Jurnal Nutrisia
Not a member yet
127 research outputs found
Sort by
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Diabetes Melitus pada Orang Dewasa di Indonesia: Hasil Analisis Data Riskesdas 2018
Prevalensi Diabetes Melitus dari tahun 2013 hingga tahun 2018 mengalami peningkatan di Indonesia. Perkembangan Diabetes Melitus dapat dikaitkan dengan karakteristik individu, aktivitas fisik yang kurang, dan peningkatan indikator antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indikator antropometri dengan Diabetes Melitus pada orang dewasa di Indonesia tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional dengan menganalisis data sekunder Riskesdas 2018 pada usia dewasa 18-65 tahun sebanyak 80.868 sampel. Frekuensi Diabetes Melitus di Indonesia tahun 2018 sebesar 2,7%. Terdapat hubungan signifikan dan berisiko antara BB lebih (OR: 1,42; CI 95%: 1,26 – 1,60), obesitas (OR: 1,48; CI 95%: 1,34 – 1,63), dan obesitas sentral (OR: 2,67; CI 95%: 2,44 – 2,91) dengan Diabetes Melitus (P-value <0,001). Terdapat hubungan antara indikator antropometri dengan Diabetes Melitus pada orang dewasa di Indonesia. Diperlukan penyuluhan dan promosi kesehatan kepada masyarakat usia 18-65 tahun untuk mengontrol massa dan lemak tubuh dan melakukan aktivitas fisik secara rutin serta menjaga pola makan agar tidak berlebihan pada usia dewasa 18-65 tahun untuk mencegah Diabetes Melitus
Perilaku Pemilihan Makanan Jajanan Siswa SDIT Al Firdaus Purwodadi Berdasarkan Pengetahuan dan Sikap tentang Makanan Jajanan
Background: School-age children have a habit of consuming snacks. Snack foods that do not meet health and nutritional requirements will reduce the health status of children. Objective: To analyze the relationship between knowledge and attitude with snacks and food-choice behavior at the Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) or Islamic Elementary School Al Firdaus Purwodadi. Methods: This cross-sectional observational study used a sample of 103 from a population of 335 students in grades III, IV, V, and VI SDIT Al Firdaus Purwodadi, which were taken by proportional stratified random sampling. Knowledge, attitude, and behavior data were taken using a questionnaire that met the validity and reliability tests. Data analysis used the Pearson product-moment correlation test. Results: The results showed that children's knowledge about the choice of snack foods in the less category by 33%. The attitude of children about snack choices who are less is 1.9% and the behavior of children in choosing food in the less category is 18.4%. There is a relationship between knowledge and attitudes in the behavior of choosing snacks (p=0.001) respectively. Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, and behavior about snacks among students at SDIT Al Firdaus Purwodadi
Hubungan Kepatuhan Diet, Konsumsi Magnesium, dan Tingkat Stres dengan Kadar GDP pada Penderita DM Tipe 2
Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by problems with insulin function, improper insulin, or a combination of both. The risk factors that influence FBG levels are dietary compliance, magnesium consumption, and stress levels. The purpose of this research is to determine the relationship between dietary compliance, magnesium consumption, and stress levels with Fasting Blood Glucose (FBG) levels. This research design uses a cross-sectional approach. The total number of subjects is 97 using purposive sampling techniques. The instruments used are the 24-hour food recall form, FFQ, SQ-FFQ, and Perceived Stress Scale questionnaires. Statistical analysis using the chi-square and multiple logistic regression tests. The research results indicate that there is a relationship between dietary compliance and FBG levels (p=0,000; OR=23,5). There is a relationship between frequency and magnesium intake with FBG levels (p=0,000; OR= 22,5 and p=0,000; OR= 61,5), and there is no relationship between stress levels and FBG levels (p=0,239). Magnesium intake is the most influential risk factor associated with FBG levels (p= 0,001; OR= 123,2). The conclusion of this study is that dietary compliance, frequency and magnesium intake are related to FBG levels, and stress levels not related to FBG levels
Hubungan Asupan Vitamin D dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta
The number of diabetes mellitus patients in Indonesia is increasing. Vitamin D has a function to trigger insulin receptor expression, which results in a decrease in blood glucose levels. The prevalence of DM sufferers in Indonesia was recorded at 10.9%, while the prevalence in Yogyakarta City was 18.6% of people diagnosed with diabetes. The aim of this study was to find out whether there is a relationship between vitamin D intake and blood glucose levels of individuals suffering from type 2 diabetes mellitus in the city of Yogyakarta. This research is quantitative research with a cross sectional design. The independent variable for the study was vitamin D intake and the dependent variable was blood glucose levels, determined using a purposive sampling technique, with a sample size of 49 people. The measuring tools in this research were a characteristic questionnaire, the SQ-FFQ form, and a food photo book. Spearman rho correlation test will be used to analyze the data. The results showed that subjects in Yogyakarta City consumed less vitamin D than needed based on the RDA (600 IU/day) and there was no relationship between vitamin D intake and blood glucose levels in type 2 DM sufferers in Yogyakarta City with a value of p=0.6777 (p> 0.05) and the value of r = -0.0609 shows a tendency for a weak relationship and has a negative relationship direction, meaning that the higher the intake of vitamin D, the lower the blood glucose level. Vitamin D is not related to blood glucose levels in type 2 DM sufferers
Faktor Risiko Kejadian Gizi Kurang pada Balita 0-60 Bulan di Wilayah Puskesmas Sukolilo I
Persentase balita gizi kurang di Kabupaten Pati pada tahun 2021 sebesar 5% dan wilayah Puskesmas Sukolilo I merupakan wilayah yang memiliki jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Pati yakni terdapat 11,04% kasus dibandingkan dengan tahun 2020 angka tersebut sangat melesat jauh sebesar 0,8% dari 23 balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 0-60 bulan buruk di wilayah Puskesmas Sukolilo I. Rancangan penelitian menggunakan Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Sukolilo I. Teknis pengambilan data yang digunakan adalah Quota Sampling sebanyak 70 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan BBLR (p=0,016), sanitasi lingkungan (sumber air minum) (p=0,001), tingkat kecukupan energi (p=0,000) dengan kejadian gizi kurang pada balita 0-60 bulan. Peluang risiko paling besar terkena gizi kurang yakni variabel tingkat kecukupan energi
Sodium Intake, Fluid Balance and Nutritional Status Impact on The Event of Shortness based on Respiration Rate (RR) in Congestive Heart Failure (CHF) Patients
Riskesdas 2018 data, the prevalence of heart disease in Indonesia is 1.5%. Congestive Heart Failure (CHF) is the inability of the heart to pump blood to meet the needs of oxygen and nutrients to the body's tissues. The most common symptom of recurrence is shortness of breath. One of the dietary managements of CHF patients is the limitation of sodium and fluid. The study aimed to determine sodium intake, fluid balance and nutritional status in the occurrence of shortness of breath based on Respiration Rate (RR) in Congestive Heart Failure (CHF) patients in Cardiac Hospitalization at H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. This study was conducted through the an observational analytic with a prospective approach. The samples were 12 people with CHF who were hospitalized in RSUD H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin from April 16 to May 6, 2018. taken based on inclusion and exclusion criteria. The data was collected using a 1x24 hour food recall form, a liquid form and a Respiration Rate form.The collected data was further analyzed by using the Spearman rank correlation test with a 95% confidence level. The study has found that there is a correlation between sodium intake (p = 0.049) and fluid balance (p = 0.01) to the occurrence of shortness of breath based on the RR value of CHF patients and not significant for nutritional status. Based on the finding, therefore, adjusting sodium intake and fluid balance is useful to reduce symptoms of shortness of breath in CHF patients.
KEYWORDS : Congestive Heart Failure (CHF), Sodium Intake, Fluid Balance , Shortness of Breath  
Evaluasi Formulasi Brownis Garut dan Pisang Kepok Sebagai Makanan Alternatif Anak Autis
Pati garut salah satu umbi lokal yang bebas gluten dan mudah dicerna tubuh. Pisang kepok tinggi akan vitamin C dan serat. Brownis garut dan pisang kepok perlu dikembangkan sebagai cemilan anak yang diet gluten, seperti kasus autisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi dan evaluasi organoleptik, kadar vitamin C, dan serat setiap perlakuan untuk mendapatkan formula terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan proporsi pati garut : buah pisang kepok, yaitu F0 (0%:0%), F1 (25% : 75%), F2 (50% : 50%), F3 (75% : 25%) yang dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, uji statistik yang digunakan Friendman. Hasil penelitian ini menunjukkan F1 adalah formulasi terbaik dengan rasa paling manis, tekstur paling lembut, kadar vitamin C tertinggi sebesar 32,08 mg/100gr, kadar serat tertinggi 1,9%/100gr. Formula 1 dengan penambahan pisang kepok terbanyak memberikan rasa yang manis, memperbaiki tekstur, meningkatkan kandungan serat dan vitamin C. Pisang kepok terbukti efektif menutupi rasa hambar pada garut
Hubungan Gaya Hidup “Nongkrong”, Aktivitas Sedentary, dan Konsumsi Minuman Manis dengan Status Gizi pada Mahasiswa
Prevalensi masalah gizi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meningkatnya prevalensi masalah gizi khususnya pada kelompok usia dewasa awal salah satu penyebabnya adalah perubahan perilaku dan gaya hidup. Kegiatan nongkrong menjadi gaya hidup konsumtif yang berkembang saat ini dan diikuti dengan kebiasaan konsumsi minuman manis dan aktivitas sedentary. Gaya hidup ini dapat meningkatkan kejadian masalah gizi seperti obesitas dan kegemukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan gaya hidup nongkrong, aktivitas sedentary, dan konsumsi minuman manis dengan status gizi pada mahasiswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observational dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling didapatkan jumlah sampel 56 mahasiswa dengan kriteria bersedia menjadi responden, mahasiswa perguruan tinggi, usia 19 – 29 tahun, dan memiliki kebiasaan nongkrong (minimal 2 kali/pekan). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan gaya hidup nongkrong dan aktivitas sedentary dengan status gizi pada mahasiswa. Namun, terdapat hubungan yang signifikan konsumsi minuman manis dengan status gizi pada mahasiswa
Pengaruh Pemberian Susu Rendah Lemak Terhadap Tekanan Darah Pada Wanita Postmenopause
Hipertensi adalah suatu kondisi kronis yang prevalensinya semakin hari semakin meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1%. Jenis kelamin, usia, stress, dan kurang aktifitas fisik merupakan beberapa faktor risiko kejadian hipertensi. Susu rendah lemak mengandung sejumlah zat gizi yang terkait dengan efek menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian susu rendah lemak terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita postmenopause penderita hipertensi. Ini adalah penelitian eksperimental pada 19 subjek dengan riwayat hipertensi minimal satu bulan yaitu wanita postmenopause yang diambil secara purposive sampling. Subjek kelompok intervensi diberikan susu rendah lemak 2x/hari selama 2 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan Mann Whitney. Terjadi penurunan tekanan darah sistolik kelompok intervensi sebesar 8,5 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 5,5 mmHg setelah pemberian susu rendah lemak selama 2 minggu. Perbedaan tekanan darah sistolik kelompok kontrol sebesar 1,1 mmHg sedangkan tekanan darah diastolik sebesar 0,6 mmHg. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara susu rendah lemak dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan secara klinis antara susu rendah lemak dengan tekanan darah sistolik dan diastolik
Potensi Sirop Umbi Yakon sebagai Prebiotik Dadih Susu Sapi untuk Asupan DMT2
Background: The prevalence of people with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is ≥90% of the total diabetics worldwide. The formulation of dadih of cow’s milk with the addition of yacon tuber syrup can potentially be a synbiotic product. Consumption of synbiotic products in people with T2DM can provide a glycemic control effect. Objective: Analyzed the effect of adding yacon tuber syrup on total lactic acid bacteria (LAB), pH, total acid, and acceptability of cow’s milk dadih. Method: The research design was experimental with a single-factor completely randomized design (CRD) and three repetitions. The method used to analyze the total LAB test uses total plate count (TPC), the pH test using a pH meter, the total acid test using the acid-base titration method, and the acceptability test using an organoleptic test with a hedonic scale (1-9). Results: the addition of yacon tuber syrup affected the pH value (p= 0,016). While, it did not show a significant effect (p>0,05) between the addition of yacon tuber syrup on total LAB, total acid, and organoleptic. Conclusion: Product F2 with added 20% yacon tuber syrup was the best formula with the highest total LAB and acceptability