Jurnal Nutrisia
Not a member yet
127 research outputs found
Sort by
Hubungan Body Image dengan Perilaku Diet dan Status Gizi pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta
Bagi mahasiswa pendidikan olahraga, tinggi badan dan bentuk otot merupakan unsurpenting karena dapat menunjang penampilannya. Kepedulian terhadap ukuran dan bentuktubuh mendorong mahasiswa pendidikan olahraga untuk melakukan perilaku diet. Perilakudiet yang salah dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan antara body image dengan perilaku diet dan status gizi pada mahasiswa ProgramStudi Pendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian bersifatobservasional menggunakan metode cross sectional dengan sampel penelitian mahasiswaPendidikan Olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun angkatan 2020 sejumlah64 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data body imagediperoleh dengan menggunakan kuesioner Multidimensional Body Self RelationQuestionnaire-Appearance Scale (MBRSQ-AS) sejumlah 34 item pertanyaan. Data perilakudiet menggunakan kuesioner sejumlah 26 item pertanyaan. Status gizi diukur dengantimbangan digital dan microtoice yang dinyatakan dalam Indeks Massa Tubuh (IMT). Datadianalisis dengan uji rank spearman untuk melihat hubungan body image dengan perilakudiet dan uji pearson product moment untuk melihat hubungan body image dengan statusgizi. Hasil penelitian menunjukkan 45,3% responden memiliki body image negatif, 50%responden memiliki perilaku diet tidak sehat dan 40,6% responden memiliki status gizitidak normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara body imagedengan perilaku diet (p= 0,001) tetapi tidak terdapat hubungan antara body image denganstatus gizi (p= 0,408)
Kadar Glukosa Darah dan Pemberian Konseling dengan Kepatuhan Kontrol Pasien Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi PAGIPA (Pantau Gizi Pasien)
Proses pengawasan gizi pasien di Puskesmas Wonodadi Blitar cenderung masih konvensional. Aplikasi PAGIPA (Pantau Gizi Pasien) dapat digunakan untuk mengetahui diagram dari kadar glukosa darah dan pemberian konseling, dan hubungannya dengan kepatuhan kontrol pasien rawat jalan dewasa diabetes mellitus. Mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dan pemberian konseling dengan kepatuhan kontrol pasien rawat jalan dewasa diabetes mellitus Puskesmas Wonodadi Blitar tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengqn quota sampling dengan jumlah responden yaitu 37 pasien. Penelitian memanfaatkan data sekunder. Analisis data univariat (menggambarkan tipe distribusi frekuensi dan persentase) yaitu kadar glukosa darah awal dan pemberian konseling, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji fisher’s exact test. Hasil fisher’s exact test menunjukkan bahwa kadar glukosa darah awal tidak memiliki korelasi dengan kepatuhan pasien diabetes mellitus melakukan kontrol secara rutin ke Puskesmas (p=1,000) sedangkan pemberian konseling memiliki korelasi dengan kepatuhan pasien diabetes mellitus melakukan kontrol secara rutin ke Puskesmas (p=0,000). Aplikasi PAGIPA (Pantau Gizi Pasien) dapat berfungsi dalam input data. Penelitian ini tidak memiliki hubungan antara kadar glukosa darah awal dengan kepatuhan melakukan kontrol. Penelitian ini memiliki hubungan antara pemberian konseling dengan kepatuhan melakukan kontrol. Hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden yang tidak patuh dalam melakukan kontrol. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terkait faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan kontrol rutin pasien diabetes mellitus. Aplikasi PAGIPA (Pantau Gizi Pasien) dapat digunakan sebagai inspirasi dan gambaran dalam pemanfaatan teknologi di Puskesmas
INFUSED WATER KURMA MENTIMUN MINUMAN ALTERNATIF PENURUN TEKANAN DARAH
Kurma adalah salah satu buah yang dapat menurunkan hipertensi secara alami selain mentimun. Selama ini pemanfaatan buah kurma maupun mentimun di Indonesia hanya dikonsumsi dengan cara dimakan secara langsung, dibuat jus dan smooties. Diperlukan pengembangan produk dengan cara dibuat infused water, minuman herbal penurun tekanan darah.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian infused water kurma mentimun terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada karyawan.
Metode penelitian dengan Quasi experiment dengan rancangan One Group Pretest Postest Design. Pengumpulan data pada Januari-Februari 2022. Subjek penelitian, karyawan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang mengalami prehipertensi berjumlah 22 orang. Untuk mengatahui ada tidaknya pengaruh dengan Uji Paired Sample T-Test.
Pemberian infused water kurma mentimun dilakukan 1x/hari selama 5 hari. Rerata tekanan darah sebelum intervensi, sistolik 130,36 ± 5,57 mmHg dan diastolik 85,68 ± 5,05 mmHg. Setelah intervensi, sistolik 123,17 ± 7,08 mmHg dan diastolik 81,79 ± 5,41 mmHg. Hasil Uji Paired Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan rerata tekanan darah sistolik (p<0,000) dan diastolik (p<0,001) sebelum dan sesudah pemberian infused water kurma mentimun.
 
Pengaruh Pengaruh Edukasi Secara Online Offline terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Baduta tentang PMBA
Kurangnya pengetahuan dan sikap pada ibu dalam pemberian makan bayi dan anak yang tepat dan sesuai dapat menyebabkan masalah gizi kurang pada anak baduta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi PMBA secara online dan offline terhadap pengetahuan dan sikap ibu baduta. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan di Kabupaten Klaten pada bulan Januari - Februari tahun 2022 dengan jumlah ibu baduta tiap kelompok sebesar 50 orang. Setiap kelompok diberikan pretest kemudian dilakukan edukasi PMBA secara online pada kelompok perlakuan dan offline pada kelompok kontrol. Posttest 1 dan 2 dilakukan untuk mengetahui dampak intervensi terhadap pengetahuan dan sikap. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi online dan offline meningkatkan pengetahuan ibu tentang PMBA secara bermakna. Pengetahuan ibu baduta pada kelompok edukasi online adalah posttest 1 sebesar 6,77 dan posttest 2 9,43 dan edukasi offline posttest 1 5,22 dan posttest 2 3,89, dan secara statistik bermakna. Dilaporkan pula bahwa intervensi meningkatkan sikap positif responden pada kedua kelompok dan bermakna secara statisktik, yaitu pada kelompok edukasi online adalah posttest 1 sebesar 2,95 dan posttest 2 2,61 dan edukasi offline posttest 1 2,65 dan posttest 2 1,39. Sebagai kesimpulan bahwa edukasi secara offline lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang PMBA. Sementara edukasi secara online dan offline mempunyai keefektivitasan yang sama terhadap peningkatan sikap
Pengaruh Variasi Pencampuran Tepung Terigu Dan Tepung Ikan Roa (Hermihampus Sp) Terhadap Sifat Fisik, Organoleptik Dan Kadar Protein pada Stik Ikan Roa
This study aims to find out the influence of variations in mixing wheat flour and roa fish meal on physical, organoleptic, and protein levels of sticks for stunting prevention foods. This study was laboratorium experimental study. There were 4 trial (k = 4) using twice repetition (i = 2). Each repetition consist of 2 unit trial (n = 2), then the total were16 unit trial. We performed four ratio wheat flour and roa fish including 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%. The processing food was conducted in food technology laboratorium nutrition department Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, while the protein level tested in Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi, UGM Yogyakarta. Setting on May 2022 involving 25 semi-experts panelists for hedonic tets We performed kruskal walis for identified the panelist favourite. Result showed that the more roa fish meal mixture the more brown the color, the more distinctive the aroma of roa fish, the crisp texture and savory taste. Panelists prefer snacks with a composition of 90%: 10%.
 
Implementation of Transtheoretical Model Nutrition Education and Chromium Picolinate Supplementation on Improved Dietary Adherence Behavior, Chromium Consumption Pattern and Blood Glucose Level Diabetes Mellitus Patients
Bali is one of the provinces in Indonesia that has a Diabetes Mellitus rate above the national prevalence. According to the results of the 2020 study, 56.9% of DM patients did not understand diet education and did not comply with the diet by 56.9% with abnormal blood glucose levels of 63.9%. The results confirmed that repeated exposure with the right method, especially with The theoretical model is very effective in increasing knowledge and adherence to diet and chromium consumption patterns in DM patients. Chromium is effective in improving blood glucose levels in people with Diabetes Mellitus (Types 1 and 2). Chromium improves glucose metabolism in patients with prediabetic glucose intolerance and all women with gestational diabetes. The purpose of this study was to determine the role of nutrition education using a transtheoretical model and the effect of chromium picolinate supplementation on dietary adherence behavior, chromium consumption patterns, and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. This type of research is quasi-experimental. The research design used was one group pretest-posttest. This design does not use a comparison group (control) but uses the first observation (pretest) which allows testing the changes that occur after the experiment or program (Notoatmodjo, 2010). The study was conducted at the Denpasar Health Center. The results showed that there were differences in the level of knowledge and consumption of chromium and blood glucose levels in DM patients. However, there was no difference in the attitude and level of dietary compliance of DM patients
Pengetahuan Dan Keberagaman Konsumsi Pangan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul
Peran tokoh masyarakat sebagai edukator dibutuhkan untuk meningkatkan keberagaman konsumsi pangan masyarakat, sehingga tokoh masyarakat harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang keberagaman konsumsi pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tokoh masyarakat tentang keberagaman konsumsi pangan. Untuk mengetahui capaian keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat serta hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Sampel diambil secara proporsional random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan variabel terikatnya adalah keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Data dianalisis dengan korelasi product moment. Rata-rata skor pengetahuan tokoh masyarakat adalah 44.85±13,71. Rata-rata skor keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat adalah (50.87±13,58)%. Analisis korelasi product moment menunjukkan p=0,019. Ada hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Ahli gizi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan atau pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberagaman konsumsi pangan kepada tokoh masyarakat
Perencanaan Menu, Preferensi Menu, Terhadap Biaya Sisa Makanan dan Zat Gizi Yang Hilang
Abstrak
Latar Belakang: Salah satu rangkaian kegiatan penyelenggaraan makanan yaitu perencanaan menu. Preferensi menu adalah sikap dan tingkat kesukaan responden terhadap makanan. Indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan makanan adalah sisa makanan. Tingginya sisa makanan dapat menggambarkan adanya zat gizi yang terbuang. Secara ekonomi adanya sisa makanan menggambarkan adanya biaya yang terbuang. Tujuan: Menganalisis perencanaan menu, preferensi menu terhadap biaya sisa dan zat gizi yang hilang pada menu makan siang karyawan. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di kantor notaris di kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Sampel didapat sebanyak 45 dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden, angket preferensi menu, dan form food weighing. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Uji Korelasi Spearman menunjukan preferensi menu tidak berhubungan dengan biaya sisa (p=0.339) dan zat gizi yang hilang (p=282). Kesimpulan: Perencanaan menu di kantor notaris di kota Malang dilakukan setiap 3 bulan sekali oleh pemilik katering. Siklus menu yang digunakan adalah siklus menu 10 hari. Perencanaan menu yang ada di kantor tersebut masih kurang baik karena hanya memenuhi beberapa aspek perencanaan menu yaitu faktor manajemen, sedangkan untuk faktor konsumen belum terpenuhi. Tidak ada hubungan antra preferensi menu dengan biaya sisa dan zat gizi yang hilang
Modification of Traditional Balinese Food as Disaster Emergency Food
This study aimed to make disaster formula food based on traditional Balinese local food quality, nutritious, safe and in accordance with Balinese culture so that it can be accepted to cope with food availability in a state of disaster. The development of the disaster formula is based on the traditional Balinese jaja satuh meal made from glutinous rice flour and brown sugar with the substitution of treatment using green beans powder, peanuts, and cashews as a source of protein, and Moringa leaf powder as a source of food fiber. The study was designed in a randomized block design with six formulations and three replications. The results showed that the selected treatment of the formulation was F4 (20 g glutinous rice flour, 25g peanut powder, 5 g Moringa leaf powder, and 50 g brown sugar) with a degree of preference for color, aroma, texture, taste and overall acceptance of the like value.This formula has a water content of 7.18%, ash 1.34%, protein 16.41%, fat 13.53%, carbohydrates 61.48%, food fiber 18.87%, Fe 6.23 ppm and total energy of 433.27 per 100 gram formula. This formula is microbiologically safe with a shelf life more than 10 days. One portion of Balinese traditional local food-based disaster formula as much as 50 g can contribute energy of 216.64 kcal (10.31%), protein 8,205 g (16.41%), and fat 6.765 g (16.91%) for the standard emergency food is 2100 kcal, 50 g protein and 40 g fat
Consumption of Macronutrients, Body mass index, Smoking status with Physical Fitness at Palembang Police District
Physical fitness is the ability of the body to make adjustments to the physical burden given to members of the police in carrying out daily work without causing excessive fatigue and still be able to enjoy their free time. Components of physical fitness related to health and skills are cardiorespiratory, muscle endurance, muscle strength and body composition. The purpose of this study was to determine the relationship between macronutrient consumption, body mass index status, and smoking status with physical fitness at Palembang police district officers. Data of macro nutrients intake were collected using 24-hours recall. Physical fitness levels are measured using Cooper's way. The design of this study was Cross-sectional by taking a random sample of 56 male police officers. The analysis results using chi-square concluded that there is a relationship between energy intake, carbohydrate intake, with fitness level (p≤0.05). There is a relationship between body mass index and smoking status, and physical fitness (p≤0.05). There is no relationship between protein and fat intake with physical fitness status (p>0.05). The results of the multivariate analysis obtained the most dominant relationship with physical fitness levels is BMI status and smoking status. It is recommended that police members improve physical fitness status to take some exercises that are useful to enhance physical fitness levels, namely sit ups, push-ups, squat jumps to run or jogging regularly. Police officers control their ideal weight by eating a balanced diet and not smokin