Jurnal Nutrisia
Not a member yet
127 research outputs found
Sort by
Efektivitas Efektivitas Penyuluhan Gizi melalui Roda Putar dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar
Latar belakang: Pendidikan gizi sangat penting bagi anak usia sekolah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan gizi adalah media. Tujuan: Mengetahui efektivitas media roda putar dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa SD. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pre test post test with control group design. Intervensi yang diberikan adalah edukasi pengetahuan gizi meliputi tumpeng gizi seimbang, piring makanku, aktivitas fisik, dan PHBS dengan media roda putar dan leaflet. Subyek adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Kota Yogyakarta yang dipilih secara random dengan memperhatikan homogenitas strata sekolah, masing-masing sebanyak 28 siswa. Pengetahuan dan sikap diukur dengan cara mengisi kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Data perbedaan rata-rata nilai pengetahuan dan sikap pada kelompok yang sama dianalisis dengan independent sample t-test sedangkan perbedaan antar kelompok dengan paired t-test. Hasil: intervensi roda putar dan leaflet meningkatkan pengetahuan gizi seimbang masing-masing sebesar 2,4 (p=0,000) dan 1,0 (p=0,009). Sementara intervensi roda putar dan leaflet meningkatkan sikap positif siswa terhadap gizi seimbang masing-masing sebesar 6,1 (p=0,000) dan 2,5 (p=0,031). Roda putar meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang lebih tinggi dibanding leaflet, masing-masing 1,4 (p=0,003) dan 3,6 (p=0,030). Kesimpulan: Edukasi dengan media roda putar lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang gizi seimbang dibanding leaflet
Permen Jelly Kepala Lele Dumbo dan Sari Buah Naga Tinggi Kalsium
Latar Belakang: Konsumsi kalsium anak usia 2-12 tahun di Indonesia sangat jauh dari kebutuhan AKG per hari, kalsium merupakan mineral yang berperan dalam pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tulang kepala ikan lele dumbo mempunyai potensi sebagai alternatif bahan makanan kaya akan kalsium. Pangan lokal seperti buah naga dalam 100 gram memiliki vitamin C sebanyak 9,4 mg, yang dimana vitamin C berfungsi sebagai stabilitas kolagen dan pembentukan tulang. Potensi bahan tersebut ditambahkan dalam pembuatan permen jelly untuk meningkatkan asupan kalsium. Tujuan: Mengetahui kandungan gizi, uji organoleptik, dan sifat fisik permen jelly penambahan tepung kepala lele dumbo dan sari buah naga merah. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat empat formulasi dengan penambahan sari buah naga dan tepung kepala lele yang berbeda-beda yaitu, J0 (100:0), J1 (75:25), J2 (50:50), dan J3 (25:75). Analisis yang dilakukan meliputi proksimat, kalsium, vitamin C, total gula, sifat fisik, dan organoleptik. Analisis statistik untuk melihat perbedaan nilai gizi menggunakan One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil: Kandungan kalsium tertinggi terdapat pada J3 sebesar 2712 gram, vitamin C tertinggi terdapat pada J1 sebesar 75,44 gram. Kesimpulan: Formulasi J1 sebagai formulasi terpilih memenuhi 123% kalsium, 51,44% vitamin C per 100 gram nya
Uji Organoleptik, Analisis Kandungan Zat Gizi, Dan Skrining Fitokimia Minuman Campuran Daun Katuk (Saorpus androgynus (L.)Merr), Daun Pepaya (Carica papaya L.), Dan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Sebagai Peningkat Produksi ASI
Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif masih ditetapkan sebagai salah satu indikator meningkatnya kesehatan ibu dan anak, pembuatan minuman campuran sebagai peningkat produksi ASI dilakukan dengan cara menggunakan bahan pangan lokal. Tujuan : untuk mengetahui formulasi minuman dengan penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap mutu organoleptik, menganalisis kandungan zat gizi dan skrining fitokimia pada formulasi terpilih Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Penelitian ini melibatkan 30 panelis konsumen yang merupakan dosen atau pegawai di Poltekkes Kemenkes Jakarta II dan sudah pernah menyusui terhadap karakteristik warna, aroma, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan. Hasil : Hasil analisis uji statistik non parametrik Friedman dengan tingkat kemaknaan sebesar 95% menunjukkan adanya pengaruh penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran. Sedangkan untuk kriteria warna, aroma, dan konsistensi tidak memiliki pengaruh terhadap minuman campuran. Hasil uji mutu kesukaan yang paling disukai adalah minuman daun katuk 100%. Kesimpulan : Ada pengaruh penambahan daun katuk terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran, formula yang terpilih adalah F1 yaitu dengan minuman daun katuk 100%. Kandungan zat gizi minuman campuran terpilih per 100 ml adalah energi 57 kkal, protein 0,87g, Karbohidrat 13,5g, kadar air 85,5 % dan kadar abu 0,29 mg serta mengandung polipenol sebesar 574 mg/kg
Analisis Protein, Kalsium dan Daya Terima Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera)
Latar Belakang : Pemenuhan kebutuhan zat gizi balita dapat diatasi dengan melakukan pemberian makanan tambahan. Pembuatan makanan tambahan berupa biskuit dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan pangan lokal. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk diversifikasi produk olahan yang terbuat dari daun kelor yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tujuan : Menganalisis kadar protein, kalsium dan daya terima biskuit ubi jalar ungu dengan penambahan tepung daun kelor sebesar 5g, 10g, dan 15g. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan menggunakan Posttest-Only Control Design. Penelitian ini melibatkan 25 ibu balita yang berada wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Hasil : Berdasarkan data hasil uji kadar protein dan kalsium meningkat secara signifikan. Kesimpulan : Daya terima berupa aroma, warna, rasa dan tekstur secara statistik berbeda secara signifikan
Pengaruh Pemberian Air Minum plus Buah terhadap Berat Badan dan Persen Lemak Tubuh pada Wanita Dewasa Overweight
Latar Belakang : Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 prevalensi penduduk dewasa overweight di Indonesia 13,6%. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian air minum plus buah terhadap berat badan dan persen lemak tubuh pada wanita dewasa overweight. Metode : Penelitian dilakukan di Kelurahan Madureso Temanggung pada bulan April-Mei 2018 dengan populasi penelitian yaitu wanita dewasa usia 20-50 tahun overweight. Penelitan ini termasuk jenis penelitian True Experiment dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis data menggunakan uji ANOVA Reapeted Measure. Hasil : Hasil uji menunjukkan setelah pemberian air minum dan buah pada kelompok perlakuan terdapat perubahan terhadap berat badan dengan p=0,905. Pada pengukuran persen lemak tubuh berpengaruh signifikan dengan p=0,023 dan asupan zat gizi tidak signifikan pada hasil pengukuran. Kesimpulan : Pemberian air minum plus buah berpengaruh terhadap persen lemak tubuh, namun tidak pada berat badan walaupun mengalami penurunan sebesar 1 kg
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian ASI terhadap Berat Badan BBLR Hari Ke 10-14
Latar Belakang: Setiap tahun sekitar 20 juta BBLR lahir di dunia dan 96.5% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi BBLR di RSUD Sleman meningkat dari tahun 2015 hingga 2016. Pada tahun 2015 ada 214 BBLR dan 241 BBLR pada tahun 2016. Prevalensi BBLR di RSU PKU Muhammadiyah Gamping meningkat yaitu ada 67 BBLR pada tahun 2015 dan 89 BBLR pada tahun 2016 Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14. Metode: Merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan bulan Mei-Juni 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi BBLR yang ikterus beserta ibunya yang dirawat di RSUD Sleman dan RSU PKU Muhammadiyah Gamping. Sampel berjumlah 43 responden. Analisis data menggunakan Uji Fisher. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI dalam keberhasilan pemberian ASI dengan berat badan BBLR hari ke 10-14 (p=0.04). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14 adalah pengetahuan ibu tentang ASI. Kesimpulan: Tidak ada faktor dominan yang mempengaruhi keberhasilan ASI terhadap berat badan BBLR hari ke 10-14
Penambahan Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum)Terhadap Nilai Gizi, Kandungan Fe, dan Vitamin C pada Permen Jelly
Latar Belakang: Serai memiliki kandungan zat besi yang berasal dari nabati. Selama ini kandungan gizi pada produk permen jelly yang beredar di pasaran belum optimal, sehingga dibuatlah produk permen jelly dengan penambahan ekstrak serai dan tomat sebagai fortifikasi pangan. Tujuan: Mengetahui kadar proksimat, Fe, dan vitamin C serta daya terima produk permen jelly. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat 4 jenis perlakuan (rasio dalam gram) dengan dua kali pengulangan yaitu, F0 (0 serai : 0 tomat), F1 (75 serai : 25 tomat), F2 (50 serai : 50 tomat), dan F3 (25 serai : 75 tomat) terhadap konsentrasi kandungan ekstrak. Penilaian organoleptik dilakukan menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS). Analisis statistik perbedaan nilai gizi dan daya terima menggunakan One Way Anova dan Duncan. Hasil: Formulasi permen jelly yang paling disukai yaitu formulasi F1 yang memiliki kadar air 52,29%, kadar abu 0,28%, protein 11,76%, lemak 0,02%, karbohidrat 35,65%, serta total kalori 189,68%, dan kandungan zat besi 0,71% mg dan vitamin C 14,1%. Kesimpulan: Penambahan ekstrak serai dan ekstrak tomat meningkatkan kandungan zat besi dan vitamin C produk permen jelly. Secara organoleptik disukai oleh panelis
Pengembangan Media Pendidikan Gizi Melalui Komik Untuk Remaja Mengenai Pengetahuan Gizi Tentang Obesitas Pada Siswa SMPIT Said Na’um di Jakarta
Latar Belakang: Prevalensi obesitas pada remaja tinggi, sangat penting untuk memberikan pendidikan gizi untuk remaja tentang obesitas dengan lebih menarik media pendidikan gizi. Tujuan: Mengembangkan media pendidikan gizi, menganalisis tingkat penerimaan terhadap komik dan mengetahui efektivitas komik terhadap pengetahuan tentang obesitas pada kelompok perlakuan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental. Penelitian dilakukan di SMPIT Said Na’um Jakarta Pusat, terdiri dari 40 responden dengan cara simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengkajian pre-test, pengkajian daya terima komik hitam putih, pengkajian daya terima komik berwarna, dan post-test. Daya terima pada kedua komik diuji menggunakan Kruskall-Wallis, pengetahuan pre dan post test dilakukan uji Paired T-Test. Hasil: Pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik dapat meningkatkan pengetahuan gizi tentang obesitas dengan hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik memberikan perbedaan nyata antara pengetahuan pre-test dan post-test ( p-0,000). Kesimpulan: Pendidikan gizi tentang obesitas menggunakan media komik dapat meningkatkan pengetahuan gizi tentang obesitas
Kandungan Gizi Tepung Ikan Penja pada Berbagai Metode Pengeringan
Latar Belakang : Ikan penja merupakan sumber protein potensial di Sulawesi Barat yang cepat mengalami pembusukan. Pengeringan merupakan metode tepat untuk meningkatkan daya simpan ikan penja. Metode pengeringan berbeda memiliki efek berbeda pada komposisi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi tepung ikan penja pada berbagai metode pengeringan. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan acak kelompok pada dua jenis ikan penja (hitam dan putih) dan 2 metode pengeringan (cabinet dryer dan sinar matahari). Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat dengan dua kali ulangan. Hasil : Kadar protein dan lemak tepung ikan penja hitam lebih tinggi dibandingkan tepung ikan penja putih pada kedua metode pengeringan. Kadar abu dan karbohidrat pada tepung ikan penja putih lebih tinggi dibandingkan tepung ikan penja hitam pada kedua metode pengeringan. Kadar air tepung ikan penja lebih tinggi pada metode cabinet dryer dibandingkan dengan metode sinar matahari. Kesimpulan : Kedua metode pengeringan berpengaruh signifikan terhadap kadar air, abu, dan lemak tepung ikan penja (p<0,05), namun tidak berpengaruh terhadap kadar protein dan karbohidrat
Edukasi Kelompok Sebaya Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Gizi Besi Pada Remaja
Latar belakang : Anemia Gizi besi (AGB) merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya pada remaja. Remaja putri beresiko tinggi mengalami anemia. Pencegahan anemia gizi besi pada remaja dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pada kelompok sebaya. Tujuan Khusus : Mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kelompok sebaya terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quacy experimental dengan rancangan pre-post test with control group design. Penelitian ini bertempat di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri. Analisis bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji Mann Whitney. Hasil : Ada peningkatan pengetahuan secara signifikan sebelum dan setelah intervensi edukasi kelompok sebaya pada kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05), dan kelompok kontrol p=0,037 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan berubah positif secara signifikan dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok kontrol berubah secara positif tetapi tidak signifikan dengan p=0,46 (p>0,05). Kesimpulan: Intervensi edukasi kelompok sebaya meningkatkan pengetahuan dan sikap anemia gizi besi secara signifikan