Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY): Open Journal Systems
Not a member yet
9386 research outputs found
Sort by
Dari Pabrik hingga Layanan: Teknik Industri sebagai Rekayasa Organisasi Produktif
Praktik Teknik Industri tidak lagi dapat dipahami semata sebagai rekayasa sistem manufaktur. Ia lahir dari pabrik, tetapi tidak berhenti di sana. Teknik Industri hidup dan berkembang dalam layanan, institusi publik, rantai pasok, serta tatanan sosial yang lebih luas. Paper ini mengajukan argumen bahwa Teknik Industri pada hakikatnya adalah rekayasa organisasi produktif, yakni rekayasa sistem sosial-teknis yang memungkinkan manusia, teknologi, proses, dan kebijakan berinteraksi secara terstruktur, adil, dan berkelanjutan. Dengan menjadikan asas-asas Teknik Industri sebagai jiwa metodologis, paper ini menegaskan posisi Teknik Industri sebagai disiplin nasional yang memiliki relevansi lintas sektor dan lintas generasi. Kontribusi utama paper ini adalah penyusunan kerangka konseptual yang memosisikan Teknik Industri bukan sebagai kumpulan alat, melainkan sebagai pendekatan sistemik terhadap keorganisasian produktif dalam konteks manufaktur, jasa, pemerintahan, dan sistem sosial
Analisis Kolaborasi Manusia-AI Untuk Ketahanan SCM yang Berkelanjutan
Penelitian ini menyelidiki persimpangan kritis antara ketahanan dan keberlanjutan rantai pasok, dengan fokus pada peran kolaborasi Manusia-AI sebagai pilar Industri 5.0. Kami melakukan SLR terhadap 18 artikel, menggunakan analisis tematik untuk menjawab empat rumusan masalah. Temuan menunjukkan hubungan simbiosis yang jelas antara AI yang berfungsi sebagai Analis Prediktif/Optimator didorong Machine Learning & DSS, sementara Manusia bertindak sebagai Validator Strategis. Kolaborasi ini berdampak positif pada keberlanjutan lingkungan (pengurangan emisi) dan ekonomi (efisiensi biaya). Namun, kami mengidentifikasi kesenjangan penelitian kritis, pilar keberlanjutan sosial hampir sepenuhnya diabaikan. Tantangan implementasi utama tidak hanya bersifat teknis (kualitas data) tetapi juga organisasional (kesenjangan keterampilan) dan interaksi (kurangnya kepercayaan tehadap AI). Studi ini mengusulkan kebaruan yaitu Model Simbiosis Manusia-AI (H-AI-R-S), sebuah kerangka kerja konseptual baru yang memetakan siklus kolaboratif ini. Penelitian ini menggarisbawahi urgensi bagi studi masa depan untuk fokus pada dimensi sosial yang terabaikan dan beralih ke metode kualitatif
Growth Mindset dan Innovative Behavior Guru: Peran Mediasi Resilience dan Wellbeing
The purpose of this study is to examine the relationship between growth mindset and innovative behavior among teachers, with resilience and wellbeing as possible moderators. Drawing on mindset theory and psychological resource perspectives, this study employs a quantitative approach using a cross-sectional survey design. Data were collected from 227 teachers working in faith-based elementary, junior high, senior high, and vocational schools in Central Java and Yogyakarta, Indonesia. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3 was used for data analysis. The results reveal that growth mindset does not have a direct effect on innovative behavior. However, growth mindset significantly influences resilience and wellbeing, both of which, in turn, positively affect innovative behavior. Further analysis confirms that resilience and wellbeing fully mediate the relationship between growth mindset and innovative behavior. These findings suggest that cognitive orientation alone is insufficient to stimulate innovation unless supported by psychological stability and adaptive capacity. This study contributes to the literature by highlighting the central role of resilience and wellbeing in translating growth mindset into innovative work behavior in educational settings. Practically, the findings emphasize the importance of developing supportive organizational environments that strengthen teachers’ psychological resources to foster sustainable innovation in schools.
Keywords: growth mindset; resilience; wellbeing; innovative behavior; teachers.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh growth mindset terhadap innovative behavior guru dengan resilience dan wellbeing sebagai variabel mediasi. Berlandaskan teori mindset dan perspektif sumber daya psikologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 227 guru yang mengajar di sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, dan kejuruan berbasis nilai di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset tidak berpengaruh langsung terhadap innovative behavior. Namun demikian, growth mindset berpengaruh positif terhadap resilience dan wellbeing, yang selanjutnya secara signifikan meningkatkan innovative behavior. Pengujian mediasi mengonfirmasi bahwa resilience dan wellbeing memediasi hubungan antara growth mindset dan innovative behavior. Temuan ini mengindikasikan bahwa orientasi kognitif saja belum cukup untuk mendorong inovasi tanpa didukung oleh kondisi psikologis yang adaptif dan sejahtera. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menegaskan peran penting resilience dan wellbeing dalam menjembatani growth mindset dan perilaku kerja inovatif. Secara praktis, hasil penelitian menekankan perlunya kebijakan organisasi pendidikan yang mendukung kesejahteraan dan ketahanan psikologis guru guna mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Kata kunci: growth mindset; resilience; wellbeing; innovative behavior; gur
Pelatihan Pemanfaatan Platform Video Conference untuk Mendukung Pembelajaran Hybrid bagi Siswa SMP Negeri 6 Palangka Raya
The community service activity entitled “Training on the Use of Video Conference Platforms for Students of SMP Negeri 6 Palangka Raya” was conducted with the main objective of enhancing students’ digital literacy, particularly in utilizing online learning applications such as Google Meet and Zoom. The identified problem was the students’ limited technical skills in operating these platforms, which could hinder their active participation in both hybrid and online learning. To address this issue, the program was designed as a hands-on training that included the introduction of basic features, simulations of virtual classrooms, and guidance on digital ethics in online interactions. Through this approach, students not only acquired fundamental technical skills but also improved their confidence in participating in online learning and developed a sense of responsibility in using technology. Therefore, this activity provides a tangible contribution to supporting students’ readiness in facing the increasingly digitalized educational landscap
Desain Integrated Farming melalui Konsep Lumbung Mataram untuk Pariwisata dan Ketahanan Pangan di Kalurahan Sambirejo
Community engagement activities in Sambirejo Village aim to develop a sustainable farming concept rooted in the Lumbung Mataraman tradition while supporting local food security and agritourism potential. The program focuses on formulating the concept and design of an Integrated Farming System (IFS) on a one-hectare site that unifies food crops, horticulture, livestock, and aquaculture within a single operational framework. Core Lumbung Mataraman values—mutual cooperation, food independence, and environmental sustainability—serve as the conceptual basis for designing a community-driven agritourism model. Implementation adopts a participatory approach involving field data collection, initial stakeholder discussions, and collaborative concept development to ensure that local knowledge informs the proposed design. The completed project outputs include a master plan, land-use zoning strategies, and system-integration schemes that outline spatial and functional relationships across farming components. These design documents provide a strategic foundation for future implementation phases. Further activities, such as community outreach, technical training, and the application of appropriate technologies, are recommended to strengthen long-term program impact
QTL Analysis in Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench): A Review
Sorghum is a Gramineae crop with two sets of chromosomes (2n = 2x = 20). Sorghum has a euchromatin and heterochromatin size of about 252 Mbp and 460 Mbp, respectively. QTL analysis determines the region in the genome that controls a quantitative character phenotype. The methods of analysis include SMA, SIM, CIM, and MQM. Genotyping generally uses molecular markers with a high polymorphism, such as RFLP, AFLP, SSR, SNP, and DArT. QTL analysis has been conducted on sorghum crops for various purposes and traits. The analyzed agronomic traits were plant height, days to flowering, 1000 grain weight, and seed length. The grain quality, including mineral content (Fe and Zn), starch, fat, fibre, protein, and carotenoid content, can be analyzed. Disease resistance that can be analyzed is resistance to leaf spot and anthracnose. Several QTLs were co-localized between traits and between populations. The data that has been obtained can be used for the preparation of the QTL consensus
Penanggulangan Anemia pada Remaja di Desa Sumbersekar Malang dalam Mendukung Sustainable Development Goals 3
Adolescent female anemia is a health issue that increases the risk of chronic malnutrition and stunting in children. In Sumbersekar Village, Malang Regency, adolescent girls face limited awareness of the importance of hemoglobin, making prevention efforts challenging. This study aims to improve knowledge, promote early detection, and provide practical anemia prevention strategies. The methods used include interactive education on anemia symptoms and prevention, hemoglobin (Hb) testing to identify at-risk participants, distribution of iron supplement tablets, and demonstration of an app-based anemia monitoring system. Data were collected through Hb testing, participant observations, and satisfaction surveys. The results showed active participation of 160 adolescent girls, an increased in knowledge and awareness about anemia, smooth distribution of iron tablets, and better understanding of health monitoring through the application. Evaluation revealed that 95% of participants were highly satisfied with the program. In conclusion, the initiative effectively enhanced awareness, promoted early detection, and prevented anemia among adolescent girls in Sumbersekar Villag
Pelatihan Computational Thinking untuk Guru Sekolah Dasar sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital Abad ke-21
Computational Thinking (CT) merupakan keterampilan abad ke-21 yang penting dalam menunjang kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam pemecahan masalah. Namun, implementasi CT di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan pemahaman dan keterampilan guru. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru-guru SD Kanisius Kadirojo dalam memahami dan menerapkan konsep Computational Thinking melalui pendekatan Bebras. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga kali pertemuan yang mencakup ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta praktik langsung melalui Bebras Task, unplugged activity, dan block programming menggunakan Scratch. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep CT, di mana 86,7% peserta menyatakan paham dan 13,3% sangat paham. Selain itu, seluruh peserta menilai bahwa pelatihan ini penting dan bermanfaat bagi profesi mereka sebagai pendidik. Kegiatan ini berhasil membekali guru dengan keterampilan dasar dalam mengajarkan CT kepada siswa secara menyenangkan dan kontekstual. Meskipun demikian, keterbatasan waktu pelatihan masih menjadi kendala dalam pendalaman materi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung implementasi Computational Thinking di sekolah dasar serta mendukung kebijakan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di Indonesia
Penerapan Algoritma Random Forest untuk Analisis dan Deteksi Dini Serangan Siber pada Lalu Lintas Jaringan
Meningkatnya frekuensi dan kompleksitas serangan siber pada jaringan komputer menuntut adanya mekanisme deteksi yang adaptif dan andal. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma Random Forest untuk menganalisis lalu lintas jaringan dan melakukan deteksi dini serangan siber secara otomatis. Dataset diperoleh dari hasil pemantauan lalu lintas jaringan pada lingkungan terkontrol dan berisi fitur-fitur seperti IP sumber, IP tujuan, port, protokol, panjang paket, waktu, serta label jenis trafik (normal dan beberapa jenis serangan). Data melalui tahap pra-pemrosesan, kemudian dibagi menjadi data latih dan data uji dengan rasio 70:30. Model Random Forest dibangun menggunakan pustaka scikit-learn dan dievaluasi dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score, baik per kelas maupun dalam bentuk macro- dan micro-averaging. Hasil pengujian menunjukkan akurasi keseluruhan sekitar 94%, dengan nilai F1-score rata-rata di atas 88%, yang mengindikasikan kemampuan model yang baik dalam membedakan trafik normal dan berbagai jenis serangan. Model kemudian diintegrasikan ke dalam sistem pemantauan jaringan berbasis web yang telah diuji secara fungsional menggunakan black-box testing
Pengembangan Website Griya Sehat untuk Company Profile, Penjadwalan Antrian Pemeriksaan, dan Manajemen Data Pasien
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan, termasuk pada klinik pengobatan tradisional. Griya Sehat UKDC sebagai klinik terapi akupunktur dan herbal masih menghadapi permasalahan administrasi, seperti pendaftaran pasien manual, pengelolaan antrian yang belum terkomputerisasi, serta pencatatan data pasien secara konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan antrean tidak terkontrol, waktu tunggu yang lama, serta kesulitan dalam pengelolaan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah website terpadu yang mencakup company profile, sistem penjadwalan antrian pemeriksaan online, katalog produk herbal, serta manajemen data pasien pada Griya Sehat UKDC. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website yang dikembangkan mampu membantu pengelola klinik dalam mengelola antrian dan data pasien secara lebih terstruktur dan efisien. Sistem antrian online yang diterapkan dapat mengurangi waktu tunggu pasien dan meminimalkan penumpukan antrean, sementara manajemen data pasien berbasis web mempermudah proses pencatatan dan pencarian data. Dengan demikian, website Griya Sehat UKDC diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta kemudahan akses informasi bagi pasien dan pengelola klinik.
Kata kunci: sistem informasi klinik, website, antrian online, manajemen data pasien, pengobatan tradisional.
Abstract
The development of information technology has encouraged the digitalization of healthcare services, including traditional medicine clinics. Griya Sehat UKDC, a clinic providing acupuncture and herbal therapy services, still faces administrative issues such as manual patient registration, unstructured queue management, and conventional patient data recording. These conditions lead to uncontrolled queues, long waiting times, and difficulties in managing patient data. This study aims to develop an integrated website for Griya Sehat UKDC that includes a company profile, an online examination queue scheduling system, a herbal product catalog, and patient data management features. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, while the system development applies the Waterfall method. The results show that the developed website can assist clinic administrators in managing queues and patient data more effectively and efficiently. The implementation of an online queue system reduces patient waiting time and minimizes overcrowding, while web-based patient data management simplifies data recording and retrieval. Therefore, the developed website is expected to improve service quality, operational efficiency, and accessibility of information for both patients and clinic management.
Keywords: clinic information system, website, online queue, patient data management, traditional medicine