Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Upaya Pekerja Seks Komersial Lokalisasi Daerah Pesisir dan Perbatasan dalam Mencegah Penularan HIV AIDS: Studi Fenomenologi

    Full text link
    HIV AIDS cases continue to increase every year. In 2023, out of 1,414 HIV AIDS cases in North Kalimantan, Indonesia, 500 cases were in Tarakan region. This study aimed to reveal the situation of the extent of efforts of commercial sex workers (CSWs) in preventing HIV AIDS transmission in coastal and border areas of Tarakan. This research was qualitative with a descriptive phenomenological approach. This study involved 15 CSWs in the localization of Tarakan area as the participants. The data analysis used thematic analysis by Braun and Clarke. This study produced four themes, namely: (1) health checks were carried out on an irregular basis, (2) customers who refused to use condoms were still served, (3) the use of antibiotics to prevent HIV AIDS transmission, and (4) limiting customers. The prevention of HIV AIDS transmission by CSWs had not been maximized due to the limitations of economic background and negotiation skills and a lack of understanding of HIV AIDS. A more comprehensive educational approach was needed to raise awareness of the importance of self-prevention from infectious diseases to work, so that they can work for a long time.Kasus HIV AIDS terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2023 dari 1.414 kasus HIV AIDS di Kalimantan Utara, Indonesia, 500 kasus ada di wilayah Tarakan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan situasi sejauh mana upaya pekerja seks komersil (PSK) dalam mencegah penularan HIV AIDS di daerah pesisir dan perbatasan Tarakan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 15 partisipan PSK di lokalisasi daerah Tarakan. Analisis data menggunakan analisis tematik oleh Braun dan Clarke. Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu: (1) pemeriksaan kesehatan dilakukan secara tidak rutin, (2) pelanggan yang menolak menggunakan kondom tetap dilayani, (3) penggunaan antibiotik untuk mencegah penularan HIV AIDS, dan (4) membatasi pelanggan. Pencegahan Penularan HIV AIDS oleh PSK belum maksimal karena adanya latar belakang keterbatasan ekonomi dan kemampuan negosiasi serta kurangnya pemahaman tentang penyakit HIV AIDS. Pendekatan edukasi yang lebih komprehensif dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari pencegahan penyakit menular agar mereka dapat bekerja dalam jangka waktu lama

    Spiritualitas dan Kesehatan Mental pada Penyintas COVID-19

    Full text link
    The COVID-19 pandemic can affect not only the physical but also mental health of the survivors. Particularly, mental health problems may influence their emotional, cognitive, physical, and social aspects. Meanwhile, one of the factors that closely relate to the problems is spirituality. This study aimed to determine the relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. The type of the research was descriptive correlation. The research respondents totaled 100 COVID-19 survivors. The sampling technique used simple random sampling. To collect the data, The Daily Spiritual Experience Scale (DSES) was utilized to measure spirituality and The Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) to measure mental health. The results showed that the majority of respondents had a high level of spirituality (52%) and a good mental health (64%). The chi-square test results obtained a P value of 0.003, which means there was a significant relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. This research showed that the higher the spirituality, the better the mental health of COVID-19 survivors.Pandemi COVID-19 dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental para penyintasnya. Khususnya masalah kesehatan dapat berpengaruh pada aspek emosional, kognitif, fisik, dan sosial mereka. Sementara itu, salah satu faktor yang berkaitan erat dengan masalah tersebut adalah spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan kesehatan mental pada penyintas COVID-19. Jenis penelitian ini adalah korelasi deskriptif. Responden penelitian berjumlah 100 orang penyintas COVID-19. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Untuk mengumpulkan data, Daily Spiritual Experience Scale (DSES) digunakan untuk mengukur spiritualitas dan Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) untuk mengukur kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat spiritualitas tinggi (52%) dan kesehatan jiwa baik (64%). Hasil uji chi-square mendapatkan nilai P sebesar 0,003 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan kesehatan mental pada penyintas COVID-19. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi spiritualitas maka kesehatan mental penyintas COVID-19 akan semakin baik

    Hubungan Kadar Trigliserida dengan Tekanan Sistolik dan Diastolik

    Full text link
    Hypertension is a condition when the pressure in the blood vessels increases beyond normal limits. High triglyceride levels can be associated with increased blood pressure which can cause heart problems. This study aimed to determine the relationship between triglycerides and systolic and diastolic pressure. This was analytical correlative research with a cross-sectional approach. A total of 38 respondents who were adult individuals aged 30-50 years were involved in the study using an accidental sampling technique. The correlation between variables was tested using Spearman’s rank. The results showed that the mean of triglyceride level was 203.79 (SD=40.036), systolic pressure 149.05 (SD-24.052), and diastolic pressure 89.00 (SD=11.128). The results of the Spearman correlation test showed there was no significant correlation between triglyceride levels, systolic pressure (p value=0.472) and diastolic pressure (p value=0.710). The triglyceride levels of hypertensive patients with increased systolic and diastolic pressures above normal pressure were often found high. However, high triglyceride conditions were not necessarily accompanied by an increase in systolic and diastolic pressure.Hipertensi merupakan kondisi saat tekanan di dalam pembuluh darah meningkat melebihi batas normal. Kadar trigliserida yang tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan gangguan kerja jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan trigliserida dengan tekanan sistolik dan diastolik. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 38 responden yang merupakan individu dewasa usia 30-50 tahun dilibatkan dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Uji korelasi antar variabel menggunakan Spearman’s rank.  Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar trigliserida adalah 203,79 (SD=40,036), tekanan sistolik 149,05 (SD=24,052), dan tekanan diastolik 89,00 (SD=11,128). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara kadar trigliserida dengan tekanan sistolik (p value=0.472) dan tekanan diastolik (p value=0,710). Kadar trigliserida pasien hipertensi dengan tekanan sistolik dan diastol yang meningkat melebihi tekanan normal sering ditemukan tinggi. Namun kondisi trigliserida yang tinggi belum tentu diikuti dengan peningkatan tekanan sistolik dan diastolik

    Hubungan Posisi Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit

    Full text link
    Lower back pain is a common health problem encountered worldwide, leading to a decreased productivity and spinal function capacity. The prevalence of lower back pain varies annually with incidence rates ranging from 15 to 45%. This study aimed to identify the relationship between complaints of lower back pain, years of service, length of service, work position, stretching, and exercise habits. The research design utilized a cross-sectional approach. The study population consisted of all tailors at Pasar Raya Block F, totaling 35 tailors with the sample size of 35 individuals selected by using total sampling method. The data were analyzed by using univariate and bivariate analysis through chi-square test. The results indicated a correlation between work position (p value 0.000) and complaints of lower back pain. Whereas, no correlation was found between years of service (p value 0.565), length of service (p value 0.090), stretching (p value 0.070), and exercise habits (p value 0.712) with complaints of lower back pain. Tailors were encouraged to improve their work positions during their daily activities. Further research may explore other factors, such as the addition of seat cushions and body mass index (BMI) that may be associated with complaints of lower back pain among tailors.Nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan umum yang sering dijumpai di seluruh dunia dan dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kapasitas fungsi punggung. Prevalensi nyeri punggung bawah bervariasi setiap tahunnya dengan angka kejadian berkisar antara 15 hingga 45%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara keluhan nyeri punggung, masa kerja, lama kerja, posisi kerja, peregangan, dan kebiasaan olahraga. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan potong lintang. Populasi studi terdiri dari seluruh penjahit di Pasar Raya Blok F sebanyak 35 penjahit dan sampel sebanyak 35 orang yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara posisi kerja (nilai p 0,000) dan keluhan nyeri punggung bawah. Namun tidak ditemukan hubungan antara masa kerja (nilai p 0,565), lama kerja (nilai p 0,090), peregangan (nilai p 0,070), dan kebiasaan berolahraga (nilai p 0,712) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Penjahit diharapkan dapat memperbaiki posisi kerja mereka dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor lain seperti penambahan bantalan kursi kerja dan indeks masa tubuh (IMT) yang mungkin berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit

    Efektivitas Sari Kurma terhadap Peningkatan Pertumbuhan Baduta Stunting

    Full text link
    In 2021, Cilegon City was in the category of yellow stunting zones with a prevalence of 20.6%. This stunting prevalence rate showed that children aged 6 months to 2 years did not get adequate feeding practices and appropriate complementary foods. One way to increase the nutritional intake of babies in the first 1000 days of life is to use functional foods, such as dates. The aim of this study was to evaluate date palm juice as an adjunct for growth correction in stunted children in Cilegon City. The date juice group was the group used in the pre-experimental pre-test-post test design. The data analysis used was the dependent T-test (paired sample). The samples were 10 babies under two years old who were diagnosed stunting, selected by a total sampling technique. The results of the study showed that there was a difference in body length increase (p=0.001) and weight gain (p=0.000) after being given date palm juice. This shows that date palm juice can correct growth in babies under with stunting. The parents need to be informed and educated about the nutritional values and consumption of date juice to improve the nutritional status of their babies.Di tahun 2021, Kota Cilegon berada pada katagori zona stunting kuning dengan prevalensi 20,6%. Angka prevalensi stunting ini menunjukkan bahwa anak usia 6 bulan hingga 2 tahun tidak mendapatkan praktik pemberian makan yang memadai dan makanan pendamping yang sesuai.  Salah satu cara untuk meningkatkan asupan gizi bayi di 1000 hari pertama kehidupan adalah dengan penggunaan bahan pangan fungsional, seperti kurma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sari kurma sebagai tambahan untuk koreksi pertumbuhan pada anak stunting di Kota Cilegon. Kelompok pemberian sari kurma merupakan kelompok yang digunakan dalam desain pre-experimental pre-test-post test. Analisis data yang digunakan adalah uji T dependen (paired t test). Sampel penelitian ini adalah 10 baduta (bayi bawah dua tahun) yang dinyatakan stunting yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penambahan panjang badan (p=0,001) dan kenaikan berat badan (p=0,000) setelah diberikan sari kurma. Hal ini menunjukkan sari kurma dapat mengoreksi pertumbuhan pada baduta stunting. Orang tua baduta perlu diinformasikan dan dididik tentang nilai gizi dan konsumsi sari kurma untuk meningkatkan status gizi anak

    Pengaruh Baby SPA, Lama Screen Time dan Kebisingan terhadap Kualitas Tidur Batita

    Full text link
    Sleep problems were experienced by around 44.2% of babies in Indonesia. 72% of parents did not consider sleep disturbances as a problem of children’s growth and development, so it did not get maximum treatment. This study aims to determine the effect of baby SPA, screen time duration, and noise on the quality of children’s sleep. The research design was analytical with a cross-sectional study design. The research was conducted from October 1st, 2023 to November 30th, 2023 at Sun Baby SPA and Alodea Baby Care. The number of respondents was 80 mothers of toddlers who participated in the baby SPA. The sampling technique used was purposive sampling. The variables included baby SPA, screen time duration, noise, and child sleep quality. The data was collected using the Brief Infant Sleep Questionnaire and other specific data was filled out online through a Google form link. The data obtained were then analyzed multivariately using logistic regression. The results showed a significant relationship between baby SPA, screen time duration, and noise on child sleep quality (p<0.05). The logistic regression results showed that screen time duration had a greater influence on child sleep quality (p=0.018, OR=8.058). The duration of screen time must get special attention from parents since reducing screen time exposure in children affects the quality of children’s sleep quality and growth and development.Masalah tidur dialami sekitar 44,2 % pada bayi di Indonesia. 72% orang tua tidak menganggap gangguan tidur sebagai masalah tumbuh kembang anak, sehingga tidak ditangani secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baby SPA, lama screen time dan kebisingan terhadap kualitas tidur anak. Desain penelitian bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2023 sampai 30 November 2023 di Sun Baby SPA dan Alodea Baby Care. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 ibu balita yang mengikuti baby SPA. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi baby SPA, lama screen time, kebisingan dan kualitas tidur anak. Data dikumpulkan dengan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire sementara data khusus lainnya diisi secara online melalui link google form. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara baby SPA, lama screen time dan kebisingan terhadap kualitas tidur anak (p<0,05). Hasil regresi logistik menunjukkan lama screen time memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas tidur anak (p=0,018, OR= 8,058). Lama screen time harus mendapatkan perhatian khusus dari orang tua karena pengurangan paparan screen time pada anak berpengaruh pada kualitas tidur maupun tumbuh kembang anak

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Bayi Usia 24-35 Bulan

    Full text link
    Stunting can be caused by risk factors and pregnancy complications. Both in national and global context, it can disrupt the productivity and quality of human resources in the future. Examining the correlation of factors related to stunting in infants aged 24-35 months is the purpose of this study. This study used a cross-sectional design based on observational analytics. The participants were mothers living around the Saumlaki Public Health Center who gave birth to toddlers. The total samples were 70 mothers with the following variables: age, gestational age, maternal nutritional status, income, education, and knowledge. The Chi-Square test was used to analyze the data of this study. The data collection techniques included surveys and careful observation. This study found that the incidence of stunting in toddlers aged 24-35 months was correlated with factors such as maternal age <20 years (p 0.001), history of gestational age between 20-36 weeks (p <0.001), low education level (p <0.001), low-income level (p <0.001), lack of knowledge (p <0.001), and maternal nutritional status (p <0.001). Health workers need to provide health education about the dangers of stunting-risky pregnancy, such as early pregnancy, premature pregnancy and mothers who experience KEK.Stunting balita dapat disebabkan karena adanya faktor risiko dan komplikasi kehamilan. Dalam konteks nasional dan global, masalah ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Memeriksa adanya korelasi faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting bayi usia 24-35 bulan adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional berdasarkan analitik observasional. Partisipan adalah ibu-ibu yang tinggal di sekitar Puskesmas Saumlaki yang melahirkan batita. Total sampel berjumlah 70 ibu dengan variabel-variabel berikut: usia, usia kehamilan, status gizi ibu, penghasilan, pendidikan, pengetahuan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Metode untuk mengumpulkan informasi meliputi survei dan observasi yang cermat. Penelitian ini menemukan bahwa kejadian stunting pada bayi usia 24-35 bulan memiliki korelasi dengan faktor-faktor seperti usia ibu <20 tahun (p 0,001), riwayat usia kehamilan antara 20-36 minggu (p <0,001), tingkat pendidikan rendah (p <0,001), tingkat penghasilan rendah (p <0,001), kurangnya pengetahuan (p <0,001), dan status gizi ibu (p <0,001). Petugas kesehatan perlu memberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya kehamilan berisiko stunting pada batita seperti hamil di usia dini, hamil prematur, dan status gizi ibu

    Analisis Spasial Cakupan Imunisasi di Kabupaten Serang, Indonesia di Tahun 2021

    Full text link
    The incidence of deaths of children under five years of age in low- and middle-income countries due to imperfect immune system was estimated to increase, which actually can be prevented and reduced by immunization. In 2021, Banten Province received the highest immunization rating in Indonesia with coverage of 94.8%. However, in its Serang Regency, complete basic immunization coverage was only 89.2%. The aim of this study was to find out the spatial distribution of complete immunization coverage in Serang Regency, Banten Province, Indonesia in 2021. This research used an ecological study design with spatial analysis to estimate and analyze the distribution of immunization coverage in 29 districts in Serang Regency by looking at the number of integrated health post (Ina. posyandu) and the number of midwives spread across them. The analysis results showed a negative spatial autocorrelation of immunization coverage in Serang Regency in 2021. There was 1 district included in quadrant II (low-high), namely Bandung District and 1 district included in quadrant IV (high-low), namely Padarincang District.Kejadian kematian anak berusia bawah lima tahun (balita) pada negara berpenghasilan rendah dan menengah karena sistem imun yang tidak sempurna diperkirakan meningkat, yang padahal dapat dicegah dan dikurangi dengan imunisasi. Pada tahun 2021 Banten mendapatkan peringkat imunisasi tertinggi se-Indonesia dengan cakupan 94,8%. Namun di Kabupaten Serang cakupan imunisasi dasar lengkap hanya 89,2%. Tujuan studi ini adalah ingin mengetahui sebaran spasial cakupan imunisasi lengkap di Kabupaten Serang Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan analisis spasial untuk mengestimasi dan analisis sebaran cakupan imunisasi di 29 kecamatan di Kabupaten Serang dengan melihat jumlah posyandu dan jumlah bidan yang tersebar. Hasil analisis menunjukkan adanya autokorelasi spasial negatif terhadap cakupan imunisasi di Kabupaten Serang di tahun 2021. Terdapat 1 Kecamatan yang termasuk dalam kuadran II (rendah-tinggi), yaitu Kecamatan Bandung dan 1 Kecamatan yang termasuk pada kuadran IV (tinggi-rendah), yaitu Kecamatan Padarincang

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas terhadap Praktik Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masa Nifas

    Full text link
    During postpartum period, woman\u27s body experiences significant hormonal, physical and emotional changes. There are 3 types of basic needs that must be met during this period, including activity needs, rest needs and nutritional needs This research aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes with basic needs fulfilments during postpartum period. This research used a cross-sectional approach. The population was all normal postpartum mothers in Public Health Centers and Independent Midwife Practices in Semarang City and around. However, this study selected 30 postpartum mothers as the respondents by simple random sampling technique. The research findings showed the most significant relationship were attitude-rest practices and knowledge-nutritional practices which the p-value was 0.001. The p value of knowledge-rest practices relationship was 0.002, attitude-activity practices 0.003, attitude-nutritional practices 0.028, and knowledge-activity practices 0.035. Postpartum mothers should understand more about their basic needs; thus, all their basic needs can be fulfilled well.Selama masa nifas, tubuh wanita mengalami perubahan hormonal, fisik, dan emosional yang signifikan. Ada 3 jenis kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pada masa ini, meliputi kebutuhan aktivitas, kebutuhan istirahat, dan kebutuhan nutrisi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan dari pengetahuan, sikap dan pemenuhan kebutuhan dasar masa nifas. Penelitian ini menggunakan pedekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas normal pada Puskesmas dan Praktik Bidan Mandiri di Kota Semarang dan sekitarnya. Namun, penelitian ini memilih 30 ibu nifas sebagai responden dengan teknik simple random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hubungan yang paling berpengaruh adalah hubungan antara sikap dengan praktik istirahat dan pengetahuan dengan praktik nutrisi yang memiliki nilai p 0,001. Nilai p hubungan pengetahuan dengan praktik istirahat adalah 0,002, hubungan sikap dengan praktik aktivitas 0,003, hubungan sikap dengan praktik nutrisi 0,028, dan hubungan pengetahuan dengan praktik aktivitas 0,035. Ibu nifas sebaiknya lebih memahami kebutuhan dasar pada masa nifas, sehingga segala hal dasar yang dibutuhkan ibu nifas dapat terpenuhi dengan baik

    Bibliometric Analysis of Healthcare Facility Promotion Strategies through Social Media in Indonesia: Systematic Literature Review

    Full text link
    Saat ini sebagian besar fasilitas kesehatan menggunakan media sosial sebagai media promosi layanan dan produk. Sehingga analisis mengenai penggunaan media sosial sebagai sarana promosi fasilitas kesehatan perlu dilakukan untuk mengetahui efektifitasnya, novelty (hal baru) serta hubungan dengan bidang lainnya. Penelitian studi pustaka ini mencoba menganalisis berbagai macam artikel penelitian yang membahas strategi promosi fasilitas kesehatan melalui media sosial dengan metode bibliometrik. Penelitan ini merupakan systematic literature review dimana pengumpulan datanya menggunakan metode Preferred Reporting Items Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dan data dianalisis dengan tahapan bibliometik. Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan penggunaan sosial media yang terus meningkat. Selain itu peneliti juga menemukan bahwa keterhubungan strategi promosi fasilitas kesehatan berhubungan dengan strategi promosi usaha lain yang juga menggunakan sosial media sebagai media promosi. Peneliti selanjutnya berpeluang mendapatkan novelti dalam melakukan penelitian kolaborasi dengan bidang keilmuan lainnya.Recently most health facilities used social media as a medium for promoting their services and products. Thus, it was necessary to analyze the use of social media as a means of promoting health facilities to determine its effectiveness, novelty and relationship with other fields. This literature study attempted to analyze various research articles that discuss strategies for promoting health facilities through social media by bibliometric method. This was a systematic literature review which the data collection used Preferred Reporting Items Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) method and the data was analyzed using bibliometric stages. The results of this research showed that the development of the use of social media continued to increase. Besides, the research also found that the interconnectedness of health facility promotion strategies was related to the promotion strategies of other businesses which also use social media as promotional media. Future researchers had opportunities to get novelties to conduct collaborative research with other scientific fields

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇