Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Aplikasi Pemberian Minuman Sereh Madu (Serdu) sebagai Pengembangan Fitofarmaka dalam Mengatasi Hipertensi pada Wanita

    Full text link
    Herbal therapy of boiled lemongrass and honey water is one alternative treatment in lowering blood pressure. This study aimed to determine the effectiveness of lemongrass honey (Ina. serdu) herbal therapy on hypertension in women. The research design used a pre-experiment one group pre-test post-test. The study was conducted in Serang City, Banten Province, namely at the Singandaru Health Center working area with a sample of 25 respondents. The sampling technique was quota sampling. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test with a significance level of 95% (α 0.05). The results showed that on the 7th day of giving lemongrass honey (serdu) herbal drinks there was a decrease in systolic blood pressure (p value <0.001) and diastolic blood pressure (p value <0.001). An alternative choice for the treatment of women\u27s hypertension is lemongrass honey drinks. However, further research was needed to ensure the effectiveness and safety of lemongrass honey drink in long term, especially for mothers who suffer from certain medical conditions.Terapi herbal rebusan air sereh dan madu menjadi salah satu alternatif pengobatan dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari terapi herbal sereh madu (serdu) terhadap hipertensi pada wanita. Desain penelitian menggunakan pre eksperimen one group pre test post test. Penelitian dilakukan di Kota Serang Provinsi Banten yaitu di wilayah kerja Puskesmas Singandaru dengan sampel 25 responden. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test dengan tingkat kemaknaan yaitu 95% (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ke-7 pemberian minuman herbal sereh madu (serdu) dapat menurunkan rerata tekanan darah sistol  sebesar 18 mmHg (p value <0,001) dan tekanan darah diastol sebesar 8 mmHg (p value <0,001). Sebuah pilihan alternatif untuk pengobatan hipertensi wanita adalah minuman sereh madu. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa minuman sereh madu efektif dan aman dalam jangka panjang, terutama untuk ibu yang menderita kondisi medis tertentu

    Program “Sang Penyintas” Berjuang Sembuh dari Covid-19 terhadap Gangguan Psikologis Pasien Terkonfirmasi

    Full text link
    Many people who were confirmed to have COVID-19 had to undergo self-isolation, causing sufferers to experience fear, anxiety, and panic because this virus had claimed many lives. The occurred psychological disorders must be addressed immediately through programs in accordance with the problems experienced by confirmed patients who were undergoing quarantine. The purpose of this study was to analyze the program of "The Survivor" struggling to recover from COVID-19 against the psychological disorders of confirmed patients. The type of the research was a pre-experimental one-group pre-posttest design. The samples were taken based on a purposive sampling technique of 53 respondents with inclusion criteria, namely confirmed COVID-19 patients without symptoms or mild symptoms and undergoing isolation in quarantine homes. The exclusion criteria were patients with severe symptoms and undergoing hospitalization. The research instrument used the Self-Reporting Questionnaire-29. The analysis used paired t-test statistical test (<0.05). The results obtained p-value of 0.001 which means that there was an effect of the program of "The Survivors" struggling to recover from COVID-19 on the psychological disorders of confirmed patients with the mean before program of 15.89 to be 8.57. Health workers, especially nurses in providing health services to clients, must be more comprehensive and recognize the responses given by clients to be able to prevent ongoing psychological disorders.Banyak orang yang terkonfirmasi COVID-19 harus menjalani isolasi mandiri sehingga menyebabkan penderitanya mengalami ketakutan, kecemasan, dan kepanikan karena virus ini telah memakan banyak korban jiwa. Gangguan psikologis yang terjadi harus segera diatasi melalui program yang sesuai dengan permasalahan yang dialami pasien terkonfirmasi yang sedang menjalani karantina. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis program “Sang Penyintas” berjuang sembuh dari COVID-19 terhadap gangguan psikologis pasien terkonfirmasi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pra eksperimen one-group pre-post test design. Sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling sejumlah 53 responden dengan kriteria inklusi, yakni pasien terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala atau gejala ringan dan menjalani isolasi di rumah karantina. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan gejala berat dan menjalani perawatan di rumah sakit. Instrumen penelitian ini menggunakan Self-Reporting Questionnaire-29. Analisis menggunakan uji statistik paired t-test (<0,05). Hasil penelitian mendapatkan p-value 0,001 yang berarti ada pengaruh program “Sang Penyintas” berjuang sembuh dari covid-19 terhadap gangguan psikologis pasien terkonfirmasi dengan nilai rerata sebelum program 15,89 menjadi 8,57. Tenaga kesehatan khususnya perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada klien harus lebih komprehensif dan mengenal respon yang diberikan klien untuk dapat mencegah terjadinya gangguan psikologis berkelanjutan

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Klik KB terhadap Minat Akseptor KB IUD pada Masa Pandemi

    Full text link
    COVID-19 pandemic impacted on family planning drop-outs and an increase in pregnancies. The use of intrauterine contraceptive device (IUD) is 99.4% effective in controlling the population; however, public interest in IUDs is low. This low interest can be overcome by providing education using Klik KB application. This research aimed to determine the impact of health education through Klik KB on the interest of IUD acceptors during the pandemic. The research type was quasi-experimental with a one-group pretest posttest design. The research was conducted from December to March 2022 with the population of 311 people and the sample of 31 people. The sampling technique was purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The data collection was carried out by distributing a questionnaire and providing an intervention. The data analysis used a frequency distribution table and Wilcoxon test. The research results showed that before providing health education using Klik KB, the majority of the respondents had moderate interest and after providing health education, the respondents’ interest became high. Providing health education using Klik KB application media has an influence on the acceptor’s interest on IUD at Pemalang District Health Center with a p value of 0.000. Midwives and National Population and Family Planning Board (Ina. BKKBN) are required to carry out more comprehensive outreach to the public using Klik KB application media.Pandemi COVID-19 memberikan dampak drop out KB (Keluarga Berencana) dan peningkatan kehamilan. Penggunaan KB IUD (intrauterine device) efektif mengendalikan jumlah penduduk sebesar 99,4%, akan tetapi minat masyarakat terhadap IUD rendah. Minat yang rendah tersebut dapat diatasi dengan pemberian edukasi menggunakan aplikasi klik KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendidikan kesehatan melalui klik KB terhadap minat akseptor KB IUD pada masa pandemi. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest posttest. Penelitian dilakukan bulan Desember – Maret 2022 dengan populasi 311 orang dan sampel yang digunakan 31 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan pemberian intervensi. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berminat sedang sebelum pemberian pendidikan kesehatan dengan klik  KB dan minat responden menjadi tinggi setelah pemberian pendidikan kesehatan dengan klik KB. Pemberian pendidikan kesehatan dengan media aplikasi klik KB berpengaruh terhadap minat akseptor KB IUD di puskesmas wilayah Kabupaten Pemalang dengan nilai p 0,000. Bidan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diharapkan bisa melakukan sosialisasi yang lebih menyeluruh kepada masyarakat menggunakan media aplikasi klik KB

    Hubungan Riwayat Anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting

    Full text link
    In December 2018, the number of stunting cases in NTB was approximately 37.2% (around 150.000 children under five years). of 10 districts/cities in NTB, most cases of stunting were found in Sumbawa Regency, reaching 41.8%. The aim of this study was to analyze the relationship between history of chronic energy deficiency (CED) and anemia in pregnant women with stunting incidence. This research used analytical design with a cross-sectional approach. The sample size was 124 mothers who had child under five years at Palibelo Health Center, selected by using simple random sampling technique. The data collection used maternal child health (MCH) handbooks and observational sheets. The data was tested statistically by using chi-square test. The result showed that there was a correlation between a history of anemia and incidence of stunting (p value 0.000), yet there was no relationship between history of anemia and incidence of stunting (p value 0.605). The researchers suggested parents to be able to care for and provide various foods to their child to help in dealing with stunting incidents.Jumlah kasus stunting di Nusa Tenggara Barat sampai bulan Desember 2018 mencapai kurang lebih 37,2% (kurang lebih sekitar 150.000 anak). Dari 10 wilayah di Nusa Tenggara Barat, kejadian stunting terbesar terjadi di Sumbawa, yaitu mencapai 41,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi riwayat anemia dan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil dengan terjadinya stunting. Penelitian ini menggunakan desain analitik dan pendekatan cross-sectional. Besar sampel yaitu 124 ibu-ibu yang mempunyai balita di Puskesmas Palibelo yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dan lembar observasi. Data diuji secara statistik dengan menggunakan uji chi square. Hasil studi memperlihatkan ada korelasi antara riwayat kurang energi kronis (KEK) dengan terjadinya stunting (p value 0,000), namun tidak ada korelasi antara riwayat anemia dengan kejadian stunting (p value 0,605). Peneliti menyarankan agar orang tua mampu mengasuh dan memberikan makanan yang beragam kepada anak sehingga bisa membantu dalam menangani kejadian stunting

    Self-Management Education pada Pasien Diabetes Melitus

    Full text link
    Diabetes self-management education (DSME) integrates four aspects of diabetes management with an emphasis on behavioral interventions that assist individuals with diabetes in adopting lifestyle changes for their self-care from the desease. DSME encompasses diets, exercises, treatments, and exercise schedules for patients with diabetes, aiming to enhance patients\u27 ability to self-care. This study aimed to assess the effects of DSME on the self-care of patients with diabetes by using a booklet medium at Purwokerto Islamic Hospital. This quantitative research employed a quasi experimental design with a control group pre-post test design and gave a booklet media to the intervention group. This research involved 32 randomly selected respondents who were divided into control and intervention group. The statistical analysis used an independent t-test and showed a significant difference in the care of patients with diabetes (p=0.00<0.05) between the two groups. Following DSME intervention, 75% respondents in the intervention group exhibited a good self-care behavior; meanwhile, the control group was just 56%. The statistical analysis showed a difference in the self-care mean of the intervention group, which improved meaningfully (p-value 0.01); however, the control group was unmeaningful (p-value 0.06). This research showed DSME is able to improve the self-care of patients with diabetes mellitus.Diabetes self-management education (DSME) memadukan empat aspek manajemen diabetes dengan penekanan pada intervensi perilaku yang membantu individu dengan diabetes dalam mengadopsi perubahan gaya hidup untuk merawat diri mereka dari penyakit ini. DSME meliputi diet, olahraga, perawatan, dan jadwal olahraga bagi penderita diabetes, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam merawat diri yang dikenal sebagai self-care. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh DSME terhadap perawatan diri pasien diabetes menggunakan media booklet di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan desain control group pre–posttest dan membagi media booklet kepada kelompok intervensi. Penelitian ini melibatkan 32 responden yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis statistik menggunakan independent t-test dan menunjukkan perbedaan signifikan dalam perawatan pasien diabetes melitus (p=0,00<0,05) antara kedua kelompok. Setelah intervensi DSME, 75% responden dalam kelompok intervensi menunjukkan perilaku self-care yang baik, sementara pada kelompok kontrol hanya 56%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan rerata self-care pada kelompok intervensi yang meningkat secara bermakna (nilai p 0,01), sedangkan pada kelompok kontrol tidak bermakna (nilai p 0,06). Penelitian ini menunjukkan DSME mampu meningkatkan perawatan diri pada penderita diabetes melitus

    Analisis Dampak Konseling SADARI terhadap Pengetahuan dan Kompetensi WUS dalam Deteksi Dini Kanker Payudara

    Full text link
    Breast-Self Examination (BSE) is an effective method for the early detection of breast cancer, potentially reducing mortality rates by 25-30%. Women with low knowledge about breast cancer and BSE need education starting from adolescence. This study aimed to measure and analyze changes in the ability of Women of Childbearing Age (WCA) to perform BSE before and after counseling in Pejaten Village, Kramatwatu, Serang, Banten. The method used was analytical survey. The results of the study showed a significant increase in WCA knowledge about BSE from 21% (good) in the pretest to 83% (good) in the posttest after counseling. Before the counseling, 98% of WCA were unable to perform BSE, but after it 95% were able to perform it. The Wilcoxon test showed a significance of 0.000 (p<0.05), indicating that the counseling had a significant impact on the knowledge and ability of WCA to perform BSE. Village, health workers, and the community were recommended to collaborate to regularly conduct counseling to improve understanding and skills in the early detection of breast cancer.Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode yang efektif untuk deteksi dini kanker payudara, upaya tersebut dapat menurunkan angka kematian hingga 25-30%. Wanita dengan pengetahuan rendah tentang kanker payudara dan SADARI memerlukan edukasi sejak usia remaja. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis perubahan kemampuan Wanita Usia Subur (WUS) dalam melakukan SADARI sebelum dan sesudah penyuluhan di Desa Pejaten, Kramatwatu, Serang, Banten. Metode yang digunakan adalah survei analitik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan WUS tentang SADARI dari 21% (baik) pada pretest menjadi 83% (baik) pada posttest setelah penyuluhan. Sebelum penyuluhan, 98% WUS belum mampu melakukan SADARI, namun setelah penyuluhan 95% mampu melakukannya. Uji Wilcoxon menunjukkan signifikansi 0,000 (p<0,05), menandakan penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan kemampuan WUS dalam melakukan SADARI. Desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat disarankan bekerja sama untuk rutin mengadakan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam deteksi dini kanker payudara

    Pengembangan Model Triase Berbasis Intervensi Cest (Caring, Edukasi dan Patient Safety) dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien

    Full text link
    The suboptimal knowledge and understanding of patients and their families regarding the triage system in emergency department can lead to conflicts due to the feeling of neglected and not receiving definitive action. Therefore, developing a triage model with active interventions of caring, education, and patient safety is required in triage services at emergency department. This study aimed to determine the effects of caring, education, and patient safety (CEST)-based triage model on the level of patient satisfaction at Hermina Hospital, Indonesia. This study used a quantitative approach with a true experimental design using a post-test only group control design. The samples in this study were 30 intervention groups and 30 control groups selected with simple random sampling techniques. The statistical test used was an independent t-test. The results of this study showed that there was a significant difference in patient satisfaction between the control group and the intervention group. The mean of the control group was 26.07 and 29.70 for the intervention group. The p-value of the effects of implementing the CEST triage model between the control and intervention groups was 0.002 (< 0.05). Developing the CEST-based triage model can improve patient satisfaction by providing a sense of caring, education, and implementing patient safety in the hospital.Pengetahuan dan pemahaman pasien dan keluarga terhadap sistem triase di instalasi gawat darurat (IGD) yang belum optimal dapat menimbulkan konflik karena anggapan kurang diperhatikan dan tidak diberikan tindakan yang pasti. Oleh karena itu, pengembangan model triase dengan intervensi aktif pemberian caring, edukasi dan patient safety dibutuhkan dalam pelayanan triase di IGD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model triase berbasis intervensi caring, education, and patient safety (CEST) terhadap tingkat kepuasan pasien IGD di Rumah Sakit Hermina, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, desain true experiment dengan rancangan post-test only grup control design. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan pasien yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Rata-rata kelompok kontrol adalah 26,07 dan rata-rata kelompok intervensi adalah 29,70. P-value pengaruh pelaksanaan triase model CEST antara kelompok kontrol dan intervensi adalah 0,002 (< 0,05). Pengembangan model triase CEST dapat meningkatkan kepuasan pasien dengan cara memberikan rasa caring, edukasi dan penerapan keselamatan pasien di rumah sakit

    Scoping Review: Intrumen Pengkajian Cancer Related Fatigue Pasca Pengobatan Kanker

    Full text link
    Cancer is a serious disease that causes issues such as fatigue, making the assessment of fatigue using high-quality instruments critically important. Reviewing instruments widely used by healthcare professionals is crucial to optimize nursing care. The aim of this study was to identify fatigue assessment instruments used for post-treatment cancer patients in studies from the last ten years. This study employed a scoping review design with the keywords “Assessment Cancer Related Fatigue and Treatment” and included screening using the PRISMA flow. The study results indicated that 10 articles used 9 different assessment instruments, including the Piper Fatigue Scale, Multidimensional Fatigue Inventory, Fatigue Assessment Questionnaire, Functional Assessment of Cancer Therapy Fatigue, PROMIS Fatigue Short Form 7a, Functional Assessment of Chronic Illness Therapy Fatigue Scale, Fatigue Severity Scale, Cancer Fatigue Scale, and the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire. The most frequently used instruments were the Piper Fatigue Scale in 3 articles and the Multidimensional Fatigue Inventory in 2 articles.Kanker merupakan penyakit serius yang menyebabkan masalah seperti fatigue, sehingga pengkajian fatigue dengan menggunakan instrumen berkualitas tinggi sangat penting. Penelaahan instrumen yang banyak digunakan oleh tenaga kesehatan menjadi sangat krusial agar pelayanan keperawatan menjadi optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi instrumen pengkajian fatigue pada pasien kanker pasca pengobatan kanker yang digunakan dalam study 10 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan kata kunci “Assessment Cancer Related Fatigue and Treatment” dan dilakukan screening menggunakan prisma flow. Penelitian ini mendapat hasil dari 10 artikel menggunakan 9 instrumen pengkajian diantaranya instrumen pengkajian Piper Fatigue Scale, Multidimensional Fatigue Inventory, Fatigue Assessment Questionnaire, Functional Assessment of Cancer Therapy Fatigue, PROMIS Fatigue Short Form 7a, Functional Assessment of Chronic Illnes Therapy Fatigue Scale, Fatigue Severity Scale, Cancer Fatigue Scale, dan European Organisation for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Quesstionnaire. Instrumen pengkajian yang paling banyak digunakan adalah instrumen pengkajian Piper Fatigue Scale sebanyak 3 artikel dan Multidimensional Fatigue Inventory sebanyak 2 artikel

    Hubungan Pelayanan Tenaga Kesehatan dengan Kepuasan Klien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

    Full text link
    Strategic efforts to accelerate the improvement of public health status must be owned by health facilities. The level of patient satisfaction closely relates to the service provided by health workers in hospital institutions. The ability to provide optimal service, to improve the quality of service to community, and to consider client satisfaction factors must be prioritized by health workers. This research aimed to determine the relationship between health worker services and the level of satisfaction of inpatient clients at Kencana Serang Hospital in 2022. It used a correlation test and a cross-sectional design. The research population was inpatients at Kencana Serang Hospital and the sample size was 100 respondents. The results of the data analysis showed that there was a close relationship between service providers and patient satisfaction factors. Hospital management should attempt to improve the aspects of monitoring function of health workers performance evaluation in providing services to clients.Upaya strategis untuk mempercepat peningkatan status kesehatan masyarakat harus dimiliki oleh fasilitas kesehatan. Tingkat kepuasan pasien sangat berhubungan erat dengan pelayanan oleh tenaga kesehatan dalam institusi rumah sakit. Kemampuan memberikan pelayanan yang optimal, meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, dan mempertimbangkan faktor kepuasan klien harus diprioritaskan oleh petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan pelayanan petugas kesehatan dengan tingkat kepuasan klien rawat inap di Rumah Sakit Kencana Serang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan uji hubungan dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap Rumah Sakit Kencana dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pemberi pelayanan dengan faktor kepuasan pasien. Pihak manajemen rumah sakit sebaiknya berupaya meningkatan aspek fungsi monitoring evaluasi kinerja petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada klien

    Kejadian Diare Balita di Kecamatan Kotagede Yogyakarta: Space-Time Permutation Model

    Full text link
    There were 99,338 cases of diarrhea detected in Special Region of Yogyakarta (DIY) with just 8,442 treated. This study aimed to determine the relationship between the incidence of diarrhea in toddlers and the place and time in Kotagede District, DIY. This quantitative study employed a space-time permutation model method. The population of this study were toddlers registered to visit Public Health centers in Kotagede Regency, namely the working area of Kotagede I Health Center and Kotagede II Health Center as many as 200 cases. Meanwhile, this study employed a sample size of 155 chosen based on inclusion and exclusion criteria. The outcomes of the analysis were univariate. The gender characteristic that caused the most diarrhea were males (53%), the characteristic of the age was one year ≤ 2 years (31%), most of the parents\u27 education was high school graduates (42.6%), the most occupational characteristic of parents was laborers (33.5%), and the highest cases occured in Prenggan (38.1%). SaTScan statistical results showed that there was an aggregation of time for one month; the first significant cluster was Purbayan (p-value 0.0068) with a cluster radius of 0.28 km; the second significant cluster was Prenggan (p-value 0.021) with a cluster radius of 0.13 km; The first significant seven-day cluster time aggregation was Purbayan (p-value 0.010) with a cluster radius of 0.28 km; the second significant cluster was Rejowinangun (p-value 0.031) with a cluster radius of 0.16 km; and the third significant cluster was Prenggan (p-Value 0.038) with a cluster radius of 0.13 km. There was a spatio-temporal relationship between place and time with the incidence of diarrhea among toddlers in Kotagede Yogyakarta.Terdapat 99.338 kasus diare di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sementara yang ditangani hanya sebesar 8.442. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian diare pada balita dengan tempat dan waktu di Kecamatan Kotagede, DIY. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan model permutasi ruang-waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang terdaftar mengunjungi Puskesmas di Kabupaten Kotagede, yaitu wilayah kerja Puskesmas Kotagede I dan Puskesmas Kotagede II sebanyak 200 kasus. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 155 kasus yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis bersifat univariat. Karakteristik gender penyebab diare terbanyak adalah laki-laki (53%), karakteristik usia satu tahun ≤ 2 tahun (31%), Sebagian besar pendidikan orang tua adalah tamatan SMA (42,6%), karakteristik pekerjaan orang tua terbanyak adalah buruh (33,5%), dan kasus tertinggi terjadi di Prenggan (38,1%). Hasil statistik SaTScan menunjukkan adanya agregasi waktu selama satu bulan; cluster signifikan pertama adalah Purbayan (p-value 0,0068) dengan radius cluster 0,28 km; cluster signifikan kedua adalah Prenggan (p-value 0,021) dengan radius cluster 0,13 km; agregasi waktu tujuh hari cluster signifikan pertama adalah Purbayan (p-value 0,010) dengan radius cluster 0,28 km; cluster signifikan kedua adalah Rejowinangun (p-value 0,031) dengan radius cluster 0,16 km; dan cluster signifikan ketiga adalah Prenggan (p-Value 0,038) dengan radius cluster 0,13 km. Terdapat hubungan spatio-temporal antara tempat dan waktu dengan kejadian diare balita di Kotagede Yogyakarta

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇