Jurnal Nutrisia
Not a member yet
127 research outputs found
Sort by
Status Gizi, Asupan Energi dan Produktivitas Kerja pada Pekerja PT. Propack Kreasi Mandiri Cikarang
Latar Belakang: produktivitas kerja adalah seorang tenaga kerja yang mampu menghasilkan keluaran (output) sama atau lebih banyak dari ketentuan jumlah produksi perhari dan dengan waktu yang sudah ditentukan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja yaitu gizi yang baik pada pekerja dilihat dari status gizinya dan asupan gizi yang dikonsumsi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi dan asupan gizi terhadap produktivitas kerja pada pekerja PT.Propack Kreasi Mandiri Cikarang. Metode: penilitian adalah cross-sectional. Subyek sebanyak 99 pekerja yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner via daring kemudian dilakukan analisis menggunakan uji fisher exact. Hasil: analisis hubungan status gizi dengan produktivitas kerja didapatkan p-value sebesar 0, 459 dan analisis hubungan asupan energi dengan produktivitas kerja didapatkan p-value sebesar 0,014 dengan odds ratio sebesar 1,23 (95%CI). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan status gizi dengan produktivitas kerja dan terdapat hubungan asupan energi dengan produktivitas kerja
Pemberian Air Minum Plus Buah Terhadap Berat Badan Dan Persen Lemak Tubuh Pada Wanita Dewasa Overweight
Latar Belakang : Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 prevalensi penduduk dewasa overweight di Indonesia 13,5%. Prevalensi di Temanggung mencapai 11,86%. Penelitian sebelumnya menjelaskan, jumlah wanita dengan persen lemak tubuh tinggi sebanyak 20 orang (76,9%) dari 26 orang. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian air minum plus buah terhadap berat badan dan persen lemak tubuh pada wanita dewasa overweight. Metode : Penelitian dilakukan di Kelurahan Madureso Temanggung pada bulan April-Mei 2018 dengan populasi penelitian yaitu wanita dewasa usia 20-50 tahun overweight. Penelitan ini termasuk jenis penelitian True Experiment dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling untuk masing-masing kelompok 16 responden. Data yang dikumpulkan yaitu data pengukuran berat badan, persen lemak tubuh asupan energi dan lemak. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran dan wawancara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan uji ANOVA Reapeted Measure. Hasil : Hasil uji menunjukkan setelah pemberian air minum dan buah pada kelompok perlakuan terdapat perubahan terhadap berat badan dengan p=0,905. Pada pengukuran persen lemak tubuh berpengaruh signifikan dengan p=0,023 dan asupan zat gizi tidak signifikan pada hasil pengukuran. Kesimpulan : Pemberian air minum plus buah berpengaruh terhadap persen lemak tubuh, namun tidak pada berat badan walaupun mengalami penurunan sebesar 1 kg
Pemanfaatan konseling gizi terhadap perubahan profil lipid pasien penyakit jantung koroner
Latar Belakang : Profil lipid pasien dengan gejala penyakit jantung koroner (PJK) dapat memburuk akibat pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Aktivitas fisik yang tidak baik berdampak terhadap HDL dan LDL, begitu juga dengan pola makan yang salah. Perlu intervensi spesifik melalui konseling gizi kepada pasien PJK. Tujuan : untuk mengetahui dampak pemberian konseling gizi terhadap perubahan profil lipid pada pasien dengan PJK. Metode : Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan sampel yaitu 28 penderita PJK. Data meliputi karakteristik responden dan profil lipid. Data karakteristik dikumpulkan dengan wawancara. Intervensi konseling gizi menggunakan media leaflet. Data profil lipid dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium. Analisis statistik menggunakan uji T-Dependen. Hasil : Setelah dilakukan konseling gizi terjadi perubahan signifikan (p < 0,05) profil lipid pada pasien PJK di Kota Banda Aceh. Kesimpulan : pemanfaatan konseling gizi menggunakan media leaflet sangat signifikan mengubah profil lipid darah pasien PJK
Pengaruh Aplikasi Pencegahan Stunting "Gasing" Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Siswi SMA Di Wilayah Kecamatan Kalibawang Kulon Progo
Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pengembangan program promosi kesehatan yang efektif melalui pendidikan kesehatan dengan aplikasi Android diharapkan dapat menyediakan informasi dan mendampingi remaja putri agar lebih baik dalam kesehatannya. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi GASING terhadap perilaku pencegahan stunting pada siswi SMA di Kecamatan Kalibawang Kulon Progo. Metode: Quasi eksperiment dengan Pretest Posttest with Control Group Design. Sampling dilakukan dengan simple random sampling. Responden diberi informasi tentang gizi dan PHBS dengan bentuk aplikasi. Uji statistik yang akan digunakan adalah dengan program SPSS for Windows. Hasil: Peningkatan perilaku pencegahan stunting pada kelompok pengguna aplikasi GASING meningkat sebesar 15,67, sedangkan pada kelompok yang diberikan leaflet meningkat sebesar 3,54. Hasil dari uji Wilcoxon dan Mann Whitney diperoleh p-value 0,000 (p-value<0,05). Sehingga, penggunaan aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stunting lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Kesimpulan: Aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stuntin
Boodidash (Booklet Diet DASH) Dapat Memperbaiki Pengetahuan, Asupan Serat, dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Gamping I
Latar belakang: Penatalaksanaan diet bagi pasien hipertensi dilakukan dengan diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Tingkat pengetahuan yang baik tentang diet DASH diharapkan dapat mempermudah terjadinya perubahan perilaku. Diet dan konseling berperan dalam menurunkan tekanan darah pada subyek prahipertensi. Hal lain yang dapat mempengaruhi konseling gizi yaitu media, salah satu medianya adalah booklet. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan Boodidash dalam konseling gizi terhadap pengetahuan, asupan serat, asupan natrium dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Gamping I. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (Quasy experiment). Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Gamping I. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 28 orang. Analisis data menggunakan analisis paired sample t-test dan wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan skor pengetahuan (p value = 0,002) dan perbedaan asupan serat (p value = 0,001). Tidak terdapat perbedaan asupan natrium setelah diberikan konseling gizi (p value = 0,399). Terdapat perbedaan tekanan sistolik sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi (p = 0.003). Terdapat perbedaan tekanan diastolik sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi (p = 0.016). Kesimpulan: Perlakuan penggunaan Boodidash dalam konseling gizi berpengaruh pada pengetahuan, asupan serat dan tekanan darah pasien hipertensi
The Change of Haemoglobin Levels in Hemodialysis Patient with The Provision of Nutritional Support
Background : Hemodialysis patients are at risk of anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. Because of those many nutritional problems, hemodialysis patients need to obtain nutritional support of protein sources, which can be filled with catfish (Clarias sp.) abon. Objectives : This study aimed to determine the change of hemoglobin level in hemodialysis patients with the provision of nutritional support. Method : This was a quasi-experimental with the pre-post test design. The study was conducted at Panembahan Senopati General Hospital in Bantul during January–December 2017. Catfish abon was given to the eligible patients approximately 0.36 g/kgBW/day for 21 days. Subjects were 32 routine hemodialysis patients whose age are >18 years. The dependent variable was hemoglobin level, while the independent variable was the provision of catfish abon. Data were analyzed using univariate and bivariate with paired T-test. Results : The average of pre and post intervention hemoglobin level were 9.24±SD g/dl and 9.50±SD g/dl respectively. There were no differences on average hemoglobin level of hemodialysis patient (p=0.208). Conclusion: provision of nutritional support increases the average of hemoglobin level during the intervention, although it does not statistically affect the hemoglobin level of hemodialysis patients
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Perkembangan Balita Di Sleman Yogyakarta
Latar Belakang : Masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan berlangsung sangat pendek serta tidak dapat terulang. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita usia 1-3 tahun di Sleman Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 90 balita usia 1-3 tahun di wilayah Puskesmas Gamping II Sleman dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil : Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan status perkembangan balita adalah status gizi balita p=0,024, pendapatan orang tua p=0,024, dan pendidikan orang tua p=0,006. Serta faktor yang paling mempengaruhi status perkembangan balita adalah pendidikan orang tua (koef-β 1,396, p-value 0,015, PR 4,039, CI 95% 1,312-12,433). Kesimpulan : Pendidikan orang tua adalah faktor yang paling mempengaruhi status perkembangan balita usia 1-3 tahun
Hubungan Asupan Protein, Fe, Vitamin C Serta Ketepatan Konsumsi Zat Tannin Dan Kafein Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Kota Yogyakarta
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran, prematuritas, meningkatkan risiko perdarahan postpartum, berat bayi lahir rendah dan peningkatan kematian perinatal. Penyebab utama dari kejadian anemia adalah karena kekurangan nutrisi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan Protein, Fe, Vitamin C serta pengaruh konsumsi zat tanin dan kafein dengan kadar Hb pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Wawancara konsumsi pangan dilakukan kepada 56 ibu hamil trimester III pada bulan Maret menggunakan food recall 2x24 jam. Hasil: Asupan protein ibu hamil trimester III di Puskesmas wilayah kota Yogyakarta rata-rata sebesar 64,242 gram%, zat besi (Fe) sebesar 41,062 gr%, Vitamin C sebesar 48,435 gr%. Terdapat hubungan asupan protein (p=0,024), zat besi(p=0,014) dan vitamin C sebesar(p=0,043). Kesimpulan: Semakin tinggi asupan protein, Fe, vit C, serta semakin tepat konsumsi zat tanin dan kafein maka semakin tinggi kadar hemoglobin
Analisis dan Sinkronisasi Tabel Komposisi Pangan Aplikasi Nutrisurvey Versi Indonesia
Latar Belakang: Ahli gizi Indonesia masih banyak yang menggunakan aplikasi Nutrisurvey (NS) untuk menganalisis kandungan gizi pada bahan makanan dan resep makanan. Nutrisurvey Indonesia (2005) memiliki kekurangan berupa database nilai gizi pangan atau Food Composition Table (FCT) yang masih belum diperbaharui atau disinkronkan dengan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI-2017). Hal ini menyebabkan terjadi ketidaksesuaian perhitungan estimasi nilai gizi pangan. Tujuan: mengetahui perbedaan; jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan pada aplikasi Nutrisurvey (NS-2005) dan TKPI-2017 dan melakukan pembaharuan pangkalan data NS. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menyelia perbedaan jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan. Pembaharuan pangkalan data aplikasi NS. Hasil: Jumlah jenis pangan di TKPI sebanyak 1.113 jenis dan Nutrisurvey sebanyak 934 jenis. Nutrisurvey sebanyak 43 zat gizi dan TKPI sebanyak 21 zat gizi. Perbedaan jumlah zat gizi pada keduanya sebesar 22 zat gizi. Nutrisurvey memiliki rerata nilai gizi pangan lebih tinggi daripada TKPI sebesar 34,3%. Hasil sinkronisasi menghasilkan Aplikasi Nutrisurvey dengan pangkalan data baru yang disebut Nutrisurvey-TKPI 2017 (NS-TKPI 2017). Kesimpulan: Nutrisurvey-TKPI 2017 dengan berbagai kelebihannya masih layak untuk digunakan oleh ahli gizi dan praktisi gizi. Nutrisurvey memiliki fitur yang cukup mendukung kerja ahli gizi
Penggunaan Media Cakram Gizi terhadap Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah Remaja
Latar Belakang: Konsumsi sayur dan buah remaja belum sesuai gizi seimbang. Frekuensi konsumsi sayur remaja kurang dari 3x per hari di daerah urban sebesar 57,1 persen dan di daerah rural sebesar 48 persen. Sedangkan konsumsi buah remaja kurang dari 2x per hari di daerah rural sebesar 85,7 persen dan daerah urban sebesar 39,8 persen. Tujuan: Penelian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap perilaku konusmusi sayur dan buah pada remaja. Metode: Penelitian merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest-postest design, subjek kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebanyak 61 orang. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Data pengukuran perilaku sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dengan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang sudah divalidasi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Nilai minimum konsumsi sayur 14 gram/hari dan nilai maksimum 780 gram/hari. Nilai minimum konsumsi buah 16 gram/hari dan nilai maksimum 835 gram/hari. Kesimpulan: Terdapat peningkatan rerata nilai perilaku dengan p=0,147(p>0,05) untuk konsumsi sayur, p=0,075(p>0.05) untuk konsumsi buah setelah dilakukan edukasi menggunakan media cakram gizi. Tidak terdapat pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap konsumsi sayur dan buah pada remaja.
Kata kunci: Cakram Gizi, Konsumsi Buah, Konsumsi Sayur, Perilaku, Remaj