Jurnal Universitas Winaya Mukti
Not a member yet
555 research outputs found
Sort by
Penentuan Keunggulan Kompetitif Pemasaran Teh Melalui Audit Strategi Marketing Plus (Kasus Pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Jawa Barat)
The goal of this research is to measure the competitive advantage in tea marketing with a case study on PT. Perkebunan Nusantara VIII West Java, and describing the deciding factors in the improvement of competitive advantage in tea marketing competition. The method used in this research is case study with quantitative approach using marketing plus strategy audit by comparing the values of Company Alignment Index (CAI) and Competitive Setting Index (CSI). The calculation of both indexes is obtained from questionnaires about the confidence level of the respondents who manage the marketing policies of PT. Perkebunan Nusantara VIII. By comparing CSI value which is consisted of Customer (C1), Competitor (C3), Change-Driven (C4) against CAI which is consisted of Company (C2) which would be the measure of the competitive advantage of the company’s marketing strategy. From the analysis results, it can be seen that a negative gap of -1.09 where the value of CAI < CSI would mean that the company does not possess the competitive advantage in tea marketing strategy, and is relatively left behind in terms of tea industry competition. It can be learned that the cause of such low score in tea marketing strategy is caused by the low score of segmentation = 1 in the strategy, value with a score of 1.72 in the process, tactics which is consisted of differentiation = 2.63 and marketing mix = 2.63. To achieve competitive advantage in an ideal markting strategy, the factors that contribute to the marketing strategy competitive advantage value should be considered in the implementation of tea marketing strategy
Pendekatan Ekologi Sebagai Salah Satu Upaya Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit tanaman pada umumnya dilakukan pada suatu populasi tertentu, kecuali bagi tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti bunga-bungaan dan buah-buahan seringkali dilakukan secara tersendiri. Pada umumnya kerusakan pada satu atau beberapa tanaman dianggap tidak berarti, kecuali pada pertanaman baru. Dari pada menyembuhkan beberapa tanaman yang sudah terserang penyakit, lebih baik melakukan tindakan pengendalian untuk menyelamatkan tanaman yang belum terserang. Dengan demikian maka cara pemberantasan penyakit yang banyak dilakukan terutama ditunjukkan untuk melindungi tanaman dari serangan hama atau penyakit, dan bukan untuk menyembuhkan setelah terserang hama atau terkena penyakit. Jika tanaman tersebut terganggu oleh paogen atau oleh keadaan lingkungan tertentu yang tidak cocok, maka salah satu atau beberapa organ dari tanaman tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya. Maka dengan demikian tanaman tersebut akan terganggu pertumbuhannya dan tidak dapat tumbuh seperti dalam keadan yang normal. Proses atau mekanisme terjadinya suatu penyakit sangat berbeda dan bergantung dari penyebab serta jenis tanamannya sendiri. Reaksi tanaman terhadap penyebab penyakit pertama-tama tidak terlihat, segera setelah itu reaksinya meluas dan terjadi perubahan dalam tanaman sehingga dapat merupakan gejala dari penyakit tersebut. Pada keadaan lebih lanjut, sel-sel atau jaringan tanaman dapat menjadi lemah dan akhirnya rusak. Dengan demikian kemampuan dari sel-sel tanaman untuk melaksanakan proses fisiologisnya secara normal akan berkurang atau bahkan terhenti sama sekali, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya mati. Pengendalian hama dan penyakit cenderung akan berhasil dengan baik apabila diterapkan strategi pengendalian secara terpadu atau peengendalian secara ekologi. Pengendalian hama terpadu adalah satu sistem pengelolaan hama dan penyakit dalam hubungannya dengan lingkungan dan dinamika species atau populasi species hama dan penyakit tertentu dengan menggunakan semua tekhnik dan metode yang sesuai dalam suattu cara yang sedapat mungkin kompatibel dan mempertahankan populasi hama dan penyakit pada tingkatan di bawah tingkat populasi yang dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Dengan kata lain usaha tersebut meliputi menciptakan suatu ekosistem yang baik, memelihara lingkungan agar tetap sehat dan membawa keuntungan bagi petani dalam jangka pendek maupun jangka panjang
Pengaruh Sistem Kontrak Bunga Cengkeh (Eugenia Aromaticum) terhadap Pendapatan Petani di Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta
The aim of this research is get the influence product clove farmer that contract system to income farmer’s. This research was conducted in Pusaka Mulya Village Kiara Pedes District Purwakarta Regency West Java Province. Theresearch time from May until August 2015. Input sampling with Stratification Random Sampling Methode. Analysis data with t test different two avarage to income. The result t test showed t test = 0,01 and t(α = 5%) = 2,024 result two system different, that income decrease that contract
Pengaruh Faktor Internal Petani dalam Mengadopsi Teknologi
Pemberdayaan petani merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan para petani. Penyuluhan pertanian sebagai pendidikan luar sekolah bagi petani dan keluarganya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap mereka mempunyai peranan yang sangat strategis untuk menyukseskan pembangunan pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan pembinaan terhadap para petani dan keluarganya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Proses tersebut tidak terlepas dari peran penyuluh terutama menyangkut usaha membantu petani agar senantiasa meningkatkan efisiensi usahatani. Sedangkan bagi petani, penyuluhan adalah suatu kesempatan pendidikan di luar sekolah dimana mereka dapat belajar sambil berbuat (learning by doing). Penyuluhan pertanian merupakan sarana bagi petani untuk mengetahui inovasi yang dapat meningkatkan hasil produksi menjadi lebih baik. Menurut Soekarwati (1988) faktor-faktor internal yang mempengaruhi petani dalam memilih teknologi pertanian adalah umur petani, tingkat pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga petani, pengalaman berusahatani, modal usahatani, luas lahan usahatani, status kepemilikan lahan dan intensitas petani dalam mengikuti penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor internal tidak memiliki hubungan yang nyata dengan adopsi teknologi, dengan nilai koefisien korelasi sebedar 0,191 (korelasi sangat rendah) dan nilai t hitung 1,214 dengan nilai t tabel sebesar 1,684. Sehingga dapat disimpulkan bahwa simultan faktor internal petani tidak memiliki hubungan yang nyata dengan adopsi teknologi karena nilai korelasinya hanya 0,191 yang berarti tingkat korelasi sangat rendah
Uji Efektivitas Berbagai Konsentrasi Jenis Nutrisi Alternatif Terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kabupten Karawang
In the development of modern agriculture based on location specification agriculture, to increase the production of white oyster mushrooms, requires able to utilize alternative natural resources that are easy to obtain and efficient.The research was conducted with the aim to study and get the concentration of alternative nutrient types that can provide the highest production of white oyster mushroom in Karawang regency. Based on the purpose, this research is verifikatif.The method used is experimental method and experiment design used is single factor randomized block design (RAK) consisting of 17 treatments in 3 repetitions : A (100% Aquades Concentration); B (20% Leri Water Concentration); C (40% Leri Water Concentration); D (60% Leri Water Concentration); E (80% Leri Water Concentration); F (20% Potato Skin Extract Concentration); G (40% Potato Skin Extract Concentration); H (60% Potato Skin Extract Concentration); I (80% Potato Skin Extract Concentration); J (20% Bean Sprouts Extract Concentration); K (40% Bean Sprouts Extract Concentration); L (60% Bean Sprouts Extract Concentration); M (80% Bean Sprouts Extract Concentration); N (20% Old Coconut Water Concentration); O (40% Old Coconut Water Concentration); P (60% Old Coconut Water Concentration); Q (80% Old Coconut Water Concentration). The effect of treatment was analyzed by F test of 5% level and if significant, then to know the best treatment was continued with Duncan Multiple Range Test at 5% real level.The results achieved from this research is the application of various types of concentrations of alternative nutrients have a real effect on total clumps per baglog, total hood per clumps, maximum hood diameter per baglog, harvest intensity per baglog, dry weight of mushrooms per baglog, and fresh weight of mushrooms per baglog white oyster mushroom in Karawang regency. 80% concentration of leri water is able to give the highest growth and yield of white oyster mushroom in Karawang regency, with fresh weight of mushroom reach 142,35 gr per baglog per week or 0,85 tons per 1000 baglog in one plant period (6 MSA)
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola
The aim of this research is to get the dosage of chicken manure which can give the best effect on the growth and yield of potato (Solanum tuberosum L.) Granola Variety. The experiment was conducted in Marga Mekar Village Pangalengan District Bandung Regency West Java Province. With an altitude of ± 1,200 meters above sea level, Andisol soil type with pH 5.4. with rainfall of 1980,42 mm/year including type C2 rainfall according to Oldeman (1975). The experimental time from May until August 2017. The research method used was Randomized Block Design (RBD) consisting of six treatments and four replications. The treatment of chicken manure is as follows A (0 ton / Ha), B (6 ton / Ha), C (8 ton / Ha), D (10 ton / Ha), E (12 ton / Ha) and F (14 ton / Ha). The results showed that the application of chicken manure with Dosage 6 ton / ha gave better effect to plant height, while the dosage of 12 ton / ha gave the best effect to weight of tuber per potato plant (Solanum tuberosum L.) Granola Variety
Analisis Diversifikasi Pangan dan Tingkat Kecukupan pada Rumah Tangga Petani (Studi Kasus di Desa Bunikasih Kecamatan Warung Kobdang Kabupaten Cianjur)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecukupan konsumsi dan diversifikasi pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik penentuan lokasi penelitian berdasarkan purposive yaitu di Desa Bunikasih yang merupakan sentra padi pandan wangi. Penentuan responden dilakukan secara purposive terhadap sepuluh orang petani pandan wangi. Data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari pustaka dan lembaga lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan pangan sumber karbohidrat dan protein yang dihitung menunjukkan bahwa RT di Desa Bumikasih memenuhi konsumsi campuran untuk energy dan protein serta termasuk ke dalam kriteria cukup. Diversifikasi konsumsi pangan terutama pangan sumber karbohidrat dan protein masih sedikit jumlahnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh Skor Pola Pangan Harapan (SPPH) yang dicapai masih di bawah dari Skor PPH maksimum. Skor PPH yang telah dicapai tersebut masih didominasi oleh kelompok pangan pad-padian. Ini menunjukkan masih tergantungnya makanan pokok beras sebagai sumber karbohidrat utama
Respon Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) Varietas Gajah dan Jerapah Terhadap Kombinasi Pupuk NPK Majemuk dan Pupuk Kandang Domba.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk NPK phonska dan pupuk kandang domba yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah varietas Gajah dan Jerapah. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2010 di Desa Karang Mulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi dengan ketinggian tempat 92 m di atas permukaan laut, serta jenis tanah Latosol. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P1 (250 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P2 Â (250 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P3 (250 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P4 (250 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P5 (250 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P6 (250 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P7 (150 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P8 (150 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P9 (150 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P10 (150 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P11 (150 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P12 (150 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis pupuk phonska dan pupuk kandang domba berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang umur 30 HST, 45 HST, 60 HST dan 75 HST, jumlah polong per tanaman, brangkasan polong basah, brangkasan polong kering, hasil biji kering dan berat 100 butir biji kering. Perlakiuan P4 memberikan jumlah polong per tanaman 26,33 dan hasil biji kering 2,32 kg/petak setara 1,93 ton/ha tertinggi, yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan P6 sebesar 2,27 kg/petak setara 1,89 ton/ha dan P10 sebesar 2,26 kg/petak setara 1,88 ton/ha
Pengaruh Pupuk Kompos Kulit Buah Kakao Dan Pupuk Tablet Terhadap Produksi Kakao (Theobroma cacao L.)
Cocoa is one of the estate crop whose role is quite important for the national economy, particularly as a provider of employment, income and foreign exchange. The high export opportunities of cocoa beans has not been followed by the production of cocoa beans in Indonesian. The production of dried cacao beans in Indonesia is still low. The low productivity of seeds generally caused by Cherelle wilt of cacao. Wilting occurs due to inability of the cherelle to compete with the other cherelle in absorbing nutrients. Fertilization is an effort to maintain and fulfill the nutrients in the plants. This research is aimed to assess the effect of fertilization using cocoa pod husk and NPK tablets fertilization on cocoa crop yields. This experiment was conducted at PT. PP. Bajabang Indonesia, Cipeundeuy, West Bandung regency from December 2016 to March 2017. The experiment was conducted using a Simple Randomized Block Design that consists 10 treatments: control, single N, P, K fertilizer 297 g/tree, cocoa pod husk 9 kg/tree, cocoa pod husk 9 kg/tree + single N, P, K fertilizer 297 g/tree, cocoa pod husk 18 kg/tree + single N, P, K fertilizer 297 g/tree, cocoa pod husk 9 kg/tree + NPK tablet fertilizer 20 tablets/tree, NPK tablet fertilizer 20 tablets/tree, cocoa pod husk 9 kg/tree + NPK tablet fertilizer 10 tablets/tree, cocoa pod husk 18 kg/tree + NPK tablet fertilizer 20 tablets/ tree, cocoa pod husk 18 kg/ tree + NPK tablet fertilizer 10 tablets/tree. The result of experiment showed that there was an influence of cocoa pod husk and NPK tablet fertilizer on cocoa fruit weight at 12 MSP, that is cocoa pod husk 9 kg/tree + NPK tablet fertilizer 20 tablets/tree. Number of cherelle wilted at 12 MSP with cocoa pod husk 9 kg/tree + NPK tablet fertilizer 20 tablets/tree
Kajian Model Pengembangan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten
Model pengembangan  ketahanan pangan di Kabupaten Lebak merupakan arahan pengembangan agribisnis tanaman pangan yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, instansi terkait, dan masyarakat. Sebagai acuan dasar, model ini merupakan program/dasar pengembangan agribisnis tanaman pangan, sedangkan pelaksanaannya diserahkan kepada prakarsa masyarakat yang disesuaikan dengan dinamika politik yang berkembang. Tanaman pangan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Lebak antara lain tanaman padi sawah, padi gogo, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Komoditi tersebut diusahakan baik dilahan sawah maupun dilahan darat. Potensi komoditas agribisnis tanaman pangan di Kabupaten Lebak diperoleh berdasarkan hasil analisis lokalisasi, spesialisasi dan kekuatan basis serta potensi sumberdaya agribisnis tanaman pangan yang ada di lingkungan Kabupaten Lebak. Hal ini dilakkan untuk mengetahui kecamatan yang menjadi basis komoditas tanaman pangan di Kabupaten Lebak