukan salah satu jenis sel surya yang memanfaatkan kandungan organik tumbuhan. Temuannya tersebut dikenal dengan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC). Prinsip kerja DSSC adalah memanfaatkan eksitasi elektron oleh foton pada cahaya matahari yang mengenai bagian sensitif dari tumbuhan yang disebut dengan dye (O’regan dan Gratzel).Permasalahan dalam penggunaan PV, tak terkecuali jenis DSSC saat ini adalah efisiensinya yang masih rendah dengan biaya yang tinggi. Kebutuhan penggunaan PV yang semakin meningkat mendorong berbagai penelitian mengenai peningkatan efisiensi pada sistem PV. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi efisiensi sistem PV. Pertama adalah material PV. Kedua adalah efisiensi konverter dan efisiensi algoritma Maximum Power Point Tracking (MPPT) (Devi, M. L. Chilambarasan, M).Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) merupakan metode yang menggunakan jaring syaraf tiruan (Neural Network) untuk mengimplementasikan Fuzzy Inference System (FIS) atau sistem inferensi fuzzy. Keunggulan sistem inferensi fuzzy adalah dapat menerjemahkan pengetahuan dari pakar dalam bentuk aturan-aturan, namun biasanya dibutuhkan waktu yang lama untuk menetapkan fungsi keanggotaannya. Oleh sebab itu dibutuhkan teknik pembelajaran dari jaringan syaraf tiruan untuk mengotomatisasi proses tersebut sehingga dapat mengurangi waktu pencarian, hal tersebut menyebabkan metode ANFIS sangat baik untuk diterapkan pada MPPT (Tarek, B., Said, D., Benbouzid, M.E.H).Penelitian ini mengoptimalkan sistem photovoltaic menggunakan DSSC untuk sisi material, Cuk converter untuk sisi converter dan metode ANFIS sebagai MPPT (Maximum Power Point Tracking) yang mengontrol Cuk converter untuk aplikasi sistem PV
Pengaruh Variasi Sekat pada Ruang Muat Kapal Pengangkut Ikan Hidup Terhadap Stabilitas Kapal
Kapal pengangkut ikan hidup merupakan jenis kapal yang muatannya sebagian besar adalah muatan cair. Muatan cair pada pengangkutan ikan hidup biasanya tidak memenuhi palka secara keseluruhan sehingga menimbulkan permukaan bebas (free surface). Efek free surface pada kapal bermuatan cair sangat berpengaruh terhadap stabilitas kapal. Tujuan penelitian ini menganalisa stabilitas statis berdasarkan variasi sekat ruang muat dan loadcase dengan bantuan software Maxurf Stability. Data kapal digunakan pada penelitian ini adalah LOA 19 m, draft (d) 1.5 m, Lpp kapal 18 m, lebar kapal 3.3 m, tinggi kapal 1.9 m, Cb kapal 0.718, Cp 0.777. Berdasarkan hasil analisa dengan melakukan penambahan sekat dengan ruang muat 1 sekat dan 2 sekat nilai yang didapatkan semakin menjauhi syarat batas dibandingkan dengan kapal dengan ruang muat tanpa sekat. Untuk nilai parameter stabilitas yang dipengaruhi oleh penambahan sekat pada ruang muat kapal adalah nilai pada lengan penegak maximum (GZ) yaitu berada pada heeling 71,7° pada kapal tanpa sekat, 77° pada kapal 1 sekat dan 78° pada kapal 2 sekat. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan semakin banyak sekat yang ada di ruang muat, maka nilai GZ yang didapat semakin menjauhi syarat batas. Sedangkan nilai GM untuk palka tanpa sekat yakni 0,531~0,610 m, untuk palka dengan ruang muat 1 sekat sebesar 0,809~1,021 m, dan untuk palka dengan ruang muat 2 sekat sebesar 0,841~1,096 m di atas dari nilai minimum yang disyaratkan IMO yakni 0.15 meter.Â
EXPRESSIVE SPEECH ACT AS FOUND ON LA LA LAND MOVIE
In analyzing utterances there are some branches of pragmatics that we can used, one of them is speech act. Speech act is language cover an action. Speech act divided into 3 levels; locutionary act, illocutionary act and perlocutionary act. This research tells about illocutionary act especially expressive act. Expressive act is what the speaker feels about state of affair in sincerity condition and the social relationship between speaker and the hearer in society is social function. Research questions of this study were: (1) what are the types of expressive speech acts as found on La La Land movie, (2) What are the social functions of expressive speech acts as found on Lala Land movie. The researcher used qualitative approach. The researcher was used Lala Land transcript as a media to collect the data. The data of this research are the utterances containing expressive speech act taken from the conversation between characters in the La la Land movie. The researcher used content analysis, the data are in the form of the script of Lala Land dialogue. In analyzing the data, the researcher used Searle (1976) and Norrick’s (1978) theories. The result of this showed that there are 35 utterances consist of expressive speech act. All of the types were appear except expressive act of condoling and classified into theirs social function.In analyzing utterances there are some branches of pragmatics that we can used, one of them is speech act. Speech act is language cover an action. Speech act divided into 3 levels; locutionary act, illocutionary act and perlocutionary act. This research tells about illocutionary act especially expressive act. Expressive act is what the speaker feels about state of affair in sincerity condition and the social relationship between speaker and the hearer in society is social function. Research questions of this study were: (1) what are the types of expressive speech acts as found on La La Land movie, (2) What are the social functions of expressive speech acts as found on Lala Land movie. The researcher used qualitative approach. The researcher was used Lala Land transcript as a media to collect the data. The data of this research are the utterances containing expressive speech act taken from the conversation between characters in the La la Land movie. The researcher used content analysis, the data are in the form of the script of Lala Land dialogue. In analyzing the data, the researcher used Searle (1976) and Norrick’s (1978) theories. The result of this showed that there are 35 utterances consist of expressive speech act. All of the types were appear except expressive act of condoling and classified into theirs social function