Jurnal Universitas Winaya Mukti
Not a member yet
    555 research outputs found

    PENGARUH SOSIAL MEDIA INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI DESA PANGKALAN

    Get PDF
    Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang dihasilkan oleh masyarakat di Desa Pangkalan salah satunya adalah membuat produk Rempeyek dan Jamu Kunyit yang yang dinaungi oleh ibu-ibu PKK. Dimana salah satu sektor penghasilan terbesar di Desa Pangkalan adalah bertani. Banyak kendala yang dihadapi terutama dalam hal pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah sehingga masih kurang maksimal dalam hal penjualan, mereka biasanya hanya menjual produknya di pasar dengan membuka lapak dan berjualan secara keliling. Strategi pemasaran yang dijadikan solusi adalah dengan memanfaatkan teknologi yang akan menjadi kekuatan dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan media sosial instagram untuk pemasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini berupa demonstrasi dan praktek langsung. Harapan dari dilakukan nya kegiatan ini dapat merubah wawasan pelaku UMKM agar dapat melakukan pemasaran melalui media sosial instagram

    Populasi Tumbuhan Anggota Famili Zingiberaceae di Blok Koleksi Tumbuhan Sumber Agung DS Tahura Wan Abdul Rachman (Population of Plant of the Zingiberaceae Family Members at Sumber Agung DS Plant Collection Block in Tahura Wan Abdul Rachman)

    No full text
    The Wan Abdul Rachman Great Forest Park (Tahura) is one of the conservation forests in Lampung Province.  The plant collection block serves as a place for the collection of native and artificial plants.  The Collection Block has the potential as a place to grow members of the Zingiberaceae family.  Zingiberaceae is a flowering plant known as ginger plants.  This study aims to determine the population of plants belonging to the Zingiberaceae family in the Sumber Agung Plant Collection Block, Wan Abdul Rachman Great Forest Park.  The study was conducted in June-July 2021. The method used was the transect method with a sampling intensity of 0.1% or an area of 1,411.8 m2.  There are 4 transect, each measuring 5 m wide and 180 m long.  Sample plots measuring 5 m x 2 m were made continuous in all transect.  The results showed the population of plants belonging to the Zingiberaceae family in the Sumber Agung Plant Collection Block as many as 15 species, namely temulawak (Curcuma xanthorrhiza), laos (Alpinia galanga), fragrant lempuyang (Zingiber aromaticum), ginger (Zingiber officinale), bitter lempuyang /emprit (Zingiber amarican), tepus (Etlingera solaris), lempuyang elephant (Zingiber zerumbet), temu putih (Curcuma zedoaria), white galangal (Alpinia malaccensis), pacing (Costus spesiosus), temu giring (Curcuma heyneana), bangle (Zingiber purpureum), cardamom (Amomum compactum), honje/kecombrang (Etlingera elatior), and wresah (Amomum delbatum).  The dominant population of Zingiberaceae plants is Laos with an INP of 75.809 and a density of 666.6 individuals/ha. Keyword: population; Zingiberaceae; collection blocks; great forest par

    Perencanaan Elemen Tapak Alun-Alun Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran

    Get PDF
    Desa Karangpawitan merupakan salah satu desa di  Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran yang menjadi pusat pelayanan skala kecamatan. Saat ini Desa Karangpawitan merupakan kawasan perkotaan skala kecil yang membutuhkan ruang publik berupa alun-alun untuk memenuhi kebutuhan aktivitas masyarakat maupun aktivitas pemerintahan desa serta aktivitas pemerintahan skala kecamatan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, diperlukan adanya perencanaan untuk elemen-elemen apa saja yang seharusnya ada di tapak Alun-Alun Desa Karangpawitan, agar sesuai dengan aktivitas yang biasa dilakukan. Metode penentuan elemen yang akan diletakan di kawasan Alun-Alun Desa Karangpawitan menggunakan preseden dari beberapa elemen alun-alun yang sudah dibangun di tempat lain dan selanjutnya  disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas masyarakat serta aktivitas pemerintahnya. Hasil studi menyatakan terdapat 9 (sembilan) elemen dan 3 (tiga) elemen landmark kawasan yang harus ada di rencana Alun-Alun Desa Karangpawitan, yaitu untuk elemen landmark ; gapura, area penamaan alun-alun sebagai petunjuk kawasan dan pohon kelapa sebagai ciri dari Wilayah Padaherang. Sedangkan untuk elemen lainnya adalah ruang terbuka serbaguna berupa panggung, tiang bendera, jogging track, tempat rekreasi, tempat pedagang kaki lima, jalur pejalan kaki, tempat parkir, mesjid dan toilet. Berdasarkan temuan studi dapat disimpulkan bahwa 12 (dua belas) elemen termasuk landmark tersebut merupakan elemen yang akan mempermudah dan memperlancar aktivitas keseharian masyarakat dan aktvitas pemerintahan Kecamatan Padaherang ketika memerlukan kegiatan di ruang publik berupa alun-alun

    ANALISIS DAN VALIDASI LUAS SAWAH 2010 KEMENTERIAN PERTANIAN BERDASARKAN PENDEKATAN KLASIFIKASI OBIA (Studi Kasus Kecamatan Juntiyuat Kab. Indramayu)

    Get PDF
    Masalah mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia salah satunya adalah ketersediaan peta lahan sawah yang akurat dan terkini untuk mengontrol produktivitas tanaman padi agar stabil. Dalam hal pengadaan peta lahan sawah menggunakan citra satelit resolusi tinggi, kecenderungan menggunakan metode klasifikasi visual sangat tinggi, karena kurangnya kajian-kajian penggunaan metode klasifikasi digital  yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan analisis objek tertentu melalui citra satelit resolusi tinggi, seperti halnya dalam pekerjaan pemetaan lahan sawah Kementan tahun 2010. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan analisis dan validasi hasil survey luas sawah tahun 2010 Kementerian Pertanian berdasarkan pendekatan klasifikasi Object Based Image Analysis (OBIA). Aspek yang dibandingkan adalah klasifikasi area sawah dari kedua metode tersebut. Uji akurasi dilakukan antara hasil Audit Lahan Baku Sawah Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi tahun 2010 dengan hasil klasifikasi lahan sawah yang diperoleh dari proses klasifikasi digital berbasis objek. Pada penelitian ini, Pendekatan OBIA yang digunakan pada klasifikasi fase lahan sawah efektif diterapkan, terutama pada pemilihan kombinasi parameter terbaik untuk segmentasi dan pemilihan parameter terbaik untuk klasifikasi

    Pengaruh Kualitas Udara Perkotaan Terhadap Willingness to Pay Menggunakan Metode Hedonic Price

    Get PDF
    Pemantauan kualitas udara ambien roadside umumnya ditentukan pada lokasi yang memiliki kadar polutan yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Dari data DLH Kota Bandung tahun 2021 untuk 12 parameter kualitas udara yang diuji hanya parameter kebisingan yang melebihi baku mutu. Kesadaran akan dampak dari parameter kebisingan yang tidak memenuhi baku mutu dapat berpengaruh pada preferensi penduduk terhadap pemilihan lokasi hunian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas udara perkotaan terhadap kesediaan membayar (Willingness to Pay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kualitas udara perkotaan terhadap WTP di Kota Bandung masih cukup kecil yaitu sebesar 29,47% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain tetapi parameter kebisingan berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil pemantauan kualitas udara ambien roadside yang tidak memenuhi baku mutu akan berpengaruh terhadap kesediaan membayar masyarakat dalam mempertimbangkan kualitas udara sebelum memilih lokasi hunia

    ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN STUDIO ARSITEKTUR BERBASIS DARING DI PERGURUAN TINGGI DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Virus Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia telah mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan manusia. Sejak Maret 2020, pola pendidikan di Indonesia dan hampir di seluruh dunia menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Proses pembelajaran studio perancangan arsitektur yang berjalan selama ini berupa pembelajaran “learning by project†dan prosesnya didampingi oleh dosen secara tatap muka secara luring. Sejak diberlakukannya kuliah daring, maka dampaknya adalah sistem pembelajaran studio juga dilakukan secara daring dimana dalam pelaksanaannya perlu ditinjau bersama. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan dalam pelaksanaan studio arsitektur secara daring. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru dan belum ada tanda-tanda perkuliahan akan dikembalikan ke cara tatap muka langsung, maka perlu dicari model pembelajaran studio arsitektur daring yang memenuhi target output sesuai kurikulum dan silabus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat menggali informasi seluas-luasnya dari dosen dan mahasiswa tentang pembelajaran studio arsitektur secara daring ini. Pendataan dilakukan pada berbagai hal teknis dan juga terkait sistem komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem daring ini dapat digunakan sebagai alternatif pola pembelajaran studio arsitektur dengan sistem hybrid namun dengan berbagai prasyarat dan kesiapan dari para pengguna sistem daring ini. Â

    Pengaruh Konsentrasi Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans Poir) Varietas Bika

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pupuk PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung  varietas Bika, Serta mengetahui konsentrasi pupuk PGPR yang memberikan bobot segar tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kadakajaya Tanjungsari Sumedang dengan ketinggian tempat 1094 meter di atas permukaan laut. Waktu percobaan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan  konsentrasi PGPR dan masing-masing diulang empat kali. Konsentrasi PGPR yang digunakan adalah kontrol (PGPR 0 g L-1) , PGPR 5 g L-1, PGPR 10 g L-1, PGPR 15 g L-1, PGPR 20 g L-1, dan PGPR 25 g L-1. Pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun pada 25 HST dan 30 HST, volume akar dan bobot segar tanaman kangkung varietas Bika. Pemberian konsentrasi PGPR 10-25 g L-1 dapat meningkatkan bobot segar 24,48% hingga 54,03% pada tanaman kangkung varietas Bika

    Pengaruh Penerapan Teknologi Dan Kelembagaan Pertanian Terhadap Peran Petani Champion Serta Keberhasilan Usahatani Cabai Merah (Capsicum annuum, L) (Suatu Kasus di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa barat)

    Get PDF
    This study aims to determine the factors that influence the success of big red chili farming. In this case is the application of technology, the role of agricultural institutions, the role of champion farmers. The method used is a survey of red chili farmers. Respondents were taken by census with a size of 68 units. The analysis technique used is path analysis with two paths. There is a correlation between the Application of Big Red Chili Farming Technology and Agricultural Institutions as indicated by the Pearson correlation coefficient r = 0.693. There is an influence of Agricultural Technology and Institutional Application on the Role of Champion Farmers in Big Red Chili Farming with a total effect of 80.77%. The contribution of each variable is 66.27% and 14.50%. There is an influence of the application of technology, agricultural institutions, and the role of champion farmers on the success of big red chili farming with a total effect of 69.90%. The contribution of each variable is 33.05%; 5.49% and 31.35%

    Keragaman Serangga pada Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena)

    Get PDF
    Indonesia as a mega-biodiversity country has a very diverse diversity of insects. The diversity of these insects has both beneficial and detrimental roles. The beneficial role of insects is that they act as pollinators, predators of pests and regulators of wild plant populations, while the detrimental roles of insects are plant-eating pests and disease vectors in plants. Insects have many habitats, one of which is purple eggplant or solanum melongena. Eggplant is cultivated for consumption and contains many ingredients. This plant is widely cultivated because it contains nutrients consisting of minerals and vitamins such as A, B and C, is low in calories and fat, and contains some protein, fiber and carbohydrates. This research is included in the quantitative descriptive research. This research is located on the agricultural land of PT. BIO, which is located at Jl. Banjar Sari No. 38, Dusun Awisurat, Tanjungsari, Kec. Tanjungsari, Sumedang Regency, West Java and takes place for 2 weeks in November 2022. Insect data collection uses insect nets and data that can be analyzed using relative abundance and Shannon-Wiener diversity index values. The insects found consisted of 6 orders namely Diptera, Hemiptera, Coleoptera, Orthoptera, Mantodea and Hymenoptera. The six orders consist of 9 families. The eggplant planting area has a Shannon-Wiener diversity index value of 1.8 so that the planting area conditions are close to natural conditions with an index value of > 2. From the findings, insects can be classified into four groups based on their role in eggplant plants. Based on their roles, six pest species, three predator species, one pollinator species and one non-pest species. The abundance of insect species in eggplant planting fields has low criteria except for Henosepilachna vigintioctopunctata which is moderate. The level of insect diversity in purple eggplant plantings was moderate, with the species that had the highest abundance being Henosepilachna vigintioctopunctat

    Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan Usahatani Kopi Arabika di Desa Kendenan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang

    Get PDF
    The aim of this study was to determine the production and income of Arabica coffee farming, to analyze the factors that influence the production of Arabica coffee farming, to determine the effect of socio-economic factors on Arabica coffee farming income in Kendenan Village, Baraka District, Enrekang Regency. The population in this study were 120 people and 25% were taken. The sample was determined using simple random sampling technique. The samples obtained were 30 people. The data analysis used is income analysis and multiple linear regression. The results showed that the production of arabica coffee farming was 498.5 kg per hectare and the income of arabica coffee farming was IDR 9,122,887.50 per hectare. Factors that influence the production of Arabica coffee farming simultaneously are the area of land, the amount of fertilizer, labor, farming experience and the length of time they have attended formal education. Factors that significantly influence the production of Arabica coffee farming are land area and number of workers. Socio-economic factors that significantly influence the income of Arabica coffee farming are land area, labor wages and farming experience. 1. if the land area is increased by 1% (one percent), the income of Arabica coffee farming will increase by 1.6989 percent. Labor wages have a negative and significant effect on Arabica coffee farming income, meaning that if labor wages increase by 1 percent, Arabica coffee farming income will decrease by -0.87908. Farming experience has a positive and significant effect on Arabica coffee farming income, meaning that if farming experience increases by 1% (one percent), then Arabica coffee farming income will increase by 0.1974 percent.  Â

    492

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Winaya Mukti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇